Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Audit Tenure dan Pengalaman Audit terhadap Kualitas Audit dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi Putri, Aprilla Usmi; Suun, Muhammad; Abduh, Muhammad
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 6 No. 3 (2023): May - July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v6i3.640

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh audit tenure dan pengalaman audit terhadap kualitas audit dengan gender sebagai variabel moderasi dengan mengambil populasi dari Kantor BPKP Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 40 auditor di Kantor BPKP Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif, sedangkan sumber data yaitu primer. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara penyebaran kuesioner. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu analisis data berbasis SEM (Structural Equation Modeling) dengan bantuan software SMARTPLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel audit tenure dan pengalaman audit berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas audit. Adapun gender sebagai variabel moderasi dan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel gender memperkuat pengaruh variabel audit tenure dan pengalaman audit terhadap kualitas audit.
Merancang Sistem Informasi Akuntansi Dan Digitalisasi Laporan Keuanganuntuk Pengelolaan Dana Desa Suun, Muhammad; Tenriwaru , Tenriwaru; Rahim , Syamsuri
Celebes Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2022): Juny - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v1i2.292

Abstract

Pemerintah desa dituntut untuk meningkatkan kinerja secara optimal serta mampu menciptakan tujuan masyarakat desa yang sejahtera sebagai suatu implikasi dari penerapan otonomi desa yang mengedepankan akuntanbilitas kinerja dan peningkatan pelayanan publik. Kinerja menjadi gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang tertuang dalam strategi perencanaan suatu organisasi. Keberhasilan suatu organisasi dalam meningkatkan kinerjanya tidak dapat diukur semata-mata hanya dari perspektif keuangannya saja, namun juga harus diukur dari kinerjanya. Dalam peningkatan kinerja organisasi pemerintah desa banyak hal yang bisa digunakan sebagai tolak ukur pembangunan di desa, apakah sudah mensejahterahkan masyarakatnya atau tidak. Pengelolaan keuangan desa yang berorientasi pada kinerja menunjukan adanya akuntabilitas kinerja yang terdapat keterkaitan antara sasaran strategis yang ingin dicapai dengan jumlah dana yang dialokasikan maka dapat diasumsikan bahwa pengelolaan keuangan desa yang baik mempunyai pengaruh terhadap kinerja suatu instansi atau organisasi. Pengelolaan Keuangan yang baik akan menciptakan laporan keuangan yang baik pula, hal ini dapat mengindikasikan kinerja yang baik pada suatu organisasi. Sistem akuntansi yang memadai memudahkan untuk memverifikasi transaksi-transaksi yang terjadi serta arah aliran dana apakah sudah sesuai dengan tujuan pengalokasian dana tersebut atau belum. Sistem Informasi akuntansi dana desa menjadi penting mengingat banyak kasus pemerintah desa menjadi tersangka KPK karena mereka tidak akuntabel dan transparan ketika mengelola dana desa karena pada dasarnya mereka memang tidak memahami bagaimana alur pengelolaan dana desa yang benar sesuai standar akuntansi.
Analisis Standar Belanja Dan Kewajaran Anggaran Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai Nas, Ulfah; Suun, Muhammad; Nasaruddin, Fadliah
Bongaya Journal of Research in Accounting (BJRA) Vol. 3 No. 2 (2020): Bongaya Journal of Research in Accounting
Publisher : STIEM BONGAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37888/bjra.v3i2.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui penerapan Analisis Standar Belanja dan kewajaran anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Tahun Anggaran 2018. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sedangkan sumber data dari penelitian ini adalah dokumen pelaksanaan anggaran Organisasi Perangat Daerah (DPA-OPD) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses analisis dan penerapan Analisa Standar Belanja (ASB) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menunjukkan nilai minimal untuk batas terendah kewajaran biaya yang harus dilakukan untuk menilai penggunaan anggaran, sedangkan nilai maksimum digunakan untuk batas tertinggi dalam penggunaan anggaran. 2) Secara keseluruhan dari 36 kegiatan untuk 6 (enam) kategori kelompok ASB pada Dinas Kesehatan hanya 3 (tiga) kegiatan yang wajar, selebihnya dalam kategori tidak wajar, yaitu underfinance (kekurangan pembiayaan) sebanyak 19 kegiatan dan overfinance sebesar 14 kegiatan
PKM BIMTEK PELAPORAN KEUANGAN DIGITAL DAN AKUNTANSI SEDERHANA UNTUK APARAT DESA Tenriwaru, Tenriwaru; Suun, Muhammad; Syahnur, Haerdiyansyah
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): JP2N: September - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/zs02pp48

