Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI KOTA PAREPARE Rini Anggraeny
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v3i1.383

Abstract

Preeklampsia adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu, janin dan neonatal. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsia di Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kajian kasus kontrol. Kasus adalah semua ibu melahirkan Juli-Desember 2016 yang mengalami preeclampsia saat hamil dan tercatat pada kartu status pasien di enam puskesmas di Kota Parepare sebanyak 35 orang. Sementara kontrol adalah ibu melahirkan Juli-Desember 2016 yang tidak mengalami preeklampsia saat hamil dan tercatat pada kartu status pasien di enam puskesmas di Kota Parepare sebanyak 70 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko terhadap kejadian preeklampsia meliputi status sosial ekonomi status sosial ekonomi (OR=6,795 ; CI 95%, 1,997-23,123 p=0,002) dan pemanfaatan antenatal care (OR=10,597 ; CI 95%, 3,670-30,595 ; p=0,000). Sedangkan usia ibu (OR=0,892 ; CI 95%, 0,3952-2,012 ; p=0,782), riwayat preeklampsia ibu (OR=5,642 ; CI 95%, 0,960-33,142 ; p=0,055), paritas (OR=1,754 ; CI 95%, 0,679-4,531 ; p=0,243), riwayat hipertensi ibu (OR=1,862 ; CI 95%, 0,575-6,034 ; p=0,295), dan tingkat pendidikan ibu (OR=2,212 ; CI 95%, 0,664-7,367 ; p=0,196) bukan faktor risiko terhadap kejadian preeklampsia. Dengan demikian, status sosial ekonomi dan pemanfaatan ANC merupakan faktor risiko terhadap kejadian preeklampsia. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian preeklampsia adalah pemanfaatan antenatal care.
ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAE KOTA PAREPARE Istiana; Usman; Rini Anggraeny
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v4i3.917

Abstract

STBM merupakan strategi pelibatan masyarakat dalam program sanitasi dan telah dilaksanakan sejak Tahun 2008 dengan tujuan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan kondisi sanitasi total di komunitas yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif. Sampel penelitian ini terdiri dari masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cempa Kota Parepare, sebanyak 106 KK. Pengambilan sampel dilakukan dengan Probability Sampiling dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan jamban di Wilayah Kerja Puskesmas Cempae Kota Parepare sebanyak 92 (86,8%), frekuensi perilaku penggunaan jamban sebanyak 106 (100%). Adapun tingkat keberhasilan Pelaksanaan program STBM pilar pertama stop BABS 100% berhasil berdasarkan perilaku masyarakat yang melaksanakan program STBM pilar pertama stop BABS dengan tidak buang air besar sembarangan. Untuk itu kepada petugas sanitasi puskesmas diharapkan agar lebih sering berbaur dengan masyarakat agar pengetahuan masyarakat tentang STBM tidak minim dan kiranya dapat terus mempertahakan gelar ODF di wilayah kerjanya.
FORMULASI SEDIAAN LULUR (BODY SCRUB ) EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava Linn) SEBAGAI ANTI OKSIDA Rasidah Wahyuni Sari; Rini Anggraeny
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v4i3.1158

Abstract

Lulur atau scrub cream adalah kosmetik yang ditambahkan butiran-butiran kasar yang bersifat sebagai pengampelas (abrasiver) agar bisa mengangkat sel kulit mati dari kulit (epidermis). Salah satu bahan alam yang dapat dijadikan bahan baku body scrub adalah daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Tujuan penelitian ini untuk membuat formulasi sediaan lulur (body scrub) menggunakan ekstrak metanol daun Jambu biji(Averrhoa Blimbi L.). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Farmasi SMK Farmasi Yasari Kota Parepare. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 November s/d 20 Maret 2021, pengambilan sampel daun jambu biji di Kecamatan Panca Rijang. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan lulur (body scrub) yang diperoleh berbentuk krim lembut dengan butiran-butiran kasar (bahan scrubnya), homogen, mudah dioleskan dan merata, terasa lembut dan sejuk saat dioleskan, mudah dicuci dan beraroma khas perpaduan antara bau khas esktrak daun jambu biji itu sendiri dan parfum (corrigens odoris), kemudian dari Tiga sediaan yang dibuat dengan ekstrak daun jambu biji yang divariasikan konsentrasi yakni 10%,15% dan 20%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah telah dibuat formulasi sediaan lulur (body scrub) ekstrak metanol daun jambu biji sebanyak tiga sediaan lulur (body scrub) dengan konsentrasi ekstrak 10%, 15% dan 20% dari segi tekstur, bau dan warna maka yang dinyatakan baik dan stabil adalah konsentrasi 15 %.