Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Desa Teupin Raya Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen Tahun 2018 Misrina, Misrina; Fidiani, Fidiani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.215

Abstract

Pemakaian Metode Kontrasepsi JangkaPanjang (MKJP) memiliki banyak keuntungan, baik dilihat dari segi program, maupun dari sisi klien (pemakai). Di samping mempercepat penurunan Total Fertility Rate (TFR), penggunaan kontrasepsi MKJP juga lebih efisien karena dapat dipakai dalam waktu yang lama serta lebih aman dan efektif. Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor-faktor penyebab rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Desa Teupin Raya Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik crosssectiona, yang dilakukan pada tanggal 10 Juli 2018. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh akseptor KB yang ada di Desa Teupin Raya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan cara total populasi sebanyak 41 orang. Hasil penelitian dilihat dari pengetahuan nilai p (0,124) > p value (0,05) berarti Ha ditolak dan Ho diterima, dengan demikian pengetahuan tidak menyebabkan pemakaian MKJP di Desa Teupin Raya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Dilihat dari sosial budaya, menunjukkan nilai p (0,001) < p value (0,05) berarti Ha diterima dan Ho ditolak, dengan demikian sosial budaya menyebabkan rendahnya pemakaian MKJP di Desa Teupin Raya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Dilihat dari peran serta tenaga kesehatan, hasil perhitungan menunjukkan nilai p (1,000) > p value (0,05) berarti Ha ditolak dan Ho diterima, dengan demikian peran serta tenaga kesehatan tidak menyebabkan rendahnya pemakaian MKJP di Desa Teupin Raya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Diharapkan kepada responden untuk lebih memilih MKJP khususnya bagi akseptor yang tidak mengalami penyakit dalam kontraindikasi MKJP, karena MKJP memiliki efek samping yang rendah dibandingkan kontrasepsi lainnya.
Pengaruh Karakteristik terhadap Perilaku Ibu Menerima Imunisasi Dasar Batita 1-2 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Blang Kabupaten Bireuen Misrina, Misrina
Jurnal Bidan Komunitas Vol 2, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.79 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v2i1.4141

Abstract

Latar Belakang: Kematian batita akibat penyakit berbahaya terbilang tinggi yaitu sebesar 1,4 juta jiwa pertahun yang antara lain disebabkan oleh batuk rejan 294.000(20%), tetanus 198.000(14%), dan campak 540.000(38%). Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karakteristik terhadap perilaku  ibu menerima imunisasi dasar batita 1-2 tahun di wilayah kerja puskesmas Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Metode : Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Blang Kota Bireuen Tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita 1-2 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsive random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil : Berdasarkan tingkat pendidikan didapatkan  hasil 0,076 tidak ada pengaruh, pekerjaan didapatkan hasil 0,146  tidak ada pengaruh, pengetahuan didapatkan hasil 0,000 ada pengaruh dengan nilai OR 13,419 yaitu pengetahuan 13 kali berpengaruh terhadap perilaku ibu menerima imunisasi dasar batita1-2 tahun, sikap didapatkan hasil 0,000 dengan nilai OR 13,692 yaitu sikap 13 kali berpengaruh terhadap perilaku ibu menerima imunisasi dasar batita 1-2 tahun, dukungan keluarga didapatkan hasil 0,302 tidak ada pengaruh, motivasi didapatkan hasil 0,000 dengan nilai OR 12,263 yaitu motivasi 13 kali berpengaruh terhadap perilaku ibu menerima imunisasi dasar batita 1-2 tahun, persepsi didapatkan hasil 0,000 ada pengaruh antara persepsi dengan perilaku ibu menerima imunisasi dasar batita 1-2 tahun. Disarankan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Kuta Blang Kabupaten Bireuen untuk memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dasar sehingga ibu mau membawa anaknya ke pelayanan kesehatan untuk diimunisasi sesuai dengan umur dan jadwal pemberiaannya.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN KESIAPAN IBU MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA MEUNASAH CAPA KECAMATAN KOTA JUANG TAHUN 2021 Misrina, Misrina; Nuzula, Rizka
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1473

