Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Urgensi Fast Track Legislation Dalam Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia lestari, Fika; Haryono, Dodi; HB, Gusliana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 16 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13763612

Abstract

Fast Track Legislation is the process of forming laws through discussion stages that can be carried out quickly to avoid the process of forming legislative regulations being very fast, giving the impression of being haphazard. With the presence of the concept of fast track legislation, it at least limits and gives authority to anything that can be said to be a fast legislative process. The presence of fast track legislation in Indonesia not only creates regularity in structuring legislative functions in responding to emergency or urgent events but also places limits on a legislative process that can be carried out quickly. This research aims to find out the arrangements and practices of Fast Track Legislation in Indonesia, to find out the arrangements and practices of Fast Track Legislation in various countries and to find out projections for the adoption of Fast Track Legislation into the law formation system in Indonesia. The regulation and practice of Fast Track Legislation in various other countries, namely New Zealand, is based on motion urgency. The United Kingdom recognizes the existence of a fast track legislation mechanism to meet people's needs quickly. The United States regulates fast-track legislation in the House Rules and Manual and Ecuador, as stated in Article 140 of the Ecuador Constitution, regulates fast-track legislation. Regulations and practices of Fast Track Legislation in Indonesia where positive law in Indonesia does not specifically regulate fast track legislation mechanisms. The projected adoption of Fast Track Legislation into the law formation system in Indonesia cannot be separated from 2 (two) criticisms if it is later adopted in the formation of laws in Indonesia, namely, first, concerns about the loss of public participation in discussing laws.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERMASALAHAN SOSIAL PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA DI SMA 21 MAKASSAR Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah; Lestari, Fika; Sulaiman, Sulaiman; Ruagadi, Henry A.; Ngguna, Yakin; Asikin, Siti Badria; Pannyiwi, Rahmat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27513

Abstract

Pernikahan usia anak atau pernikahan dini masih menjadi masalah serius di Indonesia. Siswa sekolah sebagai generasi pada kelompok umur tersebut perlu memiliki pengetahuan yang komprehensif terkait penyebab dan akibat pernikahan usia anak sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini penting dilakukan dengan tujuan mengubah pola pikir siswa terhadap penyebab dan dampak dari pernikahan usia anak atau pernikahan dini tersebut. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan bertempat di SMA Negeri 21 Makassar. Sebanyak 41 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Hasil analisis dari pretest dan posttest menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi dilakukan, masih terdapat siswi yang memiliki persepsi positif dan persepsi relatif terhadap dampak pernikahan usia anak. Setelah dilakukan sosialisasi, persepsi dan pemahaman mereka terhadap pernikahan dini berubah. Hal ini menjukkan bahwa setelah diadakan sosialisasi, persepsi dan pemahaman siswa berubah. Kasus pernikahan usia dini korban paling banyak dari pernikahan dini adalah remaja perempuan. Secara umum kasus penikahan usia dini banyak terjadi pada keluarga miskin, berpendidikan rendah dan dropout dari sekolah. Mendapatkan pengalaman sebagai educator dan mengaplikasikan pembelajaran dalam bentuk kegiatan pendidikan kesehatan, memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan. Diharapkan setelah dilakukan penyuluhan, pernikahan usia disini pada remaja dapat teratasi.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi di Rumah Sakit Nurul Hasanah Aceh Tenggara 2023 Lestari, Fika; Lestari, Uci
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3529

Abstract

Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang. Dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali (Departemen Kesehatan, 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental dengan pendekatan pretest posttest one group design. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Nurul Hasanah kutacane. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah ibu bayi yang berjumlah 30 bayi dengan menggunakan teknik sampling total population. Hasil pretest dan posttest menunjukan terhadap peningkatan kualitas tidur bayi dibuktikan dengan responden yang mengalami peningkatan kualitas tidur sebagian sebanyak 16 orang (53,3%) dan sedangkan minoritas kualitas tidur buruk  sebanyak 2 orang (6,7%). uji Wilcoxon antara pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi dengan nilai p=0,001. Kesimpulan bahwa Pijat bayi dapat meningkatkan Kualitas Tidur pada Hal ini didasari pada Hasil analisis sebelum dan setelah diberikan intervensi yang didapatkan nilai signifikansi. Saran Dengan adanya penelitian ini kiranya dapat memberi edukasi tentang pijat bayi dan para ibu bisa selanjutnya menerapkan pijat bayi kepada bayinya di kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Pijat Bayi, Kualitas Tidur, BayiInfancy is a golden period as well as a critical period of a person's development. It is said to be a critical period because during this period the baby is very sensitive to the environment and it is said to be the golden age because the baby period is very short and cannot be repeated (Ministry of Health, 2009). The aim of this research is to determine the effectiveness of baby massage in improving the quality of baby sleep. The research method used in this research is pre-experimental with a pretest posttest one group design approach. This research was conducted at the Nurul Hasanah Kutacane Hospital. In this study, the population was mothers of 30 babies using total population sampling techniques. The pretest and posttest results showed an increase in the quality of baby's sleep as evidenced by the respondents who experienced a partial increase in sleep quality as many as 16 people (53.3%) and while the minority had poor sleep quality as many as 2 people (6.7%). The Wilcoxon test between pretest and posttest shows that there is an effect of giving baby massage on the quality of baby sleep with a value of p=0.001. The conclusion that baby massage can improve sleep quality is based on the results of the analysis before and after the intervention was given, which obtained significant values. Suggestions. This research can provide education about baby massage and mothers can then apply baby massage to their babies in their daily lives. -day.Keywords: Baby Massage, Sleep Quality, Baby