Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Sistem Informasi Arus Kas pada SD Islam Terpadu Bina Insan Kamil Nurahman, Nurahman; Rachmawati, Susan
Jurnal Sistem Informasi Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : STMIK ANTAR BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.042 KB)

Abstract

Abstract— SD Islam Terpadu Bina Insan Kamil Depok needs an information system that can support and provide satisfactory service for the students of SD Islam Terpadu Bina Insan Kamil Depok. Currently the existing system in the Integrated Islamic School Bina Insan Kamil Depok is still done manually, ranging from payments to storage of other data related to the process of cash receipts, cash disbursements to reporting, so as to enable errors in the recording and less accurate Reports are also made late in the search for necessary data. A computerized system is the best solution to solve the problems that exist in this school, and with computerized system can be achieved an effective and efficient activities in supporting cash flow activities at this school. Therefore with a computerized system better than a system that is still manual, in order to run more effectively and efficiently and cash flow information system that is now more conducive than the previous system.Intisari— SD Islam Terpadu Bina Insan Kamil Depok membutuhkan sekali adanya suatu sistem informasi yang dapat menunjang dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para siswa SD Islam Terpadu Bina Insan Kamil Depok. Saat ini sistem yang ada pada SD Islam Terpadu Bina Insan Kamil Depok ini masih dilakukan secara manual, mulai dari pembayaran sampai penyimpanan data-data lainnya yang berhubungan dengan proses penerimaan kas, pengeluaran kas sampai pembuatan laporan, sehingga memungkinkan terjadi kesalahan dalam pencatatan dan kurang akuratnya laporan yang dibuat juga terlambatnya dalam pencarian data-data yang diperlukan. sistem yang terkomputerisasi merupakan suatu solusi yang terbaik untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada pada sekolah ini, serta dengan sistem komputerisasi dapat dicapai suatu kegiatan yang efektif dan efesien dalam menunjang aktifitas arus kas pada sekolah ini. maka dari itu dengan sistem yang terkomputerisasi lebih baik dari sistem yang masih manual, agar berjalan lebih efektif dan efisien serta sistem informasi arus kas yang sekarang lebih kondusif dibandingkan dengan sistem yang terdahulu.Kata Kunci— Arus Kas, Perancangan Sistem Informasi
Pemilihan Mie Terlaris Pada Toko Aisyah Dengan Metode VIKOR ( VIšekriterijumsko KOmpromisno Rangiranje ) Erlangga, Dody; Wijayanti, Indah Ayu; Nurahman, Nurahman
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 5 No. 2 : Tahun 2020
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.826 KB) | DOI: 10.17605/jtiust.v5i2.950

Abstract

Penentuan mie terlaris pada Toko Aisyah merupakan sesuatu yang penting dilakukan, karena dengan menentukan jenis produk mie apa saja yang terlaris, Toko Aisyah dapat memprediksi mie apa yang harus dipasarkan lebih banyak. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan mie terlaris adalah dengan menerapkan sistem pendukung keputusan. Dengan langkah itu pemilik toko dapat menentukan mie terlaris dengan hasil yang tepat dan akurat dalam penentuan mie terlaris. Ada beberapa kriteria yang diterapkan dan terdapat beberapa alternatif pilihan yang dapat dipilih dalam memilih mie terlaris. Analisis data menerapkan metode VIšekriterijumsko KOmpromisno Rangiranje (VIKOR), yang memungkinkan perhitungan dengan multi kriteria yang ditentukan pemilik toko. Laporan penjualan pada bulan Oktober didapatkan kriteria yang akan digunakan untuk menentukan mie terlaris yaitu harga, jenis mie, isi mie, dan minat pelanggan. Didapatkan juga alternatif yang menjadi pilihan yaitu Mie Sedap Goreng, Mie Sedap Kuah Rasa Soto, Indomie Ayam Geprek, Indomie Soto Banjar, Sarimie isi 2 Ayam Kecap. Dari hasil perhitungan didapatkan Harga sebesar 0,2, Jenis Mie sebesar 0,3, Isi Mie 0,1, dan Minat Pelanggan 0,4. Setelah dilakukan perhitungan maka didapatkan hasil yang paling kecil yaitu jenis produk Mie Sedap Goreng sebesar 0.
Peningkatan Kesiapan Akreditasi Sekolah Melalui Workshop Pendampingan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan: Enhancing School Accreditation Readiness Through a Mentoring Workshop for Educators and Education Personnel at SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan Nurahman, Nurahman; Prasetyaningrum, Eka; Thaher, Muhammad Tarmizi; Budiyanto, Herwin
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.9875

Abstract

School readiness for the accreditation process is crucial in ensuring sustainable education quality. However, many schools still face challenges understanding accreditation instruments and systematically preparing supporting documents. SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan, as a vocational high school undergoing accreditation, requires capacity strengthening for educators and education personnel in preparing for the various assessed aspects. To address this need, a community service program in the form of a mentoring workshop was conducted over three days, involving resource persons from academic and educational practitioner backgrounds. This activity was designed to be participatory and practical, covering the analysis of education report cards, preparation of school self-evaluation reports, and hands-on practice in compiling administrative accreditation documents. A total of 30 participants attended the workshop actively and enthusiastically. Evaluation results showed a significant increase in participants' understanding of accreditation instruments and their ability to prepare supporting documents. In addition, the activity fostered a collaborative work culture and awareness of quality within the school environment. This workshop served as a means of improving technical capacity and strengthening synergy between educators, school management, and external parties. The activity demonstrated that mentoring through workshops is an effective model for schools preparing for accreditation and can be replicated in other educational institutions with similar needs.
ANALISIS KEBIJAKAN MANAJEMEN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MEMBENTUK MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI ERA KURIKULUM MERDEKA Putri, Sari Nusantara; Nurahman, Nurahman
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v5i2.1260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebijakan manajemen Bimbingan Kelompok (BK) dan mengukur tingkat keberhasilannya dalam mengoptimalisasi motivasi belajar peserta didik di MA Mambaul Ulum Ponjanan Timur di tengah implementasi Kurikulum Merdeka. Urgensi penelitian didasarkan pada temuan awal mengenai fluktuasi motivasi belajar peserta didik dalam menyelesaikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang diduga kuat berasal dari kelemahan manajerial dalam pengelolaan layanan BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study) di MA Mambaul Ulum Ponjanan Timur. Subjek penelitian dipilih secara purposif (purposive sampling), meliputi Kepala Madrasah, Guru BK, Wakil Kepala Sekolah, dan perwakilan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, didukung dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan utama menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebijakan ideal BK dalam Kurikulum Merdeka dengan implementasi manajerial di tingkat madrasah. Kebijakan sekolah masih cenderung memprioritaskan kegiatan intrakurikuler, yang termanifestasi dalam seringnya pembatalan dan pemotongan alokasi waktu sesi bimbingan kelompok. Kondisi manajerial ini mengakibatkan layanan BK gagal menjadi katalisator efektif dalam menanamkan self-regulated learning dan mengatasi fluktuasi motivasi belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ketidakoptimalan layanan Bimbingan Kelompok di MA Mambaul Ulum bukan disebabkan oleh kompetensi Guru BK, melainkan oleh kelemahan kebijakan manajemen yang belum terintegrasi penuh dengan filosofi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan manajerial yang tegas untuk menjamin konsistensi jadwal dan pengembangan modul BK yang adaptif guna mewujudkan student well-being dan capaian belajar yang optimal.