Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Ergonomics Exercise terhadap Tingkat Resiko Musculosceletal Disorder (MSDs) pada Karyawan di Pabrik Pembalut Kain di Kediri Tahun 2017 Etika, Arif Nurma; Audina, Viky Dekita; Rahayu, Kun Ika Nur
Nursing Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musculosceletal Disorder (MSDs) merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, sistem saraf, struktur tulang, dan pembuluh darah. Bagian tubuh yang menjadi fokus penelitian MSDs adalah leher, bahu, lengan bawah, lengan atas, pergelangan tangan dan kaki. MSDs pada awalnya menyebabkan sakit, nyeri, mati rasa, kesemutan, bengkak, kekakuan, gemetar, gangguan tidur dan rasa terbakar. Sekitar 80% karyawan pabrik pembalut kain di Kediri mengeluh nyeri pada leher, pergelangan tangan, dan punggung. Ergonomi exercise merupakan kombinasi dari gerakan otot dan teknik pernapasan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ergonomi exercise terhadap tingkat resiko nyeri musculosceletal disorder (MSDs) pada karyawan di Pabrik Pembalut Kain di Kediri tahun 2017. Jenis penelitian ini pre-experiment dengan one group pre-posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non random sampling. Penelitian ini dilakukan 2x seminggu dalam waktu 1 bulan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikan α = 0,05. Hasil penelitian sebelum dilakukan ergonomi exercise menunjukkan sebagian besar karyawan yang bekerja di Pabrik pembalut kain di Kediri mempunyai resiko tinggi MSDs (67%), sedangkan sesudahnya hampir setengahnya mempunyai resiko sedang MSDs (53%). Hasil analisa dari uji statistik diperoleh nilai p value :0,005. Karena value < α maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh ergonomi exercise terhadap tingkat resiko musculosceletal disorder (MSDs) pada karyawan di Pabrik Pembalut Kain di Kediri tahun 2017. Disarankan bagi karyawan pabrik untuk melakukan ergonomi exercise secara rutin disela-sela waktu bekerja untuk menghindari adanya musculosceletal disorder (MSDs). 
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT The Relationship Between Therapeutic Communication and Family Patient’ Anxiety in The Intensive Care Unit Rahayu, Kun Ika Nur
Journal of Nursing Care and Biomolecular Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32700/jnc.v1i1.5

Abstract

Banyak faktor penyebab terjadinya kecemasan dalam diri pasien dan keluarganya selama dirawat di ruang ICU. Salah satunya faktor komunikasi terapeutik perawat. Komunikasi terapeutik dilakukan dengan tujuan membantu pasien dan keluarganya mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di Ruang Intensive Care Unit RSUD Pare Kab Kediri tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien di Ruang Intensive Care Unit RSUD Pare Kab Kediri dengan jumlah sampelnya 30 orang yang dipilih dengan teknik quota sampling. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini komunikasi terapeutik telah diberikan perawat dengan baik, yaitu sebanyak 29 (96,7 %) responden dan hanya 1 (3,3 %) responden yang merasa komunikasi terapeutik diberikan dengan cukup. Dari tingkat kecemasan keluarga diketahui 10 (33,3 %) keluarga mengalami kecemasan ringan dan berat (panic). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Rank Spearman dengan nilai signifikan sebesar 0,233 yang berarti lebih besar dari pada α (0,05), artinya tidak ada hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di Ruang Intensive Care Unit RSUD Pare Kab Kediri tahun 2013.
BRAIN GYM TERHADAP TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KADIRI Rahayu, Kun Ika Nur
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2017): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.901 KB)

Abstract

Students experience stress from various sources. One of the sources is academic problemswhich is associated with the failure of students in completing the academic demands. Thesurvey is done by 20 student of nursing departemen in the eight semester showed that 11 ofthem got stress in medium level and 9 stress in low level. One method to reduce srtess is tobrain gym. The aim of this study was to determine the effect of exercise on the brain towardsstress level on nursing students VIII semester of the Faculty of Health Science, University ofKadiri. A pre-post quasy experimental control group design was used in this study withRandom sampling technique of all ofnursing students VIII semester of the Faculty of HealthScience, University of Kadiri. The result of post test for threatment froup used Wilcoxon testwas gotten P-value 0,025 while for control group was gotten p-value = 0,157. The analyzeresult used Man Whitney with P-value = 0,032 with α = 0,05. It showed there is an influenceof brain gym toward stress level of nursing students in eight semester of Health ScienceFaculty of Kadiri University. The motion of brain gym can activate neocortex andparasympathy nerve to reduce the increase of adrenalin hormon in the body.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN KLINIK VCT PADA LSL REMAJA DENGAN PENDEKATAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) Hamdani, Muhamad Solikul; Rahayu, Kun Ika Nur; Agnes, Yeni Lufiana Novita
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v2i1.1273

