Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Pembiayaan Agribisnis Mangga (Mangifera indica L.) (Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia Studi Kasus di Desa Gemulung Tonggoh Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon) Dwirayani, Dina; Jaeroni, Akhmad
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.10

Abstract

Mangga selain diminati masyarakat juga sangat berpotensi memberikan peningkatan kesejahteraan kepada petani karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi (Natawidjadja, 2013). Mangga merupakan salah satu komoditas yang memberikan pendapatan daerah terbesar bagi khususnya Kabupaten Cirebon (BPS Cirebon, 2015). Sentra produksi mangga di Cirebon salah satunya terdapat di Desa Gemulung Tonggoh Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon. Penelitian Rasmikayati dkk. (2018) menunjukkan bahwa perilaku agribisnis mangga di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon berada pada level transisi dari pertanian subsisten ke pertanian komersil. Pertanian komersil perlu didukung oleh pembiayaan Yang Tepat. Tercapainya suatu efektivitas pembiayaan dari sebuah lembaga keuangan akan berdampak positif bagi nasabah yaitu bertambahnya kesejahteraan (Peningkatan skala usaha, pendapatan, nilai aset). Program pembiayaan KUR BRI penyalurannya untuk sektor usaha kecil, umkm, sektor pertanian. Akan tetapi di daerah terdapat kesenjangan penyaluran pembiayaan khususnya pada sektor pertanian sehingga dilakukan evaluasi terkait efektivitas penyaluran pembiayaan yang dilakukan pada sektor pertanian. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas pembiayaan KUR BRI pada petani mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 aspek yang dikaji yaitu pengajuan skornya 244, pencairan skornya 240, pemanfaatan skornya 155, pengembalian skornya 209 dan dampak pembiayaan skornya 222. Skor memperlihatkan bahwa 4 aspek berada pada kategori efektif dan 1 aspek berada pada kategori cukup efektif.  Pada aspek pemanfaatan pihak petugas bank kurang memberikan pembinaan dan pengawasan kepada petani setelah pinjaman diberikan. Menurut petani petugas bank hanya melakukan kunjungan pada saat survey pengajuan pinjaman. Kata Kunci : Efektivitas, Pembiayaan, Petani Mangga
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN LUMBUNG PANGAN DESA UNTUK KETAHANAN PANGAN Dwirayani, Dina
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.408 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan dari lumbung pangan desa. Penelitian dilakukan di Desa Ujunggebang Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Responden penelitian ini adalah para pemangku kebijakan yang memiliki kewenangan terhadap perkembangan lumbung yaitu pengurus lumbung pangan, penyuluh dan pejabat pemerintahan desa. Data yang digunakan meliputi data sekunder dan primer. Analisis data dilakukan secara deskriptif (descriptive analysis) melalui cara pengelompokkan analisis lingkungan internal dan eksternal, kemudian memplotkan kedalam bentuk matriks internal eksternal, matriks swot. Kekuatan terbesar ada dalam komunikasi antar anggota, sedangkan kelemahan terbesar adalah kondisi gudang yang kurang pemeliharaan. Peluang tertinggi adalah adanya program pemerintah yang mendukung dan ancaman yang tertinggi adalah kerawanan pangan. Matriks IFE skor bobotnya 2,59 dan matriks EFE 2,43. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal lumbung berada pada kuadran V dengan skor 2,59-2,43. Strategi yang bisa diterapkan dalam kuadran 5 ini adalah pertahankan dan jaga dengan menghasilkan 8 alternatif strategi. Kata Kunci: Pengembangan Lumbung Pangan, Ketahanan Pangan
SOLUSI PELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MELALUI ECOENZYME Amini, Zakiyah; Eviyati, R; Dwirayani, Dina
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.7131

Abstract

Environmental preservation activities can be started by households . The most common sources of waste are from household settlements , the composition is 75% consisting of organic waste and only 25% inorganic waste. The accumulation of garbage in TPS (Temporary Shelters ) creates an unpleasant sight and creates an unpleasant odor . Efforts to minimize the accumulation of waste is to separate organic waste and inorganic waste . Organic waste can be processed by the composting method of solid fertilizer or liquid fertilizer . In addition to the composting method , organic waste can be made eco enzyme . Eco enzyme is a solution to complex organic substances produced from the fermentation process of organic waste , sugar , and water . The implementation of this service activity is carried out by training in waste management through the manufacture of eco-enzymes for the Rukun Lestari Women Farmer Group , East Palimanan Village , Prapatan Block RT 13/ RW 05 Palimanan District , Cirebon Regency . The participants of the activity were very enthusiastic about the activities carried out because of the many benefits that can be obtained with the presence of eco enzymes , including as liquid organic fertilizer , organic pesticides, bathroom cleaners , hand sanitizers , and floor cleaners .
Technical Efficiency of Sugar Cane Farming in PT PG Rajawali II Unit PG Sindanglaut Eliah, Jian Fauzi Raisa; Daniswari, Adela; Dwirayani, Dina
Jurnal Agrosci Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 September 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v2i1.421

