Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN TEKNIK DASAR PENGELASAN PEMBUATAN PAGAR DI DESA LENGKONG KULON TANGERANG Zulziar, Marjuki; Muhlisin, Iip; Wibowo, Prio
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 1 No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/.v1i1.9822

Abstract

ABSTRACT This service is used as a reference for the implementation of entrepreneurship training programs in various formal and non-formal institutions. Also optimally useful for the management of entrepreneurial training programs. used a design model adopted from the research and development model. Pengadian was started with the preliminary investigation research and design stage, namely preliminary research to find out the problems that arise in the field related to entrepreneurship training for Pemuda Karang Taruna, Lengkong Kulon Village. Statistics 2018 Data Banten's proportion is in the first place at 8.52%. shows that the appropriate entrepreneurship training model for Youth Youth Organization, Lengkong Kulon Village is to increase income around the capital city buffer village. Furthermore, we chose basic welding training as the right thing to support new entrepreneurs supporting BUMD. After doing the service by doing direct training and practice of basic welding techniques, the level of understanding and skills beginning with holding a diagnostic test with ten questions has increased from 35% to 96%. This is an achievement that is considered satisfactory, so that in the future they already have provisions as new entrepreneurs in Lengkong Kulon Village, Pagedangan District, Kab. Tangerang.mekukan tes diagnostik dengan sepuluh pertanyaan mengalami peningkatan dari 35% menjadi 96 %. Hal ini merupakan capaian yang diangkap memuaskan, sehingga kedepan Mereka sudah memilik bekal sebagai wirausaha baru yang ada di Desa Lengkong Kulon Kecamatan Pagedangan Kab. Tangerang. Keywords: Entrepreneurship, Youth Organization, Las, Urban Communities, and Training  ABSTRAK Pengabdian ini digunakan sebagai acuan pelaksanaan pelatihan program kewirausahaan di berbagai institusi formal maupun non formal. Juga bermanfaat secara optimal bagi manajemen program pelatihan kewirausahaan. digunakan model desain yang diadopsi dari model research and development, Pengadian di  diawali dengan tahap preliminary investigationresearch anddesign yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui masalah-masalah yang muncul di lapangan berkaitan dengan pelatihan kewirausahaan untuk Pemuda Karang Taruna, Desa Lengkong Kulon. Data Statistik 2018 Proponsi Banten berada pada urutan pertama sebesar 8.52 %.  menunjukan bahwa model pelatihan kewirausahaan untuk Pemuda Karang Taruna, Desa Lengkong Kulon yang tepat adalah dengan mengingkatkan penghasilan di sekitar Desa penyanggah ibu kota. Selanjutnya, kami memilih Pelatihan dasar pengelasan adalah hal yang sangat tepat untuk mendukung wirausaha baru pendukung BUMD. Setelah dilakukan Pengabdian dengan melakukan penyuluhan dan Praktek langsung teknik dasar pengelasan, tinggkat pemahaman serta skill diawal dengan mekukan tes diagnostik dengan sepuluh pertanyaan mengalami peningkatan dari 35% menjadi 96 %. Hal ini merupakan capaian yang dianggap memuaskan, sehingga kedepan Mereka sudah memiliki bekal sebagai wirausaha baru yang ada di Desa Lengkong Kulon Kecamatan Pagedangan Kab. Tangerang. Kata-kata Kunci: Wirausaha, Karang taruna, Las, Masyarakat Urban, dan Pelatihan
MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI DO IT CHOCOLATE DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALISYS) DI CV. SAMUDRA AL FATH Ramdani, Danil; Chandra, Adi; Muhlisin, Iip
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2022): TEKNOLOGI : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samudra Al fath yang merupakan perusahaan produksi pembuatan coklat sering nya terjadi kegagalan proses produksi pada pembuatan coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan defect Do It Chocolate di CV. Samudra Al Fath. dengan ini perlunya menerapkan metode agar proses produksi berjalan sesuai dengan keinginan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya defect melalui metode Seven Tools agar dapat mendeskripsikan usulan rencana perbaikan. Dari hasil analisa dengan menggunakan metode Seven Tools yang terdiri dari lembar periksa (chek sheet), histogram, diagram pareto, peta kendali, peta diagram sebab akibat (fishbone) untuk mengetahui penyebab cacat agar dapat diusulkan melalui metode FMEA perbaikan untuk menurunkan kecacatan expire baku do it chocolate di CV. Samudra Alfath yaitu memperbaiki SOP yang dibuat sesuai observasi di lapangan, kepekaan terhadap perawatan mandiri pada setiap mesin agar terbaca oleh operator, pengawasan terhadap operator secara maksimal dan untuk FMEA yang meliputi perbaikan untuk penggunaan mesin kurang optimal, cara persettingan kedisiplinan dan kemampuan operator(.Faktor manusia),dan untuk memenuhi spesifikasi produk (Faktor Material).
ANALISIS PERENCANAAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK CUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI CV. TIRTA SASMITA Yusuf, Dede; Shobur, Muhammad; Muhlisin, Iip
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2023): TEKNOLOGI : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Requirement Planning (MRP) adalah satu metode yang digunakan untuk mengendalikan ketersediaan perencanaan bahan baku pada suatu produk. MRP merupakan teknik perencanaan dan penjadwalan persediaan yang lebih baik pada sebuah unit produk yang dihasilkan. Permasalahan pada CV. Tirta Sasmita produksi Cup telah dilaksanakan diteliti oleh penulis adalah mengenai ketersediaan perencanaan bahan baku pada produk Cup, sehingga berhasil dan tepat waktu sesuai dengan yang diharapkan dan agar bisa terpenuhinya permintaan yang selalu berubah-ubah dalam setiap periodenya. untuk itu di perlukan perencanaan yang tepat atas kebutuhan perencanaan persediaan bahan baku Cup dapat berjalan secara efektif dan efisien. Perencanaan kebutuhan material menggunakan metode MRP dalam tulisan ini menggunakan metode lot sizing, dimana metode-metode lot sizing yang digunakan adalah Lot-for-lot, Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ), serta menggunakan peramalan Moving Averages, Exponential Smoothing dan Trend Linier untuk mengetahui kebutuhan bahan baku dimassa mendatang Berdasarkan hasil perhitungan MSE terkecil, maka metode yang terpilih yaitu Trend Linier dengan nilai 2276712,3. Berdasarkan hasil perhitungan MRP dengan teknik lot sizing yaitu LFL menghasilkan total biaya 2.584.300.901 atau penghematan sebesar 2,54% pemesanan bahan baku yang paling minimum yaitu LFL digunakan sebagai solusi untuk pengendalian persediaan bahan baku pada CV. Tirta Sasmita.
Pengaruh Variasi Beban terhadap Faktor Kekuatan Rangka Sepeda dari Bahan AISI 1035 Steel (SS) dengan Simulasi Solidworks Muhlisin, Iip; Sudiman, Sudiman
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 9 No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v9i1.1822

