Sabar, Wardihan
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Pemberdayaan Gender terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan Noer, Thasbyah; Sabar, Wardihan
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v4i1.46746

Abstract

Mendorong pemberdayaan gender merupakan manifestasi semangat mencapai kesetaraan, dan keadilan gender yang juga merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan. Kesetaraan gender merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan dalam memperoleh hak-hak dan kesempatan sebagai manusia agar mereka mampu berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan multidimensi, sehingga dapat berkontribusi penting terhadap pertumbuhn ekonomi. Penelitian ini bertujuan menguraikan dampak Pemberdayaan Gender terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010-2022. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan eeksplanatori. Teknik analisis yang digunakan dengan analisis regresi linear berganda dan diolah menggunakan eviews-12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 3 variabel bebas yang mewakili indikator peberdayaan gender ditemukan bahwa variabel sumbangan pendapatan perempuan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan selama periode pengamatan. Sedangkan keterlibatan perempuan di parlemen, dan perempuan sebagai tenaga profesional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Menilai Dinamika Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2005-2023 Nurfikasari; Sabar, Wardihan; Iwang, Baso
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v4i2.50013

Abstract

Kemiskinan tetap menjadi masalah ekonomi yang serius yang menghambat pemenuhan kebutuhan dasar individu. Penelitian ini mengkaji dinamika kemiskinan dengan meninjau peran faktor-faktor determinan seperti ketimpangan pembangunan, angka harapan hidup (AHH), produk domestik regional bruto (PDRB), dan inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan untuk periode 2005-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan model regresi linear berganda, diolah menggunakan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebaliknya, AHH dan PDRB memiliki pengaruh negatif yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi yang efektif dalam pengentasan kemiskinan, terutama dengan memajukan sektor kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat miskin.
Gender education in the practice of women's agricultural laborers in Enrekang Regency Sabar, Wardihan; Rahim, Abdul; Hastuti, Diah Retno Dwi
JIPSINDO Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i2.51641

Abstract

This study aims to determine the implementation of gender education values in the socio-economic life of female farmers in Enrekang Regency. The values of gender education in this study are viewed from the aspect of knowledge about gender, practices related to the importance, and gender relations to improve the level of the economic welfare of women farmers. This study uses a case study approach, involving 8 informants who were selected using a purposive technique. Data was collected by using documentation techniques and deepening with instruments in the form of interview guides. The results of this study indicate that in general the term gender is not widely known by female farm workers in this area. They do not know much about the division of roles in Islamic teachings, they only understand that every woman must obey her husband. The division of roles in the home life of women farm workers is well integrated. They have never heard of or received stereotypes, marginalization, or work dichotomy based on sex, nor has there been any pressure from their husbands to join or not work to help the household economy. All are based on economic considerations, and a mutual understanding of household conditions. Homework that is not natural can be done alternately between husband and wife. This study did not find any government programs or activities in the form of empowerment that supports gender mainstreaming or gender education so it became one of the important points in the research.Pendidikan Gender dan Praktiknya pada wanita petani di EnrekangPenelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan gender dalam kehidupan sosial ekonomi petani perempuan di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan 8 informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan pendalaman dengan instrumen berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum istilah gender tidak banyak dikenal oleh perempuan buruh tani. Mereka tidak tahu banyak tentang pembagian peran dalam ajaran Islam, mereka hanya mengerti bahwa setiap wanita harus taat pada suaminya. Pembagian peran dalam kehidupan rumah tangga perempuan buruh tani terintegrasi dengan baik. Mereka tidak pernah mendengar atau menerima stereotip, marginalisasi, atau dikotomi pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, juga tidak pernah ada tekanan dari suami untuk ikut atau tidak bekerja membantu perekonomian rumah tangga. Semua didasarkan pada pertimbangan ekonomi, dan pemahaman bersama tentang kondisi rumah tangga. Pekerjaan rumah yang tidak wajar bisa dilakukan secara bergantian antara suami dan istri. Kajian ini tidak menemukan adanya program atau kegiatan pemerintah berupa pemberdayaan yang mendukung pengarusutamaan gender atau pendidikan gender sehingga menjadi salah satu poin penting dalam penelitian ini. 
Determinasi PDRB, Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Pengangguran Gina, Nur Aulia; Sabar, Wardihan
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v5i1.58570

Abstract

Tingkat pengangguran yang mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun mencerminkan ketidakstabilan dalam pasar tenaga kerja daerah, khususnya di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), upah minimum, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengangguran selama periode 2008–2024. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode regresi linier log-natural berdasarkan data runtun waktu yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi klasik, dan signifikansi parsial serta pengukuran kekuatan model. Hasil estimasi menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran, mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi mampu mendorong penyerapan tenaga kerja sehingga mampu mereduksi tingkat pengangguran. Sebaliknya, tingkat pendidikan dan upah minimum tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, meskipun masing-masing memiliki arah hubungan negatif dan positif terhadap pengangguran. Temuan ini mengisyaratkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan belum sepenuhnya termanifestasi dalam daya saing tenaga kerja, sedangkan kebijakan upah yang tidak selaras dengan produktivitas dapat melemahkan kapasitas pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap kondisi struktural ekonomi Kabupaten Gowa, termasuk penguatan sektor padat karya, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta harmonisasi kebijakan upah dengan dinamika pasar kerja di Kabupaten Gowa.