Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Training of Hatching Egg Skills as an Effort to Provide Kampong Chicken Seeds at Farmer Groups in Loa Village, Paseh District, Bandung Regency: Pelatihan Keterampilan Penetasan Sebagai Upaya Penyediaan Bibit Ayam Kampung Pada Kelompok Tani Di Desa Loa, Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung Sujana, Endang; Widjadtuti, Tuti; Setiawan, Iwan; Tanwiriah, Wiwin; Garnida, Dani; Asmara, Indrawati Yudha
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.397 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang335

Abstract

Loa Village is one of the villages located in Paseh District, Majalaya, Bandung Regency. Loa Village has potential to be developed, in the field of animal husbandry. Many of the resident raising the chicken and duck in groups, but still use the traditional method, which is naturally hatching eggs by the hen so that it is difficult to get Kampong chicken seeds. With the village profile as above, we are challenged to provide the knowledge and techniques of raising Kampong chickens to Loa Village public, especially to farmer group members, through the virtual KKN-PPMD Padjadjaran University. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of breeders in raising chickens, hatching eggs, composing the rations, processing chicken products and increasing the production of day old chicks. Apparently, the enthusiasm of the participants to gain knowledge and skills in raising Kampong chicken was quite high. Knowledge of the participants regarding the management of chickens, the preparation of rations are still lacking, but the enthusiasm of farmers to learn all the knowledge about raising Kampong chickens is very good, so that this activity can increase knowledge about how to hatch eggs and skills to operate the incubator and have a great passion for the business of Kampong chickens. Abstrak Desa Loa merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Paseh, Majalaya Kabupaten Bandung. Desa Loa memiliki potensi yang harus dikembangkan, salah satunya yaitu potensi di bidang peternakan. Banyak dari penduduknya yang merupakan kelompok peternak ayam dan entok, tetapi masih menggunakan cara trasional yaitu menetaskan telur secara alami oleh induk sehingga sulit mendapatkan bibit ayam kampung. Melihat profil desa seperti di atas, maka kami tertantang untuk memberikan pengetahuan tehnik beternak ayam kampung kepada para anggota kelompok tani melalui Kegiatan KKN-PPMD virtual universitas Padjadjaran kepada masyarakat Desa Loa khususnya kepada kelompok peternak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam budidaya beternak ayam, menetaskan telur, menyusun ransum, dan pengolahan hasil ternak ayam serta meningkatkan produksi anak ayam untuk bibit. Dari kegiatan ini antusiasme peserta untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan usaha budidaya beternak aym lokal cukup tinggi. Wawasan peserta mengenai tatalaksana pemeliharaan ayam, serta penyusunan ransum masih sangat kurang, tetapi animo peternak sangat baik untuk belajar semua pengetahuan tentang budidaya beternak ayam lokal, sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara-cara menetaskan telur dan keterampilan mengoperasikan cara menetaskan telur dengan mesin tetas dan semangat untuk usaha beternak ayam kampung.
The Training of Hatching Egg Skills as an Effort to Provide Kampong Chicken Seeds at Farmer Groups in Loa Village, Paseh District, Bandung Regency: Pelatihan Keterampilan Penetasan Sebagai Upaya Penyediaan Bibit Ayam Kampung Pada Kelompok Tani Di Desa Loa, Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung Endang Sujana; Tuti Widjadtuti; Iwan Setiawan; Wiwin Tanwiriah; Dani Garnida; Indrawati Yudha Asmara
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.397 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang335

