Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkawinan Bleket Sebagai Penyebab Terputusnya Hak Waris Pada Masyarakat Suku Rejang Perspektif Hukum Islam Fahimah, Iim; Tasri, Tasri; Yanto, Aziz; Mayangsari, Risfiana
MU'ASYARAH: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam Vol 1, No 1 (2022): Oktober
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mua.v1i1.4901

Abstract

Masyarakat Suku Rejang hingga saat ini masih banyak yang terikat hubungan perkawinan bleket. Bahwasannya dengan terjadinya kawin bleket, si perempuan dilepaskan dari golongan sanak saudaranya dan dimasukkan bersama-sama anak-anaknya ke golongan sanak saudara dari si suami, dengan ketentuan wajib si perempuan tinggal di tempat suaminya. Jika suami meninggal dunia, perempuan bleket tetap tinggal di rumah suami untuk mengurus rumah tangga dan harta peninggalan suaminya. Seterusnya jika kedua mertuanya meninggal maka perempuan bleket mewarisi bersama-sama dengan iparnya dalam menerima harto pusako. Namun perempuan bleket harus melepaskan hak warisnya dikeluarga asalnya. Sedangkan sistem kewarisan dalam perkawinan bleket adat rejang yang dilakukan secara tidak murni yaitu tidak menyalahi hukum syara’ karena hal tersebut tidak terputusnya hak waris perempuan yang berada dalam perkawinan bleket dengan keluarga asalnya. Oleh sebab itu boleh dilakukan dengan syarat tidak terjadi konflik diantara ahli waris dan demi kemaslahatan.
COMMUNICATION PATTERNS IN THE APPLICATION OF SMART CONTRACTS IN SHARIA FINANCIAL TRANSACTIONS Mayangsari, Risfiana; Darussalam, Hidayat; Mulyono, Edi
MEDIOVA: Journal of Islamic Media Studies Vol. 5 No. 2 (2025): FIVE EDITION - NO 2
Publisher : Prodi Jurnalistik Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/2kzh1532

Abstract

This article analyzes the communication patterns that emerge and develop from the integration of Smart Contracts in Islamic financial transactions. The adoption of Smart Contracts marks a fundamental shift from traditional sighat (ijab qabul) to automated and immutable programmed communication on the blockchain. This study finds that the communication patterns involved are divided into three main dimensions: first, formal human-to-contract communication, which is the process of coding and initial agreement of the contract (such as mudharabah or murabahah) where the sighat is represented by explicit digital input; second, fully automated system-to-system communication, where Smart Contracts communicate with external data (oracles) to verify conditions and trigger self-executing transactions; and third, contract-to-ledger communication, which results in transparent and immutable transaction recording on the blockchain. Although promising efficiency and improved Sharia Compliance through the elimination of operational gharar, this programmed communication pattern poses challenges related to contract flexibility and code error risks. Therefore, it is necessary to formulate clear Sharia code standards and digital governance mechanisms recognized by the Sharia Supervisory Board to ensure that this new communication pattern validly and ethically supports maqasid syariah (Sharia objectives).