Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH JENIS SEKRUP TERHADAP KEKUATAN DAN KEGAGALAN SAMBUNGAN PADA DINDING CLT (CROSS LAMINATED TIMBER) KAYU AKASIA YANG SEJAJAR Nyolinda, Shinta Putri; Basuki, Achmad; Saifullah, Halwan Alfisa
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v9i1.104558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas geser dan mode keruntuhan sambungan antar dinding Cross Laminated Timber (CLT) kayu akasia sejajar dengan sambungan half lap joint dan variasi jenis sekrup (lag screw, tapping screw, dan drilling screw). Pengujian geser sambungan dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan dengan lag screw memiliki kapasitas geser tertinggi (14,57 kN) dan deformasi maksimum terbesar (13,7 mm) dibandingkan tapping screw dan drilling screw. Berdasarkan analisis mode keruntuhan, lag screw, tapping screw dan drilling screw mengalami mode keruntuhan IIIm. Sambungan dengan lag screw merupakan sambungan paling efektif karena menunjukkan performa struktural terbaik.
ANALISIS KEKUATAN DAN KEGAGALAN SAMBUNGAN SEKRUP DENGAN PERKUATAN PLAT SIKU PADA DINDING TEGAK LURUS CLT AKASIA Kuncara, Yaladita Alya; Basuki, Achmad; Saifullah, Halwan Alfisa
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v9i1.103271

Abstract

Konstruksi berbasis kayu mengalami perkembangan pesat dengan munculnya Cross Laminated Timber (CLT), material inovatif yang menawarkan kekuatan tinggi, stabilitas dimensi, dan keberlanjutan. Salah satu aspek penting dalam penerapan CLT adalah desain sambungan dinding tegak lurus. Penelitian bertujuan menganalisis kapasitas geser dan modulus keruntuhan sambungan CLT yang menggunakan sekrup dengan jenis yang berbeda, yaitu tapping screw dan lag screw dengan diameter 5 mm.  Sambungan ini dipasang dengan menghubungkan 3 panel CLT secara tegak lurus dan diperkuat dengan pelat siku. Sambungan CLT lag screw memiliki kapasitas geser maksimum yang lebih besar dibandingkan sambungan CLT tapping screw dengan rata-rata 31,77 kN, dan sambungan CLT tapping screw 28,02 kN. Rata-rata deformasi terbesar pada sambungan CLT tapping screw sebesar 23,49 mm dan lag screw 21,07 mm.  Pelat siku memiliki kapasitas tarik sebesar 560 MPa. Modulus keruntuhan diambil dari nilai terkecil yaitu pada mode kelelehan IIIm sebesar 0,0989 kN. Rasio perbandingan kapasitas geser eksperimental dengan kapasitas geser estimasi untuk sambungan CLT tapping screw sebesar 17,7 dan lag screw 20,07.
PERILAKU GESER BALOK BERTULANG HVFA-SCC (STUDI KASUS BALOK DENGAN RASIO BENTANG GESER TERHADAP TINGGI EFEKTIF 2.5) Ridho, Alfian Muhammad Rosyid; Wicaksono, Fendy Prayogo; Saifullah, Halwan Alfisa; Budi, Agus Setiya; Suproyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.55607

Abstract

Keruntuhan geser sangat dihindari dalam merancang konstruksi bangunan karena karena sifatnya getas dan terjadi secara tiba – tiba sehingga sulit untuk diprediksi.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Upaya Mitigasi Bencana Gempa di Kelurahan Mangkubumen Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Basuki, Achmad; Purwanto, Edy; Saifullah, Halwan Alfisa; Safitri, Endah; Santosa, Bambang; Budi, Agus Setiya; Supriyadi, Agus; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.56221

Abstract

Kota Surakarta merupakan wilayah yang berdekatan dengan jalur lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Ada perkiraaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa jika terjadi gempa megathrust di pertemuan lempeng tersebut akan mengakibatkan gempa dengan kekuatan di atas 8 SR. Guna mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi maka diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, para pemangku kepentingan, dan tenaga kerja bidang konstruksi sehingga korban jiwa dan kerugian materi bisa ditekan seminimal mungkin. Waktu terjadinya gempa tidak dapat diperkirakan dengan pasti. Kota Surakarta pernah juga terdampak gempa Yogyakarta tahun 2006. Dari pengalaman tersebut tampak kesiapan mitigasi bencana gempa di beberapa wilayah terdampak sebagian besar masih kurang. Research Group SmartCrete, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya mitigasi bencana gempa. Kegiatan pengabdian diawali dengan penggalian pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana gempa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pengetahuan gempa dan dampaknya pada infrastruktur. Upaya-upaya mitigasi bencana gempa bumi, termasuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) gempa pada pembangunan infrastruktur juga disampaikan dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan terjadi perbaikan pola pikir, pola tindak dan pola antisipasi serta aksi sigap dari masyarakat terhadap bahaya gempa bumi.
Pengaruh Diameter Tulangan Terhadap Kuat Lekat Pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Dengan Tulangan Tersambung Basuki, Achmad; Auliarahman, Muhammad Daffa; Saifullah, Halwan Alfisa
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64800

Abstract

Semen merupakan produk yang paling banyak digunakan kedua setelah air di dunia. Meningkatnya infrastruktur membuat kebutuhan semen semakin meningkat. Meningkatnya permintaan akan semen, maka diperlukan inovasi beton yang dapat mengurangi kebutuhan semen agar mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan saat ini adalah beton High Volume Fly Ash (HVFA) dan beton Self Compacting Concrete (SCC). Beton High Volume Fly Ash (HVFA) adalah beton yang mengandung fly ash sebagai substituent semen dengan minimal kadar yang tergantikan adalah 50% dari berat total binder. Metode penelitianyang digunakan adalah metode eksperimental dengan tempat pengujian di Laboratorium Bahan Konstruksi dan Struktur program studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Sampel benda uji yang digunakan berupa balok beton bertulang dengan dimensi sebesar 15 cm x 25 cm x 200 cm. Beton yang digunakan memiliki kuat tekan f’c sebesar 30 MPa dan sepsifikasi tulangan ulir dengan kuat leleh fy 405 MPa dengan panjang lewatan sepanjang 300 mm.