Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Biaya Tuberkulosis Paru Kategori Satu Pasien Dewasa di Rumah Sakit di DKI Jakarta Sari, Ida Diana; Herman, Max Joseph; Susyanty, Andi Leny; Su'udi, Amir
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v8i1.3718

Abstract

In 2014, new TB sufferers in Indonesia reached 324,579. An analysis of the cost aims to calculate the cost of treatment of adult category I pulmonary TB patient and the results obtained. The study was conducted in 5 District General Hospitals in Jakarta in 2014 with new adult TB patients treated as samples. Patients’ and attendants’ characteristics, the costs incurred, and treatment outcome were collected through in-depth interviews at every visit for 6 months. The results showed that 64,5% of patients are men aged between 18-70 years and 80,6% of patients using the BPJS. The number of visits for 6 months is 10 times in average (ideally 16 times). With a utilization of hospital by 10 times, then the total direct costs amount to Rp1.228.867, the total indirect costs are Rp614.670, and the total costs of the overall TB treatment are Rp1.843.537 with an average of Rp307.256 per month. The largest components of direct costs are the cost of the drug and the largest component of indirect costs are the cost of TB patient’s attendants. Drug compliance (68,9%) and being cured (41,9%) of TB patients treated for 6 months are far from expectations.
ASSESSING INDIVIDUAL PERCEPTION IN UTILIZATION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES POST (NCDS POST) USING A HEALTH BELIEF MODEL (HBM) APPROACH Faatih, Mukhlissul; Siregar, Riswal Hanafi; Su'udi, Amir; Despitasari, Mieska; Wirasmi, Sundari; Anggraini, Anggita Bunga; Syachroni, Syachroni; Marsini, Rani; Latifa, Rivana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 3 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i3.1662

Abstract

Fasilitas Posbindu PTM telah menjadi komponen penting dalam kebijakan kesehatan. Penelitian mengungkapkan bahwa hal tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi peserta dengan pemanfaatan Posbindu PTM. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan di lima provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner pada bulan Agustus-Oktober 2021. Analisis dilakukan dengan uji statistik beda mean. Kami melibatkan 420 peserta dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar peserta rentan terhadap PTM (52,6%). Peserta menilai seseorang yang menderita PTM memberikan dampak yang serius (53.6%), mengelola dan memeriksa kesehatan di Posbindu PTM mempunyai manfaat dalam mencegah PTM (62.6%), seseorang yang menderita PTM menimbulkan dampak yang serius (71.4%), melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan secara rutin khususnya pencegahan PTM (69,0%), mempunyai kemampuan, pengendalian, dan mempunyai cara untuk mencegah PTM (65,2%). Hasil uji beda rata-rata menunjukkan bahwa rata-rata rangking seluruh penilaian persepsi HBM peserta yang aktif mengikuti kegiatan Posbindu PTM lebih tinggi dibandingkan peserta yang kurang aktif (p<0,05). Pemanfaatan aktif Posbindu PTM mempunyai hubungan dengan persepsi peserta khususnya terhadap tingkat keparahan suatu penyakit, kerentanan seseorang terhadap penyakit, manfaat mengetahui risiko kesehatan, hambatan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, petunjuk tindakan, dan efikasi diri pasien terhadap penyakitnya.