Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI SLEMAN YOGYAKARTA: THE RELATIONSHIP BETWEEN FEEDING PATTERNS AND NUTRITIONAL STATUS OF TODDLERS IN SLEMAN, YOGYAKARTA Margareta Alfina Damayanti; Christina Ririn Widianti; Deni Lusiana
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi balita menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur derajat kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan status gizi pada anak balita di Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 6-60 bulan di Sleman sebanyak 41 anak yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ) dan pengukuran berat badan berdasarkan umur (BB/U) menggunakan standar antropometri PMK No. 2 Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pola pemberian makan yang tepat (97,6%) dan sebagian besar balita memiliki status gizi normal. Analisis menggunakan uji Spearman diperoleh nilai p=0,872 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola pemberian makan dan status gizi. Dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar ibu memiliki pola makan yang tepat, faktor lain seperti pendidikan ibu dan status sosial ekonomi turut memengaruhi status gizi anak.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Anak widiyanti, fransisca; Widianti , Ch. Ririn; Lusiana, Deni
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.182

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menyerang pada semua umur terutama pada anak Pengetahuan orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dan menjadi landasan untuk mendorong atau menghambat perilaku yang mendukung ketaatan dalam mengkonsumsi obat pada anak. Semakin baik pengetahuan orang tua maka akan semakin patuh dalam menjalani pengobatan tuberkulosis pada anak. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis anak di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman. Metode: penelitian menggunakan deskripsi korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian adalah semua orang tua yang memiliki anak dengan usia 0 tahun-17 tahun yang saat ini masih aktif menjalani pengobatan tuberkulosis pada tahap awal/lanjutan sebanyak 42 responden. Uji statistik menggunakan korelasi   gamma. Hasil: penelitian didapatkan lebih dari setengah responden memiliki tingkat pengetahuan baik 31 (73,8%) kurang dari setengah responden memiliki pengetahuan cukup 11 (26,2%), setengah dari responden memiliki kepatuhan cukup 21 (50%) dan sebagian kecil responden memiliki kepatuhan rendah 5 (11,9%) terdapat hubungan yang sangat kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis anak di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman dengan nilai p value=0.000 (α<0,05) dan nilai korelasi yang didapat sebesar 1.0. Tenaga kesehatan diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang penyakit dan pengobatan tuberkulosis agar orang tua lebih patuh dalam memberikan obat anti tuberkulosis kepada anak mereka sehingga dapat mendukung proses penyembuhan anak. Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis anak di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT YOGYAKARTA: THE ASSOCIATION OF EDUCATION LEVEL AND OCCUPATION WITH SLEEP QUALITY AMONG PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN A YOGYAKARTA HOSPITAL Deni Lusiana; Gilang Fendi Saputra; Gregorius Geraldo Yudi Gantara
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus menurut WHO (2006), adalah kondisi terjadinya kadar gula dalam darah yang meningkat (hiperglikemia), serta gangguan dalam metabolisme protein, lemak dan karbohidrat yang disebabkan oleh produksi insulin yang tidak mencukupi atau fungsi insulin yang tidak bekerja secara optimal. Selain faktor biologi, faktor sosial dan ekonomi meliputi tingkat pendidikan dan pekerjaan juga diyakini berdampak pada kualitas tidur penderita DM tipe 2, sehingga masalah kesehatan ini dapat mempengaruhi produktivitas dan menurunkan kualitas hidup manusia. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Yogyakarta. Metode penelitian: Desain penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental, menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 30 responden serta menerapkan teknik Accidental Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan terhadap kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p 0,006 (<0,05) dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dan kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p 0,295 (<0,05). Saran : Perawat memberikan edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien DM tipe 2 serta perlunya diberikan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kualitas tidur pasien. Latar belakang: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (2006), diabetes melitus adalah peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Kondisi ini muncul akibat produksi insulin yang tidak mencukupi atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Selain faktor biologis, faktor sosial dan ekonomi—seperti tingkat pendidikan dan status pekerjaan—juga diyakini memengaruhi kualitas tidur penderita diabetes tipe 2. Akibatnya, masalah kesehatan ini dapat menghambat produktivitas secara keseluruhan dan menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2 di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 30 partisipan menggunakan metode pengambilan sampel aksidental. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI). Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat pendidikan dan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2, yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,006 (<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan dan kualitas tidur pada kelompok pasien yang sama, dengan nilai p sebesar 0,295 (>0,05). Saran: Perawat diharapkan memberikan pendidikan kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien diabetes melitus tipe 2, yang sebaiknya disampaikan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas tidur pasien.
Pelatihan Kader Posyandu Balita dan Ibu Hamil dalam Deteksi Dini Stunting di Kota Yogyakarta Wulandari, Riski; Lusiana, Deni; Widianti, Christina Ririn
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3525

Abstract

Stunting merupakan masalah yang perlu penanganan serius karena berdampak pada tumbuh kembang anak secara permanen. Kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, namun banyak yang belum memiliki kemampuan secara optimal dalam deteksi dini stunting. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi stunting melalui pelatihan. Metode yang digunakan adalah edukasi dan demonstrasi sederhana kepada kader Posyandu Balita dan Ibu Hamil di Kelurahan Baciro. Materi pelatihan meliputi konsep PHBS dalam mencegah stunting, deteksi dini remaja, deteksi dini ibu hamil dan deteksi dini balita. Selain itu dalam pelatihan dilakukan demonstrasi seperti pengukuran antropometri dan interpretasi data, serta mendemonstrasikan resep menu gizi seimbang ibu hamil dan MP-ASI. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan kader dalam mengidentifikasi risiko stunting pada balita dan ibu hamil, dibuktikan dengan kenaikan nilai pre-test dan post-test. Kegiatan ini penting untuk memperkuat peran kader dalam upaya promotif dan preventif stunting.