Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dependable flow modeling in upper basin Citarum using multilayer perceptron backpropagation Ika Sari Damayanthi Sebayang; Muhammad Fahmia
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 4, No 2 (2020): December 2020
Publisher : STMIK Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.541 KB) | DOI: 10.29099/ijair.v4i2.174

Abstract

To determine the amount of dependable flow, a hydrological approach is needed where changes in rainfall become runoff. This diversification is a very complex hydrological phenomenon. Where this is a nonlinear process, with time changing and distributed separately. To approach this phenomenon, an analysis of the hydrological system has been developed using a model which is a simplification of the actual natural variables. The model is formed by a set of mathematical equations that reflect the behavior of parameters in hydrology. Modeling in this case uses artificial neural networks, multilayer perceptron combined with the backpropagation method is used to study the rainfall-runoff relationship and verify the model statistically based on the mean square error (MSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) and correlation coefficient value (R2). Of the three models formed, model 3 provides optimum results with correlation levels using NSE per month as follows, in Cikapundung Sub-Basin NSE = 0,990703, R2 = 0,995008, and MSE = 0,00014443, while in Citarik Sub-Basin NSE = 0.9500, R2 = 0.97592, and MSE = 0.0010804 . From these results it can be seen that ANN has a fairly good ability to replicate random discharge fluctuations in the form of artificial models that have almost the same fluctuations and can also be applied in rainfall runoff modelization even though the results of the test results are not very accurate because there are still irregularities
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KERUSAKAN GARIS PANTAI TANJUNG PASIR DI KABUPATEN TANGERANG, BANTEN Ika Sari Damayanthi Sebayang; Arief Kurniadi
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten mempunyai bentang yang sangat panjang dengan garis pantai ±51 km. Di kawasan pesisir Pantai Kabupaten Tangerang terdapat obyek wisata yang terkenal seperti Pantai Tanjung Pasir dengan garis pantai ± 22 km. Untuk menjaga garis pantai ini, dilakukan analisis lanjutan untuk mengidentifikasi kerusakan yang akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai selama 10 tahun menggunakan program GENESIS (Generalized Model for Simulating Shorline Change). Berdasarkan hasil analisis dan pemodelan pada Pantai Tanjung Pasir di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten (dengan f =2,185) termasuk dalam tipe campuran dominan diurnal dimana satu hari cenderung 2 (dua) kali pasang surut dengan ketinggian muka air yang berbeda dengan fetch efektif sebesar 526,61 km, sedangkan analisis tinggi gelombang dan periode gelombang di dapat dari data angin dengan menggunakan Metode Fisher Tippet Type – I dan Metode Weibull. Perubahan garis pantai dapat di perkirakan dengan melaksanakan simulasi numerik dengan menggunakan model model perubahan satu garis (one line model). Pemodelan garis pantai dilakukan dengan jumlah grid sebanyak 98 dengan jarak antar grid (dx) sebesar 90 m. Input gelombang didapatkan dari hasil analisa data angin maksimum bulanan selama 10 tahun. Dari hasil pemodelan GENESIS pada kawasan Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, terlihat adanya pergerakan sedimentasi pantai baru pada grid 26 – 34 terjadi erosi yang begitu maksimum pada grid 29 dengan perubahan sejauh 520 m. 
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Pada DAS Cisadane Ika Sari Damayanthi Sebayang; Rika Rosi Rosanti
Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2022.v11.i1.04

