Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA AWILA KECAMATAN MOLAWE DALAM BENTUK PEMERIKSAAN URINE RUTIN SERTA PELATIHAN PEMBUATAN JUS ALBEDO SEMANGKA SEBAGAI AGEN DETOKSIFIKASI GINJAL Orno, Theosobia Grace; Usman, Julianti Isma Sari; Atmaja, Ratih Feraritra Danu; Yuniarty, Tuty; Hasan, Aswiro; Sarita, Sultina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1487

Abstract

Kemandirian masyarakat merupakan salah satu tujuan program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan. Desa Awila merupakan salah satu desa di Kecamatan  Molawe Kabupaten Konawe Utara yang memiliki masalah pada kesehatan ginjal. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan urine rutin sebagai pemeriksaan laboratorium dasar fungsi ginjal, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta melatih masyarakat untuk secara mandiri membuat dan mengonsumsi jus albedo semangka yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus ginjal. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terdapat beberapa parameter pemeriksaan urine rutin yang abnormal diantaranya proteinuria sebanyak 69%, leukosituria dengan persentase 44%, hematuria dan glukosuria berturut-turut sebesar14% dan 6%. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat pasca edukasi sebesar 92% disertai komitmen masyarakat untuk secara mandiri menerapkan pola konsumsi jus albedo semangka sehari-hari.  
Profil Bakteri Proteus sp., Klebsiella sp., Dan Streptococcus sp., Yang Diisolasi Dari Penderita Ulkus Diabetikum Yuniarty, Tuty; Naningsih, Hasmia; Yunus, Reni; Orno, Theosobia Grace; Putra, Ahmat Rediansya; Citranti, Elvia
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1784

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronik diabetes melitus yang rentan terhadap infeksi polimikroba. Tujuan: Mengidentifikasi profil bakteri Proteus sp., Klebsiella sp., dan Streptococcus sp. dari penderita ulkus diabetikum. Metode: Desain deskriptif observasional, potong lintang, pada 20 sampel swab ulkus diabetikum di RSUD Bahteramas, Sulawesi Tenggara. Identifikasi bakteri melalui kultur Brain Heart Infusion Broth (BHIB), MacConkey Agar (MCA), Blood Agar Plate (BAP), uji biokimia (IMViC, TSIA, katalase) dan pewarnaan Gram. Hasil: Seluruh sampel (100%) menunjukkan pertumbuhan bakteri pada BHIB. Tiga genus yang berhasil diidentifikasi: Proteus sp. (30%, n=6), Klebsiella sp. (30%, n=6), dan Streptococcus sp. (40%, n=8). Bakteri Gram-negatif mendominasi 60% (13/20 isolat). Kesimpulan: Infeksi ulkus diabetikum bersifat polimikroba dengan dominasi Gram-negatif. Identifikasi bakteri akurat esensial untuk terapi antimikroba rasional dan pencegahan komplikasi Saran: Disarankan setiap laboratorium klinik melakukan kultur dan uji resistensi antibiotik secara rutin
Edukasi dan Deteksi Dini Sindrom Metabolik pada Masyarakat Desa Waai Kecamatan Salahutu Orno, Theosobia Grace; Madiuw, Devita; Siauta, Viere Allanled
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.720

Abstract

Sindrom metabolik merupakan suatu kelainan metabolik yang secara kompleks meliputi melainan metabolism karbohidrat, lipid dan protein yang diketahui menjadi penyebab utama penyakit diabetes melitus, hipertensi serta penyakit jantung koroner. Desa Waai Kecamatan Salahutu merupakan salah satu desa dengan kasus sindrom metabolik yang tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sindrom metabolik dengan metode ceramah dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya sindrom metabolik yaitu pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan pemeriksaan kadar trigliserida dengan metode Point of Care Testing. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat  tentang sindrom metabolik. Terdapat 29 dari 50 peserta (58%) yang mengalami sindrom metabolik dengan rerata tekanan darah 148/94 mmHg, rerata kadar glukosa darah puasa sebesar 158 mg/dL, dan rerata kadar trigliserida sebesar 198 mg/dL. Diharapkan adanya perhatian secara serius oleh tenaga kesehatan setempat maupun pihak-pihak terkait untuk terus melakukan edukasi dan upaya preventif demi pencegahan komplikasi sindrom metabolik.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Anduonohu Tentang Vaksinasi COVID-19 Menyambut Adaptasi New Normal Rosanty, Anita; Orno, Theosobia Grace; Yuniarty, Tuty
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.803

