Adminpintarharati
Unknown Affiliation

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: Siti Aisyah1& Ignatia Imelda Fitriani1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1172

Abstract

Persepsi merupakan seluruh proses akal manusia mengenai suatu cara pandang dan pemahaman ataupun pemberian makna seseorang mengenai suatu objek yang ada di sekitar lingkungannya melalui pengamatan, pengetahuan dan pengalamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana persepsi orang tua terhadap lembaga pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki anak usia 1-5 tahun di Kecamatan Sebangau. Lokasi pengambilan data dilakukan di posyandu abadi dan posyandu kuntum mekar yang berada di kelurahan kereng bangkirai. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diketahui bahwa persepsi orang tua terhadap lembaga pendidikan anak usia dini di kecamatan sebangau, dapat disimpulkan sebagi berikut: hasil perhitungan nilai keseluruhan persepsi orang tua sebesar 63,49% yang dapat dikategorikan “Baik”.Kata Kunci : Persepsi. Orang Tua, Lembaga PAUD
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA KEAKSARAAN BERBASIS KEMAMPUAN SIMBOLIK PADA ANAK ANAK TK DI GUGUS 11 BUNGA MATAHARI PALANGKARAYA: Sophia Oktavia Balimulia1 & Elisabeth Fransisca Saragi Sitio1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1173

Abstract

Anak usia TK adalah anak usia dini dengan rentang usia 4 – 6 tahun. Kemampuan kognitif anak usia dini menurut Piaget masuk pada tahapan pra operasional dan menuju ke tahapan operasional kongkret. Pada tahapan praoperasional ini anak masuk pada subtahap simbolik, yang artinya anak mampu mengembangkan kemampuan secara mental untuk membayang suatu objek yang tidak ada (Mutiah, 2010) atau seperti yang dikemukakan oleh Runtukahu (2014) bahwa ketika anak berada dalam tahap simbolik, anak akan mampu memanipulasi simbol atau lambang objek-objek tertentu. Berbasis kemampuan simbolik yang ada pada anak usia dini ini, peneliti mencoba mengembangkan alat peraga keaksaraan dengan produk lokal yang merupakan produk/benda khas yang ada di Kalimantan Tengah guna mempermudah anak mengingat simbol simbol angka yang merupakan lingkup perkembangan keaksaraan yang diajarkan pada anak berusia 4-6 tahun (anak usia TK). Pengembangan alat peraga keaksaraan ini akan berupa media visual yaitu kartu angka. Pengembangan alat peraga ini akan memanfaatkan proses asosiasi yang berkembang pada tahapan simbolik ini. Proses asosiasi merupakan proses dimana anak mulai menghubungkan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan pengetahuan baru yang didapatkannya atau yang ada disekitarnya. Piaget menyatakan bahwa anak akan membentuk schemata baru tanpa membuang yang sudah ada tetapi memperbaiki dan menguatkan yang sebelumnya dalam proses asosiasi ini. Oleh karena itu berdasarkan teori yang ada, peneliti berencana membuat alat peraga keaksaraan dalam bentuk kartu angka yang dilengkapi gambar asosiatif yang menyerupai bentuk angka yang terispirasi dari produk/benda khas lokal sehingga akan memudahkan anak usia dini belajar mengenal angka. Metode penelitian ini akan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development), yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Langkah pengembangan yang direncanakan hanya sampai pada tahap ketujuh (revisi produk) dan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi, lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh gambar gambar asosiatif yangJurnalPendidikanDanPsikologiPintarHaratiVol.15No.2,Desember2019 82berasal dari produk dan benda yang menjadi kekhasan lokal Kalimantan Tengah.Kata kunci : Alat peraga, Berfikir simbolik, Gambar asosiasi
UPAYA PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING (Efforts In Developing A Child’s Character Through An Experiential Learning Approach Model): Wahyuni Christiany Martono Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1174

