Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Superior Performance: Good Corporate Governance and Gender Diversity Study IDX ESG Leader 2021-2023 Yana, Nopi; Agustin, Maulina; Wardana, M. Azka Kesuma
MDP Student Conference Vol 4 No 2 (2025): The 4th MDP Student Conference 2025
Publisher : Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/mdp-sc.v4i2.11229

Abstract

Penelitian ini menyelidiki bagaimana gender diversity dan Good Corporate Governance (GCG) memengaruhi kinerja keuangan perusahaan yang tergabung dalam indeks IDX ESG Leader selama periode 2021–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Purposive sampling dan analisis regresi linear berganda dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 27. Sementara Return on Investment (ROI) digunakan sebagai variabel dependen, variabel independen mencakup tingkat gender diversity, representasi perempuan dalam dewan direksi, dewan komisaris independen, dan komite audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran perempuan dalam dewan direksi dan dewan komisaris independen memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, ketidaksamaan gender secara keseluruhan berdampak negatif dan signifikan, sedangkan peran perempuan dalam komite audit tidak berdampak pada ROI. Temuan ini menunjukkan bahwa ketidaksamaan gender dalam tata kelola perusahaan dapat memengaruhi efektivitas manajemen dan kinerja keuangan, meskipun dampak ini bergantung pada posisi mereka dalam struktur organisasi.
OPTIMALISASI SOCIAL MEDIA MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA UMKM Andreas Octavini, Nanda; Agustin, Maulina; Rahmawati, Yannisa; Sormin, Rahma Diani; Putri, Levina Rachmawati
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): JIPMAS : Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jipmas.v2i2.203

Abstract

Social media has become an effective tool for promoting products and services, especially for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, many MSME players, particularly those running angkringan-type businesses, still lack the knowledge and skills to use social media effectively to increase sales and expand customer reach. The objective of this community service activity is to enhance MSME players’ understanding of the importance of social media marketing, and to equip them with effective digital marketing strategies. The method employed involves training sessions that begin with a presentation on optimizing social media for marketing purposes, delivered by resource persons, and continue with practical sessions where MSME participants apply digital promotion techniques. The results of this activity indicate an improvement in participants' knowledge and understanding of social media marketing strategies, as reflected in their ability to implement the tools and techniques introduced during the training.
Pengaruh Brand Equity, Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Smartphone Oppo Kurniawan, Rudi; Prikurnia, Anas Khair; Agustin, Maulina; Puspitasari, Yeni
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 2 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i2.2695

Abstract

Penjualan smartphone OPPO di Toko Smartphone Hafiz Phone Cell mengalami penurunan pada tahun 2023. Persaingan ketat di industri smartphone, dengan bermunculannya merek- merek baru dan beragam pilihan produk, membuat konsumen kebingungan dalam memilih. Hal ini menunjukkan perlunya memahami keinginan konsumen secara mendalam dalam menentukan pilihan pembelian smartphonePenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, di mana data yang dikumpulkan akan dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Metode kuantitatif memungkinkan peneliti untuk mengukur dan menganalisis hubungan antara variable penelitian berupa brand equity, harga, dan kualitas produk dengan keputusan pembelian smartphone OPPO Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, di mana data yang dikumpulkan akan dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis yang diajukan (Dianti, 2017). Metode kuantitatif memungkinkan peneliti untuk mengukur dan menganalisis hubungan antara variable penelitian berupa brand equity, harga, dan kualitas produk dengan keputusan pembelian smartphone OPPO dapat disimpulkan bahwa brand equity, harga, dan kualitas produk memiliki dampak signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone Oppo di Hafiz Phone Cell. Brand equity yang kuat meningkatkan loyalitas dan preferensi konsumen, harga yang kompetitif mempengaruhi persepsi nilai produk, dan kualitas produk yang baik memenuhi harapan konsumen
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INFORMASI PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Pesawaran) Putri, Levina Rachmawati; Agustin, Maulina
Journal of Economic and Business Retail Vol 5, No 2 (2025): Journal Economic and Bussiness Retail (JEBR)
Publisher : Institut Teknolog dan Bisnis Diniyyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69769/jebr.v5i2.253