Abstract

Menopause merupakan suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita yang menunjukan bahwa ovarium telah berhenti menghasilkan sel telur, aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti, serta pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) yang berkurang. Sebagian besar wanita mulai mengalami gejala menopause pada usia 40 tahun dan puncaknya tercapai pada usia 50 tahun. Namun bila diambil rata-ratanya seorang wanita umumnya akan mengalami menopause sekitar usia 45 sampai dengan 55 tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kesiapan menghadapi menopause di desa Meunasah Capa kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen tahun 2021.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu premenopuase usia 40–50 tahun di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2021. Pengambilan sampel mengunakan total populasi. Sampel berjumlah 45 ibu premenopause usia 40-50 tahun dan pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 45 responden dengan menggunakan uji statistik Chi-square menunjukkan ada hubungan pendidikan ibu pramenopause dengan kesiapan ibu menghadapi menopause di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang tahun 2020 dengan nilai p value (0,002) < α (0,05). Ada hubungan pekerjaan ibu premenopause dengan kesiapan ibu menghadapi menopause di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang tahun 2020 dengan nilai p value (0,045) < α (0,05). Ada hubungan pengetahuan ibu premenopause dengan kesiapan ibu menghadapi menopause di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang tahun 2020 dengan nilai p value (0,022) < α (0,05).Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan wawasan tentang perubahan yang terjadi menjelang menopause menjadi sangat penting untuk di terapkan pada wanita pramenopause. Hal ini dapat menurunkan kecemasan terhadap menopauase serta dapat meningkatkan penerimaan terhadap menopause menjadi lebih baik. Kata Kunci: Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, Kesiapan Menghadapi Menopause
STUDENTS’ PERCEPTIONS OF MONEY POLITICS IN THE 2024 ELECTIONS : ANALYSIS OF MORAL VALUE AND INTEGRITY Misrina, Misrina
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 9, No 3 (2024): JWP (Jurnal Wacana Politik) September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v9i3.56626

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan tentang politik uang dalam konteks Pemilu 2024, dengan fokus pada analisis nilai moral dan integritas. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 56 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi kritis terhadap praktik politik uang, memandangnya sebagai ancaman serius terhadap integritas demokrasi. Mereka mengidentifikasi dampak negatif politik uang terhadap kepercayaan publik, partisipasi politik, dan kesetaraan ekonomi-politik. Dari perspektif moral, mahasiswa secara tegas menolak politik uang sebagai pelanggaran etika. Dalam konteks Pemilu Serentak 2024, mereka menyadari tantangan logistik dan pentingnya pendidikan pemilih. Penelitian ini mengungkapkan kesenjangan antara kesadaran kritis mahasiswa dan peluang partisipasi mereka dalam sistem politik, menyoroti perlunya upaya sistematis untuk memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memperkuat integritas demokrasi Indonesia.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Matematika Realistik Misrina, Misrina
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 7, No 1 (2023): Januari (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v7i1.43053

Abstract

This learning aims to improve students' mathematics learning outcomes through a realistic learning model in class IV SD Negeri 7 Samalanga, which has a total of 21 students. This research is a classroom action research conducted in 2 cycles. The results of the research cycle 1 showed that the activities and student learning outcomes of student learning outcomes were still low. Student learning activities based on the observations of 2 observers obtained a value of 79% and were still in the sufficient category. The acquisition value of the final test of cycle I, it is known that only 5 students achieved class completeness with a grade passing percentage of 23.80%. Therefore, the researcher continued the research into cycle II. In cycle II there was an increase in both the activity and student learning outcomes. Acquisition of scores on student learning activities 93.33% is in the very good category, as well as student learning outcomes tests increased to 85.71%. This means that cycle II has been successfully carried out both in terms of process and student learning outcomes. So it can be concluded that the results of a realistic mathematics learning model can increase the activity and results of students' mathematics learning.
The Phenomenon of Coastal Women: Between Patriarchal Culture and Gender Justice Misrina, Misrina
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 7 No 1 (2024): nternational Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10467565

Abstract

Presently, there is a new phenomenon of empowering women in areas still strong with customs and traditions. Similarly, the dynamics of women policy democratization have experienced gaps in a multicultural society historically categorized as the Islamic Kingdom's territory. Therefore, the government is faced with the challenge of determining the right strategies to align cultural structures that have lived in society for a long time using inclusive programs. These included activities to empower coastal women in the economic sector to improve the welfare of the community. This study aims to analyze the phenomenon of social anthropology in the democracy era. It fills the gap associated with the various failures in implementing various programs by prioritizing gender justice and equality in patriarchal remote areas with the character of an Islamic sultanate.
Pengaruh Model Pembelajaran Superitem Berbasis Higher Order Thinking Skill Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sma Negeri 1 Peusangan Misrina, Misrina; Fonna, Mutia; Wulandari, Wulandari
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v4i1.13794

