Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SERABUT KELAPA DAN KULIT BUAH SIWALAN SEBAGAI ADSORBEN DAN MEDIA LEKAT BIOFILM PADA PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH REACTOR Novirina Hendrasarie; Fransiska Febriana
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 1 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.524 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.182

Abstract

Air limbah domestik menjadi salah satu sumber pencemaran badan air dengan persentase mencapai 54,69% hal ini dapat menyebabkan meningkatnya kadar COD, TSS, dan Total N dalam badan air. Penelitian ini mengenai pengolahan limbah domestik apartemen menggunakan unit Sequencing Bacth Reactor (SBR) dengan penambahan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas penggunaan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben dalam menurunkan kandungan COD, TSS, dan Total N. SBR dioperasikan dengan waktu retensi hidrolik (HRT) 12, 24, dan 36 jam serta laju aerasi yang sama yaitu 14 L/menit. Dari hasil penelitian didapatkan HRT optimum yaitu 36 jam dengan penambahan media lekat serabut kelapa. Dengan efisiensi penyisihan COD, TSS, dan Total N yang dihasilkan masing masing 92,86%, 98,15% dan 84,30%.
PEMANFAATAN LIMBAH MASKER BEDAH 3 PLY DAN LIMBAH PLASTIK POLYETILEN SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN DETERJEN DAN FOSFAT PADA LIMBAH INDUSTRI LAUNDRY Novirina Hendrasarie; Angelika Stephani Silalahi
Prosiding ESEC Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional (ESEC) 2021
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.7 KB)

Abstract

Limbah cair industri laundry memiliki kandungan Fosfat dan deterjen yang melebihi standar baku mutu. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menurunkan kandungan parameter tersebut adalah proses adsorpsi secara fixed bed column dengan memanfaatkan limbah masker bedah 3 ply dan limbah plastik polyetilen sebagai adsorben yang diaktivasi menggunakan HCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorben limbah masker bedah 3 ply dan sampah plastik polyetilen dalam menurunkan kandungan Fosfat dan Deterjen, mengetahui kondisi optimum dari variasi adsorben dan massa yang digunakan, untuk mengetahui titik jenuhnya dan mengetahui kapasitas absorbansi karbon aktif dengan Pemodelan Thomas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben dari plastik polyetilen dengan massa 20 gram yang paling optimal dalam menurunkan kandungan Fosfat sebesar 74,93% dan Deterjen sebesar 72,12%. Sehingga dapat diketahui konstanta jerap dalam model Thomas pada kondisi optimum sebesar 0,00996 L/mg/menit dengan qo 0,032 mg/g untuk adsorpsi Fosfat dan 0,00129 L/mg/menit dengan qo 0,06 mg/g untuk adsorpsi Deterjen.
PENURUNAN KADAR KROM LIMBAH CAIR INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT SAPI DAN LIMBAH TUMBUHAN Novirina Hendrasarie; Adhevada Ayu Dyah Anda Resta Pratama
Prosiding ESEC Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional (ESEC) 2021
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.529 KB)

Abstract

Limbah cair industri penyamakan kulit mengandung senyawa kromium (Cr) yang sangat tinggi akan menimbulkan pencemaran bagi lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menurunkan kandungan krom pada limbah cair industri penyamakan kulit adalah proses adsorpsi secara fixed bed column dan memanfaatkan limbah kulit sapi samak, kulit jeruk pamelo, dan jerami sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorben limbah kulit sapi samak, kulit jeruk pamelo, dan jerami dalam menurunkan kadar kromium;  mengetahui kondisi optimum dari variasi waktu sampling dan tinggi adsorben yang digunakan; mengetahui titik jenuhnya; dan mengetahui kapasitas absorbansi karbon aktif dengan permodelan Thomas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben dari limbah jerami merupakan adsorben paling optimal menurunkan kadar krom sebesar 98,73%. Sehingga konstanta jerap dalam model Thomas sebesar 0,0092 L/mg/menit dengan qo 0,155564 mg/g untuk adsorpsi krom
PENGARUH BENTUK IMPELLER PADA PROSES KOAGULASI-FLOKULASI DALAM MENGOLAH LIMBAH INDUSTRI BATIK ORGANIK Novirina Hendrasarie; R. Mohammad Alghaf Dienullah
Prosiding ESEC Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional (ESEC) 2021
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.695 KB)

