Adminpintarharati
Unknown Affiliation

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

10.36873/jph.v16i1.1781 PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMP DI KOTA PALANGKA RAYA : Wahyuni Christiany Martono & Elisabeth Fransisca Saragi Sitio Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran umum mengenai perilaku bullying dikalangan remaja khususnya siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian survey dengan metode analisis deskriptif. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 341 siswa Sekolah Menengah Pertama di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Prosedur pelaksanaan penelitian diantaranya adalah studi pendahuluan, menentukan metode penelitian, merumuskan instrumen penelitian, mengumpulkan data melalui kuesioner perilaku bullying dan menganalisis data untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Instrumen penelitian telah diuji validitas maupun reliabilitasnya yakni sebesar 0,78 (alpha Cronbach >0,60). Kemudian data diolah dengan bantuan SPSS 25. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan Perilaku Bullying siswa SMP di Kota Palangka Raya masih tergolong rendah. Bagi siswa yang melakukan perilaku bullying yakni yang menunjukkan respon sering dan sangat sering diketahui bahwa paling tinggi (35%) pada jenis perilaku bullying verbal dan paling rendah (12%) pada cyber bullying. Dari penelitian ini, diharapkan kepada seluruh pihak yang berhubungan dengan siswa SMP maupun siswa sekolah tingkatan lainnya memberikan informasi dan edukasi mengenai perilaku bullying yang masih terjadi agar tidak memberikan akibat buruk terhadap korban maupun pelaku dari perilaku bullying. Kata Kunci : Perilaku Bullying, Siswa SMP
10.36873/jph.v16i1.1782 MINAT ANAK MENGIKUTI PEMBELAJARAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH HARI MINGGU GEREJA BETLEHEM MAJELIS JEMAAT GKE BUKIT RAYA TAHUN 2018 : Yohana Anggreni & Intan Kamala Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1782

Abstract

ABSTRAK Minat adalah rasa ketertarikan dan keterikatan yang muncul tanpa adanya paksaan dianggap sebagai suatu kebutuhan yang dapat memberi kepuasan bagi seseorang dimana minat dipengaruhi oleh sisi internal yang meliputi emosional ataupun faktor eksternal yang melingkupi dorongan dan juga sosial. Salah satu minat yang dimiliki anak adalah minat pada agama. Untuk membuat anak mengerti tentang agama, pengajaran tentang konsep keagamaan sebaiknya diajarkan dalam bahasa sehari-hari dan dengan contoh dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian konsep-konsep agama yang dipahami anak menjadi konkret dan realistis. Hal ini menuntut pendidikan anak usia dini ini agar sesuai dengan keunikan anak serta tahap-tahap perkembangan anak sesuai usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang minat anak dalam mengikuti pembelajaran agama Kristen di Sekolah Hari Minggu Gereja Betlehem Majelis Jemaat GKE Bukit Raya Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif kuantitatif, dan sampel penelitian ini adalah anak kelompok kelas Batita/Balita di Sekolah Hari Minggu Gereja Betlehem Majelis Jemaat GKE Bukit Raya tahun 2018 berjumlah 29 orang. Indikator yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teori Hurlock mengenai minat anak pada agama. Hurlock menyatakan bahwa minat anak usia di bawah 8 tahun pada agama dapat digolongkan menjadi empat yaitu: keikutsertaan dalam upacara agama, anak memahami pentingnya berdoa, memberikan pertanyaan tentang agama, menggemari cerita di dalam Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat anak dalam mengikuti pembelajaran agama Kristen sebesar 51,41% dengan kategori :sedang” Dengan demikian dapat dikatakan bahwa minat anak dalam mengikuti pembelajaran agama Kristen di Sekolah Hari Minggu Gereja Betlehem Majelis Jemaat GKE Bukit Raya tahun 2018 tergolong dalam kategori “sedang” Kata Kunci : Minat Anak, Pembelajaran Agama Kristen
PEMBELAJARAN EKSPERIENTAL (EXPERIENTAL LEARNING): MENANAMKAN KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI SALAH SATU KARAKTER WIRAUSAHA PADA MAHASISWA CALON GURU PAUD : Cahaya Afriani Napitupulu Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1783

