Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI PERALATAN PEMBUDIDAYAAN IKAN DI DISTRIK MASNI DAN DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI Hasanusi, Mohammad; Tebay, Selvi; Alianto, Alianto
Techno-Fish Vol 5 No 1 (2021): JURNAL TECHNO-FISH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i1.3611

Abstract

Peralatan budidaya ikan diperlukan untuk mempermudah kegiatan budidaya seperti pemberian pakan, pengontrolan kondisi kolam dan kondisi ikan, bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya ikan. Penelitian dilakukan di Distrik Masni dan Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada bulan Agustus-September 2020. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan wawancara langsung ke pembudidaya. Objek penelitan adalah pembudidaya sebanyak 30 orang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta penyuluh. Analisis data secara deskriptif untuk mengukur tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan dengan teknik skoring dan chi-square dengan nilai signifikan 90% serta koefisien kontingensi untuk melihat asosiasi ketergantungan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi tergolong tinggi dengan persentase 73,3%, sedang 16,7% dan rendah 10%. Faktor internal dan eksternal seperti umur, pendidikan formal dan non-formal, pengalaman, dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta Penyuluh berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan ikan dengan nilai X2 hitung<X2tabel, akan tetapi memiliki asosiasi ketergantungan yang lemah, sedangkan untuk keuntungan relatif dan kerumitan peralatan tidak berpengaruh terhadap tingkat adopsi dengan nilai X2hitung>X2hitung namun memiliki asosiasi ketergantungan yang kuat.
TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI PERALATAN PEMBUDIDAYAAN IKAN DI DISTRIK MASNI DAN DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI Hasanusi, Mohammad; Tebay, Selvi; Alianto, Alianto
Techno-Fish Vol 5 No 1 (2021): JURNAL TECHNO-FISH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i1.3611

Abstract

Peralatan budidaya ikan diperlukan untuk mempermudah kegiatan budidaya seperti pemberian pakan, pengontrolan kondisi kolam dan kondisi ikan, bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya ikan. Penelitian dilakukan di Distrik Masni dan Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada bulan Agustus-September 2020. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan wawancara langsung ke pembudidaya. Objek penelitan adalah pembudidaya sebanyak 30 orang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta penyuluh. Analisis data secara deskriptif untuk mengukur tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan dengan teknik skoring dan chi-square dengan nilai signifikan 90% serta koefisien kontingensi untuk melihat asosiasi ketergantungan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi tergolong tinggi dengan persentase 73,3%, sedang 16,7% dan rendah 10%. Faktor internal dan eksternal seperti umur, pendidikan formal dan non-formal, pengalaman, dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta Penyuluh berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan ikan dengan nilai X2 hitung<X2tabel, akan tetapi memiliki asosiasi ketergantungan yang lemah, sedangkan untuk keuntungan relatif dan kerumitan peralatan tidak berpengaruh terhadap tingkat adopsi dengan nilai X2hitung>X2hitung namun memiliki asosiasi ketergantungan yang kuat.
Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Fakfak, Papua Barat Berdasarkan Instrumen Evika Randa, Rahel Archi Wignyayuwana; Boli, Paulus; Purba, Gandi Y.S.; Bawole, Christover Alfarani; Tebay, Selvi
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.6.2024.123-133