Abstract

Industri batik saat ini mengalami pertumbuhan pesat, namun dibalik hal tersebut limbah cair yang dihasilkan semakin banyak terutama akibat pewarnaan. Salah satu pewarna yang dipakai yaitu pewarna organik yang berasal dari campuran pewarna alami dan zat pengikat. Pencampuran mengakibatkan zat pewarna bersifat stabil dan sulit mengendap secara alami. Koagulasi - flokulasi secara mekanis dapat menjadi solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengadukan terbaik, desain impeller yang efisien, dan kecepatan putaran impeller yang optimal pada koagulasi – flokulasi untuk menurunkan kandungan limbah cair batik organik. Penelitian dilakukan pada skala batch dengan memvariasikan waktu pengadukan, jenis impeller, dan kecepatan putaran impeller koagulasi – flokulasi. Dari hasil penelitian didapatkan waktu pengadukan terbaik yaitu 21 menit, jenis impeller yang efisien yaitu flat paddle 2 blades angle 30 bertingkat dan kecepatan putaran impeller yang optimal yaitu 100 rpm – 50 rpm. Pada variasi terbaik, efisiensi TSS, COD, warna dan kekeruhan masing-masing sebesar 95,62%, 80,44%, 82,42%, dan 84,38%.
Penurunan Kadar Mikroplastik Tipe Serat Pada Limbah Laundry Dengan Metode Elektrokoagulasi Putri Nur Rizkia; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i3.4536

Abstract

Increased levels of fiber-type microplastics in waters caused by waste can disrupt the ecosystem in the water and human life. Fiber type microplastics with a size of 3 nm-15 mm, have hydrophobic properties that can bind harmful substances such as Dichloro Diphenyl Trichloroethan (DDT). There is one treatment that can be used to reduce microplastics by  electrocoagulation process. This research was run to determine the effectiveness of reducing the levels of fiber-type microplastics by electrocoagulation processing and aluminium as the electrodes, as well as the flocculation coagulation process with PAC coagulant as a control variable. electrocoagulation process with a current of 6 Ampere; 7 Ampere; 8 Ampere; and 9 Ampere. From the research, it was found that the most effective variation of current was 6 Ampere with a removal percentage of 90% with a zeta potential value of +0.421 mV. The research using the coagulation-flocculation process with PAC coagulation at a dose of 46.4 mg/l with a stirring speed during coagulation of 400 rpm for 0.5 and flocculation of 40 rpm for 20 minutes and a decrease of 30 minutes, decreased levels of microplastic 71% with a zeta potential value of -7,5 mv.
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa Hendra Usnaini; Novirina Hendrasarie; Rossyda Priyadarshini
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.249 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.223

Abstract

Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat pada DAS Sumbawa harus dilakukan penelitian terkait daya tampung sungai/saluran dan identifikasi vegetasi pada pertemuan sungai tersebut, mengingat hamper setiap tahunnya sungai Brang Biji sebagai sungai yang menjadi muara dari pertemuan Sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat selau terjadi banjir. Berdasarkan klasifikasi sungai berdasarkan lebar, sungai tersebut dikategorikan sungai kecil dengan karakteristik aliran yang berbeda, terbukti debit aliran Sungai Kerekeh sebesar 3,278 m³/detik lebih besar dibandingkan debit aliran sungai semongkat sebesar 0,442 m³/detik. Adapaun vegetasi pada pertemuan sungai tersebut terdiri dari pohon bambu, jati, nangka, sengon, pisang, kelapa, tumbuhan katang-katang dan tanaman widuri serta pohon malaka. Menghitung besarnya curah hujan rencana menggunakan Metode Gumbel dan Metode Haspers digunakan untuk menghitung debit banjir rencana. Curah hujan rencana diketahui sebesar 196,23 mm, sedangkan debit banjir rencana mencapai 79,483 m³/detik pada periode ulang hujan 10 tahun. Dari hasil perhitungan pada 5 (lima) titik pengamatan, hanya pada titik pengamatan ke-1 yang memiliki daya tampung saluran sebesar 150,31 m³/detik lebih besar dari pada debit banjir rencana yaitu sebesar 79,483 m³/detik dan tidak berpotensi banjir.Sedangkan ke-4 (empat) titik pengamatan yang lain dinyatakan berpotensi banjir karena daya tampung saluran lebih kecil dari debit banjir rencana yang diketahui sebesar 79,483 m³/detik.
Penerapan Waktu Siklus Singkat pada Granular Activated Carbon Sequencing Batch Reactor (GAC-SBR) untuk Pengolahan Limbah Cair Rumah Makan Nur Anisah; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4787

