Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penyuluhan Pengolahan Air Tanah Salinitas Tinggi Menggunakan Reverse Osmosis di Desa Karang Turi, Lamongan Hendrasarie, Novirina; Trilita, Minarni Nur; Farichah, Himatul
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.554

Abstract

Air tanah di Desa Karang Turi, Lamongan, bersalinitas tinggi sehingga menimbulkan masalah bagi masyarakat. Jika air tersebut tidak diolah, maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Konsentrasi garam yang tinggi dalam air yang dikonsumsi menyebabkan ginjal bekerja keras untuk mengeluarkan kelebihan garam tersebut dan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dan meningkatkan risiko penyakit ginjal. Salah satu teknologi yang mampu menurunkan salinitas tinggi adalah proses Reverse Osmosis (RO). Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Karang Turi, Lamongan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapat air bersih layak minum sesuai Standar Permenkes RI No. 2 tahun 2023. Kualitas air tanah di Desa Karang Turi, parameter yang melebihi Standar yang ditetapkan adalah salinitas 1600-8500 mg/L, besi (Fe) 0,23-0,35 mg/L, mangan 0,12-0,17 mg/L, dan zat organik 24,6-44,6 mg/L. Setelah diuji coba di laboratorium, air tanah warga yang diproses menggunakan alat RO menjadi air layak untuk diminum dengan salinitas 0 mg/L. Alat RO ini selanjutnya diserahkan kepada warga dan ditempatkan di balai desa agar warga yang berkegiatan di balai desa, misal posyandu, kerja bakti dan lain-lain dapat mengkonsumsi air olahan tersebut dengan cuma-cuma dan menyehatkan.
Analisis Risiko K3 dengan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) pada Conveyor Body Preparation pada Industri Keramik Mojokerto Luchmanandri, Rahmadini; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i2.554

Abstract

Perusahaan Industri Keramik di Mojokerto merupakan industri manufaktur yang berkewajiban untuk melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Upaya penerapan dilakukan untuk mencegah atau bahkan menghilangkan risiko kecelakan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisa bahaya apa saja yang dapat terjadi di area conveyor body preparation. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara para pekerja, kemudian data diolah menggunakan metode HAZOP. Hasil menunjukkan sebanyak 18% risiko ekstrem, 18% risiko sedang, dan 64% risiko tinggi. Tingkat risiko ekrstrim dengan nilai 15 berada pada aktivitas cleaning mesin feeder box, pengoperasian conveyor, dan pengoperasian panel. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan cara penegasan penggunaan Alat Pelindung diri yang kemudian diikuti dengan pengendalian teknik ataupun pengendalian administrasi bagi para pekerja.Kata Kunci: Conveyor Body Preparation, HAZOP, K3, Pengendalian Risiko
Analisis Penerapan Produksi Bersih (Cleaner Production) dengan Metode Quick Scanning pada Industri Keramik di Mojokerto Anindya, Adila Putri; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i2.555

Abstract

Pada salah satu pabrik keramik di Mojokerto ini terdapat 11 tahapan proses produksi yang dibagi dalam 4 tahapan utamanya yaitu tahapan body preparation, pengglasiran, pembakaran dan pengemasan. Sehingga dihasilkan limbah berupa loss raw material, loss powder kering, green body, afal keramik, cooling water, waterglass, afal scrapper, afal glaze, tumpahan oli mesin dan tumpahan tinta. Telah dilakukan penggunaan kembali limbah green body, afal keramik, afal scrapper, afal glaze dan waterglass, namun limbah lainnya belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga dilakukan analisis terkait penerapan produksi bersih ini untuk memaksimalkan penggunaan limbah yang ada, meminimalisir terjadinya limbah dan mengefisiensikan produktivitas produksi. Setelah dilakukan analisis dengan metode quickscanning dan wawancara dengan setiap penanggungjawab tahapan produksi, didapatkan beberapa opsi penerapan produksi bersih yang dapat diterapkan yaitu dengan metode Good Housekeeping, Reuse, Recycle, Pencegahan (Elimination) dan Modifikasi Proses. Kemudian dilakukan analisis dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) untuk mengetahui skala penerapan produksi bersih tersebut, didapatkan bahwa dari 6 opsi yang diajukan memiliki rentang nilai MPE antara 4,920 hingga 6,580 dengan nilai MPE 4,920 memiliki skala 1 atau tidak penting, nilai MPE 5,896; 5,914 dan 5,645 memiliki skala 2 atau penting dan nilai MPE 6,210 dan 6,580 memiliki skala 3 atau sangat penting.Kata kunci: Produksi Bersih, Industri Keramik, Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), Metode Quick Scanning 
Pemanfaatan Konsorsium Bakteri Lactobacillus sp untuk Proses Pengolahan Minyak dan Lemak pada Grease Trap dan Sequencing Batch Reactor Romadon, Syahrul; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i2.560

