Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Keterbatasan Akses Jaringan Internet Terkait Pembelajaran Daring selama Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Desan Talun Kondot, Kec. Panombeian Panei, Kab. Simalungun Suhada, Deksa Imam; Delviga, Delviga; Agustina, Liana; Siregar, Rahmah Sudana; Mahidin, Mahidin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.32 KB)

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Di mana hampir semua sekolah ditutup karena adanya wabah covid-19 ini. Sekarang, dunia pendidikan mengharuskan penggunaan teknologi dan internet untuk menghubungkan pendidik dan peserta didik. Sistem belajar daring termasuk ke dalam suatu sitem belajar mengajar yang dilakukan tanpa ada interaksi secara langsung antara pendidik dan peserta didik melainkan, melalui jaringan internet secara online. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui permasalahan terbatasnnya akses jaringan internet terkait belajar mengajar secara daring selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara sehingga diperoleh jawaban yang alamiah. Sulitnya akses jaringan internet di Desa Talun Kondot, Kec.Panombeian Panei ini membuat para pelajar kesulitan dalam pembelajaran daring. Upaya Pemerintah Desa setempat untuk mangatasi keterbatasan akses jaringan tersebut dengan memberikan fasilitas wifi gratis untuk para pelajar. Dan Pemerintah Desa sudah melaporkan kepada pihak jaringan operator jaringan untuk dapat menstabilkan akses jaringan di Desa Talun Kondot agar pendidik dan peserta didik dapat melakukan pembelajaran daringnya dengan efektif.
Analisis Keterbatasan Akses Jaringan Internet Terkait Pembelajaran Daring selama Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Desan Talun Kondot, Kec. Panombeian Panei, Kab. Simalungun Suhada, Deksa Imam; Delviga, Delviga; Agustina, Liana; Siregar, Rahmah Sudana; Mahidin, Mahidin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.2861

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Di mana hampir semua sekolah ditutup karena adanya wabah covid-19 ini. Sekarang, dunia pendidikan mengharuskan penggunaan teknologi dan internet untuk menghubungkan pendidik dan peserta didik. Sistem belajar daring termasuk ke dalam suatu sitem belajar mengajar yang dilakukan tanpa ada interaksi secara langsung antara pendidik dan peserta didik melainkan, melalui jaringan internet secara online. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui permasalahan terbatasnnya akses jaringan internet terkait belajar mengajar secara daring selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara sehingga diperoleh jawaban yang alamiah. Sulitnya akses jaringan internet di Desa Talun Kondot, Kec.Panombeian Panei ini membuat para pelajar kesulitan dalam pembelajaran daring. Upaya Pemerintah Desa setempat untuk mangatasi keterbatasan akses jaringan tersebut dengan memberikan fasilitas wifi gratis untuk para pelajar. Dan Pemerintah Desa sudah melaporkan kepada pihak jaringan operator jaringan untuk dapat menstabilkan akses jaringan di Desa Talun Kondot agar pendidik dan peserta didik dapat melakukan pembelajaran daringnya dengan efektif.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA SMAN 5 TAKENGON Agustina, Liana; Kamaruddin, Thamrin; Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i1.15115

Abstract

Penelitian ini berjudul perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning dengan model pembelajaran Discovery Learing pada mata pelajaran geografi siswa SMAN 5 Takengon. Rumusan masalah pada penelitian ini yakni apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Discovery Learning pada mata pelajaran geografi di SMAN 5 Takengon. Tujuan dalam Penelitian yakni guna mengetahui hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dari pada model Discovery Learning pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dan juga berbentuk eksperimen. Popolasi pada penelitian yakni semua siswa kelas XII di SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 110 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 51 siswa. Teknik mengumpulan data menggunakan tes kepada siswa, yaitu dengan memberikan soal pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data diperoleh thitung = 1,06 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 5% dengan dk=49 artinya thitung ttabel sehingga H0 diterima. Dapat disimpulkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning tidak lebih baik atau sama dengan model pembelajaran Discovery Learning pada materi interaksi keruangan desa kota, mata pelajaran geografi di SMAN 5 Takengon Kabupaten Aceh Tengah.
Asupan kalsium, vitamin d, dan pengetahuan dengan faktor risiko osteoporosis pada wanita pra lansia dan lansia di Bangunjiwo Yogyakarta Agustina, Liana; Fayasari, Adhila
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v10i2.20047

Abstract

Osteoporosis commonly occurs among pre-elderly and elderly women, characterized by decreased bone mass and changes in the microarchitecture of bone tissue, leading to bone fragility and an increased risk of fractures. The study aimed to analyze the association between calcium intake, vitamin D intake, and osteoporosis-related knowledge with the risk of osteoporosis among pre-elderly and elderly women. A cross sectional study was conducted involving 127 pre-elderly and elderly women in Bangunjiwo, Bantul, selected through purposive sampling. Data collected included subject characteristics, calcium, and vitamin D intake (measured using a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ)), osteoporosis knowledge (measured using a structured questionnaire), and osteoporosis risk (assessed using the OPAQ-PF questionnaire). Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of α<0,05. The results showed that more than 90% of both pre-elderly and elderly subjects were at risk of osteoporosis. A significant association was found between calcium intake and osteoporosis risk (p<0,001), as well as between knowledge and osteoporosis risk (p=0,041). However, no significant association was found between vitamin D intake and osteoporosis risk (p=0,071). In conclusion, this study identified calcium intake and knowledge as factors associated with the risk of osteoporosis among pre-elderly and elderly women, while vitamin D intake was not significantly associated with osteoporosis risk.