Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Training of Hatching Egg Skills as an Effort to Provide Kampong Chicken Seeds at Farmer Groups in Loa Village, Paseh District, Bandung Regency: Pelatihan Keterampilan Penetasan Sebagai Upaya Penyediaan Bibit Ayam Kampung Pada Kelompok Tani Di Desa Loa, Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung Sujana, Endang; Widjadtuti, Tuti; Setiawan, Iwan; Tanwiriah, Wiwin; Garnida, Dani; Asmara, Indrawati Yudha
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.397 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang335

Abstract

Loa Village is one of the villages located in Paseh District, Majalaya, Bandung Regency. Loa Village has potential to be developed, in the field of animal husbandry. Many of the resident raising the chicken and duck in groups, but still use the traditional method, which is naturally hatching eggs by the hen so that it is difficult to get Kampong chicken seeds. With the village profile as above, we are challenged to provide the knowledge and techniques of raising Kampong chickens to Loa Village public, especially to farmer group members, through the virtual KKN-PPMD Padjadjaran University. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of breeders in raising chickens, hatching eggs, composing the rations, processing chicken products and increasing the production of day old chicks. Apparently, the enthusiasm of the participants to gain knowledge and skills in raising Kampong chicken was quite high. Knowledge of the participants regarding the management of chickens, the preparation of rations are still lacking, but the enthusiasm of farmers to learn all the knowledge about raising Kampong chickens is very good, so that this activity can increase knowledge about how to hatch eggs and skills to operate the incubator and have a great passion for the business of Kampong chickens. Abstrak Desa Loa merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Paseh, Majalaya Kabupaten Bandung. Desa Loa memiliki potensi yang harus dikembangkan, salah satunya yaitu potensi di bidang peternakan. Banyak dari penduduknya yang merupakan kelompok peternak ayam dan entok, tetapi masih menggunakan cara trasional yaitu menetaskan telur secara alami oleh induk sehingga sulit mendapatkan bibit ayam kampung. Melihat profil desa seperti di atas, maka kami tertantang untuk memberikan pengetahuan tehnik beternak ayam kampung kepada para anggota kelompok tani melalui Kegiatan KKN-PPMD virtual universitas Padjadjaran kepada masyarakat Desa Loa khususnya kepada kelompok peternak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam budidaya beternak ayam, menetaskan telur, menyusun ransum, dan pengolahan hasil ternak ayam serta meningkatkan produksi anak ayam untuk bibit. Dari kegiatan ini antusiasme peserta untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan usaha budidaya beternak aym lokal cukup tinggi. Wawasan peserta mengenai tatalaksana pemeliharaan ayam, serta penyusunan ransum masih sangat kurang, tetapi animo peternak sangat baik untuk belajar semua pengetahuan tentang budidaya beternak ayam lokal, sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara-cara menetaskan telur dan keterampilan mengoperasikan cara menetaskan telur dengan mesin tetas dan semangat untuk usaha beternak ayam kampung.
Estimated Model of Correlation Environmental Factor with Crowing Characteristics of Pelung Chickens Asmara, Indrawati Yudha; Garnida, Dani; Hilmia, Nena; Maulana, Muhammad Irfan
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 24, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v24i1.55804

Abstract

Indonesia has high biodiversity, one of which is the diversity of local chickens such as Pelung chicken which is included in the singing chicken category. The characteristics of Pelung chicken's crowing sound are thought to be influenced by several factors, including genetic and environmental factors. This research was conducted to determine the relation of environmental factors to the characteristics of the crowing sound. The research was conducted using a survey method with purposive sampling techniques in Bandung, Cianjur and Sukabumi Regencies. The samples used were 32 Pelung chickens. The data observed were the duration, number, and crowing volume of Pelung chicken. When measuring sound characteristics, temperature, humidity, and light intensity were also measured. The data obtained were analyzed using multiple linear regression tests. The results of the research show that the regression equation for Duration and environment is Y=-0.547+0.142χ1+0.02χ2+0.066χ3, while crowing number with environment: Y=-47.48+1.17χ1+0.007χ2+0.423χ3, and Volume with environment: Y=62.563- 0.336χ1+0.01χ2+0.031χ3 with coefficients of determination (R2) of 0.179, 0.096, and 0.023 respectively. This research found that environmental factors such as temperature, light intensity, and humidity influenced the duration and number of Pelung chickens' crowing but did not influence the volume of the crowing sound. It is suspected that other factors and genetic factors are more dominant in influencing crowing characteristics.
POPULATION DOCUMENTATION OF PELUNG CHICKENS IN FIVE SUB-DISTRICTS IN BANDUNG REGENCY Budiarti, Yenti; Asmara, Indrawati Yudha; Garnida, Dani
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v4i1.42323