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah. Populasi penelitian adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Pesawaran, penelitian ini menggunakan variabel independen kualitas sumber daya manusia, pengawasan keuangan daerah, sistem pengendalian intern, teknologi informasi, serta variabel dependen nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah. Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 54 orang responden. Metode analisis yang digunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini membuktikan variabel kualitas sumber daya manusia dan sistem pengendalian intern berpengaruh signifikan terhadap keandalan pelaporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan pengawasan keuangan daerah dan teknologi informasi tidak berpengaruh. Selain itu variabel kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan pengawasan keuangan daerah dan teknologi informasi tidak berpengaruh.
Diversifikasi dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2019-2022) Wardana, M. Azka Kesuma; Agustin, Maulina
Journal of Economic and Business Retail Vol 3, No 2 (2023): Journal Economic and Bussiness Retail (JEBR)
Publisher : Institut Teknolog dan Bisnis Diniyyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69769/jebr.v3i2.108

Abstract

Bisnis adalah usaha yang terus menerus melakukan bisnis, menyediakan barang, atau membuat perjanjian perdagangan dengan tujuan menghasilkan uang. Menurut Molengraaff, begitulah bisnis ingin menghasilkan uang, maka perspektifnya adalah ekonomi. Perusahaan harus meningkatkan nilainya jika ingin bertahan dan makmur dalam iklim perdagangan yang kejam dan serba cepat. Profitabilitas dan diversifikasi merupakan dua faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Untuk memastikan hubungan antara dua variabel atau lebih, digunakan teknik penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini. Program Eviews 12 digunakan untuk mengolah data kuantitatif. Sebuah teori kerja untuk menggambarkan, meramalkan, dan mengendalikan fenomena dihasilkan oleh penelitian ini. Angka-angka digunakan dalam pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil studi kuantitatif ini. Semua orang adalah peserta dalam studi. 40 bisnis yang terdaftar di Jakarta Islamic Index menjadi populasi penelitian. Populasi yang sampelnya merupakan bagian memiliki ciri khusus. Purposive sampling adalah teknik yang digunakan, dan standar yang digunakan sebagai berikut: (1) Bisnis yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; (2) Bisnis yang termasuk dalam 10 Pemilik Efek dengan Kepemilikan Terbesar di Jakarta Islamic Index; (3) Bisnis yang menawarkan data yang dapat diubah yang diperlukan untuk studi. Dengan demikian, 40 organisasi dengan 10 Kepemilikan Sekuritas Terbesar yang masuk dalam Jakarta Islamic Index memberikan 38 sampel data penelitian. Diversifikasi Perusahaan mengurangi nilai perusahaan. Nilai perusahaan secara signifikan meningkat dengan profitabilitas. Studi ini menyelidiki bagaimana profitabilitas dan diversifikasi berdampak pada nilai perusahaan. Perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) periode 2019–2022 menjadi objek penelitian dalam penelitian ini. Jelas dari pembahasan bahwa diversifikasi dan profitabilitas tidak berdampak pada nilai perusahaan.
UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK ECO PRINT DENGAN DIGITAL BRANDING (STUDI PADA YASMIN WIWID LEBEL UMKM FASHION DI KABUPATEN PESAWARAN) Budiono, Danu; Agustin, Maulina
Journal of Economic and Business Retail Vol 4, No 1 (2024): Journal Economic and Bussiness Retail (JEBR)
Publisher : Institut Teknolog dan Bisnis Diniyyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69769/jebr.v4i1.178

