Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potensi Penggunaan Abu Daun Jagung Sebagai Alternatif Pengganti Semen Pada Campuran Mortar Ramadhan, Muhammad Ernadi; Sulaiman, Lusman; Islami, Rizky Citra; Agustina, Yanida
Bulletin of Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v4i1.21324

Abstract

Semen yang digunakan pada mortar terbuat dari bahan kapur yang tidak dapat diperbaharui dan dapat menimbulkan polusi udara ketika semen diproduksi dalam jumlah besar. Oleh karena itu, bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengurangi penggunaan material semen sebagai bahan ikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi material abu daun jagung sebagai bahan pengganti semen pada mortar.  Variabel penelitian menggunakan empat macam variasi komposisi mortar berdasarkan jumlah semen yang diganti dengan abu daun jagung (Mortar semen, 3% abu daun jagung, 5% abu daun jagung, dan 7% abu daun jagung). Model uji diberi pengujian makroskopik (uji kuat tekan) dan mikroskopik (X-Ray Diffraction , Energy Dispersive X – Ray Spectroscopy, dan Scanning Electron Microscope). Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, penggunaan abu daun jagung 7% dari berat semen pada mortar menjadi variasi yang terkuat pada penelitian ini Cement used on mortar was made from limestone that cannot produced naturally, causing air pollution when it produced on big amount. Therefore, an alternative green material was very important for reducing cement utilization as bounding material. The purpose of this research was evaluating corn leaves ash material as cement substitute on mortar.The research variables were using four different mortar composition based on cement amount which replaced by corn leaves ash(Cement mortar, 3% corn leaves ash, 5%  corn leaves ash , and 7%  corn leaves ash). The samples were tested by macroscopic method (compression test) and microscopic method ( X-Ray Diffraction , Energy Dispersive X – Ray Spectroscopy, and Scanning Electron Microscope ). Based on the test, the substitution of 7% corn leaves ash from cement on mortar became the strongest variation on this research
Penyesuaian Ruang Pada Rumah Tinggal Pasca Pandemi Covid-19 Di Semarang Heston, Yudha Pracastino; Wulandari, Mariana; Citra Islami, Rizky; Hastama Nugraha, Dimas; Sulaiman, Lusman
Jurnal Permukiman Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2024.19.77-84

Abstract

Pandemi Covid-19 ditemukan pertama kali merebak di Indonesia, pada bulan Maret 2020. Rumah menjadi benteng terhadap serangan pandemi Covid-19, untuk menghindari penularan akibat interaksi langsung dengan orang lain. Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian: Dengan mempertimbangkan perubahan kondisi internal dan eksternal dari bangunan, penyesuaian seperti apa yang paling optimal untuk rumah tinggal? Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memetakan obyek secara relatif mendalam. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan ruang dalam rumah akibat pandemi Covid-19 dipengaruhi oleh variabel seperti jumlah penghuni, luas bangunan, riwayat Covid-19 keluarga, jumlah fasilitas sanitasi, dan aktivitas bekerja dari rumah. Faktor signifikan terbesar adalah kondisi bekerja atau sekolah dari rumah. Kelompok rentan, seperti lansia, bayi, dan difabel, merasakan ketidaknyamanan akibat perubahan ini. Kebutuhan utama kelompok rentan adalah kamar mandi terpisah dengan sirkulasi udara yang baik dan ruang luas untuk anak-anak bermain.      Formasi ruangan yang direkomendasikan mencakup kamar mandi dekat ruang tidur atau kamar mandi dalam, dengan setiap 2 kamar tidur memiliki 1 kamar mandi. Perlunya penyesuaian pada regulasi terkait Bangunan Gedung Hijau seperti Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 dan Permen PUPR No. 21 Tahun 2021 juga ditekankan, untuk memperhatikan aspek kenyamanan, aksesibilitas, keselamatan, dan kesehatan dalam rumah.