Abstract

The aim of this study was to describe the efforts undertaken to develop children's character through an Experiential Learning model approach at Homy School in Palangka Raya, Central Kalimantan. This study used qualitative method. The subjects of this study were educators, children and the principals. The methodology used was collecting data by observation, interviews and documentation. The technique used to analyze data was a qualitative descriptive technique. The results showed that the implementation of Experiential Learning approach model at Homy School in Palangka Raya Central Borneo could develop children's character. Homy School implements the four stages of Experiential Learning, which are 1) concrete experiences, 2) reflective observation, 3) abstract concepts, and 4) active experiments; all these efforts are focused towards the process of developing a child's character. Positive character outputs of Experiential Learning are: a child feels they are important and able to relate themselves, to friends and the environment. They also becomes more spiritual, likeable, honest, have a sense of love, empathy, independence, responsibility, creativity, active, confident, and enjoy learning. In an effort to develop a child’s character through an Experiential Learning approach model at Homy School in Palangka Raya, Central Kalimantan, it was recommended that consistency and good collaboration continue to be maintained between the school (tutors) and parents. In addition, hoped that routine evaluations in every activity carried out.Keywords: Character Development, Experiential Learning Model Approach, Homy School Palangka Raya
10.36873/jph.v16i1.1778 MEDIA FLASHCARD BAHASA DAYAK - INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI : Ignatia Imelda Fitriani & Sophia Oktavia Balimulia Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1778

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan model belajar yang menyenangkan untuk meningkatkan kosakata bahasa Indonesia anak usia dini dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan dengan cara yang sesuai dengan karakter anak. Penelitian dilaksanakan di TK Simpei Karuhei Desa Tumbang Lithing, kabupaten Katingan. Berdasarkan hasil analisis diketahui T hitung sebesar 58,58. Jika dibandingkan dengan T tabel pada tingkat signifikansi 5% dengan dk = 121 = 11 yakni sebesar 2,201. Diketahui T hitung lebih besar daripada T tabel sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan kosakata Bahasa Indonesia sebelum dan sesudah menggunakan kartu flashcard Bahasa Dayak-Indonesia. Kata Kunci: Flashcard Bahasa Indonesia-Dayak, Kosakata Bahasa Indonesia
10.36873/jph.v16i1.1782 MINAT ANAK MENGIKUTI PEMBELAJARAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH HARI MINGGU GEREJA BETLEHEM MAJELIS JEMAAT GKE BUKIT RAYA TAHUN 2018 : Yohana Anggreni & Intan Kamala Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1782

Abstract

ABSTRAK Minat adalah rasa ketertarikan dan keterikatan yang muncul tanpa adanya paksaan dianggap sebagai suatu kebutuhan yang dapat memberi kepuasan bagi seseorang dimana minat dipengaruhi oleh sisi internal yang meliputi emosional ataupun faktor eksternal yang melingkupi dorongan dan juga sosial. Salah satu minat yang dimiliki anak adalah minat pada agama. Untuk membuat anak mengerti tentang agama, pengajaran tentang konsep keagamaan sebaiknya diajarkan dalam bahasa sehari-hari dan dengan contoh dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian konsep-konsep agama yang dipahami anak menjadi konkret dan realistis. Hal ini menuntut pendidikan anak usia dini ini agar sesuai dengan keunikan anak serta tahap-tahap perkembangan anak sesuai usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang minat anak dalam mengikuti pembelajaran agama Kristen di Sekolah Hari Minggu Gereja Betlehem Majelis Jemaat GKE Bukit Raya Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif kuantitatif, dan sampel penelitian ini adalah anak kelompok kelas Batita/Balita di Sekolah Hari Minggu Gereja Betlehem Majelis Jemaat GKE Bukit Raya tahun 2018 berjumlah 29 orang. Indikator yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teori Hurlock mengenai minat anak pada agama. Hurlock menyatakan bahwa minat anak usia di bawah 8 tahun pada agama dapat digolongkan menjadi empat yaitu: keikutsertaan dalam upacara agama, anak memahami pentingnya berdoa, memberikan pertanyaan tentang agama, menggemari cerita di dalam Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat anak dalam mengikuti pembelajaran agama Kristen sebesar 51,41% dengan kategori :sedang” Dengan demikian dapat dikatakan bahwa minat anak dalam mengikuti pembelajaran agama Kristen di Sekolah Hari Minggu Gereja Betlehem Majelis Jemaat GKE Bukit Raya tahun 2018 tergolong dalam kategori “sedang” Kata Kunci : Minat Anak, Pembelajaran Agama Kristen
PEMBELAJARAN EKSPERIENTAL (EXPERIENTAL LEARNING): MENANAMKAN KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI SALAH SATU KARAKTER WIRAUSAHA PADA MAHASISWA CALON GURU PAUD : Cahaya Afriani Napitupulu Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1783

