Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kualitas Pelayanan Publik Di Puskesmas Binuang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Ismawaty, Andi; Mashuri, Moch Ali; Bonggasau, Eri
Parjhuga : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Daerah Vol 2 No 1: Juni 2024
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60128/parjhuga.v2i1.18

Abstract

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Secara umum harus memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif sampai dengan rehabilitatif baik melalui upaya kesehatan perorangan atau upaya kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan Puskesmas Binuang pada hakekatnya bertujuan memberikan kepuasan pada masyarakat. Kepuasan masyarakat dapat diperoleh apabila terdapat kesesuaian antara nilai kinerja pelayanan dengan nilai harapan masyarakat terhadap pelayanan itu sendiri. Teori yang dikemukakan untuk menentukan kualitas pelayanan Puskesmas Binuang berdasarkan teori Parasuraman, Zeithaml dan Berry dalam Tjiptono dan Chandra (2015:133) bahwa terdapat lima indikator kualitas pelayanan yaitu ketampakan fisik (tangibles), daya tanggap (responsiveness), keandalan (reliability), jaminan (assurance), empati (empathy). Secara umum pelayanan kesehatan di Puskesmas Binuang sudah memenuhi standar pelayanan umum yang ditetapkan dan masyarakat menyatakan pula bahwa secara umum PUAS terhadap Pelayananan Kesehatan pada Puskesmas Binuang walaupun pada beberapa aspek masih perlu perbaikan-perbaikan. Adapun permasalahan pembatasan jadwal waktu pelayanan masyarakat sebagaimana dikemukakan dalam latar belakang masalah penelitian ini tidak dilakukan secara permanen namun hanya menyesuaikan kondisi yang belum usai dan pelayanan tetap dilakukan secara optimal.
Efektivitas Implementasi Absensi Digital Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Kecamatan Anreapi Ismawaty, Andi; Bonggasau, Eri; Gaming S, Hidayat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1522

Abstract

Kecamatan Anreapi merupakan salah satu dari 16 kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar yang memiliki karakteristik wilayah perkebunan dan struktur administrasi yang terdiri atas 4 desa dan 1 kelurahan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pemanfaatan teknologi, khususnya sistem absensi digital. Meskipun sistem ini telah diterapkan, pelaksanaannya belum berjalan secara optimal akibat kendala teknis seperti ketidakstabilan jaringan internet yang memengaruhi kelancaran proses absensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas implementasi absensi digital di Kantor Kecamatan Anreapi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan teknis, penerapan sistem absensi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan kehadiran dan kedisiplinan ASN. Data kehadiran menunjukkan adanya peningkatan signifikan setiap bulan setelah penerapan sistem digital dibandingkan sistem manual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa absensi digital efektif dalam meningkatkan akuntabilitas dan kedisiplinan ASN, serta layak untuk terus dikembangkan dengan perbaikan infrastruktur pendukung seperti koneksi internet. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan serta referensi bagi penelitian selanjutnya.
Public Perception of Flood Mitigation Projects in the Coastal Villages of Dumai, Riau Province Ismawaty, Andi
Moccasin Journal De Public Perspective Vol. 1 No. 2 (2024): Moccasin Journal De Public Perspective
Publisher : Generasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/mjdpp.v1i2.73

Abstract

This paper explores the factors that affect social participation and the success of flood prevention projects by analysing public views on those projects in the coastal villages of Dumai, Riau Province, Indonesia. Based on a constructivist research paradigm, semi-structured interviews were conducted and attempted to uncover participants’ experience and perceptions of the tested projects and their long-term feasibility. The study shows that even though flood management strategies have successfully minimized cases of flooding, the following difficulties still occur. The perceived problems were social factors: exclusion from the decision-making process, and cultural factors: their conflict with traditional practices. Another disadvantage of economic involvement was that it also reduced the communities involvement and questioned the viability of the infrastructure. This paper fills voids within the literature first, by revealing how stakeholders without input significantly influence community level flood combating decisions crucial input is deliberately excluded from flood decision-making to the disadvantage of the often socially marginalized communities second, by stressing the importance of incorporating indigenous knowledge in combating extreme flooding occurrences. Further, the research emphasizes the need for sustaining the economic aspect for continued delivery of flood prevention measures.