Abstract

Program Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang di lakukan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS. Tingginya kasus HIV/AIDS di Indonesia salah satunya dikarenakan minta seseorang yang berisiko untuk melakukan pemeriksaan VCT yang masih rendah. Teori Health Belief Model adalah model teoritis yang dapat digunakan untuk memandu promosi kesehatan dan program pencegahan penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfatan klinik VCT pada LSL remaja dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di Kota Kediri tahun 2020. Pwnwlitian ini termasuk penelitian analiotik korelasi dengan pendekatan Cross sectional. 83 sampel orang dipilih denagn porposive sampling. Variabel Independen variabel meliputi perceived susceptibility, perceived benefits, perceived barrier, perceived seriusnes, dan cues to action. Variabel dependen adalah pemanfaatan layanan VCT. Data di kumpulkan dengan kuesioner dan di analisis dengan sperman rank. Hasil menunjukan bahwa perceived susceptibility dengan pemanfaaatan layanan VCT (p = 0,255), perceived seriousness dengan pemanfaatan layanan VCT (p = 0,241), perceived  benefits dengan pemanfaatan VCT ( p = 0,064), perceived barrier dengan pemanfaatan layanan VCT (p = 0,026), Hubungan cues to action dengan pemanfaatan layanan VCT (p = 0,169). Perceived susceptibility, perceived benefits, perceived seriusnes, dan cues to action tidak memiliki korelasi denagn pemanfaatan layana VCT, perceived barrier memiliki korelasi dengan pemanfaatan layanan VCT. Di saran kan bagi LM untuk sering memberikan informasi kepasa orang-orang beresiko tinggi HIV/AIDS. Kata kunci : VCT, LSL, HIV, HBM
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENANGANAN HIPERTENSI Devangga Darma Karingga; Agnes, Yeni Lufiana Novita; Rahayu, Kun Ika Nur; Wahdi, Achmad; Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Alimansur, Moh
Jurnal LENTERA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is one of the most common non-communicable diseases and often goes undetected until it leads to serious complications. In Indonesia, the prevalence of hypertension reaches 34.1%, with most sufferers unaware of their condition. Low awareness and limited family skills-especially among housewives-in managing hypertension is a major contributing factor. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of housewives in managing hypertension within the family setting. The program was implemented in Banyakan Village, Kediri Regency, involving 15 housewives as participants. The methods included socialization, education on hypertension, training on preparing low-sodium menus based on the DASH diet, and the introduction of simple relaxation techniques. Pre-test and post-test evaluations showed an increase in average scores from 46.7 to 80.7. Furthermore, all participants stated that the program was beneficial and enriched their understanding. These results indicate that family-based education is effective in supporting hypertension control. This initiative is expected to contribute to the adoption of healthy lifestyles within families and support national programs such as GERMAS.
Optimization of Cardiovascular Function Through Low Impact Aerobic Exercise in Elderly with Hypertension Novianti, F. Indriani Eka; Alimansur, Moh.; Rahayu, Kun IKa Nur
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.929

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia akibat penurunan fungsi sistem kardiovaskular. Upaya nonfarmakologis seperti senam aerobic low impact dinilai aman dan efektif untuk menurunkan tekanan darah. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan 50 lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mayamuk, Kabupaten Sorong. Intervensi senam dilakukan dua kali seminggu selama April–Mei 2025. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Proporsi lansia dengan hipertensi derajat 1 turun dari 70% menjadi 24%, dan hipertensi derajat 2 dari 28% menjadi 0%. Sebanyak 58% responden mencapai tekanan darah normal pasca-intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), menandakan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah senam. Tekanan darah responden menurun secara signifikan setelah mengikuti senam aerobic low impact. Simpulan: Senam aerobic low impact efektif menurunkan tekanan darah melalui peningkatan elastisitas pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung. Senam aerobic low impact berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi dan dapat dijadikan program rutin di fasilitas kesehatan. Kata Kunci: aerobic low impact, hipertensi, lansia