Abstract

ABSTRAK Penting bagi para calon guru memiliki jiwa kewirausahaan. Jiwa kewirausahaan yang tampak dalam karakter dan perilaku guru yang positif dapat mempengaruhi peserta didik. Guru yang berkarakter wirausaha akan mampu menciptakan hubungan khusus dengan setiap peserta didiknya. Salah satu karakter wirausaha yaitu percaya diri perlu dimiliki oleh seorang guru dalam melakukan pembelajaran dan pendidikan karena saat melakukan tugasnya, sikap mental ini akan mempengaruhi gagasan, karsa, insiatif, kreatifitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja keras, dan kegairahan berkaryanya. Pembelajaran di kelas biasa dilakukan dengan ceramah, diskusi, pemberian tugas atau komunikasi yang sifatnya cenderung satu arah. Terutama saat kondisi pandemik Covid-19 saat ini, model pembelajaran dengan tatap muka di kelas telah mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Metode pembelajaran yang masih relevan dan bisa diupayakan melalui pembelajaran jarak jauh tapi bisa memberi manfaat besar bagi peserta didik, salah satunya adalah experiental learning. Melalui kegiatan yang dilakukan dengan metode experiental learning, diharapkan mahasiswa mengalami berbagai pengalaman yang dapat memunculkan karakter positif diri. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi kepada lima mahasiswa PG PAUD di kelas kewirausahaan yang telah mengikuti kegiatan belajar experiental learning. Hasil menunjukkan bahwa metode experiental learning dengan kegiatan “election day” mampu membantu mahasiwa PG Paud kelas kewirausahaan Universitas Palangka Raya mengembangkan karakter positif dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran melalui pengalaman ke dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pembelajaran Eksperiental, Percaya Diri, Karakter Wirausaha, Kewirausahaan
10.36873/jph.v16i1.1785 PERBEDAAN MINAT BELAJAR ANAK ANTARA METODE PROYEK BERBASIS EKSPERIMEN DAN METODE KARYAWISATA PADA ANAK KELOMPOK B TK SHINING KIDS SCHOOL PALANGKA RAYA : Novia Wulandari & Dewi Rosaria Indah Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1785

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Minat Belajar Anak Antara Metode Proyek Berbasis Eksperimen Dan Metode Karyawisata Pada Anak Kelompok B TK shining Kids School Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode Static Group Comparison yang merupakan penyelidikan terhadap dua kelompok yang kurang lebih mempunyai karakteristik yang sama, yang dipilih secara acak (random). Adapun sumber data yang digunakan adalah data-data hasil penelitian anak TK Shining Kids School yang diberi stimulus dalam eksperimen. Data yang terkumpul diberikan skor pada lembar observasi untuk kelompok penelitian tersebut. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa data akhir (post test) kelompok karyawisata menunjukkan nilai probabilitas minat siswa dalam belajar sebesar 0,126. Sedangkan nilai probabilitas kelompok metode proyek berbasis eksperimen menunjukkan nilai 0,125, tidak terdapat perbedaan yang signifikan tersebut itu juga ditunjukkan dengan berdasarkan hasil Uji-T nilai hitung > tabel = -1,542 > 2.043 maka H1 ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar menggunakan metode karyawisata dan metode proyek berbasis eksperimen. Akan tetapi menurut skor rata - ratanya (karyawisata 80.00 dan Eksperimen 70.25) berdasarkan nilai rata-rata antara metode karyawisata dan metode proyek berbasis eksperimen. Hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar menggunakan metode berbasis eksperimen dan metode karyawisata. Kata Kunci: Minat Belajar Anak, Metode Proyek Berbasis Eksperimen, Metode Karyawisata
10.36873/jph.v16i1.1824 PENGARUH KEGIATAN MEMBUAT KUE TRADISIONAL KLEPON TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A TK H.M.IDRIS KECAMATAN KUMAI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN AJARAN 2019/2020 : Runiyanti Runiyanti1 & Rayne Praticia1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1824

