Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : paradigma agribisnis

STRATEGI PEMASARAN TEMPE ALI ONCOM (Kasus di Home Industri Tempe Ali Oncom) Rizqi Indra Prastyo; I Ketut Sukanata; Dina Dwirayani
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3549

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui :1) mengidentifikasi faktor utama lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang mempengaruhi pemasaran produk tempe 2) untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran produk tempe di Home Industri Tempe 3) merekomdasikan prioritas strategi alternatif apa yang dapat diterapkan dalam pemasaran produk tempe di Home Industri Tempe. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September-November 2019, dengan mengunakan metode survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kueisioner sebagai alat pengumpul data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan skunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis SWOT dengan alat bantu analisis matiks IFE, analisis matriks EFE, analisis matriks IE, diagram SWOT, analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Pada Home Industri Tempe “Ali Oncom” terdapat faktor lingkungan internal kekuatan utama adalah Produk terjamin mutunya. Sedangkan yang menjadi kelemahan utama adalah Kurangnya kegiatan promosi. Faktor lingkungan eksternal yang menjadi peluang utama adalah Adanya pelanggan baru. Sedangkan yang menjadi ancaman utama adalah Kenaikan harga bahan baku (Kedelai). 2) strategi yang menjadi alternative strategi: a) Meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk, b) Memaksimalkan modal yang ada untuk meningkatkan kegiatan promosi sehingga dapat bersaing dengan usaha yang serupa, c) Meningkatkan pelayanan terhadap konsumen untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan menarik konsumen lain, d) Meningkatkan teknologi dan peralatan yang digunakan pada proses produksi, e) Mempertahankan pangsa pasar dan pelangan, f) Melakukan pelatihan karyawan agar dapat memberikan inovasi dan mengunakan teknologi yang semakin berkembang. 3) Hasil dari analisis QSPM menunjukan bahwa prioritas strategi yang diterapkan dalam pemasaran tempe oleh Home Industri Tempe “Ali Oncom” saat ini adalah meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk dengan nilai total daya tarik (TAS) sebesar 6,013. Kata kunci : Strategi, Pemasaran, Tempe, SWOT
Analisis Optimalisasi Tingkat Produksi Emping Jagung Dalam Upaya Mencapai Keuntungan Maksimum Sukanata, I Ketut; Pangestu, Rio
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 1 (2024): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i1.9635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kombinasi optimum dari emping jagung original dan emping jagung pedas yang diproduksi oleh UKM Asri Rahayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka pada UKM Asri Rahayu mulai dari bulan November sampai dengan Desember 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling yang diterapkan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, dimana semua anggota populasi diambil sebagai anggota sampel. Populasinya adalah produsen UKM Asri Rahayu di Kelurahan Cijati Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. Variabel yang digunakan yaitu harga jual, biaya dan jumlah permintaan serta ketersediaan sumber daya perusahaan. Alat analisis yang digunakan, yaitu linear programming (LP), dan software yang digunakan untuk mengolah data adalah LINGO. Hasil dari penelitiannya memperlihatkan bahwa UKM Asri Rahayu memiliki keuntungan aktual Rp. 1.236.000. UKM Asri Rahayu masih dapat meningkatkan keuntungan menjadi sebesar Rp. 1.280.000. Terdapat selisih sebesar Rp 44.000 dalam satu hari produksi. Kata Kunci : Linear Programming, Optimalisasi Keuntungan, Emping Jagung
Analisis Komparasi Biaya Dan Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah Dataran Tinggi Antara Sistem Pengolahaan Tanah Cultivator Dengan Sistem Konvensional (Kasus Di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka) Gumilar, Ayu Shyntia; Hidayat, Yayat Rahmat; Sukanata, I ketut
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3160

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui : 1) perbedaan biaya usaha tani bawang merah dataran tinggi antara sistem pengolahan tanah cultivator dengan sistem konvensional di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka 2) perbedaan pendapatan usaha tani bawang merah dataran tinggi antara sistem pengolahan tanah cultivator dengan sistem konvensional di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka.Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan survey, yaitu salah satu metode penelitian yang banyak digunakan pada penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu kejadian. Data yang digunakan adalah berupa data primer dan data sekunder yang akan diolah dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya tetap dan pendapatan, R/C ratio, analisis BEP, dan B/C ratio dan analisis uji beda (uji T). Terdapat perbedaan biaya dan pendapatan usahatani bawang merah antara yang menggunakan sistem pengolahaan tanah cultivator dengan sistem konvensional. Penggunaan sistem pengolahan tanah cultivator mengeluarkan biaya usaha lebih kecil daripada sistem konvensional, yaitu maisng-maisng Rp. 75.567.890 dan Rp. 80.464.381. begitu juga pada pendapatan usahatani yang dihasilkan, dimana sistem pengolahan tanah cultivator penghasilan pendapatan lebih besar yaitu Rp. 104.423.110 sedangkan yang menggunakan sistem konvensional sebesar Rp. 56.785.619, dimana selisih pendapatannya yaitu sebesar Rp. 47.637.491. Berdasarkan perbedaan pendapatan tersebut, maka tingkat kelayakan usahapun berbeda, dimana perbedaan kedua sistem tersebut yaitu masing-masing 2,38 dan 1,70. Kata Kunci: Analisis Usaha Tani Bawang Merah, Cultivator, Biaya dan Pendapatan.
STRATEGI PEMASARAN TEMPE ALI ONCOM (Kasus di Home Industri Tempe Ali Oncom) Prastyo, Rizqi Indra; Sukanata, I Ketut; Dwirayani, Dina
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3549

