Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penyisihan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Terlarut dengan Memanfaatkan Adsorben Karbon Aktif Ampas Kopi Pada Air Sumur di Surabaya Nofansyah, Aldy Fajar; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i2.14

Abstract

Air itanah iyang ibiasa idisebut iair isumur ibiasanya imengandung idua iion ikovalen, iyaitu ibesi i(Fe) idan imangan i(Mn). iMenurut ihasil ipengujian ipertama iair isumur iparameter iFe i2,5 img/L idan iMn i3,56 img/L. iFe idan iMn idalam iair ijika imelebihi ibaku imutu i(Fe i1 img/L idan iMn i0,5 img/L) idapat imenjadi ikeruh, korosif idan ineurotoksik. iTeknologi iyang iumum idigunakan iuntuk imenghilangkan iFe idan iMn iadalah iadsorpsi. iPenelitian iini ibertujuan iuntuk imemanfaatkan iampas ikopi isebagai iadsorben idengan imendegradasi iparameter iFe idan iMn isecara i ifixed ibed icolumn.. iPada ipenelitian iini ikecepatan ialir iditetapkan isebesar i10 iml/menit, idiikuti idengan ivariasi iampas ikopi i(arabika, irobusta idan ihouse iblend), ivariasi iwaktu ikontak i(20, i40, i60, i80, i120 imenit) idan iberat iadsorben. i(100 idan i200 igram). iBerdasarkan ihasil ipenelitian, iampas ikopi irobusta iyang ipaling ioptimal iadalah ipenyisihan iFe i92 i%. iBubuk ikopi ibuatan isendiri iseharga iMn i94% idengan iberat i200 igram. iNilai iabsorbansi i(qo) ipada imodel iThomas iFe iadalah i0,0885 img/g idan iMn iadalah i0,0085 img/g.
Penurunan Kadar Mikroplastik Tipe Serat Pada Limbah Laundry dengan Metode Elektrokoagulasi Rizkia, Putri Nur; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i2.16

Abstract

Peningkatan kadar mikroplastik tipe serat pada pada perairan yang diakibatkan oleh limbah laundry dapat mengganggu ekosistem yang ada di air dan kehidupan manusia. Mikroplastik tipe serat ukuran yaitu 3 nm-15 mm, memiliki sifat hidrofobik dapat mengikat zat berbahaya seperti Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT). Terdapat pengolahan yang dapat digunakan dalam menurunkan kelimpahan mikroplastik dengan proses elektrokoagulasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar mikroplastik tipe serat dengan pengolahan elektrokoagulasi dan elektroda aluminium, serta proses koagulasi flokulasi dengan koagulan PAC sebagai variabel kontrol. Proses elektrokoagulasi dilakukan dengan variasi kuat arus 6 ampere; 7 ampere; 8 ampere; dan 9 ampere. Dari penelitian didapatkan variasi kuat arus yang paling optimal yaitu 6 ampere dengan persentase removal sebesar 90% dengan nilai zeta potensial +0,421 mV. Adapun penelitian dengan proses koagulasi-flokulasi dengan koagulan PAC dengan dosis 46,4 mg/l dengan kecepatan pengadukan saat proses koagulasi 400 rpm selama 0,5 menit, flokulasi 40 rpm selama 20 menit, dan pengendapan 30 menit, persentase penurunan kadar mikroplastik 71% dengan nilai zeta potensial -7,5 mV.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat B3 Rumah Sakit Kelas A, B, C, dan D Azmi, Nabilah Tsabitul; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i2.21

Abstract

Tempat salah satu penghasil limbah paling banyak adalah rumah sakit. Limbah yang terdapat dalam rumah sakit salah satu contohnya yaitu limbah medis padat. Limbah medis padat yang dihasilkan rumah sakit oleh kegiatan pelayanan medis berbentuk padat seperti: limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah patologis, limbah toksik genetik, limbah farmasi, limbah radioaktif, dan limbah kimia. Tidak memadainya teknologi pelayanan medis, penanganan bahan dan peralatan yang tidak tepat, serta pemeliharaan peralatan yang tidak tepat adalah faktor penyebab gangguan masalah kesehatan bagi manusia oleh karena itu maksud dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat B3 pada rumah sakit seperti pemilahan, pewadahan, pengumpulan, penyimpanan, pemusnahan, dan pengangkutan secara keseluruhan.
PEMANFAATAN LIMBAH PRODUK KAYU SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BIOETANOL Kurniawan, Dwi Kurniawan; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.56