Abstract

Covid-19 merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem pernapasan, diketahui disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang masih terus berjuang untuk mengatasi pandemi COVID-19, salah satunya dengan pengembangan platform vaksin dan pelaksanaan program vaksinasi sebagai upaya pembentukan kekebalan kelompok/ herd immunity agar masyarakat dapat beraktifitas seperti biasanya/ new normal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia terkait program vaksinasi COVID-19. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan jumlah peserta yang ikut serta dalam kegiatan sebanyak 32 orang. Kategori umur terdistribusi merata antara 30-70 tahun, peserta berjenis kelamin laki-laki sebanyak 12 orang (37%) dan perempuan sebanyak 20 orang (63%). Adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi COVID-19 sebesar 79%. Besar harapan kami semoga dengan adanya program ini, semakin banyak masyarakat yang bersedia untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19 sebagai bentuk persiapan memasuki adaptasi new normal.
INVITRO CITOTOXICITY ASSAYS OF SEAGRASS (Enhalus acoroides) METHANOL EXTRACT FROM SOROPIA COASTAL WATERS SOUTHEAST SULAWESI REGENCY Orno, Theosobia Grace; Rantesalu, Agnes
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1 (2020): Laboratory Examinations Support in Medical Toxicology
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v2i1.1463

Abstract

The studies analysing the use of natural ingredients as an alternative treatment in the field of pharmacology are developing very rapidly. One of researches that is quite promising in the pharmaceutical industry is the application of marine materials. Marine materials that are frequently used consist of shellfish, algae, sponges and seagrass. Several studies on toxicity tests have shown that the methanol extract of seagrass (from species Enhalus acoroides) is more toxic than the other seagrass family. This study aims to test the toxicity level of Seagrass (E. acoroides) extract from Soropia coastal waters. The research method in this study was an experimental laboratory using E. acoroides Seagrass as a sample that was obtained from Soropia Coast, Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. The sample was extracted using methanol as a solvent by macerating it and was tested for its toxicity using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Toxicity test results showed that the samples with a concentration of 10 ppm, 100 ppm and 1000 ppm in leaves extracts produced an LC50 value of 404.88 ppm, while the stem and root extracts has a value of LC50 >1000 ppm. The test was continued with higher concentration of leaves extracts consisted of 250 ppm, 500 ppm, and 1000 ppm. The toxicity test showed an LC50 value of 0.7309; which means that it was very toxic. The methanol extract of Seagrass (E. Acoroides) is potential to be used for further analysis and anticancer formulations.
Analysis of Urine Podocalyxin in Type 2 Diabetes Mellitus Subjects With and Without Diabetic Nephropathy Pelu, Jusni Ekasari; Kurniawan, Liong Boy; Widaningsih, Yuyun; Zainuddin, Alfian; Umar, Husaini; Nurahmi, Nurahmi; Orno, Theosobia Grace
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 5 No 1 (2023): Step up to strengthen the laboratory system and prepare for patients care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v5i1.3933

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is the most common cause of diabetes, consist from about 85% of cases. Diabetic nephropathy is a complication of diabetes mellitus in the kidneys which can end up as kidney failure. Podocalyxin (PDX) is a protein expressed in kidney podocytes that is involved in various cancers, and is also essential for kidney development. The research design was carried out using observational and cross-sectional analytic methods with total participants of 25 DM with diabetic nephropathy and 25 DM without diabetic nephropathy with a purposive probability sampling technique. This research conducted at the Endocrine Polyclinic, Clinical Pathology Laboratory, Hasanuddin University Medical Research Center (HUM-RC) Laboratory, Hasanuddin University Hospital, Makassar. The results showed that the urinary PDX level in DM subjects with nephropathy were 1.160 ng/mL and DM without nephropathy were 0.167 ng/mL (p<0.001), the urine albumin/creatinine ratio (ACR) of DM subjects with nephropathy were 644.74 mg/ g and DM without nephropathy of 10.071 mg/g (p<0.001) and the correlation test results of urine PDX and urine ACR in DM subjects with nephropathy (r=0.510; p=0.001). This study concluded that there was a significant difference between urinary PDX in DM with and without diabetic nephropathy, there was a significant difference between urine ACR levels in DM with and without diabetic nephropathy, and there was a relationship between urinary PDX levels and urine ACR in DM subjects with diabetic nephropathy.