Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN KUALITAS AIR DI KALI SURABAYA BERDASAR INDEKS MAKROINVERTEBRATA BENTHOS, DENGAN MODEL WinTWINS 2.3 Novirina Hendrasarie; Januar
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan Kali Surabaya dengan menggunakan model WinTWINS 2.3. Selain itu juga menentukan indeks biota Family Biotic Index (FBI) dan Lincoln Quality Index (LQI) manakah yang sesuai dengan karakteristik kualitas air Kali Surabaya. Stasiun penelitian berdasarkan tata guna lahan di sekitar lingkungan perairan di tiap bagian Kali Surabaya (hulu, tengah, hilir). Untuk menentukan indeks biota yang sesuai maka dilakukan uji korelasi masing – masing indeks biota terhadap parameter fisika kimia di Kali Surabaya. Indeks biota yang memiliki hasil terbaik akan dikaitkan dengan hasil pemetaan model WinTWINS 2.3 untuk dilihat kesesuaiannya. Dari hasil perhitungan menggunakan model WinTWINS 2.3, didapatkan Kali Surabaya dari hulu hingga hilir, dipetakan menjadi 3 site of group (SOG) A, B, C. Pada SOG A, yaitu di Sp I dan Sp II, termasuk dalam kategori kualitas air baik. Pada SOG B (Sp III, Sp V, Sp VI) termasuk dalam kategori buruk. Pada SOG C (Sp IV) termasuk dalam kategori cukup buruk. Makroinvertebrata benthos yang ditemukan di tiap SOG pun berbeda tergantung toleransinya terhadap lingkungan, beberapa diantaranya dari jenis polymitarcydae, baetidae, odonata
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa Hendra Usnaini; Novirina Hendrasarie; Rossyda Priyadarshini
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.28

Abstract

Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat pada DAS Sumbawa harus dilakukan penelitian terkait daya tampung sungai/saluran dan identifikasi vegetasi pada pertemuan sungai tersebut, mengingat hamper setiap tahunnya sungai Brang Biji sebagai sungai yang menjadi muara dari pertemuan Sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat selau terjadi banjir. Berdasarkan klasifikasi sungai berdasarkan lebar, sungai tersebut dikategorikan sungai kecil dengan karakteristik aliran yang berbeda, terbukti debit aliran Sungai Kerekeh sebesar 3,278 m³/detik lebih besar dibandingkan debit aliran sungai semongkat sebesar 0,442 m³/detik. Adapaun vegetasi pada pertemuan sungai tersebut terdiri dari pohon bambu, jati, nangka, sengon, pisang, kelapa, tumbuhan katang-katang dan tanaman widuri serta pohon malaka. Menghitung besarnya curah hujan rencana menggunakan Metode Gumbel dan Metode Haspers digunakan untuk menghitung debit banjir rencana. Curah hujan rencana diketahui sebesar 196,23 mm, sedangkan debit banjir rencana mencapai 79,483 m³/detik pada periode ulang hujan 10 tahun. Dari hasil perhitungan pada 5 (lima) titik pengamatan, hanya pada titik pengamatan ke-1 yang memiliki daya tampung saluran sebesar 150,31 m³/detik lebih besar dari pada debit banjir rencana yaitu sebesar 79,483 m³/detik dan tidak berpotensi banjir.Sedangkan ke-4 (empat) titik pengamatan yang lain dinyatakan berpotensi banjir karena daya tampung saluran lebih kecil dari debit banjir rencana yang diketahui sebesar 79,483 m³/detik.
PENGARUH PENAMBAHAN IMPELLER PADA FASE AEROBIK TERHADAP EFISIENSI KINERJA SEQUENCING BATCH REACTOR PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Novirina Hendrasarie; Irma Ilham Yadaturrahmah
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.102

