Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Menakar Eksistensi Estetika Ornamen Makam Kuno Ashari, Meisar
PUSAKA Vol 2 No 1 (2014): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.206 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v2i1.121

Abstract

Artikel ini adalah hasil penelitian tentang peninggalan warisan kebudayaan fisik yang juga merupakan produk kesenian peninggalan kejayaan kerajaan Islam abad XVII-XIX. Oleh karena itu ada dua aspek kesenian yang perlu diperhatikan dalam menakar eksistensi estetika ornamen makam kuno. Pertama konteks estetika yang mencakup bentuk, keahlian dan gaya. Kedua adalah konteks makna (meanings), yang mencakup pesan dan kaitan lambang-lambangnya (symbolic value). Penelusuran nilai estetika pada bentuk dan fungsi ornamen makam adalah untuk menggali makna yang mengendap dibalik sebuah karya, dengan demikian eksistensi ornamen dianalisis berdasarkan interaksi dan interpretasi analisis melalui pendekatan estetika arkeologi. Interaksi analisis dilakukan untuk mendapatkan intersubjektif dari data-data yang dihasilkan dengan menggunakan riset etik atau berdasarkan data pada kajian pustaka atau berdasarkan pengetahuan dan pendapat dari peneliti. Hasil analisis diketahui bahwa eksistensi ornamen makam adalah selain sebagai identitas budaya masyarakat setempat juga sebagai gudang informasi yang dikomunikasikan melalui simbol-simbol visual dalam pola atau motif pada ornamen makam.
Pemanfaatan Biota Laut Dalam Berkarya Seni Terapan Di SMPN 11 Satap Pulau Masalima Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Roslyn; Firdaus; Ashari, Meisar; Amin , Sulvahrul
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i1.1445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui cara pembuatan karya seni terapan dari media biota laut. Serta dapat mengetahui bentuk-bentuk apa saja dapat dibuat dari biota laut. Objek pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas IX SMPN 11 Satap Pulau Masalima yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data adalah melalui tes, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian yakni ada beberapa tahapan dalam Pemanfaatan Biota Laut Dalam Berkarya Seni Terapan di SMPN 11 Satap Pulau Masalima.
KOMPARASI TEORI GESTALT DAN A.A.M DJELANTIK: STUDI KASUS DESAIN KOMUNIKASI VISUAL PADA IKLAN NUCIFERA Usman, Suanda Maulana; Faisal, Muh; Ashari, Meisar
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 12 No 1 (2022): HARMONI: APRIL 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v12i1.13772

Abstract

This research discusses the visual communication design contained in product advertisements from the Nucifera cafe by focusing on the shape, weight and presentation. The purpose of this research is to obtain information regarding Visual Communication Design in Nucifera Café Makassar Advertisements on Instagram Social Media. The object of this research is the advertising design at the Nucifera cafe which is handled by the marketing agency, Creanov. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The data analysis technique uses qualitative descriptive. The results of this research have four stages in the data collection process. The first stage is that the researcher collects data through observation, then interviews parties related to the research object and then documents the research object. The second stage is data reduction. After carrying out the first stage, data reduction is carried out and then supported by data collection, simplification and sorting. The third stage is data display, this data presentation is prepared after carrying out a series of stages, the form of data presentation is in the form of narrative text. The fourth stage is data conclusion, the final conclusion in the qualitative analysis process is carried out after the data has gone through several stages and then conclusions will be drawn.
PROSES PEMBELAJARAN SENI KRIYA LOGAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIVEMEN DEVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VIII A MTs. MUHAMMADIYAH LEMPANGANG KABUPATEN GOWA fidayati; Subiantoro, Benny; ashari, meisar
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 2 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vekd1w09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah secara umum untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran seni kriya logam pada mata pelajaran seni budaya pada siswa Kelas VIII A MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa dalam membuat seni kriya logam dengan menggunakan teknik timbul.Penelitian ini merupakan strategi belajar mengajar yang bertujuan untuk menentukan semangat dan memotivasi belajar siswa dan mengembangkan kreativitas belajar siswa dalam berkarya seni kriya logam dan dapat mendorong siswa belajar secara sistematis. Penelitian ini dilakukan di MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa di Kelas VIII A dengan jumlah 1 Kelas, dengan siswa sebanyak 30 orang, sampel 30 orang. Menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif.Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran kriya logam melalui model pembelajaran Student Team Achivemen Division (STAD) pada siswa Kelas VIII A MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa dalam membuat seni kriya logam sudah lumayan baik dari 30 orang yang terdiri dari lima kelompok dan tiga kelompok yang paling baik dari cara mendesainnya maupun sampai proses penyelesaian dan itu menunjukkan bahwa mereka sangat termotivasi dalam membuat seni kriya logam. Namun disisi lain masih ada sebagian dua kelompok yang belum terlalu berani dan tidak terlalu mengerti dalam proses pembuatan kriya logam dan siswa merasa kesulitan dalam proses pemindahan desain kertas A4 ke permukaan logam.
EKSISTENSI SENI LUKIS REALISME DI ERA POST-MODERNISME (Tinjauan Karya Dede Eri Supria) ASHARI, MEISAR
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 1 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v2i1.11743