Abstract

Banjir pada DAS Cisadane kerap terjadi setiap tahunnya terutama pada musim penghujan. Selain faktor musim hujan ada beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi, seperti kemiringan lereng, ketinggian tanah, jenis tanah dan penggunaan lahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi titik lokasi sebaran banjir pada wilayah DAS Cisadane dengan tujuan membantu memberikan pengambilan keputusan dalam melakukan tindakan-tindakan, pencegahan, pengurangan resiko dampak banjir. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, yaitu data curah hujan rata - rata tahunan dari 13 stasiun, data jenis tanah, data DEMNAS (Data Elevation Model Nasional), peta RBI skala 1:25.000 dan peta DAS Cisadane. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode scoring dan overlay dimana setiap parameter-parameter yang digunakan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir pada DAS Cisadane adalah curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian tanah, jenis tanah, jarak wilayah terhadap sungai (buffer sungai), dan penggunaan lahan yang diberi nilai dan bobot sesuai dengan klasifikasi tingkat kerawanannya. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak ArcGis 10.2.2. Hasil dari dipenelitian menghasilkan peta tingkat kerawanan banjir pada DAS Cisadane yang memberikan informasi sebaran lokasi wilayah yang rawan terhadap banjir. Sekitar 76,77% atau 116.178,559 ha luas wilayah DAS Cisadane rawan terhadap banjir dengan tingkat kerawanan sangat tinggi hingga tingkat kerawanan menengah yang tersebar dari hulu sampai hilir.
COASTAL VULNERABILITY INDEX ANALYSIS IN THE ANYER BEACH SERANG DISTRICT, BANTEN Mawardi Amin; Ika Sari Damayanthi Sebayang; Carolina Masriani Sitompul
SINERGI Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.419 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2019.1.003

Abstract

Anyer Beach is one of the famous tourist destinations. In addition to tourist destinations, the Anyer beach also has residential and industrial areas. In managing coastal areas, a study of vulnerability is needed due to threats from sea level rise, abrasion/erosion and also high waves that can damage infrastructure and cause losses. The research method is to collect data of hydro-oceanography, coastal vulnerability index calculates (Coastal Vulnerability Index). The coastal vulnerability index is a relative ranking method based on the index scale physical parameters such as geomorphology, shoreline change, elevation, sea level rise, mean tidal, wave height. On the results of the analysis of the criteria of vulnerability based on the parameters of geomorphology in the category of vulnerable with scores of 4, shoreline change in the category of vulnerable with a score of 4, the elevation in the category of extremely vulnerable with scores of 5, sea level rise into the medium category with a score of 3, mean tidal in the category less susceptible with a score of 2, the wave height is very vulnerable in the category with a score of 5. The variable that most influences the vulnerability of Anyer Beach is elevation and wave height.
OPTIMIZATION RAINFALL-RUNOFF MODELING FOR CIUJUNG RIVER USING BACK PROPAGATION METHOD Ika Sari Damayanthi Sebayang; Agus Suroso; Alnis Gustin Laoli
SINERGI Vol 22, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.917 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2018.3.008

Abstract

The rainfall-runoff model is required to ascertain the relationship between rainfall and runoff. Hydrologists are often confronted with problems of prediction and estimation of runoff using the rainfall date. In actual fact the relationship of rainfall-runoff is known to be highly non-linear and complex. The spatial and temporal precipitation patterns and the variability of watershed characteristics create a more complex hydrologic phenomenon. Runoff is part of the rain water that enters and flows and enters the river body. Rainfall-runoff modeling in this study using Artificial Neural Network, back propagation method and sigmoid binary activation function. This model is used to simulate single or long-term continuous events, water volume, making it very appropriate for urban areas. Back propagation is an inherited learning algorithm and is commonly used by perceptron with multiple layers to change the weights associated with neurons in the hidden layer. Back propagation algorithm uses output error to change the values of its weight in the backward direction. The location of the review is the Ciujung River Basin (DAS), the data used are rainfall and debit data of Ciujung River from 2011-2017. Based on training and simulation results, obtained R2 value: 2012 = 0,85102; 2013 = 0,78661; 2014 = 0,81188; 2015 = 0,77902; 2016 = 0,7279. on model 2 = 0,8724. On model 3 R2:  January = 0,96937; February = 0,92984; March = 0,90666; April = 0,92566; May = 0,9128; June = 0,87975; July= 0,85292; August = 0,95943; September = 0,88229; October = 0,90537; November = 0,93522; December = 0,9111. with MSE (Mean Squared Error) of 0,0018479. The closer value of MSE to 0 and the value of R2 close to 1 then the better designed artificial neural network. If the data used for training more, the artificial neural network will produce a larger R2 value.
Pemodelan Curah Hujan-Limpasan Pada Sub DAS Cikapundung Hulu Ika Sari Damayanthi Sebayang; Syaefudin Wibowo
FORUM MEKANIKA Vol 9 No 1 (2020): JURNAL FORUM MEKANIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/forummekanika.v9i1.952

