Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Digitalisasi Fitur Layanan Islami Pada Nasabah Tabungan Wadiah Di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Renon Denpasar Kusjuniati, Kusjuniati; Ardiansyah, Sahrial; Dewi, Ayu Cinthya
Widya Balina Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Widya Balina
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v9i1.543

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah tentang faktor-faktor yang paling dominan dalam digitalisasi Fitur Layanan Islami pada Bank Syariah Indonesia cabang Renon Denpasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor paling dominan yang dipilih oleh nasabah Tabungan wadiah BSI cabang Renon Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah statistik diskriptik. Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna. Dan hasil penelitian menunjukkan digitalisasi fitur layanan Islami Bank Syariah Indonesia memberikan layanan Islami yang dapat diakses oleh nasabah seperti aplikasi jus amma, asmaul husna, pengingat waktu sholat serta layanan kalkulator kurban. Aplikasi yang paling sering digunakan oleh nasabah adalah aplikasi jus amma dan asmaul husna, karena dalam aplikasi ini nasabah dengan mudah membaca jus amma dan menghapal asmaul husna setiap saat tanpa kesulitan serta pengingat waktu sholat dan hikmah-hikmah lainnya seperti waktu sedekah. Digitalisasi layanan Islami Bank Syariah Indonesia dirasakan sangat bermanfaat dan memberikan motivasi kepada nasabah untuk selalu tepat waktu saat melaksanakan solat dan membaca alquran dalam rangka meningkatkan keimanan.
“Kesejahteraan Sosial Islami” Sebuah Pemikiran Ekonomi Islam Imam Al-Ghazali Kusjuniati, Kusjuniati
Widya Balina Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v4i2.35

Abstract

AbstrakPemikiran sosioekonomi Al-Ghazali berakar dari sebuah konsep yang dia sebut sebagai fungsi kesejahteraan sosial islami. Seluruh karya Al-Ghazali memiliki konsep maslahat atau kesejahteraan sosial atau utilitas (kebaikan bersama). Imam Al-Ghazali mengidentifikasi semua masalah baik yang berupa masalih ( utilitas, manfaat ) maupun mafasid (disutilitas, kerusakan) dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan (maslahah) dari suatu masyarakat tergantung kepada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan dasar, yakni agama(al- dien), hidup atau jiwa (nafs), keluarga atau keturunan (nasl), harta atau kekayaan (mal) dan intelek atau akal (aql). Al-Ghazali menitikberatkan bahwa sesuai tuntuan wahyu, tujuan utama kehidupan umat manusia adalah untuk mencapai kebaikan di dunia dan di akhirat (maslahat al-din wa al-dunya) Kelima kebutuhan tersebut tidak akan terpenuhi dengan baik bila orientasi semua orang hanya terfokus pada kehidupan akhirat. Oleh karenanya melakukan aktivitas ekonomi merupakan sebuah keharusan bagi setiap orang bila mereka menginginkan keselamatan baik di dunia maupun akhirat. AbstractAl-Ghazali's socioeconomic thinking has its roots in a concept which he calls an Islamic social welfare function. All of Al-Ghazali's works have the concept of maslahat or social welfare or utility (the common good). Imam Al-Ghazali identified all the problems in the form of masalih (utility, benefits) and mafasid (disutility, damage) in improving social welfare. The welfare ( maslahah) of a society depends on the search and maintenance of five basic objectives, namely religion ( al-dien) , life or soul (nafs), family or offspring (nasl), wealth or wealth (mal) and intellect or reason (aql) ).Al-Ghazali emphasized that according to the revelation, the main purpose of human life is to achieve good in the world and in the hereafter (maslahat al-din wa al-duny a) These five needs will not be fulfilled properly if everyone's orientation is only focused on life hereafter. Therefore doing economic activity is a must for everyone if they want salvation both in the world and the hereafter.
Strategi dan Peran Penting Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional Kusjuniati, Kusjuniati
Widya Balina Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v5i1.55

