p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
santosa, vrestanti novalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FRIKSI SEMANTIK REFERENSIAL KONTEN MEME ANOMALI ATAU ITALIAN BRAINROT TERHADAP RETRIEVAL BAHASA ANAK PRASEKOLAH DAN TK Santosa, Vrestanti Novalia; Sumarti, Endang
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.952

Abstract

Platform media sosial pada era eksponensial di awal tahun 2025 digemparkan adanya fenomena kemunculan karakter-karakter fiktif yang memiliki nama, ciri, dan deskripsi absurd namun menjadi tren menghibur karena dianggap menarik dan lucu pelafalan dan visualisasinya. Terjadilah perbedaan pendapat, penerimaan bahkan penolakan terhadap kemunculan anomali ini. Munculnya anomali ini dianggap dapat merusak pola pikir generasi muda, ada juga anggapan dapat membawa impresi positif terhadap perkembangan bahasa generasi saat ini. Anomali ini bermunculan di platform media sosial seperti Tiktok dan Instagram. Rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Mendeskripsikan retrivasi dan makna bahasa anak usia prasekolah dan TK terhadap fenomena Italian Brairot, (2) Mendeskripsikan impresi bahasa positif dan negatif terhadap fenomena Italian Brainrot. Jenis penelitian: studi kasus dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian: Subjek penelitian mudah menyerap kosakata atau pelafalan nama dari anomali Italian Brainrot. Hal ini dapat menstimulasi kemampuan pemerolehan bahasanya lebih kompleks. Simpulan: impresi bahasa positif bagi anak dapat meningkatkan kreativitas, dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi, dapat mengembangkan keterampilan sosial sedangkan impresi bahasa negatif bagi anak berupa penurunan kemampuan berpikir realistis, gangguan fokus dan konsentrasi, perkembangan bahasa terhambat, beromunikasi menjadi patah-patah, kosakata menyusut, kesulitan memahami instruksi sederhana, penurunan kemampuan penalaran, kelelahan mental, perubahan suasana hati, cenderung marah saat gadget diambil atau dibatasi, kesulitan berinteraksi, dan kecanduan.
LITERASI AKADEMIK DAN IDENTITAS KEBAHASAAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KOMUNIKASI DIGITAL Santosa, Vrestanti Novalia; Lestari, Purwaning Budi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1767

Abstract

Komunikasi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas akademik mahasiswa. Selain berfungsi sebagai media pertukaran informasi, komunikasi digital juga merefleksikan literasi akademik dan identitas kebahasaan mahasiswa sebagai calon guru bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manifestasi literasi akademik dalam komunikasi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta menjelaskan keterkaitannya dengan pembentukan identitas kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data penelitian berupa komunikasi digital mahasiswa yang diperoleh dari grup perkuliahan, percakapan pribadi yang berkaitan dengan aktivitas akademik, serta dokumentasi komunikasi digital lainnya. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi akademik termanifestasi melalui kemampuan memahami informasi akademik, merespons instruksi secara tepat, menerapkan kesantunan berbahasa, serta membangun identitas kebahasaan dalam komunikasi digital. Keempat aspek tersebut saling berkaitan dan secara kolektif merefleksikan perkembangan profesionalisme mahasiswa sebagai calon guru bahasa Indonesia. Penelitian ini memperluas perspektif mengenai literasi akademik dengan menempatkan komunikasi digital sebagai ruang pedagogis tempat identitas kebahasaan dibangun melalui praktik komunikasi akademik sehari-hari. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi penguatan budaya komunikasi akademik digital di lingkungan pendidikan tinggi.