Abstract

Motorik halus anak adalah kemampuan anak melakukan kegiatan yang melibatkan koordinasi mata, tangan dan otot - otot kecil pada jari -jari, pegelangan tangan. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan masa yang ada pada waktu lahir. Klepon adalah makanan tradisional Indonesia terbuat dari tepung beras ketan dan gula jawa dibalut dengan kelapa parut yang warna hijaunya yang khas yang merupakan hasil campuran adonan dengan pasta dari daun pandan yang menghidupkan aroma dari klepon.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan membuat kue tradisional klepon di kelompok A umur 3-4 tahun di TK H.M.IDRIS Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain ‘One Group Pre-Test and Post-Test Design’. Sampel diambil dengan teknik obsevasi pada anak kelompok A TK H.M.IDRIS Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat yang berjumlah 18 orang. Lembar observasi digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung adalah (5,67), dan ttabeldengan taraf signifikan sebesar 5% yaitu (2,110). Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat diketahui thitung (5,67>ttabel2,110 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan membuat kue tradisional klepon terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A TK H.M.IDRIS Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Ajaran 2019/2020. Kata Kunci: Kue Tradisional Klepon, Motorik Halus
0.36873/jph.v16i1.1825 PENGARUH PERMAINAN PESAN BERBISIK TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK KELOMPOK B TK KUSUMA LOKA PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2019/2020 : Ria Triana1 & Rusmaladewi Rusmaladewi1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1825

Abstract

Kemampuan menyimak adalah salah satu bagian dari lingkup perkembangan yang harus kembangkan oleh anak usia dini. Namun, kemampuan menyimak anak masih belum berkembang optimal sesuai usianya, seperti anak masih belum mengerti beberapa perintah secara bersamaan, mengulang kalimat yang lebih kompleks dan memahami aturan dalam suatu permainan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh permainan pesan berbisik terhadap kemampuan menyimak anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain ‘One Group Pre-Test and Post-Test Design’. Sampel diambil dengan teknik observasi dan wawancara pada anak kelompok B TK Kusuma Loka Palangka Raya yang berjumlah 15 orang. Lembar observasi digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan rumus uji t. Ketentuannya bila thitung lebih kecil (<) dari ttabel, maka H0 diterima, dan Ha ditolak, tetapi sebaliknya bila thitung lebih besar (>) dari ttabel maka H0 ditolak, dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t hitung adalah (15,602), dan t tabel dengan taraf signifikansi yaitu 5% (2,144). Thitung 15,602 > ttabel 2,144, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan pesan berbisik terhadap kemampuan menyimak anak kelompok B TK Kusuma Loka Palangka Raya tahun ajaran 2019/2020. Kata Kunci: Kemampuan Menyimak, Permainan, PAUD
10.36873/jph.v16i2.2239 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOLABORATIF DARING (ONLINE COLLABORATIVE LEARNING) DALAM RANGKA PEMBENTUKAN DUKUNGAN SOSIAL MAHASISWA PG PAUD FKIP UNIVERSITAS PALANGKA RAYA: Cahaya Afriani Napitupulu, Kartika Ananda, Rayne Praticia, Via Wulan Rahmadini Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i2.2239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Pembelajaran Kolaboratif Daring (Online Collaborative Learning) Dalam Rangka Pembentukan Dukungan Sosial Mahasiswa PG PAUD pada Masa Pandemi Covid 19. Selain itu dalam penelitian ini, peneliti membandingkan Dukungan Sosial yang diperoleh Mahasiswa sebelum dan sesudah dimplementasikan Pembelajaran Kolaboratif Daring (Online Collaborative Learning). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diperoleh dari perhitungan Uji Beda angket Pretest dan Post Test, serta metode kualitatif yang diperoleh dari Focus Group Discussion (FGD). Berdasarkan hasil analisis menggunakan Paired Sample T Test terhadap angket pretest dan post test menunjukkan sigma hitung < dari 0.05 (0.00 < 0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan Dukungan Sosial yang diperoleh mahasiswa PG PAUD sebelum dilaksanakan penelitian dan sesudah dilaksanakan penelitian. Sedangkan berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD), Implementasi Pembelajaran Kolaboratif Daring (Online Collaborative Learning) dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, antara lain: 1) pembelajaran jauh lebih menyenangkan; 2) tidak merasa tegang dan tertekan; 3) rilex dalam proses pembelajaran namun tetap fokus; 4) setiap mahasiswa menjadi lebih terbuka satu sama lain baik dengan teman maupun dengan peneliti; 5) merasa dilibatkan dan dihargai karena setiap individu berkolaborasi dan berpartisipasi; 6) menjadi lebih termotivasi; serta 7) mampu menciptakan rencana, ide dan gagasan yang bermanfaat. Kata Kunci: Pembelajaran Kolaboratif, Daring, Dukungan Sosial