Articles
ABUJAMIN ROHAM'S DA'WAH METHOD IN FACING CHRISTIANIZATION IN INDONESIA
Lukman;
Zaki Aqil Nashrullah
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v6i1.175
Research Objective: Knowing Abujamin Roham's da'wah method in facing Christianization in Indonesia. Research Method: Qualitative. Research Results: Manhaj or da'wah method used by Abujamin Roham is divided into two categories, namely; (1) binȃan da'wah with the aim of fostering or building the Islam of the Indonesian Muslim community, among the da'wah carried out in this category are; writing about Islamogy and tausiyah/recitation, as well as silaturahim. (2) the proselytizing of dhifȃan with the aim of fortifying Muslims from the misguided enemies of Islam. Among his da'wah activities are; writing rebuttals, discussions or scientific debates and through the formation of the FAKTA Team. Conclusion: based on the results of analysis of research data, it can be concluded that Abujamin Roham's da'wah manhaj in the face of Indonesia's apostasy and Christianization efforts is da'wah through; :(1) Writing (2) Scientific discussion or debate (3) Silaturahim (4) Lecture, tausiyah or recitation (5) Formation of the FAKTA Team.
SEKULARISME SEBAGAI TANTANGAN DAKWAH KONTEMPORER
Lukman Ma'sa
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 11 No 2 (2020): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/alrisalah.v11i2.788
The secularization project in the Islamic world has been going on for quite a long time, starting in the early 19th century, this ideology was under the rule of the western countries that colonized Muslim countries. likewise in Indonesia, this secularism under the Dutch colonialists. The Netherlands collaborates with Orientalist and Christian missionaries trying to secularize Indonesian Muslim communities. of course this secularization project has been opposed by Islamic figures. This paper tries to examine and describe secularism as an ideology and secularization process in Indonesia from the perspective of da'wah. the results of this paper prove that secularism is contrary to Islam, even wants to eliminate the role of Islamic religion in life. but ironically many Muslims who follow and have a secular understanding, they reject and blaspheme the Shari'ah, doubting the authenticity of the Qur'an, even do not believe in Islam as a true religion. of course this is a very serious da'wah problems, which requires serious attention and care from preachers (da’i) , ulama, and also da'wah institutions.
MINORITY AND MAJORITY CONCEPTION ACCORDING TO AL-QUR'AN AND AS-SUNNAH
Lukman Ma'sa
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 12 No 1 (2021): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/alrisalah.v12i2.1260
Minority and majority have become very sensitive issues lately, in the life of the nation and the state, minority and majority issues are often misused to attack and corner a group, organization or religion. This study tries to highlight the minority and majority in Islam and place them according to the Al-Qur'an and As-Sunnah. Islam has provided guidance for the Muslim community both as a majority and as a minority. So it is hoped that in social life a Muslim can still practice his religion and at the same time still be able to do justice to others. The results of this study indicate that when Muslims become the majority, they must still be fair to other groups or religions. Likewise, when Muslims become a minority, they must still be treated fairly, so that they can carry out their religious obligations.
KONSEP PENGHARGAAN DAN SANKSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Ma'sa, Lukman
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2020): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/tahdzib.v3i1.663
Penghargaan dan sanksi dalam mendidik merupakan reaksi atas sikap dan perbuatan yang telah dilakukan oleh anak didik, penghargaan diberikan untuk perbuatan yang baik dan sanksi untuk perbuatan yang salah. Keduanya merupakan metode pendidikan dan dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki karakter anak didik. Dalam tulisan ini, penulis berusaha mengungkapkan bagaimana konsep dan aplikasi metode penghargaan dan sanksi dalam pendidikan Islam. Dalam pendidikan Islam Targhib (penghargaan) diberikan sebagai ungkapan rasa senang atas prestasi atau perbuatan baik anak didik yang akan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan prestasi yang telah didapatnya. Sedangkan tarhib (sanksi) sangat berperan penting dalam pendidikan anak untuk menjauhi dan meninggalkan perbuatan buruk. Prinsip-prinsip teknik atau metode ini banyak disebutkan dalam ayat-ayat al-Qur’an dan juga telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW dalam mendidik anak-anak.
MEMAKNAI TOLERANSI DALAM MENCIPTAKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA (Tela’ah Pemikiran A. Mukti Ali)
Lukman Lukman
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v3i01.61
Problem kerukunan umat beragama adalah persoalan yang berkepanjangan dan belum selesai sampai saat ini, hubungan antar umat beragama di Indonesia masih sering diwarnai konflik fisik. Maka sejak masa orde Baru pemerintah telah mengupayakan berbagaimacam cara untuk merukunkan umat beragama di Indonesia. Tulisan ini mencoba menela’ah upaya-upaya mewujudkan kerukunan umat bergama tersebut, khususnya konsep yang diajukan oleh Prof. Mukti Ali selaku mentri Agama periode 1967-1984 yaitu konsep agree in disagreemen dan dialog antar umat beragama. Hasil dari tulisan ini adalah bahwa Islam telah memiliki konsep yang sangat konfrehensip dalam menyelesaikan problem-problem hubungan antar umat beragama, dan telah dicontohkan Rasulullah SAW dan sahabat-sabahatnya sesudah beliau wafat. Maka seharusnyalah kaum muslimin ketika mengahdapi problem-problem semacam ini mengacu kembali pada konsep-konsep Islam tentang hal tersebut, seperti konsep toleransi dalam Islam, konsep Islam dalam memandang agama lain dan sebagainya.
