Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EVALUASI KINERJA CAMPURAN ASPAL DENGAN SUBTITUSI LIMBAH PLASTIK PET DALAM MENINGKATKAN DURABILITAS CAMPURAN ASPAL PENETRASI 60/70 TEHADAP VARIASI LAMA WAKTU PERENDAMAN Fadhil, Ammar; Khairunnisa, Hanyta
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i3.2773

Abstract

ABSTRACTThe utilization of plastic waste can be done by using it as an additive in asphalt concrete wearing course (AC-WC) mixtures. Incorporating plastic waste into road construction serves two purposes: reducing plastic waste and enhancing road quality. This research aims to determine the durability value when 7% PET plastic is immersed at 60°C for 0.5 hours, 24 hours, 36 hours, 48 hours, and 72 hours in a 60/70 penetration asphalt mixture. This study was conducted by adding PET pieces in a dry condition. The Optimal Asphalt Content (OAC) obtained from the test specimen was 6.29% (Marwati et al., 2021). From the Marshall test results without PET, the 24-hour durability value was 94.13%, and with the addition of 7% PET, the durability value at 24 hours increased to 96.16% and at 36 hours to 91.57%, meeting the specification of ≥ 90%, while at 48 hours it was 83,31%, and at 72 hours it was 80,70% which did not meet the requirements. The stability value increased due to the addition of PET in the asphalt mixture compared to the asphalt mixture without PET. The addition of 7% PET still met the requirements for a 36-hour immersion time in water with a stability value of 1094.13 kg, and Marshall parameters such as VIM 4.83%, VFA 79.41%, VMA 23.17%, MQ 288.57 kg/mm, and flow 3.80 mm met the specifications of Bina Marga 2020.
Alternatif Pemakaian Pondasi Borepile Untuk Meningkatkan Daya Dukung Tanah: Alternatif Pemakaian Pondasi Borepile Khairunnisa, Hanyta
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 8 No 1: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi (Rekatek), Januari, 2024
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Al Muslim - Bireuen Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/rkt.v8i1.2348

Abstract

Lereng adalah suatu permukaan tanah yang miring dan membentuk sudut tertentu terhadap suatu bidang horizontal, dimana terdapat dua permukaan tanah yang berbeda ketinggian, maka akan ada gaya yang bekerja mendorong sehingga tanah yang lebih tinggi kedudukannya cenderung bergerak kearah bawah yang disebut dengan gaya potensial yang menyebabkan terjadinya longsor. Pada pertengahan tahun 2012, ruas jalan batas Banda Aceh-Calang-Meulaboh KM 31+500 terjadi kelongsoran sepanjang ± 4m dan mengikis hampir setengah dari badan jalan. Akibat dari kejadian tersebut arus lalu lintas disepanjang jalan tersebut terhambat. Berdasakan data investigasi bor log diketahui kekuatan lapisan batuan berdasarkan uji SPT hingga kedalaman 6m. Hasil korelasi data dapat ditentukan jenis batuan (mutu batuan/RQD) jenis sedimentasy rock sebesar 70%. Borepile yang dijadikan sebagai perkuatan lereng berdiameter 20cm hingga kedalaman 6m. Hasil analisa perencanaan daya dukung borepile yang tertanam ke dalam lapisan batuan sebesar Qa=220,16kN, pembesian borepile tulangan pokok digunakan tulangan 6D20mm, dan tulangan geser digunakan sengkang f10-10mm.
EVALUASI KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC DENGAN MODIFIKASI ASPAL MENGGUNAKAN LIMBAH BAN DALAM BEKAS Fadhil, Ammar; Ismy, Romaynoor; Khairunnisa, Hanyta; Amna, Khairul
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i1.3160

Abstract

Perkerasan jalan AC-WC merupakan jenis perkerasan yang umum digunakan sebagai jalur transportasi. Seiring berjalannya waktu, jalan ini sering mengalami kerusakan akibat beban lalu lintas, perubahan suhu, dan genangan air. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah ban dalam bekas sepeda motor sebagai bahan tambahan pada campuran aspal, mengingat ban dalam memiliki sifat elastis seperti polimer. Metode yang digunakan melibatkan uji parameter Marshall terhadap campuran aspal panas dengan variasi kadar limbah sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%, sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018. Pengujian dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Sipil menggunakan aspal penetrasi 60/70 dan gradasi menerus. Hasil penelitian menunjukkan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5,77%. Parameter Marshall yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan MQ. Dari hasil pengujian, diketahui bahwa penambahan limbah sebesar 3% memberikan hasil terbaik dengan nilai stabilitas 1498 kg, VIM 4,64, VMA 15,9, VFA 72,21, dan nilai MQ 394,84. Kesimpulannya, penambahan limbah ban dalam sepeda motor mampu meningkatkan stabilitas lapisan perkerasan jalan AC-WC dan menjadi solusi alternatif untuk memperpanjang umur jalan serta mengurangi kerusakan.
STUDI AWAL PERMEABILITAS DAN KUAT TEKAN BETON BERPORI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Khairunnisa, Hanyta; Suhaimi; Fadhil, Ammar; Kurnia, RDI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5823