Abstract

The Cikapundung River is one of the rivers that divides the city of Bandung and is often used as the main drainage center of the city, the flow of sewage or waste, tourism objects, and raw water sources. This causes the importance of observing reliable discharge values flowing on the Cikapundung River. In this study the authors analyzed the availability of minimum river discharge in Cikapundung Hulu Sub Das using the FJ Mock method. This study uses rainfall data and climatology data. The rainfall data used are rainfall data from Dago Pakar station and Meteo Lembang station, with a span of 10 years while the climatological data used is data from the Bandung Geophysical Station with a span of 10 years. Mainstay discharge calculated using the F.J Mock Method, where in the F.J Mock calculation there are a number of parameters assumed. This modeling test process is by calibrating the parameters assumed by Trial and Error. The average discharge magnitude for Q50, Q80, Q90, and Q95 in calculating the mock model in the period 2008 to 2014 resulted in a value of 3.87 m³ / sec; 2.98 m³ / sec; 2.46 m³ / sec; and 2.21 m³ /sec. While the discharge values of Q50, Q80, Q90, and Q95 in the observation debit produce successive values of 3.85 m³ / sec; 2.45 m³ / sec; 2.05 m³ / sec; and 1.91 m³ / sec. Even with the increase in the calculation period, reliable debit values have a tendency to rise.
Analisis Pemodelan Curah Hujan - Limpasan dengan Metode NAM dan Sacramento pada Sub DAS Cikeruh, Jawa Barat Ika Sari Damayanthi Sebayang
FORUM MEKANIKA Vol 9 No 2 (2020): JURNAL FORUM MEKANIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/forummekanika.v9i2.1117

Abstract

Floods in the Cikeruh watershed often occur every year during the rainy season. In addition to the rainy season there are several other factors that influence, such as slope, land height, soil type and land use. With this study, it is expected to be able to provide information on the location of floods in the Cisadane watershed with the aim of helping to make decisions in carrying out actions, prevention, reducing the risk of flooding. The data used in this study are secondary data, namely the average annual rainfall data from 13 stations, soil type data, DEMNAS data (National Elevation Data Model), RBI maps with a scale of 1: 25,000 and Cisadane watershed maps. The method used in this study uses the scoring and overlay method where each parameter used to analyze the level of flood vulnerability in the Cisadane watershed is rainfall, slope, elevation, soil type, distance to the river (river buffer), and use land that is given a value and weight according to the classification of the level of vulnerability. Processing data in this study using ArcGis 10.2.2 software. The results of the study resulted in a map of flood vulnerability levels in the Cisadane watershed which provided information on the distribution of locations prone to flooding. Around 76.77% or 116,178,559 ha of the Cisadane watershed area is prone to flooding with a very high vulnerability to the level of medium vulnerability that is spread from upstream to downstream
Desain Yang Efektif Pada Sistem Koordinasi Rele Arus Lebih Menggunakan Logika Fuzzy Fadli Sirait; Ansyori Fernanda; Ika Sari Damayanthi Sebayang; Akhmad Wahyu Dani
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 7 (2022): Proceeding of TEKNOKA National Seminar - 7
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem proteksi yang baik pada peralatan kelistrikan sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan listrik di dunia industry. Salah satu gangguan listrik yang biasanya dicegah adalah arus hubung singkat atau arus lebih (over current) dengan menggunakan over current relay (OCR). Untuk mendapatkan kinerja yang optimal dari over current relay dibutuhkan perhitungan parameter setting rele antara fuzzy inference system (FIS) dan perhitungan secara konvensional. Pada akhir penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa tingkat keakuratan setting waktu operasi dari fuzzy inference system (FIS) terhadap perhitungan waktu operasi rele secara konvensional mencapai 98%. Standar error waktu operasi t (detik) hasil fuzzy inference system (FIS) terhadap waktu operasi hasil perhitungan konvensional adalah 0.0045 – 0.1. Selisih terkecil waktu operasi antara kedua metode adalah 0.009 detik sedangkan selisih waktu terbesar antar metode keduanya adalah 0.2 detik.
Environmental Discharge Assessment Based on Hydrological Approach in Upper Citarum Watershed Ika Sari Damayanthi Sebayang; Indratmo Soekarno; M. Cahyono; Arno Adi Kuntoro
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Desember 2022
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i1.42

