Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penguatan Usaha Krupuk Singkong Atau Ubi Kayu (Manihot Utillisima) Matoneng, Ody Wolfrit; Falo, Marsianus; Naisali, Hyldegardis
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 4 (2023): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v2i4.178

Abstract

Kecamatan Miomaffo Barat, yang didominasi oleh para petani, menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha ekonomi keluarga. Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, industri kecil di wilayah ini belum berkembang. Hal ini mengindikasikan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih belum tumbuh di wilayah ini, mungkin disebabkan oleh kurangnya kreativitas dalam mengelola bidang ekonomi. Namun, ada peluang bisnis yang belum tergarap, seperti produksi krupuk singkong atau ubi kayu. Kelompok Wanita Tani (KWT) Oelnasi Desa Sallu, sebagai Mitra, telah memulai usaha pengolahan umbi-umbian, terutama singkong, menjadi krupuk sejak 2019. Dengan dukungan yang tepat, KWT ini dapat menghasilkan produk krupuk yang ekonomis dan berkualitas, meningkatkan perekonomian keluarga, dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Untuk mengatasi tantangan ini, solusi yang diusulkan adalah memberikan peralatan modern untuk produksi krupuk dan pelatihan dalam berwirausaha krupuk singkong atau ubi kayu. Pelatihan teknik budidaya yang berbasis teknologi modern dan pemeliharaan tanaman singkong akan diberikan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan perekonomian dan pengetahuan kedua kelompok tani tersebut, serta mendukung pengembangan UMKM di Kecamatan Miomaffo Barat.
Hubungan Efektivitas Komunikasi Dan Pertisipasi Kelompok Tani Dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian: Studi Kasus: Petani Tomat Di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu Nahak, Ludofikus; Falo, Marsianus; Metboki, Bernadina; Matoneng, Ody Wolfrit
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Mei 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i3.522

Abstract

Kegiatan penyuluhan pertanian subsektor tanaman pangan dilakukan melalui wadah kelompok-kelompok tani, sehingga efektivitas komunikasi dan partisipasi dari masyarakat petani menjadi faktor yang sangat penting dalam melaksanakan berbagai aktivitas maupun program penyuluhan pertanian. Penelitian ini berfokus pada efektivitas komunikasi dan partisipasi kelompok tani dalam mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian yang diberikan oleh penyuluh dalam membina petani yang ada diwilayah Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupeten Belu. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan oktober 2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 kelompok tani yang beranggota 1,140 orang dimana dalam satu kelompok tani terdiri dari 19 anggota, dengan penentuan sampel menggunakan porposive sampling sehingga dapat diperoleh sampel sebanyak 4 kelompok tani dan beranggota 79 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan pelaksanaannya menggunakan teknik survey, wawancara, data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi pada tahap komunikator 2,35, pesan 2,94, saluran 2,74, komunikan 2,38 dan efek atau pengaruh 2,79, kemudian partisipasi petani pada tahap ide atau pikiran 2,26, tenaga 2,33, barang 2,44, skill atau keterampilan 2,50. Analisis korelasi rank spearman menunjukkan hasil uji korelasi secara statistik memiliki hubungan nyata antara efektivitas komunikasi dan partisipasi kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Efektivitas komunikasi kelompok pada tahap komunikator berkorelasi (signifikan), efektivitas komunikasi kelompok pada tahap pesan berkorelasi (signifikan), efektivitas komunikasi kelompok pada tahap saluran berkorelasi (signifikan), efektivitas komunikasi kelompok pada tahap komunikan berkorelasi (signifikan) efektivitas komunikasi kelompok pada tahap efek atau pengaruh berkorelasi (signifikan). kemudian Partisipasi petani berdasarkan ide atau pikiran tidak berkorelasi (signifikan atau negatif), partisipasi petani berdasarkan tenaga berkorelasi (signifikan), partisipasi petani berdasarkan barang berkorelasi (signifikan), dan partisipasi petani berdasarkan skill atau keterampilan berkorelasi (signifikan).
Persepsi Peternak Terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Atmen Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Sekab, Januario Resky Alexandro; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak di Desa Atmen, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara dan menganalisis persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh di desa tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus hingga September 2024 di tiga kelompok tani di Desa Atmen. Populasi penelitian mencakup seluruh anggota kelompok tani yang masih aktif, sementara sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih menggunakan metode sensus. Jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan persentase. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert, wawancara, observasi, dan pencatatan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak berdasarkan usia didominasi oleh kelompok usia produktif (20-64 tahun), dengan persentase sebesar 88,33%. Dari segi pendidikan, tingkat pendidikan peternak tergolong sangat rendah, karena sebagian besar hanya menempuh pendidikan hingga tingkat sekolah dasar. Mayoritas peternak memiliki tanggungan keluarga sebanyak tiga orang atau kurang. Sementara itu, kepemilikan ternak sebagian besar berkisar tiga ekor atau kurang, dengan persentase sebesar 51,67%. Dari segi pengalaman beternak, mayoritas peternak telah memiliki pengalaman lebih dari 16 tahun. Kinerja penyuluh diukur berdasarkan tiga indikator utama, yaitu responsivitas, responsibilitas, dan kualitas layanan penyuluhan. Hasil penelitian mengungkap bahwa persepsi peternak terhadap materi, metode, dan media penyuluhan sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebanyak 100% dari 60 responden menerima materi tentang pengolahan limbah, sementara 93,33% responden menyatakan puas terhadap metode penyuluhan dan materi yang disampaikan. Kata Kunci: Persepsi Peternak, Kinerja Penyuluh
Persepsi Peternak terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Letmafao Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Dan, Gregoriana; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak di Desa Letmafo serta menilai persepsi mereka terhadap kinerja penyuluh peternakan. Metode yang digunakan adalah survei dan observasi lapangan, dengan instrumen berupa kuesioner berskala Likert untuk mengukur variabel-variabel yang diteliti. Karakteristik peternak yang dianalisis mencakup usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, jumlah kepemilikan ternak, dan pengalaman beternak. Selain itu, aspek penyuluhan yang dikaji meliputi materi, media, dan metode yang digunakan, serta responsivitas, tanggung jawab, dan kualitas layanan penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak berada dalam usia produktif (15–64 tahun), berpendidikan minimal enam tahun, memiliki tanggungan 3–4 orang, kepemilikan ternak 3–4 ekor, dan pengalaman beternak 5–10 tahun. Materi penyuluhan yang paling banyak diterima mencakup manajemen pakan (96,9%), strategi pemasaran (98,5%), dan pengendalian penyakit ternak (95,4%). Sebagian besar peternak menilai bahwa materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tingkat kepuasan terhadap responsivitas penyuluh mencapai 80,7%, tanggung jawab penyuluh 83,1%, dan kualitas layanan 96,9%. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja penyuluh di Desa Letmafo dinilai sangat baik dan berkontribusi positif terhadap pengembangan usaha peternakan rakyat. Kata kunci: persepsi petenak, kinerja penyuluh peternakan
Persepsi Peternak Terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Bimolo, Maria Yohana; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5933

