Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Pengelolaan Sumber Daya Air Di Rumah Asvin Embongbulan; Cici Parinding; Eflin Sharies; Sherryl S. Ema; Satrio Pademme; Dian Pranata Putra Ambali
Journal Dynamic Saint Vol. 6 No. 2 (2021): Jilid 6 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v6i2.1440

Abstract

Pemanenan air hujan (PAH) merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan dari atap rumah, atap gedung atau di permukaan tanah pada saat hujan. Sebagai salah satu sumber air bersih, pemanfaatan air hujan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air bersih, mengurangi volume air limpasan hujan dan mengisi kembali air tanah terutama di perkotaan. Pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan memicu konsekuensi bahwa terjadi penurunan debit air tanah karena konsumsi yang berlebihan yang diperparah dengan pengurangan lahan tangkapan air hujan karena banyak lahan terbuka dikonversi menjadi areal bangunan.  Hal ini akan memicu terjadinya kelangkaan air tanah sekaligus memicu terjadinya banjir. PAH merupakan salah satu alternatif untuk  mengurangi terjadinya hal tersebut.  Dengan cara ini suplai air bersih dari PDAM  maupun dari air tanah dapat dihemat dan kelebihan airnya dapat diresapkan di sumur resapan sehingga dapat membantu pengisian kembali air tanah. Penelitian ini dilakukan selama tiga hari. Penampungan air dilakukan sekitaran dari pukul 15: 17 – 16:05 selama tiga hari. Jumlah air hujan yang dapat tertampung dalam sehari adalah 98 liter (0,098 m3). Sehingga jumlah air yang tertampung selama tiga hari adalah 0,098 m3 x 3 = 0,294 m3. Penampungan yang dugunakan pada penelitian ini adalah penampungan air dengan kapasitas 120 liter (digunakan untuk menampung air hujan) serta satu tendon untuk  sumur bor dengan kapasitas 1200 liter  yang menjadi sumber air kontrakan dan nantinya akan menjadi media tamping. Karena kebutuhan air bersih penghuni kontrakan dalam sehari adalah 0,48 m3
KARAKTERISASI SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) DESA KARUA KECAMATAN BALUSU KABUPATEN TORAJA UTARA AM Patádungan; DPP Ambali; JA Lolo; DP Thana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Permasalahan sampah terjadi karena paradoksal antara produksi sampah dengan degradasi sampah. Laju produksi sangat cepat sementara di sisi yang lain laju degradasi sangat lambat. Dua dari tiga bagian sampah yang sangat sukar didegradasi adalah bagian plastik dan bagian benda keras, seperti botol dan besi. Bagian yang paling mudah didekomposisi adalah material organik. Tujuan jangka pendek (objektif) dari penelitian ini adalah untuk mengurai komposisi sampah yang tertimbun di TPA Karua. Pemilahan untuk mengkarakterisasi sampah dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Indonesia Toraja. Karakter masing-masing sampah dari hasil pemilahan dikelompokkan berdasarkan sifat fisik sehingga tersedia data yang dapat digunakan tidak hanya sebagai pedoman pengelolaan sampah secara terpadu tetapi juga digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Penentuan titik sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu berdasarkan pertimbangan peneliti dengan memperhatikan letak sampah di kemiringan lahan yang berbeda. Data hasil pemilahan dianalisis dengan statistik sederhana menggunakan distribusi frekuensi yaitu mengolah data dengan penjumlahan, pengurangan, dan pembandingan. Berdasarkan hasil penelitian di TPA Desa Karua belum ditemukan adanya perbedaan timbunan antara sampah lama dengan sampah baru, semua areal masih termuati sampah baru. Perbedaan kemiringan lahan penimbunan, areal yang miring dan areal yang datar, tidak memberikan perbedaan nyata pada masing-masing jenis sampah. Sampah di TPA Lembang Karua didominasi oleh sampah organik sebesar 55% kemudian sampah padat sebesar 27 % dan sampah plastik sebesar 18%.
DESAIN SISTEM PENYEDIAAN AIR BESIH DI DUSUN KOKOA,LEMBANG SESEAN MATALLO Sampe Upa', Calvin; Masarrang, Leo Arif Nateo; Lembang, Rehan Ariel; Paranduk, Julti; Lumba, Caleb; Ambali, Dian Pranata Putra
Jurnal Dynamic Saint Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i1.1423

Abstract

System penyedian air bersih di Lembang sesean matallo belum tertata dengan baik. Pada saat musim penghujan pipa saluran air mengalami kerusakan : tersumbat, bocor bahkan pecah yang diakibatkan oleh longsor pada daerah tebing yang dilalui oleh pipa. Distribusi hidran umum tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang ada. Oleh sebab itu perlu peninjauan kembali atau perencanaan ulang sistem penyediaan air bersih, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Dalam jurnal ini direncanakan sistem penyediaan air bersih di Lembang sesean matallo hingga tahun 2030. Proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi, sehingga diketahui jumlah penduduk pada tahun rencana guna memprediksi jumlah kebutuhan air bersih. Mencari sumber air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan merencanakan sistem penyediaan air yang dapat menyalurkan air secara merata ke seluruh penduduk yang ada Lembang sesean matallo.Dari survey dan analisis, jumlah pertumbuhan penduduk Lembang sesean matallo hingga tahun rencana 2030 adalah 7413 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 5,0196 liter/detik
Compressive Strength and Light Transmission of Translucent Concrete by Using Optical Fiber Ambali, Dian Pranata Putra Pranata; Lolo, Jumiarti Andi; Handyaningtyas, Garudea Martha; Tasik, Gerson Kona; Goran, Heinprianto Kewegok
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 2: December 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i2.2023.247-254

Abstract

Global warming or an increase in the earth's temperature triggers the innovation of green building materials to reduce the contribution of buildings to the effect of greenhouse gases. One of the building materials innovations in reducing energy use is translucent concrete. However, the addition of optical fiber as a material capable of transmitting light in a transparent concrete mixture can reduce the compressive strength of the concrete. This study aimed to determine the ability of translucent concrete to transmit light and how strong the compressive strength of translucent concrete using optical fiber. Measurement of light transmission gives the result that the larger the diameter of the optical fiber used, the greater the value of light transmission. While testing the compressive strength of concrete shows that the use of optical fiber in transparent concrete reduces the compressive strength of concrete by about 26%. The addition of silica fume in the translucent concrete mixture has an impact on increasing the compressive strength which is almost equivalent to normal concrete. Variations in the arrangement of optical fibers in the transparent concrete mixture were also carried out, namely straight and random arrangements, then the results obtained that translucent concrete with straight optical fiber arrangements had a better light transmission value than translucent concrete with random optical fiber arrangements. On the other hand, the compressive strength of translucent concrete with straight optical fiber arrangement is lower than that of translucent concrete with random optical fiber arrangement.