Abstract

Pelung chicken is animal-genetic-resources which has a relatively larger physical appearance compared to other local chickens and has a long, melodious and rhythmic sound. Bandung Regency that has a fairly high population of Pelung chickens, but the number and structure of the population have not been documented. This research aims to determine the number and structure of the population, effective population size and inbreeding rate of Pelung chickens. The data collection technique was carried out by means of a survey, namely direct interviews with respondents in sub-districts including Ciparay, Kutawaringin, Katapang, Cicalengka and Cikancung. The variables observed in this research were male and female Pelung chickens grouped based on age, effective population size and inbreeding rate. The population data was then analyzed by quantitative descriptive method. The results showed that total population of Pelung chickens was 1,133 birds. The effective population size of Pelung chickens is 397 birds. The population structure of male Pelung 0-3 months was 228 birds, >3-6 months was 169 birds and >6 months was 201 birds, then for female Pelung chickens 0-3 months was 219 birds, >3-6 months was 119 birds and >6 months was 197 birds.  The inbreeding rate of Pelung chickens is 0.13%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA BAYAM, BIT, DAN DEDAK GANDUM SEBAGAI SUMBER SENYAWA BETAIN PADA PAKAN UNGGAS Yahdiyani, Nadhira; Abun, Abun; Asmara, Indrawati Yudha
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i1.56606

Abstract

Betaine yang dikenal juga sebagai trimetilglisin, tersebar luas di tanaman, hewan, mikroba, dan sumber nutrisi yang melimpah seperti makanan laut, bayam, bit, dan dedak gandum. Dalam bidang nutrisi hewan, termasuk untuk unggas, betain sering digunakan sebagai tambahan pakan untuk mengurangi stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi analisis proksimat, rendemen ekstrak, aktivitas antioksidan dan kadar betain pada tiga jenis sumber nabati yaitu bayam, bit dan dedak gandum yang mengandung betain pada pakan unggas. Penelitian menggunakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Proses ekstrasi ketiga bahan nabati menggunakan metode refluks. Parameter yang diamati diantaranya analisis proksimat yaitu kadar air, kadar abu, protein, dan lemak serta nilai rendemen, aktivitas antioksidan dan kadar betain. Hasil penelitian menunjukkan bahan nabati dedak gandum memiliki kandungan kadar air 8.45%, abu 5.01%, lemak 0.39%, nilai rendemen 19.60% dan aktivitas antioksidan 1,365.79 ppm yang lebih baik dibanding kedua bahan nabati lainnya. Sedangkan bayam menunjukkan kadar protein 26.17% dan bit menunjukkan hasil kadar betain 1138 mg/100g lebih tinggi dibanding kedua bahan nabati lainnya. Sehingga pada penelitian ini penggunaan dedak gandum direkomendasikan karena memiliki kadar air, abu dan lemak yang rendah, nilai rendemen serta aktivitas antioksidan yang lebih baik dibanding kedua bahan lainnya.
Performa Ayam Broiler pada Zonasi Berbeda di Kandang Tipe Closed House PT Mitra Berlian Unggas Farm Cikancung JUNITA, CITA; Asmara, Indrawati Yudha; Heriyadi, Denie
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 6, No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v6i2.54863

Abstract

Penggunaan kandang closed house dalam pemeliharaan ayam broiler menuntut dilakukannya pembagian ayam ke dalam beberapa zona untuk mengatur persebaran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian, nilai deplesi, konversi ransum, dan indeks performa ayam broiler pada zonasi berbeda di kandang tipe closed house. Penelitian menggunakan 160 ekor ayam broiler merek CP 707 yang ditempatkan pada 2 kandang closed house berukuran 120 x 12 x 2 m2, setiap kandang dibagi menjadi 4 zona berdasarkan jarak terhadap inlet. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam broiler yang berada pada zona jauh dari inlet memiliki performa yang lebih baik dibandingkan zona yang dekat dengan inlet. Ayam pada zona yang jauh dari inlet di kandang A dan B memiliki pertambahan bobot badan harian 111 dan 106 gram/ekor/hari, nilai deplesi 0,17 dan 0,29%, FCR 1,54 dan 1,67, serta indeks performa 462 dan 408.