Abstract

Has resulted in the generation of restaurant wastewater also increasing. Restaurant wastewater contains pollutants BOD, COD, TSS, Total-N, PO4, oil and grease with high enough levels so that it might pollute the environment if discharged into river bodies without going through a processing process. In this study, an experiment was conducted by applying granular activated carbon - sequencing batch reactor to treat restaurant wastewater. In this study was operated the reactor with short HRT of 6, 9, and 12 hours and compared with a comparison HRT of 36 hours. In the reaction phase, a GAC mass of 0.4 and 2.5 grams was added. The highest allowance for BOD is 91.23%, COD is 93.35%, TSS is 98.94%, PO4 is76.60 %, Total-N is 89.78%, and oils and grease are 99,99%. GAC was affixed during the reaction phase with a mass variation of 0.4 grams and 2.5 grams, the optimal GAC mass was obtained at a GAC mass of 0.4 grams. The aeration rate was operated at a rate of 20 and 40 L/min, the optimal aeration rate was obtained at a rate of 20 L/min.
Kombinasi Green Coagulant dan Adsorben GAC (Granular Activated Carbon) Sebagai Pengolahan Limbah Cair Batik Farhan Athallah Ajiputra; Novirina Hendrasarie; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4726

Abstract

The batik industry, especially in the Jetis Sidoarjo batik home industry, in its production has several processes that produce waste in the form of waste, both in the form of solid, liquid and gas. This can cause pollution and have a direct impact on the surrounding environment, so the waste produced must first be treated before being discharged into the waters. This study aims to determine the level of effectiveness of each ingredient as a natural coagulant as well as the adsorption process in reducing levels of pollutant parameters, including Total Suspended Solid (TSS) and color in the liquid waste of the Jetis Sidoarjo batik industry. The method used is coagulation flocculation. The results of the best combination of green coagulant Moringa seeds pH 8 at a dose of 3500 mg/L, coconut coir pH 6 at a dose of 3500 mg/L, and dry gambas pH 6 at a dose of 3500 mg/L with GAC 50 gr and a sampling time of 60 minutes showed a decrease in the content of TSS parameters. and color respectively TSS 14 mg/L; color 84 Pt-Co, TSS 10 mg/L; color 54 Pt-Co TSS 26 mg/L; color 161 Pt-Co.
The Effect Of Mangrove Density To Estuary Water Quality Based On Physic-Chemist Parameters At Wonorejo, Surabaya Beny Satrya Eka Putra; Novirina Hendrasarie
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11156

Abstract

Perikanan di muara membuat fungsi lahan mangrove berubah dan menurun, sehingga mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan mangrove dan hubungannya dengan kualitas perairan muara Wonorejo. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling dan metode line plot dengan plot 10x10 meter untuk menentukan kriteria uji kerapatan mangrove dan kualitas air berdasarkan parameter fisika-kimia kemudian dikorelasikan untuk uji pengaruh. Hasil analisis kualitas air muara Wonorejo dengan nilai optimum di stasiun 5 memiliki rata-rata nilai parameter suhu (29°C), kecerahan (22 cm), kecepatan arus (0,083 m/s), TSS (55 mg). /L), pH (7,36), salinitas (5,5), DO (1,709 mg/L), COD (42,4 mg/L), nitrat (0,18 mg/L), dan fosfat (1,045 mg/L). Kriteria kerapatan mangrove pada setiap stasiun meliputi stasiun 1-2 dengan kerapatan rendah, stasiun 3-4 dengan kerapatan sedang, dan stasiun 5 dengan kerapatan rapat. Parameter fisika-kimia yang berhubungan dengan kerapatan mangrove adalah suhu, kecerahan, salinitas, dan COD. Perairan muara berdasarkan parameter fisikokimia yaitu salinitas 40,3%, COD 33,7%, kecerahan 30,9%, suhu 30,8%, nitrat 14%, TSS 11,4%, kecepatan arus 8,1%, DO 1,3%, dan fosfat 0,1% dipengaruhi dengan kerapatan mangrove.
Komposting Sampah Organik Menggunakan Rumah Biakan Larva Lalat Tentara Hitam di Desa Bandarsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto Firra Rosariawan; Kabul Fadilah; Novirina Hendrasarie
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.847