Abstract

The increasing generation of industrial waste and the growing demand for sustainable construction materials have driven the development of pervious concrete as an environmentally friendly pavement material. Pervious concrete possesses high drainage capability, effectively reducing surface runoff and enhancing groundwater infiltration. This study evaluates the effect of High-Density Polyethylene (HDPE) waste as a partial replacement for coarse aggregate on the compressive strength, density, porosity, and permeability of pervious concrete using split and gravel aggregates at a water–cement ratio (w/c) of 0.40. HDPE was incorporated at 0%, 5%, 10%, and 15% by weight of coarse aggregate, and testing was conducted at 28 days. The results show that compressive strength decreased from 16.75 MPa to 10.32 MPa for gravel and from 18.92 MPa to 15.41 MPa for split aggregate. Density declined from approximately 2100 kg/m³ to about 1850 kg/m³ with increasing HDPE content. Conversely, porosity increased from 30–32% to 37–38%, while permeability rose from approximately 29–35 mm/s to 44–46 mm/s. A strong correlation (R² > 0.80) was found between porosity and permeability, indicating that hydraulic performance is predominantly governed by the interconnected pore structure induced by HDPE modification. Overall, a 5% HDPE substitution achieved the best balance between structural strength and drainage performance without significant strength loss, supporting the implementation of green infrastructure principles in sustainable pavement systems, whereas HDPE contents above 10% were mechanically inefficient.
Pelatihan Penggunaan Alat Ukur Theodolit dan Waterpass untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Teknik Sipil di Aceh Fadhil, Ammar; Ismy, Romaynoor; Kumita; Muliani, Fitri; Amna, Khairul; Khairunnisa, Hanyta; Munandar, Aris
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25073

Abstract

Pelatihan penggunaan alat ukur tanah theodolite dan waterpass merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi praktis mahasiswa Teknik Sipil di Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas praktik dan pengalaman lapangan mahasiswa dalam bidang survei pemetaan, sehingga diperlukan pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan teori dan praktik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip kerja, kalibrasi, dan prosedur pengoperasian alat ukur tanah, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengukuran sudut dan beda tinggi secara akurat di lapangan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi teori, demonstrasi alat, praktik langsung di lahan Rusunawa Gampong Paya Cut, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta secara signifikan, di mana 92% mahasiswa mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan nilai rata-rata post-test meningkat sebesar 30% dibandingkan dengan pretest. Peserta juga mampu membaca dan mencatat hasil pengukuran dengan satuan internasional secara tepat, serta memahami prinsip perhitungan beda tinggi dan sudut vertikal. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kegiatan praktik lapangan, serta terbangunnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis praktik. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa peningkatan keterampilan teknis mahasiswa, dokumentasi video pelatihan, dan publikasi ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.
STUDI AWAL PERMEABILITAS DAN KUAT TEKAN BETON BERPORI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Khairunnisa, Hanyta; Suhaimi; Fadhil, Ammar; Kurnia, RDI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5823

Abstract

The increasing generation of industrial waste and the growing demand for sustainable construction materials have driven the development of pervious concrete as an environmentally friendly pavement material. Pervious concrete possesses high drainage capability, effectively reducing surface runoff and enhancing groundwater infiltration. This study evaluates the effect of High-Density Polyethylene (HDPE) waste as a partial replacement for coarse aggregate on the compressive strength, density, porosity, and permeability of pervious concrete using split and gravel aggregates at a water–cement ratio (w/c) of 0.40. HDPE was incorporated at 0%, 5%, 10%, and 15% by weight of coarse aggregate, and testing was conducted at 28 days. The results show that compressive strength decreased from 16.75 MPa to 10.32 MPa for gravel and from 18.92 MPa to 15.41 MPa for split aggregate. Density declined from approximately 2100 kg/m³ to about 1850 kg/m³ with increasing HDPE content. Conversely, porosity increased from 30–32% to 37–38%, while permeability rose from approximately 29–35 mm/s to 44–46 mm/s. A strong correlation (R² > 0.80) was found between porosity and permeability, indicating that hydraulic performance is predominantly governed by the interconnected pore structure induced by HDPE modification. Overall, a 5% HDPE substitution achieved the best balance between structural strength and drainage performance without significant strength loss, supporting the implementation of green infrastructure principles in sustainable pavement systems, whereas HDPE contents above 10% were mechanically inefficient.