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif berbasis biomassa. Sumber biomassa yang dapat dimanfaatkan adalah lignoselulosa dari sisa produk kayu. Konsumsi kertas dan kardus, yang merupakan produk kayu, di seluruh dunia pada tahun 2015 mencapai 410,7 juta ton. Pada penelitian ini, bioetanol diproduksi dari bahan yang berasal dari limbah produk kayu seperti kertas HVS, kardus, dan serbuk kayu. Delignifikasi dilakukan pada 50 gram bahan yang telah disiapkan, kemudian ditambahkan 500 mL H2SO4 10% selama 2 jam pada suhu 100 °C. Proses hidrolisis dengan enzim selulase 5 gram, 500 mL air pada pH 4 dan suhu 50 °C selama 4 jam. Proses fermentasi pada pembuatan bioetanol ini menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu fermentasi 8, 10 dan, 12 hari. Selain itu, juga terdapat proses destilasi-adsorpsi sebanyak 2 tahap yang menggunakan variasi jenis adsorben, yaitu zeolit 4A dan silika gel dengan lama waktu 60 menit. Hasil terbaik diperoleh pada bahan serbuk kayu, waktu fermentasi 10 hari, dan adsorben zeolit 4A, dengan kadar etanol sebesar 44,78 %.
PENURUNAN KANDUNGAN ZAT PENCEMAR ORGANIK PADA LIMBAH RUMAH POTONG AYAM DENGAN BIOFILTER AEROB MENGGUNAKAN MEDIA KULIT KERANG Ardhi, Evi Wahyu; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.60

Abstract

Limbah cair pada Rumah Potong Ayam (RPA) memiliki zat pencemar organik yang tinggi, sekaligus mengandung berbagai mikroorganisme yang dapat bersifat patogen. Dalam penelitian ini unit pengolahan yang digunakan yaitu biofilter aerob dengan sistem batch, menggunakan media lekat kulit Neptunea Cumingii dan kulit Anadara Granosa, pada waktu kontak 12, 24, 36, 48 jam. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan jenis media dan waktu kontak terbaik serta mikroorganisme yang berperan dalam menurunkan kandungan BOD, COD, TSS, dan Amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang paling optimal adalah menggunakan media kulit Anadara Granosa dengan waktu kontak 48 jam, dapat menurunkan konsentrasi BOD 96,24%, COD 90,27%, TSS 98,18% dan Amonia 98,86%. Mikroorganisme yang berperan mendegradasi kandungan organik pada limbah rumah potong ayam pada media kulit Neptunea Cumingii yaitu Comamonas testosteroni, media kulit Anadara Granosa merupakan Aeromonas sobria dan Salmonella spp.
PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI BENANG MENGGUNAKAN KOMBINASI FILTRASI MEDIA BIOCHAR DAN CONSTRUCTED WETLANDS Syitoh, Nurma; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.77

Abstract

Pengolahan limbah cair sistem filtrasi dan sistem Constructed Wetlands telah banyak digunakan dengan pemanfaatan bahan alami untuk mereduksi kandungan limbah serta memiliki nilai estetika menjadi daya tarik tersendiri dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari media penyaring berupa Biochar sekam dan Antrasit serta jenis tanaman (Zantedeschia aethiopica dan Epipremnum aureum) yang digunakan pada system Constructed Wetlands. Parameter utama yang digunakan adalah COD, TSS, Amonia, dan warna. Reactor wetlands memiliki waktu tinggal mulai dari 3 hari, 6 hari, 9 hari, 12 hari hingga 15 hari. Waktu tinggal limbah proses filtrasi selama 5 jam. Filtrasi terbaik menggunakan media penyaring Antrasit memiliki efisiensi penyisihan COD, TSS, Amonia, Warna berturut-turu sebesar 40,86%; 31,71%; 15,8%; 9,78%. Sistem Constructed Wetlands terbaik, ada pada reactor berisi tanaman Epipremnum aureum inlet dari effluent filtrasi antrasit yang memeiliki efisiensi penyisihan parameter COD, TSS, Amonia, dan warna sebesar 77,4%;86,43%;91,38%; 97,7%.
UJI EFEKTIFITAS SAMPAH PANGAN DAN NON PANGAN DALAM MENGHASILKAN BIOETANOL GENERASI KEDUA Anugrah, Mohammad Rio Panca; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.33

Abstract

Pengolahan sampah khususnya sampah hasil perkebunan atau pertanian yang hanya menjadi pupuk maupun kompos akan sangat disayangkan. Sampah berbahan selulosa sebenarnya mampu digunakan untuk menciptakan bioetanol generasi kedua. Dengan proses pendahuluan seperti delignifikasi ditujukan agar kandungan lignin pada bahan dapat rusak dan selulosa dapat diolah menjadi glukosa. Kombinasi perlakuan serta bahan seperti tongkol jagung, kulit biji kluwek, hvs bekas, dan koran bekas ; larutan NaOH pada proses delignifkasi selama 4 jam pada suhu 50 °C; larutan selulosa pada proses hidrolisis selama 4 jam pada suhu 50 °C; penambahan larutan sebanyak 10 ml v/v, & 20 ml v/v; lama waktu fermentasi 5, 10, 15 hari; dan proses destilasi atau penyulingan nantinya dimaksudkan agar peneliti mendapat kadar alkohol tertinggi pada bahan maupun proses yang dilakukan. Hasil terbaik didapat dari bahan kertas hvs yang dilakukan proses delignifikasi, dan dengan penambahan larutan starter 20 ml v/v; waktu fermentasi 10 hari dengan kadar alkohol 23,78%.
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PETERNAKAN SAPI DENGAN INTERVENSI OXIDATION POND UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN BAU DAN RISIKO KONTAMINASI BADAN AIR Thohiroh, Mubayyinatuth; Ali, Munawar; Hendrasarie, Novirina; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.44