Abstract

Pengelolaan serta pemanfaatan sampah organik belum memberikan hasil yang signifikan. Kurangnya partisipasi masyarakat serta mahalnya teknologi pengolahan sampah sering menjadi kendala dalam permasalahan sampah. Salah satu cara untuk mendegradasi limbah organik dengan menggunakan organisme yang dapat berperan sebagai agen biokonversi limbah organik adalah dengan menggunakan larva lalat tentara hitam (Hermetia illucens). Studi pendahuluan menunjukkan efektivitas penggunaan unit pengembangbiakan larva lalat tentara hitam yang digunakan sebagai alat dekomposisi sampah organik rumah tangga menggunakan variasi media tumbuh. Penggunaan rumah biakan larva lalat tentara hitam pada skala rumah tangga merupakan salah satu alternatif pengolahan sampah organik serta yang dapat dilakukan dengan mudah. Hasil dekomposisi sampah juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi kompos. Kegiatan sosialisasi dan penggunaan rumah biakan larva lalat tentara hitam skala rumah tangga di Desa Bandarsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dalam pengolahan sampah rumah tangga yang berkelanjutan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan masyarakat di Desa Bandarsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto antusias dan berkeinginan menggunakan rumah biakan larva lalat tentara hitam untuk pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Co-Authors Adhevada Ayu Dyah Anda Resta Pratama Ali, Munawar Ananda Iqbal Ibrahim Angelika Stephani Silalahi Anindya, Adila Anindya, Adila Putri Anugrah, Mohammad Rio Panca Ardhi, Evi Wahyu Aussie Amalia Azalia, Amelinda Thomasina Azmi, Nabilah Tsabitul Barbara Tenesia Belaon BASUKI RAHMAD Beny Satrya Eka Putra Bernadheta Donabella Ega Chindy, Andhini Dea Kirana Nurlaili Dewi Rahyuni Dheo Irfandanny Dieta, Yustity Arum Dimas Eka Mahendra Faisal Dimas Arifiansyah Farhan Athallah Ajiputra Ferlian Vida Satriaji Firra R. Firra Rosariawari Fitriani, Siti Nurista Fransiska Febriana Fransiska Febriana Hendra Usnaini Hendra Usnaini Hendrata Wibisana Imroatun Najwa Irene AA Suwandhi Irene AA Suwandhi Irma Ilham Yadaturrahmah Iwan Wahjudijanto Januar Kabul Fadilah Kalis, Ahmad Ilham Ramadhan Kartika, Sucahyaning Wahyu Trihasti Kasih, Bunga Cinta Kevin Reira Christian Kinanti, Kawista Arum Kurniawan, Dwi Kurniawan L, Rudi lham Lacta Praditya Luchmanandri, Rahmadini Mas'ulah, Silvi Minarni Nur Trilita Mochammad Yusuf Cahayaning Nugraha B Mukhammad Rifki Hendianto Munawar Ali Nabila Indah Wibisono Ningrum, Dwi Mulyati Nofansyah, Aldy Fajar Nur Anisah Nurlaili, Dea Kirana Praditya Sigit Ardisty Sitogasa Priyadarshini, Rossyda Putra, Beny Satrya Eka Putri Nur Rizkia R. Mohammad Alghaf Dienullah R., Firra Rachmasari, Syafira Nur Raden Kokoh H. Raden Kokoh Haryo Putro Rahmadini Luchmanandri Rahman, Agus Adam Ranno MR. Rizki Kurnia Putra Rizkia, Putri Nur Romadon, Syahrul Rosariawari, Firra Rr. Maulidya Permana Santosa, Bagas Aldin SQC Zakiyayasin Nisa Sucahyaning Wahyu Trihastika Kartika Susilowati Syarifudin Ahmad Syitoh, Nurma Thohiroh, Mubayyinatuth Tiara Mohamad Mirwan Wildanum, Pinasthika Almira Yayok SP Yurry Aditya Pratama zafira mauluida Zuhria Oktaviani