Abstract

Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Fakfak membutuhkan evaluasi untuk memastikan bahwa rencana pengelolaan telah dilaksanakan secara efektif. Evaluasi dilaksanakan menggunakan Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA). EVIKA telah ditetapkan sebagai instrumen alat ukur pengelolaan kawasan yang telah diterapkan secara luas pada kawasan konservasi perairan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan hasil EVIKA selama tiga tahun (2021-2023) KKP Fakfak, untuk melihat tren perkembangannya dan menunjukkan hasil yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kriteria lebih banyak pada kriteria input dan proses, sedangkan kriteria output dan outcome capaiannya masih sangat rendah. Faktor-faktor yang berkontribusi baik terhadap pengelolaan KKP Fakfak disumbangkan oleh indikator pengetahuan masyarakat dari komponen output, penjangkauan dan pengawasan dari komponen proses, dan sumber daya manusia, rencana pengelolaan, rencana zonasi dan status kawasan dari komponen input.
Rehabilitasi Sebagai Upaya Pelesterian Terumbu Karang di Wilayah Konservasi Perairan Indonesia Arungla’bi, Yora; Kamal, Eni; Damanhuri, Harfiandri; Tebay, Selvi; Wulandari, Dwieke Putri
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 9 No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2025.Vol.9.No.2.495

Abstract

Coral reef ecosystems are vulnerable to damage. This ecosystem is found in tropical and subtropical seas and consists of reefs (calcareous structures) derived from coral animals and other biota. Considering these issues, efforts are needed to find other ways to enhance the exploration of marine resources without causing damage or increasing environmental productivity. This research employs the process of literature review. The results of article searches in the identified databases show that there are various factors that cause damage to the coastal coral reef ecosystem. There are two human (anthropogenic) factors, including the dumping of garbage into the sea, the use of destructive fishing tools, the mining of corals for consumption, and the temperature, brightness, and predators of coral. The damage to the coral reef ecosystem is caused by the human factor (80.98%) compared to the natural factor (58.09%). Addressing this problem, coral reefs in Indonesia have been saved through rehabilitation and conservation using techniques such as spider web transplantation and hybrid shelves and cor, as well as developing CMRIS (Coral Reef Management Information System) and COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Programme) as technology systems.
Pengelolaan Hius Paus (Rhincodon typus, Smith 1828)berdasarkan Struktur Populasi di Perairan Kwatisore, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah Tebay, Selvi; Suruan, Sampari S.; Manangkalangi, Emmanuel; Bawole, Roni; Manuputty, Agnestesya
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2023.Vol.7.No.4.351

Abstract

Penelitian terhadap hiu paus (Rhincodon typus) dilakukan di perairan Kwatisore, bagian dari kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Observasi lapangan dilakukan pada bulan September hingga Desember 2016. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengelolaan ikan hiu paus berdasarkan struktur populasi, yaitu identifikasi individu, jenis kelamin, panjang dan bekas luka. Variabel observasinya adalah struktur populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi langsung yang terbagi dalam 2 waktu observasi, yaitu observasi langsung oleh peneliti pada pukul 06.00-17.59 dan observasi tidak langsung oleh nelayan bagan pada pukul 18.00-05.59. Pada pengamatan langsung, pengambilan data ID setiap individu dilakukan dengan memotret sirip dada kirinya, yaitu pada area antara pangkal insang ke-5, titik tertinggi insang ke-5, dan ujung belakang sirip dada. Hasil dokumentasi diidentifikasi menggunakan software I3S2.0. Bintik putih di area tersebut menjadi kunci utama identifikasi setiap hiu paus. Melalui beberapa kali pengulangan pengamatan ID, dapat diketahui jumlah, jenis kelamin, ukuran, dan kecenderungan kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 23 individu yaitu semuanya berjenis kelamin jantan. Teridentifikasi terdiri dari 17 individu lama dan 6 individu baru. Rata-rata panjang individu yang ditemukan adalah 3 - 4 meter. Setiap individu mempunyai frekuensi kemunculan yang berbeda-beda. Frekuensi kemunculan tertinggi adalah individu ID016 dengan panjang 6 m dan ID047 dengan panjang 3 m. Bekas luka yang ditemukan pada masing-masing tubuh hiu paus terdapat pada bagian mulut (53%), ekor (17%), dan sirip dada kanan (12%). Hiu paus harus dilestarikan secara alami pada suatu wilayah perairan tertentu, Komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan sistem pengelolaan kolaboratif dalam pengelolaan sumber daya hiu paus dan habitatnya.