Abstract

ABSTRAK Penting bagi para calon guru memiliki jiwa kewirausahaan. Jiwa kewirausahaan yang tampak dalam karakter dan perilaku guru yang positif dapat mempengaruhi peserta didik. Guru yang berkarakter wirausaha akan mampu menciptakan hubungan khusus dengan setiap peserta didiknya. Salah satu karakter wirausaha yaitu percaya diri perlu dimiliki oleh seorang guru dalam melakukan pembelajaran dan pendidikan karena saat melakukan tugasnya, sikap mental ini akan mempengaruhi gagasan, karsa, insiatif, kreatifitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja keras, dan kegairahan berkaryanya. Pembelajaran di kelas biasa dilakukan dengan ceramah, diskusi, pemberian tugas atau komunikasi yang sifatnya cenderung satu arah. Terutama saat kondisi pandemik Covid-19 saat ini, model pembelajaran dengan tatap muka di kelas telah mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Metode pembelajaran yang masih relevan dan bisa diupayakan melalui pembelajaran jarak jauh tapi bisa memberi manfaat besar bagi peserta didik, salah satunya adalah experiental learning. Melalui kegiatan yang dilakukan dengan metode experiental learning, diharapkan mahasiswa mengalami berbagai pengalaman yang dapat memunculkan karakter positif diri. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi kepada lima mahasiswa PG PAUD di kelas kewirausahaan yang telah mengikuti kegiatan belajar experiental learning. Hasil menunjukkan bahwa metode experiental learning dengan kegiatan “election day” mampu membantu mahasiwa PG Paud kelas kewirausahaan Universitas Palangka Raya mengembangkan karakter positif dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran melalui pengalaman ke dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pembelajaran Eksperiental, Percaya Diri, Karakter Wirausaha, Kewirausahaan
10.36873/jph.v16i1.1785 PERBEDAAN MINAT BELAJAR ANAK ANTARA METODE PROYEK BERBASIS EKSPERIMEN DAN METODE KARYAWISATA PADA ANAK KELOMPOK B TK SHINING KIDS SCHOOL PALANGKA RAYA : Novia Wulandari & Dewi Rosaria Indah Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1785

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Minat Belajar Anak Antara Metode Proyek Berbasis Eksperimen Dan Metode Karyawisata Pada Anak Kelompok B TK shining Kids School Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode Static Group Comparison yang merupakan penyelidikan terhadap dua kelompok yang kurang lebih mempunyai karakteristik yang sama, yang dipilih secara acak (random). Adapun sumber data yang digunakan adalah data-data hasil penelitian anak TK Shining Kids School yang diberi stimulus dalam eksperimen. Data yang terkumpul diberikan skor pada lembar observasi untuk kelompok penelitian tersebut. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa data akhir (post test) kelompok karyawisata menunjukkan nilai probabilitas minat siswa dalam belajar sebesar 0,126. Sedangkan nilai probabilitas kelompok metode proyek berbasis eksperimen menunjukkan nilai 0,125, tidak terdapat perbedaan yang signifikan tersebut itu juga ditunjukkan dengan berdasarkan hasil Uji-T nilai hitung > tabel = -1,542 > 2.043 maka H1 ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar menggunakan metode karyawisata dan metode proyek berbasis eksperimen. Akan tetapi menurut skor rata - ratanya (karyawisata 80.00 dan Eksperimen 70.25) berdasarkan nilai rata-rata antara metode karyawisata dan metode proyek berbasis eksperimen. Hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar menggunakan metode berbasis eksperimen dan metode karyawisata. Kata Kunci: Minat Belajar Anak, Metode Proyek Berbasis Eksperimen, Metode Karyawisata
10.36873/jph.v16i1.1824 PENGARUH KEGIATAN MEMBUAT KUE TRADISIONAL KLEPON TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A TK H.M.IDRIS KECAMATAN KUMAI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN AJARAN 2019/2020 : Runiyanti Runiyanti1 & Rayne Praticia1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i1.1824