Abstract

Loa Village is one of the villages located in Paseh District, Majalaya, Bandung Regency. Loa Village has potential to be developed, in the field of animal husbandry. Many of the resident raising the chicken and duck in groups, but still use the traditional method, which is naturally hatching eggs by the hen so that it is difficult to get Kampong chicken seeds. With the village profile as above, we are challenged to provide the knowledge and techniques of raising Kampong chickens to Loa Village public, especially to farmer group members, through the virtual KKN-PPMD Padjadjaran University. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of breeders in raising chickens, hatching eggs, composing the rations, processing chicken products and increasing the production of day old chicks. Apparently, the enthusiasm of the participants to gain knowledge and skills in raising Kampong chicken was quite high. Knowledge of the participants regarding the management of chickens, the preparation of rations are still lacking, but the enthusiasm of farmers to learn all the knowledge about raising Kampong chickens is very good, so that this activity can increase knowledge about how to hatch eggs and skills to operate the incubator and have a great passion for the business of Kampong chickens. Abstrak Desa Loa merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Paseh, Majalaya Kabupaten Bandung. Desa Loa memiliki potensi yang harus dikembangkan, salah satunya yaitu potensi di bidang peternakan. Banyak dari penduduknya yang merupakan kelompok peternak ayam dan entok, tetapi masih menggunakan cara trasional yaitu menetaskan telur secara alami oleh induk sehingga sulit mendapatkan bibit ayam kampung. Melihat profil desa seperti di atas, maka kami tertantang untuk memberikan pengetahuan tehnik beternak ayam kampung kepada para anggota kelompok tani melalui Kegiatan KKN-PPMD virtual universitas Padjadjaran kepada masyarakat Desa Loa khususnya kepada kelompok peternak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam budidaya beternak ayam, menetaskan telur, menyusun ransum, dan pengolahan hasil ternak ayam serta meningkatkan produksi anak ayam untuk bibit. Dari kegiatan ini antusiasme peserta untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan usaha budidaya beternak aym lokal cukup tinggi. Wawasan peserta mengenai tatalaksana pemeliharaan ayam, serta penyusunan ransum masih sangat kurang, tetapi animo peternak sangat baik untuk belajar semua pengetahuan tentang budidaya beternak ayam lokal, sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara-cara menetaskan telur dan keterampilan mengoperasikan cara menetaskan telur dengan mesin tetas dan semangat untuk usaha beternak ayam kampung.
Efek Pemberian Ransum yang Mengandung Tepung Daun Singkong, Daun Ubi Jalar dan Eceng Gondok sebagai Sumber Pigmen Karotenoid Terhadap Kualitas Kuning Telur Itik Tegal (The Effect of Feed Enriched with Pigmen Carotenoid Source : Cassava, Sweet Potato and W Endang Sujana; Siti Wahyuni; Handi Burhanuddin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian tepung daun singkong, daun ubi jalar dan eceng gondok sebagai sumber pigmen karotenoid terhadap kualitas kuning telur itik yang dipelihara secara intensif.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Terdapat empat jenis perlakuan ransum (RK=ransum kontrol, RS=ransum mengandung 5% tepung daun singkong, RU=ransum mengandung 5% daun ubi jalar dan RE=ransum mengandung 5% tepung eceng gondok), dengan lima ulangan.  Peubah yang diamati yaitu skor warna kuning telur, persentase kuning telur dan indeks kuning telur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RS lebih baik (p<0,05) dari pada RU, RE dan RK, sedangkan indeks kuning telur tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata.Kata kunci : Pigmen karotenoid, Itik petelur, Kualitas kuning telur   
Karakteristik Hasil Penetasan Puyuh Pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi ke Lima Endang Sujana; T. Widjastuti; I. Setiawan; A. Anang
Jurnal Ilmu Ternak Vol 18, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.803 KB) | DOI: 10.24198/jit.v18i2.18287

Abstract

Penelitian dengan judul Karakteristik Hasil Penetasan Puyuh Pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi Ke Lima telah dilaksanakan di Test Farm KVS Majalaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi hasil penetasan  puyuh Pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi Ke Lima.  Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif.  Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan terhadap ukuran pemusatan yaitu nilai rata-rata dan ukuran penyebaran yaitu nilai standard deviasi.  Telur puyuh yang digunakan percobaan sebanyak 600 butir atau 300 butir setiap galur.  Peubah yang diamati adalah fertilitas (%), daya tetas (%), kematian embrio (%) dan bobot tetas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penetasan telur puyuh pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi Ke Lima termasuk baik.  Hal ini dapat dilihat pada data hasil penelitian bahwa telur tetas yang berasal dari pembibitan puyuh Malon memiliki fertilitas yang tinggi (95,83%), daya tetas yang baik (80,76%), kematian embrio 19,24% dan bobot tetas yang tinggi 8,56 ±0,90g. Selanjutnya hasil penelitian bahwa telur tetas yang berasal dari pembibitan puyuh Jepang Terseleksi memiliki fertilitas yang tinggi (96,67%), daya tetas yang baik (82,73%), kematian embrio 17,27% dan bobot tetas yang tinggi 8,52 ±0,695 g.                           
Respon Itik Cihateup dan Itik Rambon Jantan terhadap Imbangan Energi-Protein Ransum pada Sistem Pemeliharaan Minim Air (Response of Cihateup and Rambon Male Ducks on Energy-Protein Ratio in the Diet under Restricted Water Raising System) Siti Wahyuni HS; Abun -; Endang Sujana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.204 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11569

