Saputra, Deden Mula
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PARADIGMA BARU KONSEP TA’WIL: TELAAH ATAS PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAHRUR Saputra, Deden Mula
Jurnal Al-Dirayah Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : STIQ Al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4184.378 KB)

Abstract

Artikel ini berjudul ?Paradigma Baru Konsep Ta?wil:Telaah atas Pemikiran Muhammad Syahrur. Muhammad Syahrur berusaha melakukan dekonstruksi sekaligus rekonstruksi terhadap berbagai konsep, teori dan paradigma yang telah mapan dan menjadi mainstream pemahaman, pemikiran, dan bahkan keyakinan mayoritas umat Islam. Khususnya melalui karyanya yang berjudul al-Kitâb wa al-Qur`an:Qirâ`ah Mu?ashrah. Salah satu upaya dekonstruksi yang dilakukan Syahrur adalah mengenai konsep ta?wil sebagai metodologi memahami teks al-Qur?an. Konsep ta?wil yang dimaksud oleh Syahrur diperkenalkanya dengan istilah manhaj at-tartil. Hal yang menarik untuk dikaji adalah dekonstruksi konsep ta?wil yang selama ini menjadi wilayah sakral dalam memahami makna eksoterik al-Qur?an dipahami berbeda oleh Syahrur. Maka artikel ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimanakah pandangan Muhammad Syahrur terhadap konsep ta?wil dan Bagaimana implikasi penerapan konsep ta?wil yang dirumuskan Muhammad Syahrur jika dipakai dalam penafsiran al-Qur?an.
KONSEP HISTORISITAS TEKS AL-QUR’AN: TELAAH ATAS PEMBACAAN KONTEMPORER MUHAMMAD ARKOUN Saputra, Deden Mula; Latipah, Ny
Jurnal Al-Dirayah Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : STIQ Al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.958 KB)

Abstract

Muhammad Arkoun is one of Muslim thinkers who offers a controversial theory of interpretation of the Qur'an. Arkoun argues for a project of criticism of Islamic reasoning, which supports the reexamining of the essence considered as well-established in the Islamic world, which for him is not in accordance with the true Islamic reasoning. Through deconstruction he criticizes discourse that is considered well-established in Islam and  inseparable from its readers. One of them is about revelation, in which an important point of change is its historical plot that can been seen from the change of verbal revelation into a written corpus, or mushaf, which he considers as the point of problematization to restore the authenticity of the manuscripts and signifies a deviation in thought and interpretation. As a solution, Arkoun offers the concept of historicity in order to dismantle the discourse rooted for centuries.
Optimalisasi Pembelajaran Berbasis Nilai-Nilai Islam dalam Membentuk Akhlakul Karimah Santri Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’in Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang Dani, Rohmad; Permana, Aramdhan Kodrat; Saputra, Deden Mula
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2024): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v2i2.206-215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam dalam membentuk akhlakul karimah pada santri Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi'in di Kecamatan Beringin, Kabupaten Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah ini mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari melalui metode pembelajaran yang menitik beratkan pada adab dan etika Islami, pengembangan karakter melalui cerita teladan, serta evaluasi sikap yang tekanan aspek afektif. Dampak dari pembelajaran ini terlihat dalam terbentuknya sikap santri yang lebih disiplin, bertanggung jawab, sopan santun, dan memiliki kesadaran religius yang tinggi. Faktor-faktor pendukung dalam optimalisasi ini meliputi dukungan guru dan orang tua, serta lingkungan belajar yang Islami, sementara faktor penghambatnya adalah keterbatasan fasilitas serta perbedaan latar belakang santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam efektif dalam membentuk akhlakul karimah santri, meskipun perlu adanya peningkatan fasilitas dan metode pembelajaran yang inovatif agar hasilnya lebih optimal.
Potret Madrasah Di Indonesia Fauzi, Ahmad Nur; Saputra, Deden Mula
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i2.89-102

