Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Gambaran Perbandingan Paparan Air Conditioner Terhadap Gejala Rhinitis Alergi Pada Ruang Skill Lab Dibandigkan Dengan Ruang Kelas Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Marison, Cathlya Hayati; Wardhana, Arroyan; Rahmi, Hastuti; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4803

Abstract

Rhinitis alergi adalah inflamasi mukosa hidung akibat reaksi terhadap alergen, dengan gejala seperti hidung tersumbat, hidung berair, dan hidung gatal. Penggunaan air conditioner (AC) dapat memengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan memicu gejala ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan gejala rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022 yang terpapar AC di ruang skill lab dan ruang kelas. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 73 mahasiswa, dipilih melalui simple random sampling, menjadi responden dengan kriteria inklusi kesediaan mengisi kuesioner dan memiliki gejala rhinitis akibat paparan AC. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, setelah uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan frekuensi gejala rhinitis, seperti hidung tersumbat, hidung berair, dan hidung gatal, di ruang skill lab dan ruang kelas. Namun, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,811). Sebagian besar responden mengalami gejala dalam waktu kurang dari 30 menit setelah memasuki ruangan ber-AC. Selain itu, mayoritas responden (70,8%) tidak memiliki alergi terhadap udara dingin, mengindikasikan faktor lain seperti durasi paparan dan kualitas udara mungkin turut memengaruhi gejala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan AC di kedua ruang tidak secara signifikan memengaruhi perbedaan gejala rhinitis alergi pada mahasiswa. Hasil ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan ber-AC untuk meminimalkan risiko alergi dan memberikan dasar bagi penelitian lebih lanjut tentang kualitas udara dalam ruangan serta strategi mitigasi risiko kesehatan.
Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Saidina, Azwa Auziah; Wardhana, Arroyan; Arsyad, Muhammad; Rahmi, Astuti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4802

Abstract

Rhinitis alergi adalah peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi yang yang selain menimbulkan gejala pada hidung juga mempengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi rhinitis alergi dan hubungannya dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional dengan total sampel 73 mahasiswa dengan data penelitian menggunakan data primer melalui kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data penentuan prevalensi rhinitis alergi menggunakan kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS), ditemukan bahwa mayoritas responden mengalami rhinitis alergi derajat ringan dengan jumlah 187 orang (67.5%). Sementara itu, 66 orang (23.8%) mengalami derajat sedang, dan 24 orang (8.7%) berada pada derajat berat. Sebanyak 265 orang (95.7%) mempunyai kualitas tidur yang buruk dan Berdasarkan hasil analisa bivariat, tidak ada responden 0 (0%) yang memiliki kualitas tidur baik dan mengalami rhinitis alergi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang sigifikan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022.