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui bagaimana kerakteristik peternak yang ada di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. 2) Untuk mengetahui bagaimana persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh peternakan yang ada di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2024 di kelompok tani yang ada di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara yaitu kelompok tani Oemanu, kelompok tani Tuinbatan dan kelompok tani Moenmuni. Sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah para peternak dengan jumlah responden sebanyak 61 responden. Jenis dan sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara maka disimpulkan bahwa: 1) Karakteristik responden berdasarkan umur peternak terbanyak adalah golongan umur 15-64 tahun dengan jumlah responden 55 orang atau (90,16%). Karakterisik responden berdasarkan tinggkat perndidikan peternak mayoritas berpendidikan dari umur 1-6 tahun dengan jumlah responden 45 orang atau (73,77%). Berdasarkan pengalaman beternak terbanyak adalah 11-15 tahun dengan jumlah responden 33 orang atau (54,09%). Berdasarkan jumlah kepemilikan ternak terdapat 2 golongan jumlah ternak yang tertinggi, yaitu jumlah ternak 5-6 tahun dengan jumlah responden 19 orang atau (31,14%) dan jumlah ternak >6 dengan jumlah responden 19 orang atau (31,14%). Karakteristik responden berdasarkan jumlah tanggungan keluarga terbanyak adalah 5-6 orang dengan jumlah responden 27 orang atau (44,26%). 2) Persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh di Desa Oenbit Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara, disimpulkan bahwa rata-rata peternak berpendapat baik terhadap kinerja penyuluh. Hal ini dapat dilihat dari persepsi peternak terhadap metode dan media dengan jumlah responden 39 orang atau (63,93%), sedangkan berdasarkan persepsi peternak terhadap sarana, prasarana, pembinaan dan motivasi sebanyak 33 orang atau (54,09%) dan sebanyak 56 orang atau (91,80%) yang sangat puas dengan kualitas layanan dari penyuluh. Kata Kunci: Persepsi, Kinerja, Penyuluh, Karakteristik Peternak
PENINGKATAN HASIL PRODUKSI TERNAK LELE MELALUI PENERAPAN INTERNET of THINGS (IoT) DI KELOMPOK TANI MANDIRI Gelu, Leonard Peter; Feka, Wolfhardus Vinansius; Matoneng, Ody Wolfrit; Keraf, Fransiskus Markus Pareto
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2342