Abstract

This research aims to determine the profitability and technical efficiency of sugarcane farming in PG Sindang Laut, Cirebon Regency, West Java. The research method used was survey research with 60 respondents of 30 plant cane and 30 ratoon cane. The data analysis used includes (1) descriptive analysis, (2) Cobb-Douglas production function with the SFA approach using Frontier 4.1, and (3) income analysis. The results of this research showed that, land area, seeds, phonska fertilizer, and labor affect sugar cane production in the plant cane category. On the other hand, land area, seeds, phonska fertilizer, and ZA fertilizer affect the technical efficiency of sugar cane farming of ratoon cane category. The factors that influence technical efficiency in the plant cane category are age, farming experience, and family responsibility. While education and farming experience influence technical efficiency in the ratoon cane category. The average income from sugarcane farming in the plant cane and ratoon cane categories is IDR 8,526,816/ha and IDR 13,195,410/ha.
Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Emping Melinjo Suminar, Yuyum; Dwirayani, Dina; Trisnaningsih, Umi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i2.845

Abstract

This study aims to find out: (1) The cost of emping melinjo business. (2)   Business income emping melinjo. (3) What factors affect the business income of emping melinjo. The method used in this study is quantitative research method. The population in this study is emping melinjo business actors in Tuk Village, Kedawung District, Cirebon Regency. The sampling technique in this study was to use a simple random sampling technique as many as 52 business actors were sampled. The data analysis technique used are classical assumption test and multiple linear regression using SPSS 22 aplication. The results showed that: (1) The costs incurred for fixed costs and variable costs were RP 85,531/month and RP 16.302.433/month respectively with total costs of Rp 16.387.964/month and average receipts of Rp 19.119.519/month. (2) Average income of Rp 2.731.556/month and worth working on with an R/C ratio of 1.18. (3) Factors that affect emping melinjo business income are selling price, raw material price, and length of business. The results of this study are useful for emping melinjo business actors in order to increase business income.
The Analysis of Shallot Farming Income in Pabedilan District, Cirebon Regency Ricardo, Yogi; Francisca, Camelya; Amelia, Ela; Dwirayani, Dina
Jurnal Agrosci Vol 2 No 6 (2025): Vol 2 No 6 July 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v2i6.816

Abstract

Background. One of the leading commodities in Cirebon Regency is shallots. Differences in planting seasons can affect farmers' incomes. Aims. The purpose of this study is to analyze the income and feasibility of shallot farming in the dry season and rainy season. Methods. This research was conducted in Pabedilan District, one of the largest shallot production centers in Cirebon Regency. Data collection in this study was conducted through surveys and interviews using structured questionnaires with 30 respondents, comprising the same group of shallot farmers in both the dry and rainy seasons. The analysis methods used in this study include calculating income, revenue, r/c ratio, b/c ratio, and performing a t-test to compare income between the rainy season and the dry season. Result. The results of this study show that the average total cost of the dry season is Rp. 138,829,827.74, the rainy season is Rp. 152,388,777.74, and the income of farming in the dry season is Rp. 74,408,560.75, and the rainy season amounted to Rp. 250,425,154.12, the dry season revenue was 213,238,388.49 and the rainy season was 402,813,931.86, the dry season r/c ratio was 1.53, the rainy season was 2.64, the dry season b/c ratio was 0.53, the rainy season was 1.64, the statistical test showed a significant difference between the income of the two seasons with a significance value of 0.027. Conclusion. This finding indicates that shallot farming in Pabedilan District is feasible in both seasons; however, it is more profitable when carried out during the rainy season.
Analysis of Sustainability of Shallot Farming in Pabedilan District, Cirebon Regency Salsabila, Tiara Yuniar; Ismi, Keysha Alea; Nurmaningsi, Risti; Dwirayani, Dina
International Journal of Business, Economics, and Social Development Vol. 6 No. 4 (2025): International Journal of Business, Economics, and Social Development (IJBESD)
Publisher : Rescollacom (Research Collaborations Community)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijbesd.v6i4.1033