Abstract

Tujuan penelitian eksperimental ini adalah mempelajari imbangan energi- protein dalam ransum yang dapat menghasilkan performa maksimal pada itik Cihateup dan  Itik Rambon  jantan yang dipelihara secara intensif pada kondisi minim air. Itik dipelihara sejak umur sehari sampaidengan mencapai titik infleksi.   Perlakuan berupa enam  ransum pada imbangan energi-proteinberbeda, terdiri atas R1 ( ME 3000 kkal/kg, protein 20 %); R2 (ME 300 kkal/kg, protein 16 %); R3 (ME 3000 kkal/kg, protein 13,5 %); R4 ( ME 2700 kkal/kg, protein 20 %); R5 (ME 2700 kkal/kg, protein 16 %); R6 (ME 2700 kkal/kg, protein 13,5 %). Setiap perlakuan diulang empat kali, masing- masing ulangan terdiri dari lima ekor anak itik.  Evaluasi performa dilakukan pada umur delapan minggu terhadap peubah-peubah: konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas, dan persentase lemak abdominal dengan mengambil sampel   masing-masing seekor dari tiap unit percobaan. Sisa itik dipelihara sampai mencapai titik infleksi untuk mengamati pertumbuhan selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghasilkan pertambahan bobot badan dan konversi ransum terbaik, itik Cihateup memerlukan ransum dengan kandungan EM 2700 kkal/kg dan protein 20 %; sedangkan itik Rambon cukup dengan kandungan EM 2700 kkal/kg dan protein 13,5 %. Persentase karkas tertinggi dan persentase lemak abdo minal terendah baik pada itik Cihateup maupun itik Rambon dihasilkan oleh pemberian ransum dengan kandungan EM2700 kkal/kg dan protein 13,5 %. Fase starter itik Cihateup jantan berlangsung sampai dengan umur enam minggu, dan fase starter itik Rambon jantan sampai dengan umur lima minggu.  Dapat disimpulkan bahwa fase starter itik Rambon lebih singkat dibandingkan dengan itik Cihateup.Kata kunci : Itik Cihateup, Itik Rambon, minim air, performa
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol) TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH DAN TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) Ismara Ayunda Ramadhina; Lovita Adriani; Endang Sujana
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.762 KB) | DOI: 10.24198/jnttip.v1i1.25429

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kepel (Stelechocarpus burahol) Terhadap Kadar Kolesterol Darah Dan Telur Puyuh (Coturnix-coturnix japonica)” telah dilaksanakan pada bulan Juni-September 2019 di Pusat Pembibitan Puyuh Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, dan Laboratorium Fisiologi dan Biokimia, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kolesterol darah dan telur (yolk) puyuh yang diberi perlakuan ekstrak daun kepel (Stelechocarpus burahol). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 20 unit perlakuan yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan, dengan dosis perlakuan ekstrak daun kepel yaitu : P0 = 0 mg/kgBB, P1 = 200 mg/kgBB, P2 = 300 mg/kgBB, P3 = 400 mg/kgBB, dan P4 = 500 mg/kgBB. Puyuh yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 ekor. Hasil penelitian menunjukkan kadar koelsterol darah pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05), tetapi berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar kolesterol telur. Kesimpulan yang dapat diambil ialah pemberian ekstrak daun kepel (S. burahol) belum mampu menurunkan kadar kolesterol darah, namun pada dosis 200 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol telur.
Egg Characteristics of Pelung Chickens in Four Different Areas in West Java, Indonesia: technical inputs for conservation Indrawati Yudha Asmara; Dani Garnida; Tuti Widjastuti; Iwan Setiawan; Wiwin Tanwiriah; Endang Sujana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i2.36965

Abstract

Egg characteristics such as egg size and egg quality affect the hatchability rate of chicken eggs. The study objective was to determine egg characteristics of Pelung chickens that are endangered chickens of Indonesia. A total of 116 eggs from Garut, Bandung, Cianjur and Sukabumi Regencies, West Java Province, Indonesia was selected using a purposive technique. The observed parameters were egg weight, egg specific gravity, and thickness of an eggshell. Data were analyzed using the nonparametric Kruskal-Wallis test followed by the post hoc Mann-Whitney U test. The former was used to determine data differences among research areas, while the latter was applied to compare data differences between the two research areas. The rank Spearman analysis was used to determine the correlation between observed parameters. The study showed that there were significant differences (p > 0.05) among research areas for all observed parameters. Egg weight and thickness of eggshell in the Sukabumi Regency were higher than other regencies, while egg specific gravity in this regency was the highest (p > 0.05). There was a significant positive correlation (p > 0.05) between observed parameters. The findings indicated variation in the rearing management system and the genetic of Pelung chickens in research areas.
Identifikasi Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Puyuh Betina Persilangan Malon Dengan Coturnix-Coturnix Japonica Di Laquila Farm Sukabumi Destiana Wijaya; endang Sujana; Iwan Setiawan
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.835 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i2.35379

