Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Hira: (Studi Kasus: PT. Affandra Energi Indonesia) Nur Fahmi Dwiyansah; Tri Ngudi Wiyatno; Dwi Indra Prasetya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1068

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingginya angka kecelakaan kerja di divisi operasional PT. Affandra Energi Indonesia, khususnya pada aktivitas pemasangan pipa gas CNG, pemeliharaan mesin, dan distribusi. Tujuannya adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian berbasis metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko AS/NZS 4360. Hasilnya menunjukkan 12 potensi bahaya, terdiri dari 6 risiko tinggi (patah tulang, jari terpotong), 4 sedang, dan 2 rendah. Rekomendasi meliputi penggunaan APD, harness, substitusi alat forklift, dan sosialisasi prosedur K3, sesuai hierarki pengendalian risiko (eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, APD). Implementasi rekomendasi terbukti efektif mengurangi kecelakaan. Penelitian ini berkontribusi dalam penyusunan kebijakan K3 berbasis risiko, tidak hanya bagi PT. Affandra Energi Indonesia tetapi juga industri sejenis yang menghadapi tantangan serupa.
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Mesin Press Tri Ngudi Wiyatno; Adriana Anteng Anggorowati; Suratno Lourentius; Dwi Indra Prasetya
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dirumuskan masalah tentang bagaimanakah penerapan Total Productive Maintenance (TPM) pada mesin Press. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan TPM pada mesin Press, menganalisa faktor yang mempengaruhinya dan memberikan rekomendasi tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi mesin. Pengukuran kinerja mesin Press ini  dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE adalah salah satu aplikasi progam TPM dan merupakan suatu metode perhitungan nilai efisiensi kinerja suatu proses/peralatan. Dari hasil perhitungan nilai OEE, diperoleh rata-rata OEE dari bulan Juli 2024 sampai September 2024 sebesar 83,12%. dengan nilai terendah pada Performance Rate yaitu sebesar 86,83%, Selanjutnya mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan Performance rate rendah dengan menggunakan diagram Fishbone. Setelah diketahui akar permasalahannya, langkah selanjutnya menentukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi mesin Press tersebut.
Optimalisasi Line Balancing pada Proses Produksi PCB Line KMM-X704KN PT. XYZ Rahmat Hidayat; Tri Ngudi Wiyatno; Dwi Indra Prasetya
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i1.6879

Abstract

This study aims to analyze and balance the production line in the assembly process using two Line Balancing methods, namely Helgeson–Birnie (H-B) and the Largest Candidate Rule (LCR), with a cycle time (CT) set at 2.28 minutes (137 seconds) based on the manual bottleneck workstation. The total element work time was recorded at 19.39 minutes, with a minimum required number of 9 workstations. The calculation results from both methods showed consistent and identical solutions, yielding 10 actual workstations (N_actual = 10). The line performance achieved a Line Efficiency (LE) of 85.04% with a Balance Delay (BD) of 14.96%. Although this efficiency is considered good, idle time analysis revealed a total waste of 3.41 minutes, most of which occurred at Workstation 10, which operated for only 0.20 minutes. These findings indicate that improvements should focus on restructuring the final workstation to eliminate waste, increase LE, and streamline total element time to approach the Takt Time, thereby optimizing overall line performance. This study provides practical recommendations for production management to enhance productivity and the efficiency of the assembly line.