Abstract

ABSTRAK Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan lembaga yang berfungsi sebagai katalisator perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam skala nasional maupun internasional. KNEKS diamanatkan untuk turut mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah guna mendukung ketahanan ekonomi nasional. Tugas KNEKS yaitu mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional. KNEKS memiliki Strategi yaitu Penguatan ekonomi dan keuangan syariah, Penguatan Halal Value Chain, Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Penguatan Fatwa, Regulasi dan Tata Kelola.memperkuat penyediaan iklim usaha Industri Keuangan Syariah dan Industri Halal dengan adanya kepastian hukum, proses yang mudah dan tata kelola yang baik, Penguatan ekonomi digital. Memperkuat pelaku indistri halal dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan layanan digital baik pembiayaan, pemasaran dan kapasitas produksi melalui penyediaan halal market place, pembentukan incubator start-up dan sistem informasi terintegrasi untuk traceability produk halal, Penguatan Literasi SDM, Riset dan Pengembangan. Memperkuat kesadaran publik mengenai konsep ekonomi syariah menuju penyediaan SDM yang berkualitas dan berkompetensi tinggi untuk mampu bersaing dan berinovasi melalui riset dan pengembangan. ABSTRACT The National Committee for Sharia Economics and Finance (KNEKS) is an institution that functions as a catalyst for economic and sharia financial development on a national and international scale. The KNEKS is mandated to help encourage the development of the economy and Islamic finance to support national economic resilience. The task of the KNEKS is to accelerate, expand and advance the development of Islamic economics and finance in order to strengthen national economic resilience. KNEKS has Strategies namely Strengthening Islamic economic and finance, Strengthening Halal Value Chain, Strengthening Micro and Small and Medium Enterprises (UMKM), Strengthening Fatwa, Regulations and Governance. Strengthening the provision of the business climate of the Sharia Finance Industry, Industry and Halal Industry with legal certainty, easy and good governance, Strengthening the digital economy. Strengthening halal industry players by utilizing and optimizing digital services in financing, marketing and production capacity through the provision of halal market places, the establishment of start-up incubators and integrated information systems for halal product traceability, Strengthening HR Literacy, Research and Development. Strengthening public awareness about the concept of Islamic economics towards the provision of high quality and highly competent human resources to be able to compete and innovate through research and development.
Peran Lembaga Keuangan Syariah Terhadap UMKM yang Terdampak Pandemi COVID 19 di Indonesia Kusjuniati, Kusjuniati
Widya Balina Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v5i2.58

Abstract

The period of the Covid-19 pandemic had a huge impact on public health around the world and a very heavy economic impact on various countries in the world including Indonesia. Almost all community economic activities were affected by this pandemic which caused company operations and other community economic operations to stop. Including UMKM activities in Indonesia which have experienced a downturn due to the Covid-19 pandemic. UMKM, which are people's economic activities, have contributed much to the Gross Domestic Product, which is 60.3% of the total GDP. UMKM absorb 97% of the workforce from 99% of the total employment. Therefore, to revive UMKM during the Covid-19 pandemic, it is hoped that the role of Sharia Financial Institutions (LKS) for UMKM so that they can return to carrying out economic activities throughout Indonesia. LKS that play a role in generating UMKM activities are Sharia Banking, Baitul Maal wat Tamwil and Baznas. ABSTRAK Masa pandemic covid-19 memberikan dampak yang begitu besar pada kesehatan masyarakat seluruh dunia dan dampak perekonomian yang sangat berat pada berbagai Negara di dunia termasuk Indonesia. Hampir semua kegiatan ekonomi masyarakat terkena dampak pandemi ini yang menyebabkan operasional perusahaan dan operasional ekonomi masyarakat lainnya terhenti. Termasuk kegiatan UMKM di Indonesia yang mengalami keterpurukan akibat pandemi covid-19. UMKM yang merupakan kegiatan ekonomi rakyat memberikan kontribusi tidak sedikit pada Produc Domestik Bruto yaitu sebesar 60,3% dari total PDB. UMKM menyerap 97% tenaga kerja dari jumlah 99% total lapangan kerja. Oleh karena itu untuk kembali membangkitkan UMKM dimasa pandemi covid-19 diharapkan peran Lembaga Keuangan Syariah (LKS) terhadap UMKM agar bisa kembali menjalankan kegiatan perekonomian di seluruh wilayah Indonesia. LKS yang berperan dalam membangkitkan kegiatan UMKM adalah Perbankan Syariah, Baitul Maal wat Tamwil dan Baznas.
Pemberdayaan Potensi Ekonomi Warga Minoritas Muslim Banjar Angansari Desa Kutuh Kintamani Kabupaten Bangli Bali Kusjuniati, Kusjuniati
Widya Balina Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v6i11.77

