Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Factors Affecting the Intention to Buy Halal Cosmetics Tobing, Fitriani; Fajrillah, Raja; Amanda; Melany
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v5i4.2017

Abstract

The halal lifestyle trend is rapidly growing around the world. With the increasing number of Muslims population, the demand for halal products is also increasing. This study aiming to analyze the factors that influence consumer purchase intention towards halal cosmetic products. The factors used are product knowledge, religiosity, and Islamic advertising ethics. This research was conducted at the State Islamic University of North Sumatra by distributing questionnaires to 90 students. The data were processed using descriptive analysis and Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Square (PLS) approach. The research results show that product knowledge, religiosity, and Islamic advertising ethics have a significant positive influence on the intention to purchase halal cosmetics. A person's knowledge of a product is accompanied by their adherence to religion, US well US cosmetics advertising which applies the ethical values of Islamic advertising which causes an increase in purchase intention. This research provides a more comprehensive understanding of consumer behavior related to halal products. The The results of this study are also useful for stakeholders of the halal cosmetics industry and researchers interested in this field. Future research can explore other factors that influence Muslim consumers' purchase intention towards halal cosmetics.
BUSINESS ADMINISTRATION MODEL INNOVATION AND “TAM” THEORY DEVELOPMENT IN IMPROVING STUDENT ONLINE BUSINESS PERFORMANCE Amelia Setyawati; Rahma, Adelia; Hidayat, Rachmad; Melany; Sudarjo; Sutomo; Ibadil Maula, Farij
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 13 No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpap.v13n2.p647-664

Abstract

Phenomenon/Issue: This study examines the phenomenon of online business readiness among students, which is increasingly important in today's digital age. With the rapid development of technology and the internet, it is important for students to have adequate skills in running an online business. Purpose: The purpose of this study is to explore the factors that influence students' readiness to engage in online entrepreneurship, as well as to provide insights into how education can support the development of these skills. Novelty: This study offers a new framework that combines TAM Theory and business learning innovation as determinants of student online business performance. In addition, the mediating variable Attitude Toward Using provides a new perspective in understanding how attitudes toward technology can strengthen the relationship between these factors and online business readiness. Research Methods: This study uses explanatory research with a quantitative approach. The research population consists of students from public and private universities in East Java. Results: The results show that students are well prepared to engage in online business, with high scores in technological capabilities and network support. However, challenges remain, particularly in terms of business experience and access to capital. Research Contributions: This research contributes to a better understanding of students' readiness for online business and suggests steps that educational institutions can take to improve entrepreneurial skills among students
Hubungan antara Gerakan Repetitif pada Pekerja Pabrik Rokok di Indonesia terhadap Risiko Terjadinya Sindrom Terowongan Karpal Melany; Ruben Timothy Abednego
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 27 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/6qgja976

Abstract

Latar Belakang: Gerakan repetitif tangan dan pergelangan tangan merupakan salah satu faktor risiko okupasi utama untuk terjadinya Sindrom Terowongan Karpal (Carpal Tunnel Syndrome/CTS). Pekerja pabrik rokok di Indonesia, khususnya pada proses penggulungan (rolling) dan pengemasan (packaging), terpapar secara intensif terhadap gerakan repetitif, postur statis canggung, dan durasi kerja yang panjang, sehingga diduga berisiko tinggi mengalami CTS. Namun, bukti langsung yang menghubungkan paparan spesifik pada pekerja pabrik rokok di Indonesia dengan insidensi CTS masih terbatas. Metode: Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan menyaring 37 sumber literatur berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria penyaringan meliputi populasi pekerja pabrik rokok di Indonesia, pengukuran CTS sebagai outcome, pemeriksaan gerakan repetitif sebagai paparan okupasi, serta desain studi observasional atau tinjauan sistematis dengan data kuantitatif. Ekstraksi data dilakukan terhadap karakteristik populasi, deskripsi aktivitas kerja repetitif, metode asesmen CTS, hubungan statistik antara gerakan repetitif dan CTS, faktor risiko lain, serta kualitas studi. Hasil: Dari 37 sumber, hanya tiga studi yang secara langsung meneliti pekerja pabrik rokok di Indonesia. Bukti tidak langsung dari meta-analisis internasional dan tinjauan literatur menunjukkan hubungan yang kuat dan konsisten antara gerakan repetitif dan peningkatan risiko CTS, dengan Odds Ratio (OR) 2.26 (95% CI: 1.73–2.94) (Barcenilla et al., 2012). Faktor risiko okupasi lain yang signifikan meliputi getaran (OR=5.40), penggunaan kekuatan tangan (OR=4.23), serta kombinasi gerakan repetitif dan stres psikososial (OR=4.94). Pada pekerja pabrik rokok, aktivitas seperti menggulung rokok dengan postur membungkuk hingga 88° dikategorikan berisiko sedang hingga tinggi secara ergonomis. Studi intervensi di industri rokok "X" di Kediri menunjukkan bahwa modifikasi ergonomis tempat kerja dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal dan biaya pengobatan hingga 56,97%, serta meningkatkan produktivitas hingga 41,47% (Sajiyo et al., 2009). Program latihan tangan dan peregangan di tempat kerja juga terbukti efektif mengurangi gejala CTS pada populasi pekerja sejenis. Diskusi: Temuan mendukung adanya asosiasi positif antara gerakan repetitif pada pekerja pabrik rokok dan peningkatan risiko CTS. Profil paparan pekerja pabrik rokok yang unik—menggabungkan gerakan repetitif halus, postur canggung statis, dan jam kerja panjang—menciptakan lingkungan berisiko tinggi. Namun, bukti langsung masih sangat terbatas, didominasi oleh desain studi cross-sectional dengan sampel kecil dan variasi metode asesmen CTS yang menghambat komparabilitas. Kekosongan penelitian (research gap) utama adalah kurangnya studi kohort longitudinal dan penelitian intervensi dengan ukuran sampel yang memadai serta diagnosis CTS berbasis konduksi saraf (NCS) pada populasi spesifik ini. Kesimpulan: Gerakan repetitif pada pekerja pabrik rokok di Indonesia berhubungan dengan peningkatan risiko CTS, didukung oleh bukti tidak langsung yang kuat dan bukti langsung yang terbatas namun mengarah pada kesimpulan serupa. Intervensi ergonomis dan program latihan merupakan strategi pencegahan yang menjanjikan dan telah menunjukkan efektivitas dalam konteks Indonesia. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal dan metode diagnosis yang lebih ketat untuk memperkuat bukti kausal dan menginformasikan kebijakan kesehatan kerja yang lebih tepat sasaran.