Abstract

The production of fish sales in TTU Regency currently does not meet market demand and community needs. Along with the increasing public awareness to consume fish as the main nutrient, the demand for fish in TTU Regency is also getting higher. The problems that are often faced by cultivators are the slow production process and the business management process that is still carried out manually. Cultivators have to wait a long time to carry out the harvest, while buyers hope to get it in a short time. One of the fish that is most sought after by the public to meet daily needs is catfish. The community partnership program with the Tani Mandiri Fish Cultivation Group (POKDAKAN) aims to overcome challenges in the management of catfish farming feed through the application of Internet of Things (IoT) technology. This automated feeding system improves production efficiency with scheduled feeding and real-time feed stock monitoring, thereby reducing resource wastage and creating an ideal environment for catfish growth. The method of implementing the implementation of community partnership empowerment in the POKDAKAN Tani Mandiri group can be explained as follows where the group, the government (Sub-district Head, Village Head and Agricultural Extension Team), and the joint implementation team are involved in determining the type of activities and the implementation of activities in the field. Mentoring activities are carried out by the student support team (S-1) as a means of monitoring and evaluating activities as well as a means of improving student skills and debriefing before entering the world of work. The main activities include socialization, training in cultivation techniques, feed making, and the implementation of IoT technology in aquaculture ponds. The results of this service activity provide a significant footprint for partners where this Program increases productivity, time efficiency, and profitability in a sustainable manner, while making a positive contribution to the community around the University of Timor and the border area.
Pola Komunikasi Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) pada Kelompok Tani Karya Baru di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Duan, Margaretha Cosmos Lein; Matoneng, Ody Wolfrit; Falo, Marsianus; Mambur, Yohanes Pebrian Vianney
AGRIMOR Vol 9 No 3 (2024): AGRIMOR - July 2024
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v9i3.2568

Abstract

This research focuses on communication patterns, especially communication built within the Karya Baru farmer group to support farming and the development of the farmer group. The aim of this research is to find out the description of the internal and external factors of farmers in the Karya Baru farmer group, to know the picture of field agricultural extension (PPL) communication in the Karya Baru farmer group, and to find out what factors influence field agricultural extension (PPL) communication in the Karya Baru farmer group. The methods used in this research are mixed methods. Determining informants used the purposive sampling method with the technique of taking respondents by census (saturated sampling). The population and sample in this study used a purposive sampling technique, namely all members of the "Karya Baru" farmer group in Suanae Village, West Miomaffo District, North Central Timor Regency, with 23 members. Data collection was carried out using survey methods, observation, and data collection using questionnaires given directly to respondents. The results of this study state that the characteristics of respondents are internal factors that have a real influence on communication patterns, namely length of farming and cosmopolitan, while external factors, namely the role of farmer groups and agricultural extension methods, have a real influence on communication, namely the individual approach and group approach, which also have a real influence on communication.
Farmers' Perception of Agricultural Extension Worker Performance: A SEM-PLS Study on Garlic Farmers in West Miomaffo District, North Central Timor Regency, Indonesia Falo, Marsianus; Matoneng, Ody Wolfrit; Tabenu, Oktovianus
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 2 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i2.266

Abstract

government agricultural programs and smallholder farmers in eastern Indonesia. Despite the importance of this perception-performance nexus, no prior study has examined how internal and external factors of extension workers simultaneously influence farmer perceptions and behavioral change in the TTU garlic farming context. Objective: This study aims to develop a model of garlic farming extension programs and examine the internal and external characteristics of garlic farmers in West Miomaffo District. Methods: Data analysis techniques in this study used quantitative descriptive analysis, Spearman Correlation Test, and Structural Equation Modeling (SEM-PLS). This study employs a mixed-methods quantitative-descriptive design. A sample of 91 garlic farmers was drawn from 913 members across 48 farmer groups in West Miomaffo District using simple random sampling (10% of the population). Results: Farmer perceptions greatly influence the effectiveness of extension services and performance. Internal factors of agricultural extension workers (X1) have a positive and significant effect on the performance of agricultural extension workers (Y1). Internal factors of agricultural extension workers (X1) have a positive and significant effect on agricultural extension services (Y2). External factors (X2) have a positive and significant effect on agricultural extension worker performance (Y1). External factors (X2) have a positive and significant effect on agricultural extension services (Y2). Conclusion: The SEM-PLS model confirms that improving extension worker capacity and strengthening external support systems (infrastructure, incentives) are the key levers for improving farmer perceptions and agricultural outcomes in the TTU garlic farming sector.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN TANAH LAUT, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Kobesi, Petrus Suse; Firmansyah, Hairi; Devita, Windi Bunga; Matoneng, Ody Wolfrit; Sarifuddin, Andri
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i2.22922

Abstract

The food sector plays a strategic role in agricultural development and overall national development. Demand for food continues to increase along with population growth and increasing per capita income. This study aims to identify strategies for developing corn farming in Tanah Laut Regency. The method used by the researcher is a SWOT analysis, and strategy priority determination is carried out using QSPM analysis. The results of the analysis found six main strategies, including: 1) Increasing farmers' understanding of good corn cultivation techniques, including pest and disease control, thereby minimizing the risk of crop failure. 2) Strengthening farmer group institutions for more effective coordination between related institutions. 3) Optimizing farmer resources to increase production while meeting industrial market needs. 4) Maximizing government support to maintain production continuity. 5) Optimizing corn productivity with high quality (grade) as an effort to deal with price fluctuations in the market. 6) Expanding farmers' access to financing sources or agricultural capital to support the application of appropriate technology.