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan ekonomi masyarakat diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri dengan cara mengelolah sumberdaya apa saja yang dikuasainya, dalam rangka memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila masyarakat itu sendiri ikut pula berpartisipasi. Pemberdayaan diarahkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat secara produktif sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi dan pendapatan yang lebih layak. Hasil pemberdayaan ekonomi warga banjar Angansari, yaitu dari hasil usaha tani dan ternak, pengadaan homeindustri sebagai usaha sampingan dan penunjang menambah pendapatan keluarga serta pengadaan koperasi syariah sebagai sarana pendanaan usaha bagi warga banjar Angansari yang membutuhkan modal dalam rangka membuka usaha. Dengan adanya pemberdayaan potensi ekonomi diharapkan warga banjar Angansari memiliki peningkatan dalam pendapatan dan bersiap menyongsong pembukaan sektor pariwisata desa Kutuh Kintamani Bangli. ABSTRACT Community economic empowerment is defined as economic activities that are carried out independently by the community itself by managing whatever resources they control, in order to meet their basic needs and that of their families. Community empowerment can only occur if the community itself also participates. Empowerment is directed at improving the community's economy productively so that it is able to produce high added value and more decent income. The results of the economic empowerment of Banjar Angansari residents, namely from the results of farming and livestock, procurement of home industry as a side business and support to increase family income and the provision of sharia cooperatives as a means of business funding for Banjar Angansari residents who need capital in order to open a business. With the empowerment of economic potential, it is hoped that the residents of Banjar Angansari have an increase in income and are ready to welcome the opening of the tourism sector in Kutuh Kintamani Bangli village.
Strategi Program Kencleng Upaya Memberikan Edukasi Kepada Anak-Anak untuk Gemar Bersedekah di BAZNAS Kota Denpasar Kusjuniati, Kusjuniati
Widya Balina Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v6i12.98

Abstract

Baznas Kota Denpasar memiliki berbagai upaya dalam melakukan penghimpunan dananya seperti penghimpunan dana melalui system transfer bank, penerimaan secara langsung tunai ke kantor Baznas dan berbagai UPZ yang yang telah dibentuk oleh Baznas kota Denpasar juga dengan menggunakan sistem kencleng yang didistribusikan ke sekolah-sekolah islam di kota Denpasar seperti MI, MTS, MA dan SMK Islam dan TPQ lainnya. Program sistem kencleng diutamakan untuk anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah islam tersebut dalam rangka untuk mendidik anak-anak berinfak dan bersedekah untuk sesamanya yang membutuhkan.Program kencleng ini bertujuan untuk mendidik anak-anak belajar berinfaq dan sedekah sejak usia dini. Selain itu, dengan adanya program ini mengajarkan anak-anak agar memiliki rasa peduli terhadap orang lain, belajar ikhlas dan bisa mengatur keuangannya.
UMKM Indonesia Menuju Industri Halal Dan Go Digital Dalam Memasuki Pasar Global Kusjuniati, Kusjuniati
Widya Balina Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v7i2.152

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah pertama tentang sertifikasi halal dimana pada tahun 2024 seluruh UMKM di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal dan go digital dalam operasional usahanya. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui jumlah UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal dan telah go digital. Metodologi penulisan menggunakan pendekatan kualitatif. Melalui penelitian kualitatif ini dimungkinkan untuk diperoleh pemahaman tentang kenyataan melalui proses berpikir induktif. Pemerintah berharap Indonesia bangkit ekonominya dengan mendorong UMKM untuk memberikan keyakinan pada konsumen dalam negeri maupun luar negeri dalam memproduksi produk-produk halal yang diharapkan makin meningkat dan menjadi yang terbesar di dunia menembus pasar dunia. Tujuan pemberian sertifikasi halal pada produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM adalah agar UMKM Indonesia bisa bersaing di pasar global. Digitalisasi memberikan peluang untuk mempertahankan kelangsungan UMKM, dengan membuka pasar baru. Bila UMKM sudah go digital maka akan memiliki daya saing yang tinggi untuk memasuki pasar global.
Implementasi Ta’zir Pada Pembiayaan Ijarah Al Muntahiya Bit Tamlik (IMBT) Di Bank Danamon Syariah Kantor Cabang Gunung Agung Denpasar Kusjuniati, Kusjuniati; Jekti, Dyah Soelistya
Widya Balina Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v8i1.257

Abstract

Pembiayaan dengan akad Ijarah Al Muntahiya Bit Tamlik tentunya tidak terlepas dari risiko-risiko yang akan timbul yakni pembiayaan bermasalah atau penundaan pembayaran yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak bank. Agar Bank tidak mengalami kerugian secara terus menerus dan nasabah membayar angsuran sesuai dengan kesepakatan disaat awal akad pihak bank melakukan berbagai strategi dan kebijakan untuk menghindari adanya wanprestasi dari para nasabah. Nasabah yang melakukan wanprestasi seperti menunda-nunda angsuran pembiayaan yang sebenarnya mampu untuk membayarnya maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan fatwa DSN-MUI No.17 Tahun 2000 yaitu dengan sanksi Ta’zir. Bank Danamon Syariah Cabang Denpasar telah mengimplementasikan Ta’zir tersebut terhadap nasabahnya yang melakukan penundaan pembayaran angsuran terutama pada pembiayaan Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik. Pembiayaan Ijarah Al Muntahiya Bit Tamlik pada bank tersebut merupakan pembiayaan sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan barang atau sejenis perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnya akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang.
Dinamika Mualaf dalam Proses Asimilasi di Lingkungan Minoritas Muslim di Denpasar Bali (Komunitas Mualaf di Genta Mualaf Indonesia) Fredyarini, Novena Ade; Kusjuniati, Kusjuniati
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.357