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2021 di Laquila Farm Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan deskripsi mengenai  sifat kualitatif dan kuantitatif puyuh betina persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica . Objek penelitian yang digunakan yaitu puyuh betina dewasa persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica  dengan jumlah sampel sebanyak 72 ekor berdasarkan rumus Slovin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara deskriptif, puyuh betina persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica  memiliki warna bulu keseluruhan coklat kuning bertotol coklat tua, bulu bagian kepala berwarna kuning bertotol coklat, bulu bagian leher berwarna putih kekuningan bertotol coklat, bulu bagian dada berwarna putih kekuningan, bagian paruh dominan berwarna abu-abu dibandingkan warna kuning kehitaman, dan bagian shank berwarna kuning. Puyuh betina persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica  memiliki rata-rata bobot badan 195,14 ± 10,75 gram; lebar kepala 2,15 ± 0,04 cm;  leher 1,47 ± 0,09 cm; panjang paruh 1,43 ± 0,07 cm; lebar paruh 0,43 ± 0,01 cm; panjang dada 7,62 ± 0,29 cm; lebar dada 4,55 ± 0,32 cm; panjang paha 8,55 ± 0,22 cm; panjang shank 2,74 ± 0,24 cm; panjang shank 1,40 ± 0,10 cm; dan jarak kedua tulang pubis 3,02 ± 0,30 cm.
Pengaruh Jenis Pelarut pada Ekstraksi Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Aktivitas Bakteri Penyebab Penyakit pada Hewan Ternak In Vitro Abdul Zainal Muttaqin; Abun Abun; Endang Sujana
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10, No 2 (2022): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v10i2.5823

Abstract

The use of antibiotics and commercial drugs for handling livestock can have dangerous side effects, so it is necessary to use natural alternative medicines. Red ginger is a potential plant used as traditional medicine. The content of metabolite compounds in red ginger consisting of groups: phenols, terpenoids, essential oils, and flavonoids are reported to be able to inhibit several pathogenic bacteria that cause disease in animals and humans. The purpose of this study was to determine the effect of different types of solvents in the extraction process of red ginger on the activity of disease-causing bacteria in livestock in vitro. Extraction was carried out by maceration method using several solvents consisting of: distilled water, 96% ethanol ethyl acetate, and n-hexane. Antibacterial activity test using agar diffusion method. The parameter tested is the diameter of the inhibition created around the disc paper. The results showed that red ginger extract using ethyl acetate, 96% ethanol, and n-hexane had a diameter of inhibition zone against Staphylococcus aureus bacteria of 3.38 mm; 3.17mm; and 3.70mm. In contrast to Escherichia coli bacteria, all solvents used for red ginger extraction were not found to have an inhibition zone against these bacteria.
The Effect of Stocking Density on Performance of Padjadjaran Broiler Quail Rina Marwati; Iwan Setiawan; Endang Sujana
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 4, No 2 (2023): October
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v4i2.47716

Abstract

This research's purpose was to determine the effect of stocking density on the performance of Padjadjaran broiler quails (feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio).  This experiment used 90 day old quails (DOQ) of Padjadjaran broilers quail and raised them for 6 weeks from 23 January until 5 March 2023 at the Quail Breeding Center, Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University.  The research used an experimental method with a complete randomized design (CRD).  The stocking density treatment was applied to quails starting at the age of 3 to 6 weeks, consisting of P1 (stocking density of 40 birds per m2), P2 (stocking density of 50 birds per m2), and P3 (stocking density of 60 birds per m2). Each treatment was replicated 6 times with each replicate containing 5 quails.  Data on feed consumption, body weight gain and feed convertion ratio were analyzed by variance analysis and to determine differences between treatments were tested using Duncan's Multiple Range Test. The results showed that stocking density had no effect (P>0.05) on the performance of Padjadjaran broiler quails. Based on the results of the study, we concluded that stocking densities of up to 60 birds per m2 still provide a good performance in Padjadjaran broiler quails.