Prinsip-Prinsip dan Urgensi Da’wah Politik Dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah
Lukman Lukman
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 3 No. 02 (2020): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v3i02.88
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip da’wah politik menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Da’wah adalah kegiatan utama dari seorang da’i yang politisi, maka tentu saja dalam berpolitik berpedoman pada prinsip-prinsip da’wah yang telah digariskan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta melaksanakan prinsip-prinsip politik Islam sekaligus. Sehingga ketika dikatakan prinsip da’wah politik, maka kita dapat merumuskan prinsip-prinsip tersebut, dengan mengacu pada prinsip-prinsip da’wah secara umum dan prinsip-prinsip politik Islam sekaligus. Diantara prinsip-prinsip tersebuta adalah: Memberi keteladanan sebelum berda’wah, artinya seorang politisi, khususnya pemegang kekuasaan harus menjadi qudwah ditengah-tengah masyarakatnya, dia terdepan dalam melaksanakan syari’at. Demikian juga prinsip mengikat hati sebelum membebani, bahwa seorang penguasa harus mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat sebelum mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membebani masyarakat. Prinsip lainnya adalah mengenalkan sebelum memberi beban, artinya segala bentuk pembebanan kepada masyarakat atau mad’u harus didahului sosialisasi, pengenalan, pengetahuan, baik itu beban peraturan dan perundang-undangan baru, maupun pelaksanaan syari’at agama secara kelembagaan. Dengan demikian da’wah politik adalah keistiqomahan seorang da’i yang terjun dalam dunia politis untuk terus berpegang teguh pada prinsip-prinsip da’wah itu sendiri.
THE EFFECT OF ORIENTALISM: THE CHALLENGE OF DA'WAH FOR ISLAMIC UNIVERSITY IN INDONESIA
Lukman Lukman
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v5i1.127
The purpose of this study is to reveal the influence and dangers of orientalism at Islamic universities in Indonesia. Research method with qualitative approach. The research results or findings from this study are many Islamic universities in Indonesia have been infected and influenced by Orientalist understanding in understanding religion. Orientalist methodologies and scholarship have been widely used and taught in Islamic campuses without any criticism and adjustment to Islamic teachings. So that it has an impact on the understanding and perspective of students and lecturers on Islamic campuses, there are those who then think that all religions are true, it is permissible to marry between different religions, you can't be panicky about religion, question the authenticity of the Qur'an and other understandings of relativism. Of course, these kinds of ideas deviate from the teachings of Islam which is perfect from all sides. Then it becomes a challenge and obligation for Islamic universities to refer back to important concepts in every Islamic discipline and apply it in the context of contemporary sciences in response to 'scientific' approaches this modern era.
DAKWAH MELALUI JALUR PENDIDIKAN: (Studi Terhadap Dakwah M. Natsir Melalui Jalur Pendidikan)
Lukman Ma'sa
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v8i1.311
Da'wah and education are two aspects that are closely related and inseparable, like two sides of a coin. Essentially, da'wah is an educational process that aims to direct humans towards self-improvement. Thus, an educator also has a position as a da'i who carries out Allah's mandate in calling for goodness and preventing evil. This is what this study is trying to study. This study uses qualitative research methods with the types of library research approaches and historical approaches. The results of this study show that M. Natsir succeeded in doing da'wah through the educational path very well. His contribution to the spread of Islamic teachings through education has had a wide impact and was felt by many parties, including; Natsir's concept of integral education has inspired many people in organizing Islamic education in Indonesia, and initiated the establishment of Islamic campuses in Indonesia.
HUKUM BERDAKWAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH
Lukman Ma'sa
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v8i2.403
Dakwah merupakan amanah teologis yang mendasari kesinambungan risalah Islam yang ditegaskan melalui berbagai ayat al-Qur’an serta hadits yang sahih. Penelitian ini mencoba menganalisis landasan normatif kewajiban dakwah, khususnya pada ayat-ayat yang secara eksplisit menyebutkan perintah dakwah seperti Ali Imran ayat 104, serta menelaah konstruksi pemikiran ulama mengenai status hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para ulama sepakat atas wajibnya dakwah, namun berbeda dalam menentukan sifat kewajibannya, apakah fardu ‘ain, fardu kifayah, atau bentuk kombinatif yang bergantung pada kapasitas individu dan kebutuhan masyarakat. Perbedaan tersebut mengindikasikan fleksibilitas syariat dalam mengatur distribusi tanggung jawab dakwah agar tetap efektif dan sesuai dengan konteks. Dengan demikian, dakwah diposisikan sebagai pilar fundamental dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Islam dan pembinaan umat. Ketiga jenis kewajiban tersebut saling melengkapi, sehingga dakwah tetap menjadi pilar utama keberlanjutan risalah Islam.