Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Civic Disposition Bagi Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Rawamerta Ahmad Setiawan; Aris Riswandi Sanusi; Yogi Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6223

Abstract

Abstract The author conducts research by examining the role of Pancasila and citizenship education teachers as motivators in improving civic disposition for class XI students at SMA Negeri 1 Rawamerta. This research uses descriptive qualitative research and uses data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were Pancasila and citizenship education teachers, vice principal for curriculum, and grade XI students. The findings in this study that Pancasila and civic education teachers have a very important role in the education and learning process by providing direction and encouragement to students to have good civic character and not only focus on knowledge but on real practice by providing good examples so that civic disposition in students will be achieved. The program is produced through a friendly habituation program between teachers and students, making civic projects, and habituation to the flag ceremony. With this activity program, it is hoped that students will be able to have good civic character. Keywords: The role of Civics Teacher, Civic Dispositon, Students Abstrak Penulis melakukan penelitian dengan mengkaji peran guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sebagai motivator dalam meningkatkan civic disposition bagi peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Rawamerta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif serta menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik kelas XI. Hasil temuan di dalam penelitian ini bahwa guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan mempunyai peran sangat penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran dengan memberikan arahan serta dorongan kepada siswa untuk memiliki karakter kewarganegaraan yang baik dan tidak hanya terfokus pada pengetahuan saja melainkan pada praktik yang nyata dengan memberikan teladan yang baik sehingga civic disposition pada peserta didik akan tercapai. Program yang dihasilkan melalui program pembiasaan ramah Tamah diantara guru dan peserta didik, pembuatan project kewarganegaraan, dan pembiasaan upacara bendera. Dengan program kegiatan tersebut diharapkan peserta didik mampu untuk mempunyai karakter kewarganegaraan yang baik. Kata kunci: Peran Guru PPKn, Civic Disposition, Peserta Didik
MENAKAR KETAHANAN NASIONAL DALAM ERA GLOBAL DITINJAU DARI ASPEK IDEOLOGI Bali Widodo; Yogi Nugraha
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 01 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i01.10574

Abstract

ABSTRACT The attitude and behavior of some Indonesian citizens in recent times are felt to be much contrary to the ideology of Pancasila. This could be because the Indonesian state with the ideology of Pancasila is located between communist and liberal ideologies, where geographically the country of Indonesia is located between the Asian continent (some countries adhere to communist ideology) and Australia which has a liberal ideology. The purpose of the research is to find out the extent of the influence caused by the two major world ideologies on the life of the Indonesian nation. The data obtained in this study came from various sources of scientific articles and various literature relevant to the research topic as well as the results of the researcher's observations on attitudes and behaviors that occur in society. The results of the study show that there is a change in the attitude and behavior of some citizens towards communists and liberals. For this reason, it is necessary to strengthen national resilience in the ideological aspect in order to counteract the entry of external ideological influences that are not in line with the values of Pancasila. Keywords: Indonesia's National Resilience, Global Era, Pancasila Ideology
Integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Bali; Yogi Nugraha
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.13965

Abstract

Fenomena kerusakan lingkungan di negara Indonesia mencerminkan masih rendahnya kesadaran ekologis warga masyarakat. Namun demikian, hal ini tentu tidak hanya sekedar masalah ekologis tapi sudah menjadi masalah kewarganegaraan yaitu berkaitan dengan bagaimana membangun karakter peduli lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam merubah perilaku warga negara menjadi sosok yang peduli lingkungan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari berbagai sumber artikel ilmiah dan berbagai pustaka serta hasil tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukan mahasiswa mampu menganalisis akar masalah kerusakan lingkungan, adanya aksi nyata dari mahasiswa dengan membuat kampanye sosial berupa pesan moral, dan karya dengan menjadikann sampah menjadi produk yang ramah lingkungan serta merubah cara berpikir yang pasif dan apatis terhadap lingkungan ke arah pemahaman yang kritis bahwa merusak lingkungan sama saja dengan melanggar konstitusi dan hak keadilan generasi berikutnya.