Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A TIME-CRITICAL DECISIONS: HEART SCORE'S IMPACT ON CARDIAC EMERGENCY OUTCOMES: INTEGRATED LITERATURE REVIEW Permaida, Permaida; Noviantari, Komang; Yuhana, Ina
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2825

Abstract

Ketidakpastian dan keterlambatan penanganan kegawatdaruratan jantung menjadi penyebab tingginya angka kematian pasien di Indonesia  hingga saat ini sebesar 13 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti kredibilitas skor HEART untuk mendeteksi kegawatdaruratan jantung guna mencegah ketidakpastian dan keterlambatan penanganan. Tinjauan sistematis dilakukan dengan menelusuri basis data Taylor & Francis, Springer Link, dan Science Direct yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024. Data dianalisis menggunakan analisis isi deduktif mengenai kredibilitas skor HEART dalam mendeteksi kegawatdaruratan jantung. Hasil analisis menunjukan hanya sepuluh artikel yang mengekstraksi data dari skor HEART, yang memberikan kepastian serta mendukung penanganan yang cepat. Alat yang digunakan untuk komponen skor HEART harus dikalibrasi. Para peneliti menemukan bahwa skor HEART akurat mendeteksi kegawatdaruratan jantung (80%), cukup efektif dalam mendeteksi kejadian darurat jantung (60%), dan dapat digunakan untuk mengevaluasi pasien selama dan setelah kegawatdaruratan (50%). Kesimpulannya, skor HEART merupakan alat deteksi kegawatdaruratan yang efisien. Keberhasilan skor HEART dalam mengatasi ketidakpastian dan keterlambatan kegawatdaruratan jantung membutuhkan hubungan interpersonal dengan kolaborasi.
Proactive Behavior in Basic Life Support Education for Adolescents in Densely Populated Areas Permaida, Permaida; Pardinan, Uray; Sari, Widia; Asmarini , Titik Ambar; Yuhana, Ina; Mutifa, Juanda; Rahayu, Nur
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.914

Abstract

Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) is most common in densely populated. Adolescent students are expected to contribute to the rescue as part of the social fabric. This study aimed to examine changes in the proactive behavior of school adolescents in basic life support education. The research used a pre-experimental design with one group pretest-posttest on 102 respondents at SMK Multimedia Mandiri Jakarta using descriptive and Wilcoxon tests.  The results showed that the respondents were predominantly late-phase adolescents (59.8%), male (79.8%), not family members working in health services (95.1%), and not familiar with basic life support (79.4%); (2) The cooperative behavior of adolescents in basic life support education show an increase in cognitive aspects, with an average pre-test score of 52 (bad) to 83 (excelent) in the average post-test score; (3) The results of proactive behavior show a significant clout on the readiness of adolescents in providing basic life support in the community environment living in densely populated settlements (p<0.001). The proactive behavior of teenage students as part of the community in basic life support education is very important. In addition, this study has implications for the independence and readiness of school adolescents to assist victims of out-of-hospital cardiac arrest (OHCA), especially in densely populated areas.