Abstract

Saat ini usaha industri tahu sedang berkembang. Limbah yang dihasilkan dari industri tahu akan menjadi suatu permasalahan bagi lingkungan. Pengolahan air limbah industri tahu dapat dilakukan dengan cara pengolahan biologis karena dapat menurunkan kandungan organik pada air limbah tahu. Salah satu teknologi pengolahan limbah yang efektif dan efisien adalah Sequencing Batch Reactor (SBR). Prinsip operasi SBR adalah mengisi dan menarik (fill and draw), yang terdiri dari lima tahap yaitu pengisian (fill), reaksi (reaction), pengendapan (settle), pembuangan air olahan (decand) dan pembuangan lumpur (idle). SBR dioperasikan dengan waktu retensi hidrolik (HRT) dan kecepatan pengadukan yang bervariasi, yaitu masing-masing sebesar 24, 36 jam dan 48 jam serta kecepatan pengadukan sebesar 50, 100 dan 150 rpm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan impeller terhadap penurunan parameter BOD, PO4 dan N Total serta mengidentifikasi mikroorganisme yang berperan dalam proses SBR. Dari hasil penelitian didapatkan HRT dan kecepatan pengadukan optimum, yaitu masing-masing sebesar 48 jam dan 150 rpm. Dengan efisiensi penyisihan BOD, PO4 dan N Total yang dihasilkan, masing-masing sebesar 93,33%, 90,97% dan 93,73%.
PENGARUH LUAS RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENURUNAN NO2 BERDASARKAN NILAI TOTAL KOLOM CITRA SATELIT GOME 2 METOP-B Raden Kokoh Haryo Putro; Aussie Amalia; Novirina Hendrasarie
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.171

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor di Indonesia berpotensi menghasilkan emisi udara yang dapat mencemari lingkungan terutama kesehatan manusia. Parameter yang sering dijadikan acuan pencemaran oleh emisi kendaraan bermotor yaitu NO2. Pada saat ini citra satelit telah dikembangkan dan dimanfaatkan di berbagai bidang. Salah satunya yaitu guna melakukan pemantauan kualitas udara. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan analisa pengaruh rasio luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Surabaya dan Jakarta terhadap penurunan NO2 dilakukan pada penelitian ini. Metode yang digunakan dengan menggunakan data NO2 troposfer berdasarkan data total kolom NO2 citra satelit GOME 2 METOP B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan luar ruang terbuka memberikan pengaruh terhadap penurunan angka NO2 di udara.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SERABUT KELAPA DAN KULIT BUAH SIWALAN SEBAGAI ADSORBEN DAN MEDIA LEKAT BIOFILM PADA PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH REACTOR Novirina Hendrasarie; Fransiska Febriana
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.182

Abstract

Air limbah domestik menjadi salah satu sumber pencemaran badan air dengan persentase mencapai 54,69% hal ini dapat menyebabkan meningkatnya kadar COD, TSS, dan Total N dalam badan air. Penelitian ini mengenai pengolahan limbah domestik apartemen menggunakan unit Sequencing Bacth Reactor (SBR) dengan penambahan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas penggunaan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben dalam menurunkan kandungan COD, TSS, dan Total N. SBR dioperasikan dengan waktu retensi hidrolik (HRT) 12, 24, dan 36 jam serta laju aerasi yang sama yaitu 14 L/menit. Dari hasil penelitian didapatkan HRT optimum yaitu 36 jam dengan penambahan media lekat serabut kelapa. Dengan efisiensi penyisihan COD, TSS, dan Total N yang dihasilkan masing masing 92,86%, 98,15% dan 84,30%.
Analisis Dampak Lingkungan melalui Life Cycle Assessement (LCA) di Industri Keramik Mojokerto Novirina Hendrasarie; Rahmadini Luchmanandri
Prosiding ESEC Vol. 4 No. 1 (2023): Seminar Nasional (ESEC) 2023
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ceramics are products made from clay orclay through several stages of production. Ceramic production apart from having a positive impact primarily in the economic field also has a negative impact on the environment. Life Cycle Assessement (LCA) is a method of measuring the impact on the environment in a production process. The purpose of this research is to determine the environmental impact resulting from the process of making ceramics at the Mojokerto Ceramics Factory. The research carried out analyzed the ceramic production process so that the scope of LCA used wasgate to gate with a production period of 1 day. The research results show that impactglobal warming the highest was caused by gas distribution (762700 kg CO2 eq) and on processglaze preparation amounting to (477.6 kg CO2 eq). In the impact categoryacidification, the highest impact was caused by gas distribution of (3892 kg SO2 eq) and on processfiring of (3.362 kg SO2 eq). Impact categoryhuman toxicity, the highest impact was caused by gas distribution (72620 kg 1.4 DB eq) and processfiring of (1357 kg 1.4 DB eq). Improvements that can be made are by reducing the use of gas by utilizing alternative energy or incineration technology.
EVALUASI DAMPAK BANJIR PADA KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KRAPYAK KOTA PEKALONGAN Kevin Reira Christian; Novirina Hendrasarie; Munawar Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15566