Abstract

This research aims to investigate the impact of load variations in the range of 140 Kgf to 240 Kgf on the strength factor of bicycle frames made of metal material, namely AISI 1035 Steel (SS), through Solidworks simulations. The parameters used in the simulation evaluation are the load or force that occurs, stress or von Mises, displacement and factor of safety. The main focus of the research is to evaluate the structural response of the bicycle frame to these load variations and identify the most optimal loading, taking into account a safety factor of 2.5 applied to the design. The Solidworks simulation method is used to analyze the maximum stress that occurs (114.3 N/mm2) and maximum displacement (0.245 mm) in the bicycle frame. This simulation includes the application of gradual loads to a bicycle frame model, and stress and displacement calculations are carried out in detail. The results show that the most ideal loading occurs below 220 Kgf, indicating optimal structural stability and safety. The conclusions from these findings provide deep insight into the performance of bicycle frames in the face of certain load variations. Potential implications include the development of more efficient and safer bicycle frame designs, contributing to increased safety and comfort for bicycle users.
Rancangan Alat Bantu pada Proses Sablon Topi dengan Pendekatan Ergonomi Menggunakan Antropometri di Laboratorium Teknik Industri Gulo, Sastria Kriswilda; Jawad, Aod Abdul; Ruspendi, Ruspendi; Muhlisin, Iip
JITMI (Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri) Vol. 7 No. 2 (2024): JITMI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitmi.v7i2.y2024.p67-74

Abstract

Laboratorium Teknik Industri Universitas Pamulang digunakan untuk aktivitas penyablonan pakaian dan topi yang akan dipasarkan ke masyarakat lingkungan UNPAM. Dalam  aktivitas penyablonan operator sering mengalami keluhan musculoskeletal atau dikenal dengan gangguan sistem gerak pada bagian punggung, pergelangan tangan, leher dan bahu. Keluhan ini diakibatkan fasilitas alat bantu atau meja sablon yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh operator. Oleh sebab itu perlu perancangan alat bantu yang dapat mempermudah aktivitas penyablonan. Rancangan alat bantu adalah proses mendesain dan mengembangkan alat bantu, metode dan teknik yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas manufaktur. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengukuran Antropometri melalui rekapitulasi kuesioner Nordic Body map dengan 10 responden yang menjadi operator. Hasil dari pengelolahan Rekapitulasi kuesioner Nordic Body Map kemudian di olah dan didapatkan skor individu (28-49) dengan level risiko rendah belum perlu tindakan, skor individu (50-70) dengan level risiko sedang mungkin diperlukan perbaikan dan skor individu (71-90) dengan level risiko sangat tinggi diperlukan tindakan menyeluruh segera mungkin. Selanjutnya, hasil menggunakan metode pengukuran Antropometri pada rancangan alat bantu meja pada penyablonan topi menggunakan persentil 50 dengan ukuran tinggi 98 cm, lebar 68 cm dan panjang 101 cm. Kesimpulannya, rancangan alat bantu meja sablon yang sesuai dengan kebutuhan operator di Laboratorium Teknik Industri akan diberikan rancangan stasiun kerja baru untuk mempermudah aktivitas penyablonan yang dibuat berdasarkan ukuran antropometri.