Abstract

Motorik halus anak adalah kemampuan anak melakukan kegiatan yang melibatkan koordinasi mata, tangan dan otot - otot kecil pada jari -jari, pegelangan tangan. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan masa yang ada pada waktu lahir. Klepon adalah makanan tradisional Indonesia terbuat dari tepung beras ketan dan gula jawa dibalut dengan kelapa parut yang warna hijaunya yang khas yang merupakan hasil campuran adonan dengan pasta dari daun pandan yang menghidupkan aroma dari klepon.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan membuat kue tradisional klepon di kelompok A umur 3-4 tahun di TK H.M.IDRIS Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain ‘One Group Pre-Test and Post-Test Design’. Sampel diambil dengan teknik obsevasi pada anak kelompok A TK H.M.IDRIS Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat yang berjumlah 18 orang. Lembar observasi digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung adalah (5,67), dan ttabeldengan taraf signifikan sebesar 5% yaitu (2,110). Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat diketahui thitung (5,67>ttabel2,110 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan membuat kue tradisional klepon terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A TK H.M.IDRIS Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Ajaran 2019/2020. Kata Kunci: Kue Tradisional Klepon, Motorik Halus
10.36873/jph.v16i2.2239 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOLABORATIF DARING (ONLINE COLLABORATIVE LEARNING) DALAM RANGKA PEMBENTUKAN DUKUNGAN SOSIAL MAHASISWA PG PAUD FKIP UNIVERSITAS PALANGKA RAYA: Cahaya Afriani Napitupulu, Kartika Ananda, Rayne Praticia, Via Wulan Rahmadini Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i2.2239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Pembelajaran Kolaboratif Daring (Online Collaborative Learning) Dalam Rangka Pembentukan Dukungan Sosial Mahasiswa PG PAUD pada Masa Pandemi Covid 19. Selain itu dalam penelitian ini, peneliti membandingkan Dukungan Sosial yang diperoleh Mahasiswa sebelum dan sesudah dimplementasikan Pembelajaran Kolaboratif Daring (Online Collaborative Learning). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diperoleh dari perhitungan Uji Beda angket Pretest dan Post Test, serta metode kualitatif yang diperoleh dari Focus Group Discussion (FGD). Berdasarkan hasil analisis menggunakan Paired Sample T Test terhadap angket pretest dan post test menunjukkan sigma hitung < dari 0.05 (0.00 < 0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan Dukungan Sosial yang diperoleh mahasiswa PG PAUD sebelum dilaksanakan penelitian dan sesudah dilaksanakan penelitian. Sedangkan berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD), Implementasi Pembelajaran Kolaboratif Daring (Online Collaborative Learning) dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, antara lain: 1) pembelajaran jauh lebih menyenangkan; 2) tidak merasa tegang dan tertekan; 3) rilex dalam proses pembelajaran namun tetap fokus; 4) setiap mahasiswa menjadi lebih terbuka satu sama lain baik dengan teman maupun dengan peneliti; 5) merasa dilibatkan dan dihargai karena setiap individu berkolaborasi dan berpartisipasi; 6) menjadi lebih termotivasi; serta 7) mampu menciptakan rencana, ide dan gagasan yang bermanfaat. Kata Kunci: Pembelajaran Kolaboratif, Daring, Dukungan Sosial
10.36873/jph.v16i2.2242 REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA SELAMA PROSES PEMBELAJARAN DARING DI PROGRAM STUDI PG-PAUD FKIP UPR: Rusmaladewi Rusmaladewi, Dewi Rosaria Indah, Intan Kamala, Henny Anggraini Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i2.2242

Abstract

Aldao, Sheppes, & Gross, (2015) menyatakan bahwa strategi regulasi emosi sangat penting untuk melakukan penyesuian. Dalam hal ini mahasiswa harus melakukan penyesuaian dari proses pembelajaran tatap muka menjadi proses pembelajaran daring. Dalam situasi ini kemampuan strategi regulasi emosi dapat membantu siswa mengatasi permasalahan yang dihadapi (Wilson, Barnes-Holmes, & Barnes-Holmes, 2014). Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan program studi PG-PAUD FKIP Universitas Palangka Raya, dengan populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif yang sedang melaksanakan pembelajaran daring berjumlah 242 orang mahasiswa. Sampel penelitian ini menggunakan tehnik random sampling dengan jumlah responden sebanyak 87 orang. Tehnik pengumpulan data menggunakan instrument skala regulasi emosi yang disebarkan menggunakan angket yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas angket dan Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan skala regulasi emosi yang disusun peneliti berdasarkan aspek-aspek regulasi emosi emosi menurut Gross & Thompson (2006) terdiri dari: memonitor emosi (emotions monitoring), mengevaluasi emosi dan memodifikasi emosi (emotions modification) Berdasarkan temuan dan pembahasan hasil penelitian telah diperoleh skor angket dari 87 orang responden. Skor keseluruhannya adalah sebesar 6309 dari skor maksimal yang di harapkan 8.503, dimana dari skor tersebut memperoleh persentase sebesar 75,53%. Sehingga dapat di golongkan dalam kategori Baik. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa program studi PG-PAUD Universitas Palangka Raya memiliki regulasi emosi yang baik selama pembelajaran daring. Kata Kunci : Regulasi emosi, mahasiswa, daring
10.36873/jph.v16i2.2244 HUBUNGAN MOTIVASI KERJA GURU PAUD DENGAN KOMPETENSI PEDADOGIK DI KECAMATAN PANTAI LUNCI KABUPATEN SUKAMARA: Gustina Nianti Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Pintar Harati Volume 16, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v16i2.2244