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar yang memiliki daerah resapan air kurang memadai. Secara topografis, Kota Pekalongan terletak di dataran rendah pantai utara Pulau Jawa, akibatnya di beberapa kawasan Kota Pekalongan sering mengalami banjir setiap tahunnya. Banjir juga menjadi masalah dikarenakan banjir dapat mempengaruhi sector kehidupan masyarakat, khususnya kesehatan. Adapun permasalahan kesehatan yang muncul akibat adanya banjir antara lain diare, demam berdarah, penyakit leptospirosis, ISPA, penyakit kulit, penyakit saluran pencernaan, dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak banjir pada kesehatan masyarakat di Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode descriptive kuantitatif, dimana dengan menggunakan data jumlah masyarakat yang terdampak, dan jumlah keluhan penyakit. Dari hasil penelitian di dapatkan hasil yaitu nilai korelasi antara jumlah masyarakat (KK) yang terdampak banjir dengan jumlah keluhan penyakit pasca banjir adalah 0.887, yang berarti terdapat hubungan antara jumlah masyarakat yang terdampak banjir dengan jumlah keluhan penyakit pasca banjir. Dari hasil penelitian juga didapatkan adanya peningkatan jumlah keluhan penyakit pasca banjir 2 tahun terakhir masing – masing meningkat 5%, 25%, 25%. Oleh sebab itu perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk meminimalisir banjir dengan cara menjaga lingkungan dengan baik tidak mengganggu kondisi kesehatan masyarakat.
Phytoplankton Diversity as Bioindicator of Water Quality in Mangrove Area of Surabaya East Coast Novirina Hendrasarie; Sucahyaning Wahyu Trihastika Kartika
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i1.237-248

Abstract

Mangrove forests in Surabaya's estuaries and coastal areas are designated by the government as protected areas. However, in the last decade, water pollution in the estuary and coastal areas of Surabaya has increased. This is due to rivers and tributaries that lead to the estuary carrying garbage and waste, as a result the waters in the mangrove area began to be polluted. The purpose of this study was to map water pollution in the Mangrove area, using the plankton diversity index. This diversity is based on the sensitivity of plankton, so it is used as a bioindicator of water pollution. This study, conducted in the estuary and along the East Coast of Surabaya. The results showed 70% of phytoplankton abundance in Wonorejo Mangrove is influenced by the value of COD, TSS, salinity, and phosphate. The estuary and coastal Mangrove Gunung Anyar 92% is influenced by the parameter values of temperature, COD, current strength, and salinity. Bacillariophyceae and Coscinodiscophyceae were the dominant phytoplankton in the Wonorejo and Gunung Anyar mangrove areas, respectively. The dominance of these two plankton, which were able to survive, indicates that the water quality in the Wonorejo and Gunung Anyar estuaries is polluted.
Penurunan Beban Organik Limbah Batik Jetis Menggunakan Adsorben Serat Tebu, Kulit Kedelai dan Kulit Bawang Barbara Tenesia Belaon; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6122

Abstract

Industri batik merupakan satu industri yang menghasilkan limbah cair yang mengandung zat warna yang tinggi yang dihasilkan dari proses pewarnaan kain batik. Limbah batik akan menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan. Adapun penelitian ini memanfaatkan serat tebu, kulit kedelai, dan kulit bawang sebagai adsorben dalam menurunkan kadar warna pada limbah batik melalui proses adsorpsi secara kontinu menggunakan fixed bed colom dengan proses koagulasi sebagai pre-treatment. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kemampuan adsorben serat tebu, kulit kedelai, dan kulit bawang dalam menurunkan kadar warna pada limbah batik. Juga untuk mengetahui jenis adsorben yang optimal, kapasitas absorbansi serta kondisi optimum berdasarkan variasi jenis dan tinggi adsorben yang digunakan. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis adsorben yaitu serat tebu, kulit kedelai dan kulit bawang, serta tinggi adsorben yaitu 15 dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben serat tebu variasi tinggi adsorben 25 cm ialah adsorben yang paling optimal dalam menurunkan kadar warna dengan persen penyisihan 93,23%, COD 94,29% penyisihan, dan 93,08% penyisihan TDS dengan kapasitas adsorpsi sebesar 2,96588 mg/g dengan waktu jenuh pada menit ke 60.
Evaluasi Penerapan Fit to Work Guna Peningkatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Terminal Kalimas Surabaya Novirina Hendrasarie; lham Lacta Praditya
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.6019