Abstract

Meski tidak semua orang setuju dengan pendapat tersebut, kini saatnya melihat sisi positif dari pandemi yang telah terjadi. Pandemi yang masih kita alami, tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara di dunia, memberikan dampak secara tidak langsung kepada, tidak hanya melalui pasar, namun juga perubahan yang ada pada konsep bisnis saat ini. kesempatan untuk “beradaptasi”. Ini adalah pesaing, namun mereka juga dapat berubah. Semua orang, bahkan di kalangan organisasi korporasi besar, pasti menyadari hal ini dan demi menjaga sisi ‘ekonomi’ masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, terutama berbagai alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk bisnis. Meskipun pandemi ini tidak diinginkan, namun kita dapat melihat sisi positifnya yaitu memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pandemi ini telah memaksa pelaku usaha untuk berinovasi dan menemukan cara baru dalam menjalankan bisnis mereka. Hal ini juga berlaku bagi organisasi korporasi besar yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Dalam rangka menjaga sisi ekonomi masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, termasuk alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas penelitian mengenai strategi digital branding yang paling umum diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dasar yang mendasari para pelaku UMKM dan menguraikan alasan mereka mempertahankan usahanya sebelum dan sesudah pandemi. Metode yang digunakan adalah non-probability sampling, dan dalam penyebaran kuesionernya, penelitian ini juga menggunakan teknik stepwise clustering dengan harapan memperoleh jawaban berbeda dari lima poin yang telah ditentukan. Sebanyak 169 responden disurvei dalam penelitian ini. Pada tahap pre-testing sebelum penyebaran kuesioner, diperoleh hasil bahwa setidaknya terdapat sembilan atribut yang menjadi dasar preferensi utama dalam menerapkan strategi merek digital. Berdasarkan hasil uji analisis faktor , ditemukan setidaknya ada 2 faktor yang terbentuk, dan dari faktor  tersebut terdapat consensus bahwa strategi optimasi mesin pencari paling cocok untuk di terapkan. ABSTRAKMeski tidak semua orang setuju dengan pendapat tersebut, kini saatnya melihat sisi positif dari pandemi yang telah terjadi. Pandemi yang masih kita alami, tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara di dunia, memberikan dampak secara tidak langsung kepada, tidak hanya melalui pasar, namun juga perubahan yang ada pada konsep bisnis saat ini. kesempatan untuk “beradaptasi”. Ini adalah pesaing, namun mereka juga dapat berubah. Semua orang, bahkan di kalangan organisasi korporasi besar, pasti menyadari hal ini dan demi menjaga sisi ‘ekonomi’ masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, terutama berbagai alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk bisnis. Meskipun pandemi ini tidak diinginkan, namun kita dapat melihat sisi positifnya yaitu memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pandemi ini telah memaksa pelaku usaha untuk berinovasi dan menemukan cara baru dalam menjalankan bisnis mereka. Hal ini juga berlaku bagi organisasi korporasi besar yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Dalam rangka menjaga sisi ekonomi masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, termasuk alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas penelitian mengenai strategi digital branding yang paling umum diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dasar yang mendasari para pelaku UMKM dan menguraikan alasan mereka mempertahankan usahanya sebelum dan sesudah pandemi. Metode yang digunakan adalah non-probability sampling, dan dalam penyebaran kuesionernya, penelitian ini juga menggunakan teknik stepwise clustering dengan harapan memperoleh jawaban berbeda dari lima poin yang telah ditentukan. Sebanyak 169 responden disurvei dalam penelitian ini. Pada tahap pre-testing sebelum penyebaran kuesioner, diperoleh hasil bahwa setidaknya terdapat sembilan atribut yang menjadi dasar preferensi utama dalam menerapkan strategi merek digital. Berdasarkan hasil uji analisis faktor , ditemukan setidaknya ada 2 faktor yang terbentuk, dan dari faktor  tersebut terdapat consensus bahwa strategi optimasi mesin pencari paling cocok untuk di terapkan.Kata kunci : Digital Branding, penjualan, EcoprintABSTRAKMeski tidak semua orang setuju dengan pendapat tersebut, kini saatnya melihat sisi positif dari pandemi yang telah terjadi. Pandemi yang masih kita alami, tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara di dunia, memberikan dampak secara tidak langsung kepada, tidak hanya melalui pasar, namun juga perubahan yang ada pada konsep bisnis saat ini. kesempatan untuk “beradaptasi”. Ini adalah pesaing, namun mereka juga dapat berubah. Semua orang, bahkan di kalangan organisasi korporasi besar, pasti menyadari hal ini dan demi menjaga sisi ‘ekonomi’ masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, terutama berbagai alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk bisnis. Meskipun pandemi ini tidak diinginkan, namun kita dapat melihat sisi positifnya yaitu memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pandemi ini telah memaksa pelaku usaha untuk berinovasi dan menemukan cara baru dalam menjalankan bisnis mereka. Hal ini juga berlaku bagi organisasi korporasi besar yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Dalam rangka menjaga sisi ekonomi masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, termasuk alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas penelitian mengenai strategi digital branding yang paling umum diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dasar yang mendasari para pelaku UMKM dan menguraikan alasan mereka mempertahankan usahanya sebelum dan sesudah pandemi. Metode yang digunakan adalah non-probability sampling, dan dalam penyebaran kuesionernya, penelitian ini juga menggunakan teknik stepwise clustering dengan harapan memperoleh jawaban berbeda dari lima poin yang telah ditentukan. Sebanyak 169 responden disurvei dalam penelitian ini. Pada tahap pre-testing sebelum penyebaran kuesioner, diperoleh hasil bahwa setidaknya terdapat sembilan atribut yang menjadi dasar preferensi utama dalam menerapkan strategi merek digital. Berdasarkan hasil uji analisis faktor , ditemukan setidaknya ada 2 faktor yang terbentuk, dan dari faktor  tersebut terdapat consensus bahwa strategi optimasi mesin pencari paling cocok untuk di terapkan.Kata kunci : Digital Branding, penjualan, EcoprintABSTRAKMeski tidak semua orang setuju dengan pendapat tersebut, kini saatnya melihat sisi positif dari pandemi yang telah terjadi. Pandemi yang masih kita alami, tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara di dunia, memberikan dampak secara tidak langsung kepada, tidak hanya melalui pasar, namun juga perubahan yang ada pada konsep bisnis saat ini. kesempatan untuk “beradaptasi”. Ini adalah pesaing, namun mereka juga dapat berubah. Semua orang, bahkan di kalangan organisasi korporasi besar, pasti menyadari hal ini dan demi menjaga sisi ‘ekonomi’ masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, terutama berbagai alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk bisnis. Meskipun pandemi ini tidak diinginkan, namun kita dapat melihat sisi positifnya yaitu memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pandemi ini telah memaksa pelaku usaha untuk berinovasi dan menemukan cara baru dalam menjalankan bisnis mereka. Hal ini juga berlaku bagi organisasi korporasi besar yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Dalam rangka menjaga sisi ekonomi masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, termasuk alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas penelitian mengenai strategi digital branding yang paling umum diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dasar yang mendasari para pelaku UMKM dan menguraikan alasan mereka mempertahankan usahanya sebelum dan sesudah pandemi. Metode yang digunakan adalah non-probability sampling, dan dalam penyebaran kuesionernya, penelitian ini juga menggunakan teknik stepwise clustering dengan harapan memperoleh jawaban berbeda dari lima poin yang telah ditentukan. Sebanyak 169 responden disurvei dalam penelitian ini. Pada tahap pre-testing sebelum penyebaran kuesioner, diperoleh hasil bahwa setidaknya terdapat sembilan atribut yang menjadi dasar preferensi utama dalam menerapkan strategi merek digital. Berdasarkan hasil uji analisis faktor , ditemukan setidaknya ada 2 faktor yang terbentuk, dan dari faktor  tersebut terdapat consensus bahwa strategi optimasi mesin pencari paling cocok untuk di terapkan.Kata kunci : Digital Branding, penjualan, EcoprintABSTRAKMeski tidak semua orang setuju dengan pendapat tersebut, kini saatnya melihat sisi positif dari pandemi yang telah terjadi. Pandemi yang masih kita alami, tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara di dunia, memberikan dampak secara tidak langsung kepada, tidak hanya melalui pasar, namun juga perubahan yang ada pada konsep bisnis saat ini. kesempatan untuk “beradaptasi”. Ini adalah pesaing, namun mereka juga dapat berubah. Semua orang, bahkan di kalangan organisasi korporasi besar, pasti menyadari hal ini dan demi menjaga sisi ‘ekonomi’ masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, terutama berbagai alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk bisnis. Meskipun pandemi ini tidak diinginkan, namun kita dapat melihat sisi positifnya yaitu memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pandemi ini telah memaksa pelaku usaha untuk berinovasi dan menemukan cara baru dalam menjalankan bisnis mereka. Hal ini juga berlaku bagi organisasi korporasi besar yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Dalam rangka menjaga sisi ekonomi masyarakat, diperlukan strategi pemasaran yang baik, termasuk alternatif selain UMKM. Hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas penelitian mengenai strategi digital branding yang paling umum diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dasar yang mendasari para pelaku UMKM dan menguraikan alasan mereka mempertahankan usahanya sebelum dan sesudah pandemi. Metode yang digunakan adalah non-probability sampling, dan dalam penyebaran kuesionernya, penelitian ini juga menggunakan teknik stepwise clustering dengan harapan memperoleh jawaban berbeda dari lima poin yang telah ditentukan. Sebanyak 169 responden disurvei dalam penelitian ini. Pada tahap pre-testing sebelum penyebaran kuesioner, diperoleh hasil bahwa setidaknya terdapat sembilan atribut yang menjadi dasar preferensi utama dalam menerapkan strategi merek digital. Berdasarkan hasil uji analisis faktor , ditemukan setidaknya ada 2 faktor yang terbentuk, dan dari faktor  tersebut terdapat consensus bahwa strategi optimasi mesin pencari paling cocok untuk di terapkan.Kata kunci : Digital Branding, penjualan, Ecoprint
Kinerja Keuangan Toko Ritel (Indomaret VS Alfamart) Agustin, Maulina; Puspitasari, Ayudia Dwi; Rachmawati, Levina
Journal of Economic and Business Retail Vol 4, No 2 (2024): Journal Economic and Bussiness Retail (JEBR)
Publisher : Institut Teknolog dan Bisnis Diniyyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69769/jebr.v4i2.206