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja guru PAUD dengan kompetensi pedadogik. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian studi korelasional. Subjek dari penelitian ini adalah guru PAUD di Kecamatan Pantai Lunci yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Product Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang kuat dan signifikan antara motivasi kerja guru PAUD dengan kompetensi pedadogik sebesar 0,639. Hasil data motivasi kerja guru PAUD yang diperoleh dari 30 responden sebesar 81,24% dan kompetensi pedadogik sebesar 76,59%. Kedua hasil tersebut masuk dalam kategori tinggi. Koefesien determinasi diperoleh sebesar 40,9? dan 59,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hal ini berarti semakin tinggi motivasi kerja guru PAUD, maka tinggi pula kompetensi pedadogik guru.Kata kunci : Guru PAUD, kompetensi pedadogik, motivasi kerja
10.36873/jph.v17i1.3322 PENGARUH PERMAINAN GOBAK SODOR TERHADAP KERJASAMA ANAK KELOMPOK B TK INTAN SARI PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2019/2020: Riri Dwiani, Rusmaladewi Rusmaladewi, Sophia Oktavia Balimulia Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Pintar Harati Volume 17, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v17i1.3322

Abstract

ABSTRAK Kerjasama (coorperation), yaitu sikap mau bekerjasama dengan kelompok. Anak yang berusia dua atau tiga tahun belum berkembang sikap kerja samanya. Mulai usia tiga tahun akhir atau empat tahun, anak sudah mulai menampakkan sikap kerja samanya dengan anak lain. Pada usia enam atau tujuh tahun, sikap kerja sama ini sudah berkembang dengan lebih baik lagi. Namun, sebagian anak masih belum dapat bekerjasama dengan temannya dan juga tidak bisa berbagi dalam kelompok terlihat dalam hal mengerjakan tugas kelompok anak masih berebutan potongan kertas, lem, gambar dalam kegiatan kolase dan saling berebut bermain balok. Anak tidak terlihat aktif, terlihat dari kurangnya interaksi anak ketika menyelesaikan tugas kelompok, anak tidak mau membantu mengerjakan tugas kelompok bahkan hanya melihat temannya bekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh permainan gobak sodor terhadap kemampuan kerjasama anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode eksperimen. Sampel adalah anak kelompok B TK Intan Sari Palangka Raya yang berjumlah 17 orang. Data dikumpulan dengan lembar observasi yang berisi 3 aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung adalah 5,85, ttabel dengan taraf signifikan yaitu 5% (2,120). thitung 5,85 > ttabel 2,120. Berdasarkan hasil tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian Permainan Gobak Sodor Berpengaruh Terhadap Kemampuan Kerjasama pada Anak Kelompok B TK Intan Sari Palangka Raya tahun Ajaran 2019/2020. Kata Kunci: Permainan, Kerjasama, Anak Usia Dini
10.36873/jph.v17i1.3323 IMPLEMENTASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK PADA GURU TK DI GUGUS X BUNGA MELATI KOTA PALANGKA RAYA: Desy Amalia, Elisabeth Fransisca Saragi Sitio, Wahyuni Christiany Martono Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Pintar Harati Volume 17, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jph.v17i1.3323

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pengelolaan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk pada guru TK di Gugus X Bunga Melati Kota Palangka Raya. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, karena dalam penelitian ini mendeskripsikan keadaan yang terjadi pada saat sekarang secara sistematis dan faktual dengan tujuan untuk memaparkan serta penyelesaian dari masalah yang diteliti. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling, jumlah sampel adalah 48 orang. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan rumus deskriptif persentase.      Dari Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa guru TK di Gugus X Bunga Melati Kota Palangka Raya baik dalam mengimplementasi pengelolaan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan deskriptif persentase dengan frekuensi 47 Guru di Gugus X bunga Melati Kota Palangka Raya menjawab pernyataan dengan hasil persentase 63.5% - 81.25% yang menunjukan bahwa jawaban responden termasuk dalam kategori baik dan 1 Guru menjawab pernyataan dengan presentase sebesar 82.25%-100% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Adapun pengelolaan pembelajaran yang dimaksud meliputi perencanaan dengan nilai rata-rata jawaban sebesar 68,82%, pelaksanaan sebesar 69% dan evaluasi sebesar 73,26%.    Kata Kunci: Kecerdasan Majemuk; Pengelolaan Pembelajaran