Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Synthesis of Syngas into Dimethyl Ether Using Cu-Zn-Al/-Alumina Bifunctional Catalyst as an Environmentally Friendly Fuel for Substituting Liquified Petroleum Gas Suratno Lourentius
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 5, No 2 (2021): : Volume 5 No 2 December 2021
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v5i2.58479

Abstract

Abstract. In order to meet the need for Liquified Petroleum Gas in Indonesia, which is currently around seventy percent of which is still imported, it is necessary to find a replacement. One of the efforts to replace the Liquified Petroleum Gas is by utilizing dimethyl ether which can be produced from coal as raw material. Coal can be catalytically converted to syngas and then syngas can be catalytically converted to dimethyl ether via a direct two-step or one-step route. This paper will discuss the one-step synthesis of dimethyl ether from syngas using Cu-Zn-Al/g-Alumina as a bifunctional catalyst. The syngas used consists of carbon monoxide and hydrogen with a mole ratio of 1:2. The conversion reaction was carried out in a fixed-bed reactor at the pressure of 40 bar, the temperature of 240-300 0C, and the space velocity of 29.3-32.7 mL/g catalyst/minute. The highest conversion of CO that can be achieved is 90.08 % at a temperature of 300 oC and the space velocity of 29.3 mL/g catalyst/minute. The synthesis product was analyzed using GC. The dimethyl ether is an environmentally friendly fuel and non-toxic compound that does not destroy ozone, does not contain sulfur, and has a calorific value of about 30.5 MJ/kg which is lower than 50.56 MJ/kg
Menentukan Persamaan Kecepatan Pengendapan pada Sedimentasi . Setiyadi; Suratno Lourentius; Ezra Ariella W.; Gede Prema M. S.
Widya Teknik Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v12i2.1454

Abstract

Sedimentasi merupakan metode pemisahan antara padatan dengan cairan menggunakan gaya gravitasi. Proses sedimentasi berperan penting dalam berbagai proses industri, misalnya pada proses pemurnian air limbah, pengolahan air sungai , pengendapan partikel padatan pada bahan makanan cair, pengendapan kristal dari larutan induk, pengendapan minuman partikel terendap pada industri beralkohol, pengendapan bubur kertas atau pulp pada industri kertas, dan sebagainya. Dalam proses sedimentasi, salah satu faktor yang ikut menentukan waktu sedimentasi adalah kecepatan partikel padatan yang turun ke bawah, sehingga dengan mengetahui kecepatan pengendapan dapat memperkirakan waktu pengendapan yang efektif guna merancang tempat sedimentasi. Cara ini dapat dilakukan dengan cara menentukan kecepatan sedimentasi melalui berbagai metode yang ada di literatur, namun dari beberapa metode tersebut akan menghasilkan harga kecepatan sedimentasi yang berbeda-beda. Oleh karena itu untuk mengetahui metode perhitungan yang paling baik per penelitian guna membandingkan antara metode yang sudah ada di literatur dengan data percobaan di laboratorium. Pada sedimentasi waktu pengendapan efektif terjadi pada keadaan free settling. Dalam literatur, cara yang dapat digunakan untuk menentukan kecepatan sedimentasi tersebut adalah dengan persamaan Stokes-Newton Law, Persamaan Farag, persamaan Fergusson-Church, menggunakan grafik sedimentasi, serta pendekatan dengan metode garis singgung. Bahan yang digunakan dalam percobaan adalah lumpur lapindo yang diambil dari Porong Sidoarjo. Percobaan dilakukan dengan variasi konsentrasi lumpur pada 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% serta diameter alat sedimentasi yaitu 6 cm; 6,5 cm; 7 cm; 8 cm; 8,5 cm; 10,5 cm. Perhitungan yang dilakukan adalah menentukan harga kecepatan partikel yang mengendap dengan menggunakan metode yang diperoleh dari literatur lalu dibandingkan dengan kecepatan turunnya partikel dari hasil percobaan. Dari hasil ralat yang didapat menunjukkan bahwa pendekatan dengan metode garis singgung menghasilkan cara yang paling mendekati dengan data percobaan, ralat terbesar dengan memakai persamaan garis singgung terjadi pada diameter alat 8,5 cm yaitu sebesar 61,29% dan ralat terkecil terjadi pada diameter alat 10,5 cm sebesar 11,3%.