Abstract

Implikasi dari sebuah pernyataan “realisme” adalah bagaimana kita menemukan bermacam-macam fase fantasi diantara idealisme era atau masa dan intelektualisme masa kini. Realisme adalah salah satu paham atau aliran warisan yang sangat familier mengemukakan kenyataan atau sesuatu yang bersifat lahiriyah. Berusaha dengan segala daya untuk menyatakan perwujudan obyek yang tepat dan selalu berdasar atas keyakinan atas eksistensi obyektif dari sesuatu. Impresionisme.Keberadaan seni lukis realisme saat ini tidak lepas dari upaya yang telah di lakukan oleh orang-orang sebelum kita dan seni lukis realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan Verisimilitude (sangat hidup), sekingga kerap kali disebut dengan peniruan dari obyek sebenarnya, Cuma pada pengungkapannya tergantung pada siapa saja yang ingin mencoba untuk menggambarkannya. Eksistensi Post-Modernisme adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Post-modern yang berarti kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini, jadi post-modernisme adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Dede Eri Supria dengan karyanya "Tukang Daging" (juga dikenal sebagai "Menunggu Pembeli atau Menunggu untuk Pelanggan)” yaitu karya tahun 1981. Salah satu karya yang ikut menopang keberadaan Dede sebagai seniman dalam dunia seni lukis. Penggambaran karyanya dengan gaya 'superrealis' seperti ketepatan optik pada bidikan kamera. Lukisan Dede ibarat fotografi realitas yang muncul sebagai dokumentasi bercerita tentang suasana jaman atau era. Penangkapan objek meja, tenda, dan daging, menggambarkan unsur-unsur pasar pinggir jalan yang dapat ditemukan di mana saja di perkotaan di Indonesia, sedangkan bumi retak kering latar belakang adalah sepenuhnya unplaceable.
DISIPLIN KREATIF DALAM SENI RUPA TERAPAN ASHARI, MEISAR
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 1 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v1i1.11785