Abstract

Untuk mengetahui kinerja keuangan ataupun menilai kinerja keuangan pada suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisi laporan keuangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan Indomaret, menganalisis kinerja keuangan Alfamart dan membandingkan kinerja keuangan Indomaret dan Alfamart. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif sendiri berarti penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data – data yang ada dengan menguji, membandingkan, menganalisis dan menjelaskan tentang gejala – gejala kondisi keuangan suatu perusahaan. Data menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang dilaporkan ke Bursa efek Indonesia BEI selama tahun 2019 sampai dengan 2023. Dalam penelitian ini populasi adalah Indomaret atau PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET. PT) dan Alfamart atau PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dengan sampel yang digunakan laporan keuangan Indomaret atau PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET. PT) dan Alfamart atau PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), untuk sampel laporan keuangan kedua perusahaan khususnya terdapat data untuk perhitungan rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio hutang/ solvabilitas/leverange), dan rasio profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan kedua toko ritel Indomaret dan Alfamart memiliki kelebihan masing-masing, ada beberapa rasio yang Indomaret lebih baik dari pada Alfamart namun ada di beberapa rasio juga Alfamart lebih baik dari Indomaret.
Determinan Pengangguran Terdidik di Provinsi Lampung (Analisis Data Sakernas Agustus 2022) Budiono, Danu; Agustin, Maulina
Journal of Economic and Business Retail Vol 4, No 2 (2024): Journal Economic and Bussiness Retail (JEBR)
Publisher : Institut Teknolog dan Bisnis Diniyyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69769/jebr.v4i2.201

Abstract

Permasalahan pengangguran masih krusial dalam pembangunan ketenagakerjaan di Provinsi Lampung . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran, karakteristik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran terdidik berdasarkan Kabupaten/kota di Provinsi Lampung tahun 2022 menggunakan data SAKERNAS Agustus 2022. Variabel yang dikaji antara lain pengalaman kerja, pelatihan kerja, status perkawinan, wilayah tempat tinggal, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status dalam keluarga. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan tabel silang (crosstab) dan model regresi logistik biner. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah Kecamatan Gedong Tataan memiliki tingkat pengangguran terdidik tertinggi sebesar 1,6% dan Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah memiliki rentang TPT 0,2-0,4%. Pengangguran terdidik didominasi oleh jenis kelamin laki-laki, usia muda antara 15-24 tahun, tingkat pendidikan SMA sederajat, belum kawin, bukan kepala rumah tangga, bertempat tinggal di perkotaan, belum pernah mengikuti pelatihan kerja dan memiliki pengalaman kerja. Variabel yang berpengaruh signifikan dan positif antara lain tingkat pendidikan, wilayah tempat tinggal, status dalam rumah tangga, umur, status perkawinan, status dalam rumah tangga, belum pernah mengikuti pelatihan kerja, dan pengalaman kerja. Sementara, variabel jenis kelamin berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kecenderungan angkatan kerja untuk menjadi pengangguran terdidik.