Abstract

AbstrakPenelitian ini akan mengeksplorasi permasalahan terkait rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai dampak penggunaan model pembelajaran Superitem yang berfokus pada Higher Order Thinking Skill (HOTS) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa di SMA Negeri 1 Peusangan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, di mana data yang dikumpulkan berupa angka. Desain penelitian yang diterapkan adalah posttest only group design. Populasi penelitian melibatkan seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Peusangan, dengan sampel yang terdiri dari 2 kelas yang dipilih dari total 4 kelas yang tersedia. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas X4 dijadikan kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran menggunakan model Superitem berbasis HOTS, sedangkan kelas X2 dijadikan kelas kontrol dengan metode pembelajaran konvensional. Sebanyak 3 butir soal uraian posttest diberikan kepada 21 siswa di kelas eksperimen dan 21 siswa di kelas kontrol di SMA Negeri 1 Peusangan. Data hasil posttest dianalisis menggunakan uji normalitas, kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan uji homogenitas karena data terdistribusi normal. Uji ini bertujuan untuk menilai pengaruh signifikan dari penggunaan model pembelajaran Superitem berbasis Higher Order Thinking Skill terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMA Negeri 1 Peusangan. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, menandakan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan model pembelajaran Superitem berbasis Higher Order Thinking Skill terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMA Negeri 1 Peusangan.Kata kunci: Superitem, HOTS, dan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa. Abstract This research will explore problems related to students' low ability to understand concepts. The aim of this research is to assess the impact of using the Superitem learning model which focuses on Higher Order Thinking Skill (HOTS) on students' ability to understand mathematical concepts at SMA Negeri 1 Peusangan. The research method used is quasi-experimental with a quantitative approach, where the data collected is in the form of numbers. The research design applied was a posttest only group design. The research population involved all class X students of SMA Negeri 1 Peusangan, with a sample consisting of 2 classes selected from a total of 4 available classes. Sampling was carried out using purposive sampling technique. Class X4 is used as an experimental class that applies learning using the HOTS-based Superitem model, while class X2 is used as a control class using conventional learning methods. A total of 3 posttest description questions were given to 21 students in the experimental class and 21 students in the control class at SMA Negeri 1 Peusangan. The posttest data were analyzed using a normality test, then a hypothesis test was carried out using a homogeneity test because the data was normally distributed. This test aims to assess the significant influence of using the Superitem learning model based on Higher Order Thinking Skill on the ability to understand mathematical concepts of Peusangan 1 Public High School students. The results of the analysis show a significance value (2-tailed) of 0.000 < 0.05, indicating that there is a significant influence from the use of the Superitem learning model based on Higher Order Thinking Skill on the ability to understand mathematical concepts of Peusangan 1 Public High School students.Keywords: Superitems, HOTS, and Students' Mathematical Concept Understanding Ability.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Capaian Kunjungan Balita Keposyandu Di Desa Janggot Seungko Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen Nufra, Yolla Asmaul; Misrina, Misrina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4027

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Penelitia ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian kunjungan balita keposyandu di Desa Janggot Seungko Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2024. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan cara total sampling, jumlah sampel sebanyak 70 orang yang diperoleh dengan cara melakukan kunjungan rumah.Dari hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p (0,720) > α (0,05) (tidak ada pengaruh pendidikan dengan capaian kunjungan balita ke Posyandu), nilai p (0,003) < α (0,05) (ada pengaruh pengetahuan dengan capaian kunjungan balita ke Posyandu). Nilai p (0,003) < α (0,05) (ada pengaruh sikap dengan capaian kunjungan balita ke Posyandu). Nilai p (1,000) > α (0,05) (tidak ada pengaruh pekerjaan dengan capaian kunjungan balita ke Posyandu). Nilai p (0,000) < α (0,05) (ada pengaruh dukungan keluarga dengan capaian kunjungan balita ke Posyandu). Nilai p (0,011) < α (0,05) ( ada pengaruh motivasi ibu dengan capaian kunjungan balita ke Posyandu).Diharapkan bagi responden bisa menjadi bahan masukan serta bahan evaluasi tentang cakupan kunjungan balita keposyandu, agar kedepan capaiannya lengkap dan teratur setiap bulannya sehingga meningkatkan derajat kesehatan balita yang optimal.kata kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Pekerjaan, Dukungan Keluarga, Motivasi ibu, PosyanduPosyandu is a Community Resource Health Effort (UKBM) which is managed and organized by, by, for and with the community in implementing health development to empower the community and obtain basic health services to accelerate the reduction of maternal and infant mortality rates. This research aims to look at the factors of the influence the low achievement of visits by toddlers to posyandu in Janggot Seungko Village, Jeunieb District, Bireuen Regency.The research design is used analytical research with a cross sectional approach.This research was carried out in January-February 2024. The sampling technique was by total sampling, the total sample was 70 people obtained by conducting home visits.Based on the results of the Chi-square test shows the p value (0.720) > α (0.05) (there is no influence of education on the achievement of toddler visits to the Posyandu), the p value (0.003) < α (0.05) (there is an influence of knowledge on the achievement of toddler visits to the Posyandu). P value (0.003) < α (0.05) (there is an influence of attitude on the achievement of toddler visits to Posyandu). P value (1,000) > α (0.05) (there is no influence of work on the achievement of toddler visits to Posyandu). N value p (0.000) < α (0.05) (there is an influence of family support on the achievement of visits by toddlers to Posyandu). P value (0.011) < α (0.05) (there is an influence of mother's motivation on the achievement of toddler visits to Posyandu).It is hoped that the respondents can provide input and evaluation material regarding the scope of visits by toddlers to the posyandu, so that in the future the achievements will be complete and regular every month so as to increase the optimal health status of toddlers.Keywords : Education, Knowledge, Attitude, Work, Support Family, mother's motivation, Posyandu
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Bawah Garis Merah (Bgm) Pada Pertumbuhan Balita di Desa Meunasah Pulo Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Misrina, Misrina; Nufra, Yolla Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3368

