Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Rekontekstualisasi Pemikiran Marx, Weber, dan Durkheim dalam Kerangka Dakwah Sosial Keagamaan Ula, Umi Nailul; Firdaus, Yuliatul; Arifin, Imamul; Siswanto, Ali Hasan
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2025): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/b89j6b85

Abstract

This study aims to recontextualize the classical sociological theories of Karl Marx, Max Weber, and Émile Durkheim within the framework of dakwah (Islamic propagation) to address the theoretical limitations often dominated by normative-theological approaches. The research focuses on three main questions: (1) the relevance of classical theories when applied to contemporary dakwah phenomena; (2) the reasons behind the epistemological gap in dakwah studies caused by the lack of critical analysis; and (3) the construction of a new conceptual framework through the synthesis of classical theory and dakwah praxis for advancing the religious social sciences. Using a conceptual research design and critical analytical approach, this study draws from primary sources such as the original works of Marx, Weber, and Durkheim, and secondary sources consisting of Scopus- and WoS-indexed journal articles from 2015–2024 discussing dakwah, Islamic communication, and classical sociology. The methodology integrates critical interpretation, comparative analysis, and framework synthesis to produce a comprehensive model. The findings demonstrate that Marx’s theory contextualizes dakwah as a domain of ideological struggle and class relations; Weber’s perspective elucidates authority, rationalization, and bureaucratization within dakwah institutions; and Durkheim’s approach highlights the role of dakwah in maintaining social solidarity and collective morality. The study concludes that the integration of these classical perspectives formulates Critical-Integrative Dakwah Studies, a new paradigm that views dakwah as both a religious and transformative social praxis. This epistemological synthesis expands the horizon of religious social sciences and promotes dialogue between Western and Islamic intellectual traditions.
Dampak Pola Asuh Keluarga Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak di Masyarakat Abdiillah, Rayhansah Hafiz; Putri, Maylisa Rahma; Ilyas, Habibie Muhammad Bisri; Arifin, Imamul
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i2.4233

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting pola asuh orang tua dalam membentuk kepribadian, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial anak. Keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar berpikir, bersikap, serta berinteraksi dengan lingkungannya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pola asuh yang keras atau mengekang dapat menimbulkan rasa takut dan rendah diri pada anak, sementara pola asuh yang penuh kasih dan menghargai pendapat mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta keseimbangan emosi. Nilai-nilai dalam Surah At-Taghabun ayat 14 menegaskan pentingnya kasih sayang, kewaspadaan, dan sikap saling memaafkan dalam keluarga. Komunikasi yang hangat dan saling menghargai menjadi kunci dalam membangun hubungan yang harmonis. Melalui pola asuh yang penuh empati, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional, berani mengemukakan pendapat, dan mampu menjalin hubungan sosial yang positif di lingkungannya.