Abstract

Every year around 24 million people die from work accidents, which include 360,000 fatal accidents and it is predicted that 1.95 million of them are caused by fatal diseases that arise in the work environment. PT Pelindo III is a company that serves as a public port operator (terminal operator). In 2011 according to the Ministerial decree of Transportation Number: KP 88 of 2011 concerning the granting of a business license to PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) as a Port Business Entity covering the provision and service. Therefore, the function of PT Pelabuhan Indonesia III also increases. Evaluation is one of the stages in the process of carrying out a fit to work health examination which aims to provide recommendations for developing the process. The purpose of this examination is to study the implementation of the program on fit to work which discusses efforts in implementing occupational health and safety at the Kalimas Terminal in Surabaya. In this study using quantitative descriptive research as a research design with interview and survey methods. The informants of this study were 11 people from Kalimas Terminal employees. The results obtained in this study are the implementation of fit to work program at Kalimas Surabaya Terminal has been carried out optimally and effectively
Co-Authors Adhevada Ayu Dyah Anda Resta Pratama Ali, Munawar Ananda Iqbal Ibrahim Angelika Stephani Silalahi Anindya, Adila Anindya, Adila Putri Anugrah, Mohammad Rio Panca Ardhi, Evi Wahyu Aussie Amalia Azalia, Amelinda Thomasina Azmi, Nabilah Tsabitul Barbara Tenesia Belaon BASUKI RAHMAD Beny Satrya Eka Putra Bernadheta Donabella Ega Chindy, Andhini Dea Kirana Nurlaili Dewi Rahyuni Dheo Irfandanny Dieta, Yustity Arum Dimas Eka Mahendra Faisal Dimas Arifiansyah Farhan Athallah Ajiputra Ferlian Vida Satriaji Firra R. Firra Rosariawari Fitriani, Siti Nurista Fransiska Febriana Fransiska Febriana Hendra Usnaini Hendra Usnaini Hendrata Wibisana Imroatun Najwa Irene AA Suwandhi Irene AA Suwandhi Irma Ilham Yadaturrahmah Iwan Wahjudijanto Januar Kabul Fadilah Kalis, Ahmad Ilham Ramadhan Kartika, Sucahyaning Wahyu Trihasti Kasih, Bunga Cinta Kevin Reira Christian Kinanti, Kawista Arum Kurniawan, Dwi Kurniawan L, Rudi lham Lacta Praditya Luchmanandri, Rahmadini Mas'ulah, Silvi Minarni Nur Trilita Mochammad Yusuf Cahayaning Nugraha B Mukhammad Rifki Hendianto Munawar Ali Nabila Indah Wibisono Ningrum, Dwi Mulyati Nofansyah, Aldy Fajar Nur Anisah Nurlaili, Dea Kirana Praditya Sigit Ardisty Sitogasa Priyadarshini, Rossyda Putra, Beny Satrya Eka Putri Nur Rizkia R. Mohammad Alghaf Dienullah R., Firra Rachmasari, Syafira Nur Raden Kokoh H. Raden Kokoh Haryo Putro Rahmadini Luchmanandri Rahman, Agus Adam Ranno MR. Rizki Kurnia Putra Rizkia, Putri Nur Romadon, Syahrul Rosariawari, Firra Rr. Maulidya Permana Santosa, Bagas Aldin SQC Zakiyayasin Nisa Sucahyaning Wahyu Trihastika Kartika Susilowati Syarifudin Ahmad Syitoh, Nurma Thohiroh, Mubayyinatuth Tiara Mohamad Mirwan Wildanum, Pinasthika Almira Yayok SP Yurry Aditya Pratama zafira mauluida Zuhria Oktaviani