Abstract

Di Indonesia, kawasan Sungai Citarum mengalami tantangan lingkungan yang cukup signifikan, antara lain meluapnya Sungai Citarum dan daerah aliran sungainya yang menyebabkan banjir, dan kekurangan air pada musim kemarau. Namun, tantangan utama adalah ketersediaan air di Citarum, karena debit yang mempengaruhi keseimbangan ekologi Daerah Aliran Sungai (DAS). Penelitian ini mengkaji beberapa metode penilaian debit lingkungan dengan pendekatan berbasis hidrologi diantaranya Tennant, Range of Variability Approach (RVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya aliran lingkungan (EF) yang diperlukan untuk menopang fungsi sungai dalam mendukung keseimbangan ekologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode penilaian aliran lingkungan berbasis hidrologi merupakan langkah pertama yang diperlukan dalam perencanaan alokasi debit untuk perlindungan lingkungan. Ditunjukkan bahwa penggunaan fitur-fitur pelengkap dari teknik penilaian aliran lingkungan yang ada dapat digunakan untuk mencapai perkiraan aliran lingkungan yang dapat dibenarkan, bahkan dalam kondisi keterbatasan informasi terkait hubungan ekologi-hidrologi spesifik pada DAS Citarum. Penelitian ini bermaksud untuk mempromosikan perlunya perencanaan alokasi debit lingkungan dalam pengembangan DAS dan dapat dirumuskan ke dalam kebijakan nasional yang relevan. Kajian EF dilakukan dengan membandingkan 7Q10 dan Q95 dari kedua data pengamatan debit Nanjung dan pemodelan curah hujan-limpasan. Hasilnya ditemukan bahwa metode Weibull minima, hasil 7Q10 untuk pemodelan Sacramento, adalah 2,18 m3/s sedangkan AWLR Nanjung adalah 1,24 m3/s. Selain itu, nilai Q95 untuk Nanjung AWLR adalah 6,55 m3/s sedangkan hasil pemodelan curah hujan limpasan Sacramento adalah 7,06 m3/s. Besaran debit yang tersedia perlu dipastikan dapat mendukung kondisi ekologi di wilayah DAS Citarum Hulu. Hal ini relevan karena perbedaan tersebut tentunya mempengaruhi keseimbangan ekologi dan pengelolaan Sungai Citarum.
Peningkatan Wawasan Masyarakat Terhadap Manfaat Kesehatan dan Ekonomi Produk Eco enzyme Ika Sari Damayanthi Sebayang; Oties Titian Tsarwan; Reni Karno Kinasih; Raden Herdian Bayu AshShiddiq
Jurnal Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Masyarakat
Publisher : LP2M Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jim.v4i1.1965

Abstract

Sampah menjadi salah satu masalah di berbagai tempat, terutama di pemukiman padat penduduk. Dengan masih rendahnya motivasi masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangganya, sampah akan menjadi tumpukan yang menggunung di TPA. Oleh sebab itu perlu banyak penggerak yang mengedukasi, memberi contoh dan memotivasi masyarakat untuk mengelola sampahnya. Akademisi perlu mengambil peran ini, target zero waste tidak dapat diperoleh dalam satu kali proses, ini adalah upaya bertahap yang menjadi target jangka menengah dan perlu komitmen dari berbagai pihak. Kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan masyarakat di Kelurahan Meruya Selatan mengenai satu produk yang dapat diciptakan dari sampah organik rumah tangga di mana Eco enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Produk turunan dari eco enzyme dapat digunakan sendiri maupun dijual untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dan dilakukan praktik pembuatan Eco enzyme. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini merupakan kegiatan kerjasama antara Teknik Sipil Universitas Mercu Buana dan Universitas Widyatama yang bertempat di salah satu RPTRA Kelurahan Meruya Selatan dengan target khalayak sasarannya adalah warga Kelurahan Meruya Selatan.