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) mencatat sedikitnya 23% balita dunia mengalami berat badan yang rendah atau di bawah garis merah. Indonesia merupakan negara berkembang yang masih menghadapi masalah gizi. Penelitian ber tujuan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bawah garis merah (BGM) Pada pertumbuhan balita di Desa Meunasah Pulo Peudada Kabupaten Bireuen. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Meunasah Pulo Peudada Kabupaten Bireuen. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total populasi sebanyak 92 orang. Dari hasil uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) hasil perhitungan untuk variabel pengetahuan menunjukkan nilai p (0,000) < α (0,05). Riwayat imunisasi menunjukkan nilai p (0,008) < α (0,05). Riwayat pemberian ASI ekslusif menunjukkan nilai p (0,033) < α (0,05). Pendapatan menunjukkan nilai p (0,032) < α (0,05) makanan yang dikonsumsi menunjukkan nilai p (0,033) < α (0,05) Penyakit infeksi yang diderita menunjukkan nilai p (1,000) > α (0,05). Diharapkan bagi responden bisa menjadi bahan masukan serta bahan evaluasi tentang faktorfaktor yang mempengaruhi kejadian bawah garis merah (BGM).Kata Kunci : Pengetahuan, Imunisasi, ASI Ekslusif, Pendapatan, Makanan yang dikonsumi, Penyakit Infeksi, BGMAccording to the World Health Organization (WHO), at least 23% of the world's toddlers have a low body weight or below the red line. Indonesia is a developing country that still faces nutritional problems. The research aims to look at the factors that influence the incidence of below the red line (BGM) on the growth of toddlers in Meunasah Pulo Peudada Village, Bireuen Regency. The research design used is analytical research with a cross sectional approach. This research was carried out in Meunasah Pulo Peudada Village, Bireuen Regency. This research was carried out from August. Samples were taken using a total population technique of 92 people. From the results of the Chi-square test with a confidence level of 95% (α = 0.05), the calculation results for the knowledge variable show a p value (0.000) < α (0.05). Immunization history shows a p value (0.008) < α (0.05). The history of exclusive breastfeeding shows a p value (0.033) < α (0.05). Income shows a p value (0.032) < α (0.05) food consumed shows a p value (0.033) < α (0.05) The infectious disease suffered shows a p value (1.000) > α (0.05). It is hoped that respondents can provide input and evaluation material regarding the factors that influence below the red line (BGM) incidents.Keywords : Knowledge, Immunization, Exclusive Breastfeeding, Income, Food consumed, Infectious Diseases, BGM 
Analisis Konsep dan Peran Pendidikan Karakter dalam Pengembangan Sikap Siswa: Studi Literatur dalam Konteks Madrasah Misrina, Misrina; Nasir, Khairun; Diana, Diana
Ahdāf: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Ahdāf: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PAI Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan UIN SUNA Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/ahdf.v2i1.2393

Abstract

This research discusses the concept of character building and the role of character building in developing students' attitudes in schools. The concept of character building encompasses values, attitudes, and positive behaviors that are the primary focus of developing good personality traits in individuals. Character building is based on the idea that character can be taught, learned, and applied in daily life. This concept is also supported by the moral philosophy introduced by Al-Ghazali and Ibn Maskawaih, emphasizing the importance of moral education in shaping good character. Furthermore, the research method employed in this study includes a literature review and content analysis. Some data were collected from various sources related to the concept of character building and the role of character building in developing students' attitudes in a madrasah (school). The data were analyzed descriptively to explore the relationships between these concepts and their implications in the context of education in madrasahs. The findings of the research indicate that character building plays a crucial role in developing students' attitudes in madrasahs. By integrating character concepts from Lickona with moral concepts from Al-Ghazali and Ibn Maskawaih, madrasahs can shape a generation with character and noble morals in accordance with Islamic teachings. The implications of this research suggest that character building needs to be a primary focus in madrasah education to mold individuals who are ethical, responsible, and beneficial to religion, society, and the nation.