Abstract

Pengelolaan keuangan desa yang berorientasi pada kinerja, dapat diasumsikan bahwa pengelolaan keuangan desa yang baik. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja desa karena terdapat tanggung jawab kinerja yang mewakili hubungan antara tujuan strategis yang ingin dicapai dengan jumlah sumber daya yang disediakan.  Suatu lembaga atau badan yang berwenang. Pengelolaan keuangan yang baik akan menghasilkan pelaporan keuangan yang baik.  Pelaporan keuangan sangat penting karena memberikan semacam akuntabilitas atas operasional suatu lembaga, baik secara regional maupun perusahaan secara keseluruhan.  Hal ini juga dapat dijadikan bahan evaluasi langkah ke depan.  Penyusunan laporan keuangan dibagi menjadi dua bidang: tradisional dan modern. Metode tradisional, langkah pertama biasanya mengelompokkan akun tertentu secara manual. Metode modern saat ini terutama menggunakan aplikasi keuangan digital langsung secara online.  Tujuan pelaporan keuangan desa adalah untuk mewakili bentuk akuntabilitas organisasi atas penggunaan dan pengelolaan sumber daya desa selama periode waktu tertentu, untuk memberikan informasi mengenai keadaan keuangan, dan sebagai alat evaluasi untuk menunjukkan kinerja yang diberikan.  Hal ini penting karena dan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi bagi kepala desa, dirinya sendiri dan pemangku kepentingan lainnya.  Layanan kami mendukung staf desa dalam akuntansi dan pengelolaan dana desa.
Peran Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (SIKADEKA) dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pelaporan Dana Kampanye pada KPU Kabupaten Sinjai Suun, Muhammad; Wahyuni, Nur; Taufiq , Andi Laela Kadriati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran sistem informasi kampanye dan dana kampanye (SIKADEKA) dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan dana kampanye pada KPU kabupaten Sinjai.  Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini implementasi sikadeka telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan transparansi pelaporan dana kampanye, khususnya dalam aspek pengelolaan dan penyimpanan data yang lebih terstruktur dan terdokumentasi. sistem ini memungkinkan kpu untuk mengelola laporan dana kampanye secara sistematis serta mempermudah proses monitoring. Dengan demikian, transparansi yang terbentuk masih berada pada tahap transparansi administratif dan belum sepenuhnya mencapai transparansi partisipatif. sikadeka berperan dalam meningkatkan akuntabilitas pelaporan dana kampanye, terutama dalam aspek administratif. sistem ini memfasilitasi penyusunan laporan yang lebih terstandarisasi, terdokumentasi, dan mudah diaudit oleh pihak independen. namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas yang dihasilkan belum sepenuhnya optimal. hal ini ditandai dengan masih adanya peserta pemilu yang dinyatakan tidak patuh dalam hasil audit. kondisi ini menunjukkan bahwa akuntabilitas masih bersifat compliance-based dan sangat bergantung pada tingkat pemahaman serta kepatuhan peserta pemilu. Hambatan utama yang ditemukan lebih bersifat non-teknis, yaitu keterbatasan pemahaman peserta pemilu dalam menggunakan sistem, kesalahan dalam penginputan data, serta ketergantungan pada pendampingan dari pihak KPU. Hal ini menunjukkan bahwa faktor sumber daya manusia menjadi tantangan utama dalam implementasi sistem. Di sisi lain, terdapat beberapa faktor pendorong yang memperkuat implementasi SIKADEKA, antara lain mekanisme audit independen, kewajiban pelaporan berkala, penerapan sanksi administratif, serta dukungan kelembagaan dari KPU melalui pendampingan intensif dan pembagian peran yang jelas.