Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Workshop media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan Technological Knowledge (TK) Guru SDN No. 60 Lembang AR, Rezki Amaliyah; Murtafiah; Amin, Nursafitri; K, Nur Rahma; Radiah; Nurhikma; Rahmawati, Lili; Rahma, Siti
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i2.10493

Abstract

Implementing the Merdeka Belajar curriculum requires teachers to master technology (technological knowledge) in learning. However, until now, many teachers in schools still have not optimally mastered technology to carry out learning due to a lack of understanding of using information technology-based learning media. This condition impacts the learning process ineffectiveness due to the learning loss during the coronavirus pandemic and students' enthusiasm for learning because they cannot study independently at home. To resolve the issue, it is necessary to improve the ability of teachers to manage the learning process by utilizing information technology-based learning media, such as e-books based on multimedia learning. Through the Participatory Action Research, the service activities were carried out by conducting workshops and teacher assistance in designing information technology-based learning media in the form of e-books or flipbooks that contain multimedia content with the help of the Canva-heyzine application. The results revealed that there was an increase in teachers' technological abilities in designing multimedia-based learning media.(Penerapan kurikulum merdeka belajar menuntut guru untuk menguasai teknologi (technological knowledge) dalam pembelajaran. Namun, hingga saat ini, penguasaan teknologi untuk melaksanakan pembelajaran masih banyak yang belum optimal karena kurangnya pemahaman menggunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi. Kondisi ini berimbas kepada kurang efektifnya proses pembelajaran yang mengakibatkan terjadinya learning loss di masa pandemi virus corona dan berkurangnya semangat belajar siswa karena tidak mampu belajar secara mandiri di rumah. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu meningkatkan kemampuan guru dalam mengelolah proses pembelajaran dengan memanfaatkan media-media pembelajaran berbasis teknologi informasi seperti penggunaan e-book berbasis multimedia pembelajaran. Dengan pendekatan Participatory Action Research, kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode workshop dan pendampingan guru dalam mendesain media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi berupa e-book berbentuk flipbook yang memuat konten multimedia dengan bantuan aplikasi canva-heyzine. Sasaran peserta workshop adalah guru-guru SDN No. 60 Lembang. Hasil yang diperoleh setelah melaksanakan kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan kemampuan teknologi guru dalam mendesain media pembelajaran berbasis multimedia.)
Edukasi dan Pelatihan Pijat Oksitosin bagi Ibu Menyusui Heldayati; Prihatiningsih; Sudarni; Srihastuti; Riki Liliyanti; Radiah; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxytocin massage is a non-pharmacological method proven effective in stimulating the production of oxytocin hormone, which plays a crucial role in breast milk (ASI) let-down. However, the lack of public knowledge regarding this technique remains a barrier to achieving successful exclusive breastfeeding. This community service program aimed to improve postpartum mothers' knowledge and skills in performing oxytocin massage through structured education, demonstration, and hands-on training. The activity was held on May 28, 2025, at the Integrated Maternity Room of RSUD dr. H. Jusuf SK, Tarakan City, with 12 participants. Methods included a pretest, educational session, live demonstration of oxytocin massage, and posttest. Evaluation results showed a significant increase in participants’ knowledge initially, 66.7% had poor understanding, which improved to 100% with good knowledge after the training. This program demonstrates that oxytocin massage education and training can be an effective intervention in supporting breastfeeding practices and enhancing the success rate of exclusive breastfeeding in the community. Among 12 participants, 66.7% had low knowledge of oxytocin massage before the training. After the session, 100% showed improved knowledge categorized as good. Participants also demonstrated correct massage techniques and actively engaged in the activity. Conclusion: The oxytocin massage education and training program effectively improved postpartum mothers’ knowledge and skills in supporting exclusive breastfeeding. This activity serves as a successful promotive and preventive approach in communit based midwifery care. Abstrak Pijat oksitosin merupakan metode non- farmakologis yang efektif dalam merangsang produksi hormon oksitosin, yang berperan penting dalam pengeluaran Air Susu Ibu (ASI). Namun, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai teknik ini menjadi salah satu hambatan dalam pencapaian keberhasilan ASI eksklusif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam melakukan pijat oksitosin melalui penyuluhan, demonstrasi, dan pelatihan langsung. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 di Ruang Kebidanan Terpadu RSUD dr. H. Jusuf SK, Kota Tarakan, dan diikuti oleh 12 peserta. Metode yang digunakan meliputi pretest, penyampaian materi, demonstrasi pijat oksitosin, serta posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, di mana seluruh responden yang awalnya memiliki tingkat pengetahuan kurang (66,7%) mengalami peningkatan menjadi 100% berpengetahuan baik setelah pelatihan. Dari 12 peserta, 66,7% memiliki pengetahuan kurang tentang pijat oksitosin sebelum pelatihan. Setelah penyuluhan dan demonstrasi, 100% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan menjadi kategori baik. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik pijat dengan benar dan antusias mengikuti kegiatan. Program edukasi dan pelatihan pijat oksitosin berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Kegiatan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kebidanan.
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas I SDN 19 Tanjung Tengang Radiah; Aprima Tirsa; Mukhlisin
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5084

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran scramble terhadap kemampuan menulis permulaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I SDN 19 Tanjung Tengang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada tanggal 14–15 Januari 2025, diketahui bahwa kemampuan menulis permulaan siswa masih tergolong rendah. Dari 27 siswa, hanya 8 siswa yang mampu menulis dengan baik dan benar, 5 siswa mampu mengikuti, dan 14 siswa masih memerlukan bimbingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen melalui desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I dengan teknik sampling jenuh, sehingga sampel berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essai sebanyak 10 soal pretest dan 10 soal posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 41,48 dan meningkat menjadi 77,03 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 35,55. Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (pretest 0,123 > 0,05 dan posttest 0,428 > 0,05). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel (9,30 > 1,70), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran scramble berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis permulaan siswa. Kata kunci: Model Scramble, Menulis Permulaan, Bahasa Indonesia. Abstract This study aims to determine the effect of the Scramble learning model on the beginning writing skills in Indonesian language subjects for first-grade students at SDN 19 Tanjung Tengang. Based on observations and interviews conducted on January 14–15, 2025, students’ initial writing abilities were still relatively low. Out of 27 students, only 8 students were able to write correctly, 5 students were able to follow with assistance, and 14 students still required guidance. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a One Group Pretest-Posttest design. The population consisted of all first-grade students, and a saturated sampling technique was applied, resulting in a total sample of 27 students. Data were collected using essay tests consisting of 10 pretest and 10 posttest questions. The results showed that the average pretest score was 41.48, while the posttest average increased to 77.03, with a mean difference of 35.55. The normality test indicated that the data were normally distributed (pretest sig. = 0.123 > 0.05; posttest sig. = 0.428 > 0.05). Hypothesis testing using the t-test revealed that tcount > ttable (9.30 > 1.70), indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Therefore, it can be concluded that the Scramble learning model has a significant effect on improving students’ beginning writing skills in Indonesian language subjects. Keywords: Scramble Learning Model, Beginning Writing, Indonesian Language.