Fathiyah, Shofa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efforts to Protect Victims of Domestic Violence in Divorce Cases in Court Fathiyah, Shofa; Santiago, Faisal
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 3 No. 12 (2024): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v3i12.675

Abstract

The number of domestic violence cases continues to increase every year. The majority of the victims of violence are women. The purpose of this study is to determine the protection in the form of fulfilling the rights of domestic violence victims in divorce cases to achieve justice, certainty, and utility. This research uses a qualitative method by employing normative research that examines primary, secondary, and tertiary legal materials and utilizes descriptive analysis. The theory used is the theory of legal objectives, namely justice, certainty, and utility. This study analyzes efforts to protect victims by the domestic violence eradication law. Based on the results of this research, efforts in the divorce process include filing for protection and fulfilling rights, and the implementation of fulfilling the rights of domestic violence victims after divorce is not oriented towards legal certainty and utility as stipulated by the law.
Perkembangan Artificial Intelligence terhadap Tindak Pidana Penipuan di Indonesia Umara, Undang Prasetya; Aldika, Haykal Faqih; Fathiyah, Shofa; Razif, Imran Bukhari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v4i2.17476

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan peluang baru dalam berbagai sektor, tetapi pada saat yang sama membuka ruang bagi munculnya bentuk kejahatan digital yang semakin kompleks, termasuk penipuan berbasis teknologi deepfake. Di Indonesia, kemunculan konten manipulatif yang menyerupai figur publik, termasuk kasus penipuan yang menggunakan citra Prabowo Subianto, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi belum sepenuhnya diikuti oleh kesiapan sistem hukum dalam merespons bentuk kejahatan digital yang baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan penggunaan AI dalam tindak pidana penipuan di Indonesia, mengkaji konstruksi hukum yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku, serta mengevaluasi praktik penegakan hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, studi literatur, dan data empiris yang diperoleh melalui wawancara dengan aparat penegak hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki regulasi khusus yang secara eksplisit mengatur penyalahgunaan teknologi deepfake. Meskipun demikian, ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana masih dapat digunakan sebagai dasar penegakan hukum. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa kompleksitas teknologi, pembuktian digital, dan keterbatasan kapasitas teknis aparat. Penelitian ini menegaskan urgensi pembaruan regulasi dan penguatan kapasitas penegakan hukum guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan masyarakat di era kejahatan berbasis AI.