Abstract

Abstract Madrasah merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan Islam. Madrasah tidaklah sama dengan masjid ataupun lembaga pendidikan Islam lainnya. Sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia, madrasah yang diprakarsai oleh para kiai dan tokoh agama ini ikut terpanggil untuk ikut berperan di semua aspek kehidupan terutama dalam bidang pendidikan. Sesuai amanat undang- undang yang disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alenia IV dan pasal 31 UUD 1945 yang diturunkan dalam UU Sisdiknas sampai sekarang telah banyak memberi angin segar kepada madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia sehingga madrasah dapat lebih berperan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan ciri atau karakteristik serta tujuan madrasah. Dengan demikian, dalam kajian ini akan dibahas sejauh mana peran madrasah sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Islam dalam proses pendidikan di Indonesia, sehingga akan tampak lebih jelas tentang wajah madrasah di Indonesia sesungguhnya, yang pada kenyataanya tanpa kita sadari madrasah di Indonesia telah ikut banyak berperan serta menjadi rujukan utama dalam proses pendidikan baik dari periode pra kemerdekaan sampai sekarang. Keywords: Madrasah, Lembaga Pendidikan Islam, Pendidikan Islam
Analisis Wacana Nilai Moderasi Beragama: Kajian Ceramah Lisan Habib Husain Jafar AL-Hadar Mansur, Ali; Saputra, Deden Mula
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2024): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v2i1.49-73

Abstract

Abstrak: Islam sebagai agama yang rahmatan lil alaamin seharusnya menjadi agama yang cocok dan mendatangkan kedamaian pada bangsa Indonesia yang sangat beragam ini. Islam Wasathiyah menjadi acuan normatif umat Islam dalam menjalankan moderasi beragama di negara multikultural. Toleransi merupakan sikap yang harus diterapkan dalam  kehidupan bangsa yang multi agama. Namun kenyataannya, hal tersebut sangat sulit dicapai karena masifnya penyebaran radikalisme dan ekstremisme di media sosial. Habib Ja'afar merupakan salah satu generasi muda dakwah yang kerap memimpin dialog antaragama di media sosial. Dialognya berdasarkan muatan dakwah dan selalu mengedepankan prinsip Islam Wasathiyah. Namun, konflik atas nama agama masih saja terjadi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana nilai-nilai Islam moderat dalam dakwah lisan Habib Husain Ja’far Al-Hadar yang disiarkan melalui media sosial Youtube. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif-analitis Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 4 nilai yang terdapat dalam dakwah-dakwah Habib Ja’far tentang moderasi beragama, yaitu Cinta Kasih, Ilmu, Yakin, dan Toleransi. Kata kunci: Analisis wacana kritis Teun Van Dijk, Habib Ja’far, Moderasi Beragama
The Development of Theoretical Study of Social Interpretation: Social Relations Saputra, Deden Mula; Kurniawan, Agung
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6495

Abstract

This article explores the historical and epistemological development of social commentary (al-tafsīr adabī al-ijtimāʿī) within the Islamic scientific tradition and its relevance to addressing contemporary social issues. Grounded in the premise that the Qur'an offers comprehensive guidance for all dimensions of human life, the study traces the evolution of Qur'anic interpretation from a predominantly textual-linguistic paradigm to a more contextual and socially engaged approach. Employing a qualitative methodology within a literature study framework, the research analyzes seminal works such as Tafsir al-Manar, Fī Ẓilāl al-Qurʾān, Tafsir al-Azhar, and Tafsir al-Miṣbāḥ, alongside the intellectual contributions of scholars including Muḥammad ʿAbduh, Sayyid Quṭb, Fazlur Rahman, and M. Quraish Shihab. The study investigates the epistemological foundations of social commentary through key Islamic concepts such as maqāṣid al-sharīʿah, the principle of maṣlaḥah, and the Theory of Double Movement. It proposes a typology of social commentary comprising four interpretive orientations: reformist, revolutionary, contextual, and transformative. The findings demonstrate that social interpretation effectively integrates Qur'anic values with real-world societal contexts, offering a dynamic and responsive framework for engaging with modern challenges. As such, it serves as a viable model for fostering a just, inclusive, and ethically grounded society.