Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of guazuma ulmifolia lamk. extract on interleukin-1 and interleukin-2 levels as immunomodulatory agent candidates Sihombing, Yanna Rotua; Marbun, Romauli Anna Teresia; S, Aminah.; Siska, Fitri
Science Midwifery Vol 12 No 4 (2024): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i4.1714

Abstract

The incidence of infections that attack the body's immunity is a major problem in various Country. In 2019, Indonesia was shocked by the occurrence of Coronavirus infection that requires an immediate therapeutic approach. The infection attacks the body's immunity in biological and physiologically there are defense mechanisms that can protect body. Indonesia has abundant biodiversity and become an opportunity in the exploration of natural medicinal ingredients. Guazuma ulmifolia Lamk. is a type of plant and a parasite that is widely found in the highlands and is widely found in Janji Maria Village, North Tapanuli Regency Traditionally, it used for overweight, cholesterol, cancer therapy by boiling and drink it. This study purpose to analyze the activity of extract on IL-1 and IL-2 levels using male rats as test animals by the enzyme-linked immunosorbent assay. The method used is experimentally by measuring IL-1 and IL-2 levels in serum isolated from blood rats that have been given Guazuma ulmifolia Lamk. extract. Guazuma ulmifolia Lamk. extract at doses of 50, 100, 200, and 400 mg/kgBW and quercetin as a marker agent. The levels of IL-1 and IL-2 also increased following treatment with Guazuma ulmifolia Lamk. Extract and quercetin in both groups as compared to the negative control group. The extract at dose of 400 mg/kg BW and quercetin showed higher immunostimulatory activity than levamisole as a positive control. It was concluded that Guazuma ulmifolia Lamk. exhibit immunomodulatory activity, acting as immunostimulatory agent and has potential to be developed as a therapeutic agent.
Sosialisasi dan Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Mahasiswa Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Marbun, Romauli Anna Teresia; Sihombing, Yanna Rotua; Dalimunthe, Juliana; Wahyuni, Siti; Situmorang, Novidawati Br
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v5i1.5992

Abstract

Hipertensi didefinisikan dengan tekanan darah lebih dari atau sama dengan 130/80 mmHg. Sekitar 80-95% kasus mengalami hipertensi esensial, sehingga tidak ada penyebab spesifiknya. Keadaan hipertensi biasanya hanya memunculkan sedikit gejala juga seringkali luput dari perhatian, sehingga dapat memicu penyakit lain, contohnya gagal jantung, hipertrofi ventrikel kiri, stroke, penyakit ginjal stadium akhir, hingga kematian. Peran mahasiswa kesehatan khususnya farmasi dapat menjadi penyaluran informasi pada keluarga mengenai bahaya hipertensi dan cara penanganannya melalui pemberian obat. Metode pengabdian yang dilakukan dalam bentuk Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait penggunaan obat antihipertensi. Sosialisasi dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi kepada peserta dilaksanakan secara online dengan menggunakan zoom meeting. Sebelum pemaparan materi dilakukan pretest terlebih dahulu. Setelah selesai pemaparan materi, para peserta diberikan posttest untuk mengetahui pengetahuan peserta atas materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2023 pukul 09.00-12.00 WIB. Peserta kegiatan aktif dalam diskusi dan memberikan pertanyaan. Hasil posttest menunjukkan bahwa pemahaman dan peningkatan pengetahuan mahasiwa terkait penggunaan obat antihipertensi sudah baik yang terlihat dari peningkatan poin dari pretest sebelumnya. Secara khusus mahasiswa farmasi yang spesifik belajar terapi hipertensi menjadi lebih mendalami kendala yang didapat oleh masyarakat. Perlu adanya kegiatan-kegiatan serupa yang rutin dilakukan untuk mencegah kesalahan penggunaan obat antihipertensi