Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perbandingan Medan Pandang Teleskop dalam Pengamatan Konjungsi Bulan – Jupiter dari Kota Medan, Barus, dan Lhokseumawe Putraga, Hariyadi; Firdaus, Muhammad Dimas; Ritonga, Marataon; Rakhmadi, Arwin Juli; Ruslandi, Ruslandi; Ismail, Ismail
Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy Vol. 3 No. 1 (2024): Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy (Juni)
Publisher : Islamic Astronomy Department, Sharia and Law Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/astroislamica.v3i1.2816

Abstract

Astronomical phenomenon occur for only a limited amount of time. Observing these phenomenon requires competent promoters and appropriate instruments. The field of view is one of the things that needs to be clearly known so that the observation can take place properly. In this study, joint observations were made between IAIN Lhokseumawe Falak Science Study Programme and OIF UMSU in Medan and Barus. The instruments used in these observations are different, resulting in a variety of fields of view and calculations are needed to get a description of the results. This study aims to calculate the field of view and visibility of the observed phenomenon, the conjunction of the Moon - Jupiter. The results obtained are for the instrument used by IAIN Lhokseumawe Falak Science Study Program at Malikussaleh Observatory has a field of view of 2°7'46.13‘ × 1°25'22.25’, the instrument used by UMSU Medan Falak Science Observatory has a field of view of 1°8'26.96‘ × 0°54'45.57’, and the instrument used by the OIF UMSU Barus team has a field of view of 1°0'43.74’ × 0°41'1.98. Using this combination of instruments cannot observe the conjunction phenomenon, because the elongation of the Moon - Jupiter at the time of the observation is >4°, so to be able to get the visibility of the phenomenon in 1 image requires an instrument that produces a field of view of ~5°.
Analisis Tingkat Kecerahan Langit Malam Terhadap Visibilitas Hilal Menggunakan Sky Quality Meter di Observatorium Malikussaleh IAIN Lhokseumawe Kharida Alhan, Devina; Ruslandi, Ruslandi; Ismail, Ismail
Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy Vol. 4 No. 1 (2025): Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy (Juni)
Publisher : Islamic Astronomy Department, Sharia and Law Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/astroislamica.v4i1.3374

Abstract

In the dark of the night, the sky offers wonders like the crescent moon (hilal), which marks the beginning of the Islamic month. The hilal is often observed at the Malikussaleh Observatory, IAIN Lhokseumawe. This study uses a Sky Quality Meter (SQM) to measure the night sky brightness and how it affects hilal visibility. This field research employs a qualitative approach with a descriptive method. Primary data is obtained from direct observations using the SQM before and after sunset, while secondary data comes from relevant literature. The study finds that the night sky brightness at the observatory is Class 5 on the Bortle Scale, with an average of 19.80 MPSAS, categorized as Suburban Sky. The average brightness during hilal observation is -3.03397 v mag, while the hilal magnitude is -7.36 v mag. Therefore, the hilal can be observed if its magnitude is lower than the night sky brightness.
Analisis Tingkat Keberhasilan Rukyat Hilal Di Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang Lhoknga Aceh Besar Ruslandi, Ruslandi; Putri, Hasna Tuddar
Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy Vol. 1 No. 1 (2022): Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy (Juni)
Publisher : Islamic Astronomy Department, Sharia and Law Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1909.399 KB) | DOI: 10.47766/astroislamica.v1i1.690