Abstract

Kandungan minyak dan lemak pada limbah cair rumah makan merupakan salah satu pencemar yang sulit dihilangkan. Limbah cair rumah makan dipilih karena karakteristik pencemar COD, minyak lemak, nitrogen, dan fosfat yang tinggi. Penelitian ini memanfaatkan konsorsium bakteri Lactobacillus untuk mendegradasi minyak dan lemak pada limbah rumah cair makan menggunakan reaktor pengolahan air limbah. Reaktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Grease Trap dan Sequencing Batch Reactor. SBR dipilih karena efektivitasnya yang tinggi dengan ketahanan terhadap shock loading, fleksibilitas operasional, hemat lahan, serta mudah dikombinasikan dengan pengolahan lainnya.  Konsorsium Bakteri pendegradasi minyak dan lemak diaplikasikan pada Grease Trap secara aerobik. Perbedaan perlakuan seperti waktu retensi hidraulik (HRT) dan debit aerasi diberikan untuk mengetahui kondisi optimal reaktor SBR. Kombinasi grease trap dan SBR memberikan perbedaan kondisi aerobik dan anaerobik sehingga berpengaruh signifikan dalam penyisihan parameter pencemar. Aktivitas mikroorganisme dianalisis untuk mengetahui efektivitas penyisihan beban pencemar air limbah, khususnya minyak dan lemak, yang berdampak juga pada parameter COD, total nitrogen, fosfat, dan sTSS. Hasil akhir pada penelitian ini, pada waktu tinggal 24 jam, debit aerasi 14 L/menit, konsorsium bakteri Lactobacillus sp mampu menyisihkan minyak dan lemak sebesar 97.42%. dibandingkan Grease Trap konvensional sebesar 84.54%. Penambahan konsorsium bakteri Lactobacillus, memberikan dampak efektivitas penurunan zat pencemar lainnya lebih tinggi.Kata kunci: grease trap, sequencing batch reactor, konsorsium mikroorganisme, minyak dan lemak, limbah cair rumah makan
Penggunaan Eco-enzyme sebagai Suplemen Bakteri Pendegradasi Minyak Lemak dan COD pada Air Limbah Restoran Kasih, Bunga Cinta; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i2.561

Abstract

Air limbah restoran mengandung minyak lemak dan COD yang tinggi, yang merupakan pencemar bagi badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan eco-enzyme terhadap kinerja bakteri dalam menurunkan kadar minyak lemak dan COD dalam air limbah restoran. Dalam penelitian ini, unit grease trap digunakan untuk mengolah minyak lemak, sedangkan unit lumpur aktif digunakan untuk mengurangi kontaminan organik. Metode penelitian meliputi pembuatan eco-enzyme, seeding dan aklimatisasi mikroorganisme, serta penelitian utama yang diawali dengan pre-treatment grease trap dan dilanjutkan proses lumpur aktif dengan penambahan eco-enzyme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan eco-enzyme menghasilkan penurunan yang signifikan dalam kadar minyak lemak dan COD dalam air limbah restoran. Eco-enzyme dapat menjadi alternatif yang efektif dan ekonomis dalam pengolahan air limbah restoran untuk mengurangi pencemaran lingkungan.Kata kunci: eco-enzyme; minyak lemak; COD; air limbah restoran
Biofilter Aerob dengan Media Kayu Meranti untuk Mengolah Limbah Tahu Fitriani, Siti Nurista; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i2.562

Abstract

Salah satu limbah cair pada industri tahu memiliki konsentrasi pencemar berupa BOD sebesar 556,88 mg/l, COD sebesar 2870,4 mg/l, dan TSS sebesar 620 mg/l. Dengan jumlah total kandungan parameter tersebut masih diatas standar baku mutu atau peraturan yang telah ada, maka diperlukan pengolahan agar tidak merusak lingkungan saat dibuang ke badan air. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan jumlah lubang pada media biofilter, laju aerasi, dan waktu kontak pada unit pengolahan biofilter aerob.  Adapun penelitian ini memanfaatkan kayu meranti sebagai media yang digunakan pada unit pengolahan biofilter aerob yang dilakukan secara batch dalam menurunkan parameter pencemar pada limbah tahu. Sebelum melakukan penelitian utama biofilter aerob, dilakukan pre-treatment berupa proses koagulasi-flokulasi untuk menurunkan jumlah konsentrasi TSS.  Variasi jumlah lubang yang digunakan adalah media tanpa lubang, lubang 3, lubang, 6, dan lubang 9. Variasi laju aerasi yang digunakan adalah 3 L/menit dan 8 L/menit. Sedangkan variasi HRT yang diambil adalah 12, 24, 36, 48, dan 72 jam. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang paling optimal didapatkan pada reaktor media dengan jumlah lubang 3, laju aerasi 8L/menit, dan waktu kontak 72 jam. Dimana hasil tersebut dapat menurunkan konsentrasi COD sebesar 93,31%, BOD 87,10%, dan TSS 40,54%.Kata kunci: biofilter aerob, media kayu meranti, limbah cair industri tahu, BOD, COD, TSS
Analisis Perbandingan Kualitas Udara Ambien (SO2 dan NO2) pada Musim Kemarau dan Musim Hujan Nurlaili, Dea Kirana; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.644