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui :1) mengidentifikasi faktor utama lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang mempengaruhi pemasaran produk tempe 2) untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran produk tempe di Home Industri Tempe 3) merekomdasikan prioritas strategi alternatif apa yang dapat diterapkan dalam pemasaran produk tempe di Home Industri Tempe. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September-November 2019, dengan mengunakan metode survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kueisioner sebagai alat pengumpul data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan skunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis SWOT dengan alat bantu analisis matiks IFE, analisis matriks EFE, analisis matriks IE, diagram SWOT, analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Pada Home Industri Tempe “Ali Oncom” terdapat faktor lingkungan internal kekuatan utama adalah Produk terjamin mutunya. Sedangkan yang menjadi kelemahan utama adalah Kurangnya kegiatan promosi. Faktor lingkungan eksternal yang menjadi peluang utama adalah Adanya pelanggan baru. Sedangkan yang menjadi ancaman utama adalah Kenaikan harga bahan baku (Kedelai). 2) strategi yang menjadi alternative strategi: a) Meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk, b) Memaksimalkan modal yang ada untuk meningkatkan kegiatan promosi sehingga dapat bersaing dengan usaha yang serupa, c) Meningkatkan pelayanan terhadap konsumen untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan menarik konsumen lain, d) Meningkatkan teknologi dan peralatan yang digunakan pada proses produksi, e) Mempertahankan pangsa pasar dan pelangan, f) Melakukan pelatihan karyawan agar dapat memberikan inovasi dan mengunakan teknologi yang semakin berkembang. 3) Hasil dari analisis QSPM menunjukan bahwa prioritas strategi yang diterapkan dalam pemasaran tempe oleh Home Industri Tempe “Ali Oncom” saat ini adalah meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk dengan nilai total daya tarik (TAS) sebesar 6,013. Kata kunci : Strategi, Pemasaran, Tempe, SWOT
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAHU DI DESA CIPEUJEUH WETAN (Kasus di Home Industry Tahu Desa Cipeujeuh Wetan Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon) Sanjani, Erin Nia Hardiani; Sukanata, I Ketut
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 2 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v3i2.4850

Abstract

Pengetahuan mengenai kelayakan usaha merupakan hal yang penting dikarenakan dapat menjadi pedoman bagi seseorang atau badan usaha untuk menentukan jenis usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha tahu di Desa Cipeujeuh Wetan Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - September 2020. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kuantitatif dengan teknik survei. Populasi  penelitian ini adalah pengusaha tahu di Desa Cipeujeuh Wetan yang berjumlah 15 orang, sehingga teknik penggunaan  sampel dilakukan secara sensus. Analisis data menggunakan perhitungan R/C dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata R/C sebesar 1,23 yang berarti layak untuk diusahakan. Rata-rata harga jual sebesar Rp.8.000/kg lebih besar dari BEP volume harga sebesar Rp.6.630/kg, berarti usaha tahu tersebut layak untuk diusahakan. Rata-rata produksi sebanyak 146,667 kg tahu lebih besar dari BEP volume produksi yaitu sebanyak 119,294 kg tahu, berarti usaha tahu tersebut memberikan keuntungan dan layak untuk diusahakan. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat sebagai pedoman dalam mengelola usaha agroindustri  tahu maupun lainnya. Kata Kunci              : Biaya,Cirebon,Kelayakan,Penerimaan,Tahu.   
ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA PRODUK OLAHAN KERIPIK PISANG (Kasus Di Desa Bantaragung Kecamatan Sindang Wangi Kabupaten Majalengka) Aufar, Ghaisani Nurshabrina; Sukanata, I Ketut
Paradigma Agribisnis Vol 4 No 1 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v4i1.5948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, B/C Ratio dan BEP pada industru rumah tangga keripik pisang di Desa Bantaragung, (2) Nilai tambah pada industri rumah tangga keripik pisang di Desa Bantaragung. Penelitian dilaksanakan di Desa Bantaragung Kecamatan Sindang Wangi Kabupaten Majalengka pada Bulan Februari-Maret 2021, dengan 6 responden perajin keripik pisang yang dianalisis dalam satu kali produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah sensus, dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengetahui informasi perajin. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung nilai tambah industri rumah tangga keripik pisang Desa Bantaragung adalah metode hayami. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, dari 6 perajin industri rumah tangga keripik memberi nilai tambah (positif), dan usaha ini layak untuk dilaksanakan.Kata Kunci: Harga, Keripik Pisang, Majalengka, Metode Hayami, Nilai Tambah.