Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Scientific Journal

Gambaran Persepsi Mayarakat Terhadap Operasi Katarak di RSUD H. Hanafie Muara Bungo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Tahun 2018 Deswanto, M. Novalfi; Lassie, Naima; Amran, Rika
Scientific Journal Vol. 1 No. 1 (2022): SCIENA Volume I No 1, January 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.119 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i1.14

Abstract

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua-duanya. Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital atau penyulit penyakit mata lokal menahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat muara bungo terhadap operasi katarak di RSU H. Hanafie Muara Bungo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini akan dilakukan di RSU H. Hanafie Muara Bungo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2018. Populasi dari penelitian ini adalah semua masyarakat yang datang berkunjung ke RSU H. Hanafie Muara Bungo Kabupaten Bungo  Provinsi Jambi dengan sampel berjumlah 56 orang. Analisa univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh paling banyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 33 orang (58,9%) dan paling banyak berada pada umur lansia awal yaitu 23 orang (41,1%), paling banyak dengan persepsi masyarakat baik yaitu 26 orang (46,4%), paling banyak dengan perasaan pasien yang akan operasi katarak baik yaitu 37 orang (66,1%) serta paling banyak dengan harapan baik yaitu 32 orang (57,1%). Pada penelitian ini didapatkan bahwa persepsi masyarakat baik terhadap operasi katarak di RSU H. Hanafie Muara Bungo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi tahun 2018.  
Gambaran Karakteristik Pasien Retinopati Diabetik yang Dilakukan Pembedahan Vitrektomi Di RSKM Padang Eye Center Tahun 2019-2020 Puteri, Veronika; Lassie, Naima; Huda, M. Nur
Scientific Journal Vol. 1 No. 3 (2022): SCIENA Volume I No 3, May 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.703 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i3.40

Abstract

Latar Belakang : Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular dari Diabetes Melitus (DM) berupa mikroangiopati progresif yang ditandai oleh kerusakan mikrovaskular pada retina yang dapat menyebabkan buta permanen. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi derajat keparahan retinopati diabetik seperti hiperglikemi, lama durasi DM, dan hipertensi. Tindakan pembedahan untuk retinopati diabetik adalah vitrektomi untuk membersihkan vitreus yang keruh akibat perdarahan sehingga meningkatkan tajam penglihatan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien retinopati diabetik yang dilakukan pembedahan vitrektomi. Metode : Jenis penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien retinopati diabetik yang dilakukan pembedahan vitrektomi di RSKM Padang Eye Center tahun 2019-2020 dengan 50 pasien. Analisis data univariat dengan program SPSS versi 25.0. Hasil : Karakteristik pasien retinopati diabetik yang dilakukan pembedahan vitrektomi didapatkan usia terbanyak 46-55 tahun dan 56- 65 tahun masing-masing 17 orang (34%),dengan jenis kelamin didominasi perempuan (58%), dan tipe DM tipe 2 (98%), durasi lama menderita diabetes < 5 tahun (38%), dengan memiliki riwayat hipertensi (76%), derajat retinopati diabetik terbanyak PDR+PV (50%), dengan keterlibatan mata bilateral(86%), jenis tindakan vitrektomi terbanyak vitrektomi + endolaser + inj. Anti-VEGF (34%), mengalami visus sebelum tindakan dengan kategori buruk (96%), visus 1 bulan setelah pembedahan sebagian besar masih dalam kategori buruk (84%), dan kualitas penglihatan subjektif pasien setelah 1 bulan pembedahan adalah membaik (42%). Kesimpulan : Usia terbanyak 46-65 tahun, jenis kelamin perempuan, tipe DM tipe 2, durasi lama menderita diabetes < 5 tahun, memiliki riwayat hipertensi, dengan derajat PDR+PV, mata yang terlibat bilateral, tindakan vitrektomi + endolaser + inj. Anti- VEGF, visus sebelum pembedahan buruk, visus setelah pembedahan vitrektomi buruk namun ada perbaikan visus sebesar 38% dan kualitas penglihatan subjektif pasien setelah pembedahan membaik.
Gambaran Visus Penderita Retinopati Diabetik yang Dilakukan Terapi Injeksi Intravitreal Anti-VEGF di RSKM Padang Eye Center Tahun 2018 Lassie, Naima; Felia Tambunan, Siti
Scientific Journal Vol. 1 No. 5 (2022): SCIENA Volume I No 5, September 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v1i5.69

Abstract

Latar Belakang: Diabetes merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di kalangan orang dewasa di Indonesia. Terapi baku emas untuk retinopati diabetik adalah fotokoagulasi panretinl, tetapi memiliki efek samping seperti hilangnya lapang pandang visual perifer. Vascular endothelial growth factor (VEGF) dianggap sebagai patologi yang mendasari retinopati diabetik. Terapi anti-VEGF untuk retinopati diabetik telah banyak dikembangkan akhir-akhir ini. Dalam studi ini, kami menilai hasil visual pasien retinopati diabetik yang diterapi dengan anti-VEGF. Metode: Sebanyak 52 pasien dengan retinopati diabetik yang diberikan terapi anti-VEGF dan berobat ke RSKM Padang Eye Center, sebuah rumah sakit perawatan mata tersier di Sumatera Barat, selama tahun 2018. Diagnosis retinopati diabetik ditegakkan oleh dokter spesialis mata vitreoretina. Tajam penglihatan sebelum terapi dan setelah satu bulan paska injeksi intravitreal anti-VEGF dicatat. Hasil: Pasien retinopati diabetik memiliki rentang usia terbanyak pada usia 46-55 tahun (44,2%), dan menderita diabetes lebih dari 5-10 tahun (63,5%) %. Tajam penglihatan pasien sebelum terapi dengan anti-VEGF sebagian besar (55,8%) buruk (<6/60). Setelah satu bulan paska injeksi intravitreal anti-VEGF, tajam penglihatan kategori baik (>6/18) dicapai pada 44,2% pasien, penglihatan sedang (6/18-6/60) pada 23,1% dan penglihatan buruk (<6/60) pada 32,7% pasien. Pasien yang mengalami peningkatan kualitas visual secara subyektif setelah terapi adalah 69,2%.  Kesimpulan: Terapi anti-VEGF untuk retinopati diabetik telah meningkatkan tajam penglihatan pasien, baik secara objektif maupun subjektif.