Abstract

This study aims to analyze the level of sustainability of shallot farming in Pabedilan District, Cirebon Regency, based on three main dimensions, namely economic, social, and environmental. Shallots are a superior horticultural commodity that contributes significantly to farmers' income, but their sustainability faces various challenges. The method used in this study is composite index analysis, with 30 respondents selected purposively. The results of the study indicate that the economic dimension is in the fairly sustainable category, the social dimension is in the sustainable category, and the environmental dimension is still at a less sustainable level. Factors that influence sustainability include limited access to capital, lack of diversification of information sources, and the use of chemical agricultural inputs which is still high. Therefore, it is necessary to strengthen the capacity of farmers through continuous training and facilitation of access to environmentally friendly technology to improve the sustainability of shallot farming as a whole.
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Saefudin, Bobby Rachmat; Rasmikayati, Elly; Dwirayani, Dina; Awaliyah, Fitri; AD Rachmah, AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA AYAM BROILER (Kasus di Desa Buntu Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka) Afwa, Nur; Alfandi, Alfandi; Dwirayani, Dina
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha ayam broiler Desa Buntu, (2) Profitabilitas usaha ayam broiler Desa Buntu dan (3) Kelayakan dalam aspek pasar dan lingkungan. Penelitian dilaksanakan di Desa Buntu kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka pada bulan Juli – Agustus 2019, dengan 5 responden peternak ayam broiler yang dianalisis 3 periode produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah sensus, dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengetahui informasi peternak. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif bersifat deskriptif. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung profitabilitas usaha ternak ayam broiler Desa Buntu adalah GPM, NPM, ROI dan BEP. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, dari ke 5 peternak usaha ayam broiler sudah menguntungkan (3 periode), tetapi dalam analisis profitabilitasnya masih kurang maksimal dan masih dibawah standar industri dan berdasarkan kriteria aspek pasar dan lingkungan usaha ayam broiler Desa Buntu layak untuk dilaksanakan. Kata Kunci: Profitabilitas, Usaha Ayam Broiler ABSTRACT This research needs to know: (1) The amount of production
STRATEGI PEMASARAN TEMPE ALI ONCOM (Kasus di Home Industri Tempe Ali Oncom) Prastyo, Rizqi Indra; Sukanata, I Ketut; Dwirayani, Dina
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3549

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui :1) mengidentifikasi faktor utama lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang mempengaruhi pemasaran produk tempe 2) untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran produk tempe di Home Industri Tempe 3) merekomdasikan prioritas strategi alternatif apa yang dapat diterapkan dalam pemasaran produk tempe di Home Industri Tempe. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September-November 2019, dengan mengunakan metode survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kueisioner sebagai alat pengumpul data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan skunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis SWOT dengan alat bantu analisis matiks IFE, analisis matriks EFE, analisis matriks IE, diagram SWOT, analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Pada Home Industri Tempe “Ali Oncom” terdapat faktor lingkungan internal kekuatan utama adalah Produk terjamin mutunya. Sedangkan yang menjadi kelemahan utama adalah Kurangnya kegiatan promosi. Faktor lingkungan eksternal yang menjadi peluang utama adalah Adanya pelanggan baru. Sedangkan yang menjadi ancaman utama adalah Kenaikan harga bahan baku (Kedelai). 2) strategi yang menjadi alternative strategi: a) Meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk, b) Memaksimalkan modal yang ada untuk meningkatkan kegiatan promosi sehingga dapat bersaing dengan usaha yang serupa, c) Meningkatkan pelayanan terhadap konsumen untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan menarik konsumen lain, d) Meningkatkan teknologi dan peralatan yang digunakan pada proses produksi, e) Mempertahankan pangsa pasar dan pelangan, f) Melakukan pelatihan karyawan agar dapat memberikan inovasi dan mengunakan teknologi yang semakin berkembang. 3) Hasil dari analisis QSPM menunjukan bahwa prioritas strategi yang diterapkan dalam pemasaran tempe oleh Home Industri Tempe “Ali Oncom” saat ini adalah meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk dengan nilai total daya tarik (TAS) sebesar 6,013. Kata kunci : Strategi, Pemasaran, Tempe, SWOT