Abstract

Udara merupakan salah satu komponen yang  penting dalam keberlangsungan hidup makhluk yang ada di bumi ini. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas yang terjadi menyebabkan kualitas udara memburuk, hal ini dikarenakan emisi yang dihasilkan juga meningkat. Penelitian ini ditujukan agar dapat mengetahui persebaran kualitas udara ambien pada suatu daerah dan perbandingannya pada saat musim kemarau dan pada saat musim hujan. Metode analisa yang digunakan pada penelitian, yakni dengan pengukuran menggunakan Passive Sampler dan penggunaan software Surfer untuk dapat mengetahui tingkat persebaran kualitas udara. Dengan parameter kualitas udara ambien yang diukur yakni berupa polutan udara Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2). Hasil dari pengukuran pada saat musim kemarau rata-rata kualitas udara ambien lebih tinggi daripada pada saat musim hujan yang berarti pada saat musim kemarau kualitas udara lebih buruk daripada saat musim hujan. Hal ini dikarenakan ketika suhu tinggi melebihi batas normal dan bertahan untuk waktu yang lama, gelombang panas yang dihasilkan dapat menyebabkan kondisi kualitas udara meningkat.
Perencanaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Menggunakan Activataed Sludge pada Limbah Industri Non-Woven di Sidoarjo Chindy, Andhini; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.808

Abstract

Pesatnya perkembangan industri non-woven di Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi. Namun, pertumbuhan ini menimbulkan tantangan lingkungan, terutama dalam pengelolaan air limbah. Perencanaan ini menganalisis komprehensif karakteristik air limbah, termasuk kebutuhan oksigen kimia (COD), kebutuhan oksigen biologis (BOD), dan padatan tersuspensi total (TSS), yang sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengolahan air limbah. Penelitian ini menekankan desain sistem lumpur aktif untuk pengolahan air limbah, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas limbah untuk memenuhi standar lingkungan. Metodologi ini mencakup tinjauan literatur dan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder, memastikan kerangka kerja yang kuat untuk merencanakan instalasi pengolahan air limbah. Perencanaan menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan tidak hanya sesuai dengan peraturan lingkungan tetapi juga mempromosikan keberlanjutan, meminimalkan dampak ekologis pada badan air di sekitarnya, seperti Sungai Brantas.
Efektivitas Kombinasi Filtrasi dan Adsorbsi Menggunakan Green Media untuk Mengolah Parameter Organik, Besi dan Mangan Di Sidoarjo Mas'ulah, Silvi; Hendrasarie, Novirina
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Groundwater is usually use for water for the community, both residential and industrial use. The method for taking groundwater is done using dug wells and drilled wells through electric pumps or manually using buckets. But, actually not all groundwater has good quality. However, groundwater often has a high content of substances in it such as TDS, TSS, iron or manganese that all have an impact to the quality of clean water. So, it is important to process the groundwater first so that it is safe to use for daily needs and to reduce the high content of hazardous substances in it. Just like in this study which about to test the effectiveness process of aeration-filtration and aeration-adsorption processing and the media used from filtration and adsorption in reducing the content of TDS, TSS, iron, manganese, to TOC in drilled well water. In addition, there are also other variations used besides the media, namely variations in contact time for 2, 3, to 4 hours in filtration and adsorption to see the effectiveness of each media that use to in reducing parameters. This research can be the basis for household-scale water purification and filtration methods by utilizing natural materials that are often found in the surrounding area and with simple methods.
Effectiveness of the Combination of Moving Bed Biofilm Reactor, Adsorption and Fenton Oxidation to Reduce Batik Waste Water Pollution Ningrum, Dwi Mulyati; Hendrasarie, Novirina
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 9 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v9i2.31216

Abstract

Batik wastewater has a high organic and color content, requiring special treatment to meet environmental quality standards. This wastewater has an initial BOD5 of 605.405 mg/L, COD 714 mg/L, TSS 360 mg/L, and Pt-Co color of 992.2, far exceeding the quality standards. This study aimed to determine the effectiveness of a Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) combination with rice husk geopolymer-based adsorption and Fenton oxidation post-treatment in removing pollutants from Sidoarjo batik wastewater. Variations in HRT, adsorbent mass, MBBR media type, and chemical ratio were the independent variables in this study. The results showed that the MBBR-adsorption treatment unit performed better than the MBBR without adsorption. The MBBR-adsorption unit with wood charcoal media, HRT 48 hours, and adsorbent mass 20 grams were the most optimal conditions for reducing COD and BOD5, with removal values of 93.6% and 95.8%, respectively. Meanwhile, the most optimal color and TSS removal was achieved with a 48-hour HRT MBBR adsorption, Kaldness K3 media, and 20 grams of adsorbent mass, with values of 90.3% and 94.4%, respectively. The addition of the Fenton process after the MBBR adsorption process increased the efficiency of TSS and color removal, with a FeSO₂:H₂O₂ ratio of 1:3, resulting in a 50% increase in TSS and 52.2% increase in color removal.