Abstract

Penelusuran disiplin kreatif adalah suatu proses kontenplasi penemuan ide atau gagasan dalam konteks penciptaan seni. Kendati tidak dengan istilah yang sama, kehadiran seni terapan telah berlangsung dengan waktu yang panjang, yaitu sejak masa kehidupan berburu dan meramu, disusul kehidupan menetap dan tradisional, sampai pada zaman modern dan era global.Kehadiran seni terapan terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Hasilnya diperlukan masyarakat secara terus menerus, sehingga pembuatnya berlangsung turun-temurun menjadi tradisi. Sudah tentu disertai penyempurnaan, perubahan, dan perkembangan. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa eksistensi seni tradisional Indonesia, khususnya di Sulawesi selatan, mengandung tiga muatan penting, yaitu: (1) mitologi; (2) ritual; dan(3) symbol (Fichser, 1994). Ketiga muatan itu saling bergayut, mencerminkan kandungan spirit, ruh, dan jiwa budaya bangsa, menyiratkan pencapaian kualitas astetik seni tradisional Indonesia berkualitas tinggi, monumental dan menyejarah, sekaligus bukti kualitas seniman atau perupa seni terapan masa lampau dalam berkreasi.
ESTETIKA KARYA SENI ILUSTRASI DOODLE ART KOTA MAKASSAR Ashari, Meisar; Nurwahidah, Nurwahidah
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 13 No 2 (2023): HARMONI: OCTOBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v13i2.12882

Abstract

Art is a work or human action that has a point of beauty that makes the human heart moved. In other words, art is an element of culture which aims to fulfill the needs of humans or community groups for aesthetic values. Doodle Art is a work of art that uses a lot of imagination and truth in processing and setting images on a medium. The purpose of this analysis is to find out the aesthetics of Makassar City Doodle Art Illustration Art works. For this reason, the target of the analysis is directed at the Makassar Doodle Art community, namely the millennial community of young people in Makassar City. This type of research is interpretive qualitative research and uses Monroe Breadsley's aesthetic theory approach which emphasizes elements of unity, complexity and seriousness. The population in this research is the Makassar Doodle Art community, totaling 50 people and the research sample is the Makassar Doodle Art Community, totaling 10 people. The data analysis techniques used are literature, video and photo documentation from existing samples, namely the Makassar Doodle Art community, Makassa city. The conclusion that can be presented in this article is that apart from the aesthetic concept, it is also about the process of creating illustrations (doodles) in the Makassar DoodleArt community. The process of   creating Doodles using simple, improvised equipment can produce good work that can be analyzed.
PENGARUH MEDIA KOLASE TERHADAP KEMAMPUAN PEMANFAATAN LIMBAH PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN (SBK) SISWA KELAS III DI UPT SPF SDN KAKATUA KOTA MAKASSAR Zulvia; Ashari, Meisar; Roslyn
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43813

Abstract

This study aims to determine the effect of using collage media on the waste utilization ability of third-grade students in Cultural Arts and Crafts learning. The research was conducted at UPT SPF SDN Kakatua Makassar using a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects were third-grade students who participated in collage learning activities using plastic waste as the main material. The results of the study indicate that the use of collage media made from plastic waste has an influence on students' ability to utilize waste materials into artistic works. This can be seen from the students’ ability to identify and select plastic waste materials, arrange pieces of materials to form image objects, and produce collage works that vary in terms of shape, color, and composition. In addition, collage activities also increased students’ engagement in the learning process through collaborative work, discussions, and participation in the process of creating artwork. These activities provide concrete learning experiences that help students understand that plastic waste can be reused and transformed into artworks with aesthetic value. Therefore, the use of collage media made from plastic waste can be an effective alternative learning medium in Cultural Arts and Crafts learning at the elementary school level.
PROSES PEMBELAJARAN MENGGAMBAR FLORA MENGGUNAKAN PENSIL PADA SISWA KELAS X DI MA SYEKH YUSUF SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Hendrawati, Astri; ashari, meisar; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j6dbzc80

Abstract

dan mendeskripsikan secara jelas tentang Proses Pembelajaran Menggambar Flora Menggunakan Pensil Pada Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan yang jelas, terperinci, dan terpercaya dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran menggambar flora mengetahui tingkat kesulitan dan nilai estetika dalam pembelajaran menggambar flora. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 10 dan sampel 10 orang tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), tes praktik dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa dalam hal pembelajaran Menggambar Flora siswa MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.