Abstract

Mualaf is someone who converts religion and needs guidance and guidance about Islam in the role of kaffah. In the holistic aspect, Denpasar residents with a Hindu majority make limited space for movement and activities for Muslim citizens. During the pandemic, the existence of Mualaf community was seen in one of the Muallaf in Denpasar, namely GMI (Genta Mualaf Indonesia). Based on the process of activities carried out by GMI in Denpasar, it can be formulated in the focus of the research, namely, how are the dynamics of Mualaf in the process of assimilation in the Muslim minority environment? The aim of knowledge and explain the process of assimilation of Mualaf to Islam at GMI Denpasar. This research uses qualitative research methods with descriptive qualitative and interpretive research types. The data collection technique was purposive sampling, namely members of the Denpasar GMI community. Through this research, it is possible that it can provide references and contributions to communities and other areas during the pandemic. As an effort to embrace and foster Mualaf to remain in existence in live a new life through religious moderation.
Analisis Pengelolaan Zakat Profesi dalam Meningkatkan Loyalitas Muzakki di BAZNAS Kota Denpasar Armiati, Armiati; Kusjuniati, Kusjuniati; Kurniawati, Kurniawati
Maisyatuna Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Maisyatuna
Publisher : STAI Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/mt.v1i1.83

Abstract

Dalam pengelolaan zakat profesi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terutama dalam menghimpun dan menyalurkan zakat profesi tentu yang menjadi tujuan utama adalah terciptanya pemerataan dan kemaslahatan umat. Meningkatkan kepuasan serta komitmen muzakki dapat mempertahankan kepercayaan dan loyalitas muzakki berzakat sehingga terciptanya kesadaran untuk senantiasa menyisihkan sebagian harta untuk memberdayakan golongan tidak mampu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pengelolaan zakat profesi dalam meningkatkan loyalitas muzakki di Baznas Kota Denpasar. 2) Tingkat loyalitas muzakki di Baznas kota Denpasar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari 12 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data yang diperoleh berdasarkan fakta dan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Analisis pengelolaan zakat profesi Baznas Kota Denpasar dalam hal ini menggunakan langkah-langkah yaitu perencanaan, berkaitan dalam menetapkan, merumuskan, mengidentifikasi, dan mengembangkan. Pengorganisasian, dalam hal ini menggunakan persepsi dan sikap yang diharapkan dapat memaksimalkan tujuan pengelolaan. Pelaksanaan, berkaitan dengan kinerja pengelola zakat yang selama ini menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengawasan, berkaitan dengan kondisi pengelolaan zakat profesi yang masih stabil. (2) Tingkat loyalitas muzakki ditinjau dari kepuasan, komitmen, serta kesukaan produk muzakki dapat dinilai dari besarnya pernyataan rasa puas dan bentuk kepedulian muzakki terhadap sesama dalam berzakat di Baznas Kota Denpasar ABSTRACTIn the management of professional zakat starting from planning, organizing, implementing, and supervising, especially in collecting and distributing professional zakat, of course the main goal is the creation of equality and the benefit of the people. Increasing the satisfaction and commitment of muzakki can maintain the trust and loyalty of muzakki to tithe so as to create awareness to always set aside some of the assets to empower the poor. The research objectives were to determine: 1) Management of professional zakat in increasing muzakki loyalty at Baznas Denpasar City. 2) The level of muzakki loyalty at Baznas Denpasar city. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. The informants consisted of 12 people who were selected using a purposive technique. Collecting data obtained based on facts and data through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results obtained: (1) Analysis of the professional zakat management of Baznas Denpasar City in this case uses the steps, namely planning, related to determining, formulating, identifying, and developing. Organizing, in this case using perceptions and attitudes which are expected to maximize management objectives. Implementation, related to the performance of zakat managers who have been using Standard Operating Procedures (SOP). Supervision, related to the condition of professional zakat management which is still stable. (2) The level of muzakki loyalty in terms of satisfaction, commitment, and liking of muzakki products can be assessed from the magnitude of the statement of satisfaction and the form of muzakki's concern for others in tithing at Baznas Denpasar City.