Nuraida, Nia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN PENCAK SILAT UNTUK ANAK USIA DINI (Studi Kasus di Paguron Pencak Silat Galura Panglipur Bandung) Nuraida, Nia
Tunas Siliwangi Vol 2 No 1 (2016): VOL 2 NO 1, APRIL 2016
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v2i1p59-77.309

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter untuk anak usia dini melalui pendidikan pencak silat mengingat kian maraknya fenomena negatif yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari pada anak, dapat dijumpai kasus-kasus kekerasan pada anak yang salah satunya terjadi karena anak terlalu lemah serta tidak memiliki keberanian untuk sekedar melindungi dirinya dan melalakukan perlawanan ketika menerima kekerasan, maka dari itu anak perlu dibekali suatu keterampilan untuk melindungi dirinya, diharapkan dengan pencak silat anak dapat memiliki karakter “taqwa, tangguh, trengginas, tanggap dan tanggon”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pendidikan pencak silat, implementasi program pendidikan pencak silat, proses penilaian, profil nilai karakter serta kendala yang dihadapi dalam menerapkan pencak silat untuk anak usia dini di Paguron Pencak Silat Galura Panglipur Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, karena peneliti ingin mendeskripsikan dan menggambarkan kondisi nyata program pendidikan pencak silat di Paguron Galura Panglipur. Sumber data yakni adalah anak-anak usia dini yang dibawah umur delapan tahun, Ketua Paguron, pelatih, orangtua anak usia dini. Data penelitian berupa data deskriptif yang diperoleh melalui observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis untuk selanjutnya dikaji berdasarkan teori, dan kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan: (1) Perencanaan program pendidikan pencak silat ditujukan untuk mengembangkan lima nilai karakter, (2) Implementasi pendidikan pencak silat mencakup pemberian empat jurus ibingan yakni jurus ibingan tepak tilu, jurus pareredan, jurus padungdung dan jurus ibingan tepak dua, (3) Penilaian pencak silat yang mengandung tiga unsur yakni “wiraga, wirahma dan wirasa”, (4) Profil nilai karakter yang dikembangkan di Paguron Galura Panglipur yakni “taqwa, tangguh, trengginas, tanggap dan tanggon”, dan (5) Kendala yang dihadapi oleh pelatih yakni media pembelajaran dan konsentrasi anak usia dini dalam pencak silat yang sering terganggu. Rekomendasi diberikan kepada: (1) Ketua dan pelatih di Paguron Galura Panglipur Bandung, (2) Program studi Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Pascasarjana UPI, (3) Orang tua yang hendak membekali anaknya dengan pendidikan pencak silat, (4) Bagi penelitian lain yang berkenaan dengan pengembangan nilai karakter melalui pendidikan pencak silat.Keywords: pendidikan pencak silat untuk anak usia dini, pengembangan nilai-nilai karakter. 
STRATEGI KOMUNIKASI ORANG DEWASA DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Nurunnisa, Euis Cici; Nuraida, Nia; Kamila, Indrawati Noor
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 9 No 1 (2025): Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam, Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Komunikasi adalah aspek krusial dalam interaksi manusia, dengan peran penting dalam keluarga sebagai konteks awal. Artikel ini membahas bagaimana komunikasi mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak usia dini, dengan fokus pada teori Piaget dan Vygotsky mengenai perkembangan kognitif dan sosial anak. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, menganalisis literatur terkait komunikasi efektif dalam mendukung perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif antara orang dewasa dan anak, termasuk melalui komunikasi positif, sangat penting untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional anak. Komunikasi positif melibatkan keterbukaan, empati, penguatan positif, dan pengelolaan konflik yang bijaksana. Artikel ini menegaskan pentingnya penerapan strategi komunikasi yang tepat dan peran aktif orang tua dan pendidik dalam mendukung perkembangan anak sesuai dengan standar pendidikan yang ada. Keywords: Strategi komunikasi, Perkembangan sosial emosional, anak usia dini. Abstract: Communication is a crucial aspect of human interaction, with an important role in the family as the initial context. This article discusses how communication influences the social and emotional development of early childhood, with a focus on Piaget's and Vygotsky's theories regarding children's cognitive and social development. This research adopts a qualitative method with a descriptive analytical approach, analyzing literature related to effective communication in supporting children's development. The research results show that effective communication between adults and children, including through positive communication, is very important for developing children's social and emotional skills. Positive communication involves openness, empathy, positive reinforcement, and tactful management of conflict. This article emphasizes the importance of implementing appropriate communication strategies and the active role of parents and educators in supporting children's development in accordance with existing educational standards. Keywords: Communication strategies, social emotional development, early childhood.
Kolaborasi Guru-Orang Tua di RA Al-Manshuriyah: Menelisik Bentuk, Kendala, dan Potensi Penguatan Dukungan Perkembangan Anak Usia Dini Nurhasanah, Santi; Rodiah, Iis; Nuraida, Nia
Addabani: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2026): ADDABANI: Interdisciplinary Journal of Islamic Education
Publisher : Muttaqien Publsihing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR.KH.EZ.Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/adb.03.2.02

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) plays a fundamental role in shaping an individual's holistic development, encompassing cognitive, physical-motor, socio-emotional, language, and character and moral values. The success of PAUD relies heavily on the synergy between two key ecosystems: the family and the educational institution. However, in practice, collaboration between these two parties often faces challenges, such as role perception gaps and suboptimal communication, which can hinder a child's development. The Independent Curriculum policy increasingly emphasizes the active role of families, but its implementation remains hampered by parents' limited time and a vague understanding of the partnership's scope. This study aims to explore and analyze in depth the dynamics of the teacher-parent partnership at RA Al-Manshuriyah. Using a qualitative case study design, the research involved in-depth interviews with teachers, parents, and the principal, as well as participant observation and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The research findings are expected to map the forms of collaboration implemented, identify stakeholders' perceptions of their effectiveness and benefits, and uncover the driving factors and obstacles encountered. The results of this study are expected to provide concrete recommendations to strengthen synergistic, sustainable partnerships that support optimal early childhood development at RA Al-Manshuriyah and similar institutions.