Abstract

Air bekas operasional peternakan sapi yang tidak dikelola dengan baik dan langsung dibuang ke lingkungan dapat menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan risiko kontaminasi badan air di sekitarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan yang efektif dan efisien untuk menyelesaikannya. Metode penelitian meliputi perancangan sistem pengelolaan dan eksperimen pengolahan skala laboratorium. Sistem pengelolaan limbah cair peternakan sapi terdiri dari 3 tahap, yakni pra-perlakuan, perlakuan primer, dan perlakuan sekunder. Oxidation pond berperan sebagai unit pengolahannya. Air limbah diolah di dalam oxidation pond dengan variasi debit oksigen yang diinjeksikan 6 L/menit, 8 L/menit, dan 11 L/menit dengan waktu tinggal selama waktu hitung (berturut-turut 0,256 hari, 0,1356 hari, 0,1096 hari), 3 hari, 7 hari, dan 14 hari). Air limbah setelah pengolahan tidak berbau. Kadar BOD akhir terbaik 98 mg/L, sedangkan kadar Ammonia Total akhir terbaik 0,00032 mg/L. Pengelolaan dengan oxidation pond sebagai unit pengolahannya efektif mengatasi permasalahan bau dan menurunkan kadar BOD dan Ammonia.
EFEKTIVITAS ADSORBEN BERBAHAN FILTER ROKOK NON-PAKAI UNTUK MENURUNKAN KADAR CO DAN NOx PADA ASAP ROKOK Kinanti, Kawista Arum; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.45

Abstract

Pencemaran udara tidak hanya terjadi diluar ruangan tetapi juga didalam ruangan, Salah satu pencemar dalam ruangan yang banyak dijumpai adalah gas Karbon Monoksida (CO) dan Nitrogen Oksida (NOx). Asap pembakaran tidak sempurna terakumulasi didalam ruangan akibat dari konsumsi rokok. Reduksi polutan dapat dilakukan dengan cara adsorpsi, penelitian ini memanfatkan limbah filter rokok non – pakai jenis capsule dan charcoal dari pabrik penghasil filter rokok yang tidak lolos uji kualitas untuk dimanfaatkan sebagai karbon aktif yang akan dipergunakan sebagai adsorben CO dan NOx pada asap rokok. Filter rokok setelah dikarbonisasi kemudian diaktivasi dengan larutan KOH 65% menggunkan perbandingan activator agent dan larutan sebesar 4:1.Penelitian ini menggunakan reaktor yang dimodelkan seperti ruangan dengan volume ruang 0,02 m2. Karbon aktif berbahan dasar FR-Capsule dan FR-Charcoal terbukti mampu menurunkan kadar CO sebesar 86,8% dalam waktu kontak 120 menit dan NOx 89,7% dalam waktu kontak 30 menit pada sidestream smoke, dan kandungan CO turun sebesar 98,8% sedangkan NOx turun sebesar 100% pada waktu kontak 30 menit pada mainstream smoke.
Analisis Persebaran Emisi PM2.5 dari Cerobong Spray Dryer Industri Keramik Menggunakan Pemodelan Software Graz Lagrangian Model (GRAL) Anindya, Adila; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.162

Abstract

Particulate Matter 2.5 (PM2.5) merupakan salah satu jenis polutan dengan ukuran kurang dari 2.5 mikron yang dapat menyebabkan peningkatan mortalitas dari paparannya. PM2.5 dapat dihasilkan dari aktivitas alam, kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan aktivitas rumah tangga. PM2.5 di industri keramik terus meningkat dari tahun ke tahun. Graz Lagrangian Model (GRAL) adalah aplikasi yang dapat memodelkan polusi udara dengan memasukkan data meteorologi dan konsentrasi polutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran konsentrasi PM2.5 pada salah satu industri keramik di Mojokerto dari November 2022 sampai Februari 2023 dan perbandingannya dengan baku mutu yang berlaku serta memodelkan sebaran PM2.5 di wilayah Mojokerto menggunakan GRAL . Pada penelitian ini pengukuran dilakukan 1 kali per bulan pada tanggal 21 selama 15 jam. Arah angin dominan terjadi dari arah tenggara dan arah barat daya ke barat, kemudian sedikit terjadi di arah utara dan selatan. Arah angin dari tenggara sering terjadi umumnya dengan kecepatan 2-3 m/s. Pada pemodelan ini salah satu pabrik keramik di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) merupakan titik emisi dengan kawasan domain terdapat 2 titik, yaitu di SMAN 1 Ngoro dan Wisata Sumber Dhuwur Sidorejo. Jarak antar kawasan domain sebesar 4926 m, dengan hasil penyebaran PM 2,5 merata dengan konsentrasi 0 µg/m3 hingga 0,02 µg/m3