Abstract

Rukyat hilal merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah terutama dalam penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzujhijjah. Keterlihatan hilal kerap sekali gagal teramati di lokasi pemantauan hilal, Observatorium atau POB (Pos Observasi Bulan), Observatorium merupakan tempat pengamatan hilal yang rutin melakukan rukyat hilal setiap awal bulan hijriah, Observatorium Teungku Chieek Kuta Karang merupakan Observatorium yang dimiliki oleh pemerintah dibawah naungan kementerian agama Provinsi Aceh, yang memiliki gedung dan instrumet pengamatan yang moderen. Penelitian ini berjudul Analisis Tingkat Keberhasilan Rukyat Hilal Di Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang dengan dua rumusan masalah yaitu: Bagaimana tingkat keberhasilan Rukyat Hilal dan apa saja faktor-faktor yang menghambat Rukyat Hilal di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang Lhoknga Aceh Besar. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field reserch). Metode pengumpulan data yang digunakan interview dan dokumentasi guna memperoleh data pengamatan di Observatorium ditambah dengan Klimatologi saat pengamatan dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas IV Aceh. Kemudian Interview penulis lakukan dengan Tim Falakiyah di Kanwil Kemenag Provinsi Aceh untuk memperoleh informasi tentang pengamatan dan faktor kendala saat pengamatan rukyat hilal. Hasil penelitian adalah 1). Pelaksanaan rukyat hilal Bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah di Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang dalam 5 tahur terakhir ini hanya satu kali hilal yang berhasil terlihat di lokasi tersebut. 2). Kerap sekali Tim Falakiyah Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang gagal melihat hilal pada waktu pengamatan disebabkan adanya faktor alam yang mengahalagi yakni, mendung, berawan, dan hujan sehingga hilal tidak bisa terlihat.
Sistem Pemerintahan Masyarakat Hukum Adat Baduy Banten Sopian, Sopian; Agustiana, Dendi M; Heryati, Eti; Nova, Nova; Ruslandi, Ruslandi
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 2 (2023): Nilai-nilai Budaya Lokal Dan Implementasi Dalam Pembelajaran Modern
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v3i2.1877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pemerintahan Masyarakat Hukum Adat Baduy dalam konteks Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan hukum yuridis normatif dan hukum empiris (pendekatan campuran). Pendekatan hukum yuridis normatif digunakan untuk memahami kerangka hukum yang mengatur sistem pemerintahan Masyarakat Hukum Adat Baduy. Pendekatan hukum empiris melibatkan penelitian lapangan dengan pengamatan langsung pada praktik pemerintahan sehari-hari dalam masyarakat.Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak memiliki peran penting dalam mendukung sistem pemerintahan Masyarakat Hukum Adat Baduy. Masyarakat Baduy menjalankan sistem pemerintahan mereka berdasarkan hukum adat "pikukuh karuhun" dengan tiga pemimpin adat yang berbeda.Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang hubungan antara sistem pemerintahan Masyarakat Hukum Adat Baduy dengan kerangka hukum yang ada, menyoroti pentingnya pranata kelembagaan adat dalam mengatur pemerintahan desa mereka.
Effective Multicultural Education Strategies to Enhance Tolerance in Indonesian Schools Amarullah, Risal Qori; Ruslandi, Ruslandi; Fadilah, Raden Muhamad Yasin; Ruswandi, Uus; Erihadiana, Mohamad
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 1 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v9i1.28123

Abstract

The main problem of this research is the low awareness and understanding of the importance of multicultural education among Indonesian educators and students. The aim of this research is to identify effective multicultural education development strategies that can be implemented in Indonesian schools to increase tolerance and cultural diversity among students. This research uses a qualitative method with a literature review approach which includes in-depth analysis of literature and previous research regarding multicultural education. Data was collected by studying various journals, books and official documents that discuss the concept, implementation and impact of multicultural education. Research shows that effective strategies include integrating multicultural values into the curriculum, teacher training and development, and active participation in school community. The research concluded that implementing multicultural education in a planned and systematic manner can increase understanding and appreciation of cultural diversity, so that it can strengthen the unity and integrity of a multicultural society. Permasalahan utama penelitian ini adalah rendahnya kesadaran dan pemahaman akan pentingnya pendidikan multikultural di kalangan pendidik dan siswa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi pengembangan pendidikan multikultural yang efektif yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia untuk meningkatkan toleransi dan keragaman budaya di kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka yang mencakup analisis mendalam terhadap literatur dan penelitian terdahulu mengenai pendidikan multikultural. Data dikumpulkan dengan mempelajari berbagai jurnal, buku, dan dokumen resmi yang membahas tentang konsep, implementasi, dan dampak pendidikan multikultural. Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif antara lain mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam kurikulum, pelatihan dan pengembangan guru, dan partisipasi aktif dalam komunitas sekolah. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa penyelenggaraan pendidikan multikultural secara terencana dan sistematis dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap keberagaman budaya, sehingga dapat memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat multikultural.
Maqashid Sharia Concerning Sexual Violence Against Wife In Law Number 23 Year 2004 Nisa, Sayidah Khoirun; Ruslandi, Ruslandi
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 6 No 1 (2022): Islamic Law
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.801 KB) | DOI: 10.21093/qj.v6i1.4390

Abstract

This paper departs from the internal concept, namely the contract in marriage to form a man and a woman into a new family based on consensual relationships so that the purpose of marriage is to make them both Sakinah, mawaddah, warahmah. There are rights and obligations after the contract process including rights and obligations in fulfilling sexual needs between husband and wife, but in fact in the name of religion becomes the only basis if there is coercion from one of the parties who commits sexual coercion of a husband against his wife, which should be in a husband and wife relationship in a good way (ma'ruf) and cause mutual affection between the two. Based on the facts (reality) of the incident, the author discusses how Maqashid Syar'iah from acts of sexual violence against wives in Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence. By using normative juridical methods, in this case researching about sexual violence against wives according to Fiqh Munakahat and its relationship with Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence (PKDRT). The results of the study explain that to achieve and maintain 5 (five) main principles in Islam, namely maintaining religion (hifdz al-din), soul (hifdz al-nafs), reason (hifdz al-'qal), offspring (hifdz al-Nasl), and property (hifdz al-mal wa al-'irdh) then the victim must be protected and given justice, so that sexual violence does not happen again to a wife. Keywords: Maqashid Syari’ah; Violence; Sexual Violence.