Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MAKNA TRADISI TUTU KUBI PADA UPACARA KEMATIAN SUKU NOPALA KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Yanuarius Charles Daniel Selan; Metropoly Merlin. J Liubana; Rince Jalla Wabang
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 03 (2023): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v8i03.6047

Abstract

Penelitian ini berjudul “makna tradisi tutu kubi pada upacara kemattian suku nopala kajian semiotika Roland Barthes”. Tutu kubi adalah salah satu tradisi upacara kematian yang dilakukan saat jenasah akan di makamkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari tradisi tutu kubi menggunakan kajian semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data ini dikumpulkan menggunakan tiga teknik, yaitu teknik simak, wawancara bebas, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah dalam tradisi tutu kubi ada Tahat bait, Atoen amaf, Tutu kubi, Tel’le, dan Tapan nain ‘nesan nabal. Dalam istilah bahasa dawan, tahat bait artinya makan perpisahan, atoen amaf artinya saudara laki-laki dari ibu, tutu kubi artinya memecahkan tempurung kelapa, tel’le artinya keliling, dan tapan nain’nesan nabal artinya kulit jatuh tapi isi pedang tetap ada.
PRAKTIK PENDIDIKAN BILINGUAL DAN ETNOPEDAGOGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Talan, Maria Rosalinda; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Wabang, Rince Jalla; Nino, Septoriana Maria
Jurnal Semantik Vol 14 No 1 (2025): Volume 14 Number 1, February 2025
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v14i1.p31-46

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan bahasa daerah oleh peserta didik kelas rendah sekolah dasar. Penggunaan bahasa daerah ini selalu dikaitkan dengan bentuk pelestarian identitas budaya suatu etnik. Studi ini bertujuan mendeskripsikan wujud praktik pendidikan bilingual dan kecenderungan penggunaan bahasa, bentuk bahasa bermuatan kearifan lokal, dan keefektifan pembelajaran membaca dan menulis permulaan bahasa Indonesia berpendekatan pendidikan bilingual dan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan mixed approach yakni pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data berupa 1) kata, frasa, dan kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Dawan serta kecenderungan penggunaan bahasa, 2) kata, frasa, kalimat yang menunjukkan kearifan lokal suku Dawan dan kata, frasa, kalimat dalam pembelajaran yang bermuatan kearifan lokal suku Dawan, serta 3) tingkat keefektifan pembelajaran dengan pendekatan bilingual dan etnopedagofi yang meliputi presentase pengelolaan pelaksanaan pembelajaran, presentase respon peserta didik, presentase aktivitas belajar, dan rata-rata hasil belajar peserta didik. Data ini bersumber dari pendidik dan peserta didik di SD Negeri Lanaus, serta tokoh adat. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses pembelajaran di SD Negeri Lanaus, tampak adanya praktik pendidikan bilingual yang ditunjukan dari penggunaan bahasa pendidik maupun peserta didik di awal, pertengahan, dan akhir pembelajaran. Bahasa yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah bahasa Indonesia dan bahasa Dawan. Dalam proses pembelajaran tersebut, baik pendidik maupun peserta didik lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Dawan. Presentase penggunaan bahasa Indonesia adalah 71% sedangkan bahasa Dawan 29%. Selain itu, dalam pembelajaran tampak adanya integrasi kearifan lokal masyarakat Dawan yang menggambarkan implementasi pendekatan etnopedagogi. Praktik pendidikan bilingual dan etnopedagogi ini dinilai efektif karena presentase pengelolaan pelaksanaan pembelajaran 77% yang tergolong dalam kategori baik, presentase respon peserta didik 100% yang tergolong dalam kategori sangat baik, presentase aktivitas belajar 75% yang tergolong dalam kategori baik, dan rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 77,17 yang tergolong dalam kategori baik dan tuntas.
Classroom Climate in Remote Schools: Inhibiting Factors and Pedagogical Solutions Through Formative Assessment and Contextual Learning Rince Jalla Wabang; Maria Rosalinda Talan; Septoriana Maria Nino
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v7i2.6114

Abstract

The purpose of this study is to examine the factors that hinder the classroom climate in remote schools and to explore formative assessment and contextual learning as pedagogical solutions. This study employs a literature review method by analyzing various relevant scientific sources regarding classroom climate, remote schools, formative assessment, and contextual learning. The outcomes of the study indicate that barriers to classroom climate in remote schools include limited educational resources, a shortage of teaching staff, students’ socioeconomic conditions, inadequate school physical environments, as well as socio-cultural issues and school governance. These barriers outcome in low student engagement, suboptimal learning interactions, and a weak conducive learning atmosphere. The connection of resources to learners’ real-life events as well as settings is contextual learning, and this study also shows how formative assessment is useful for teachers to continuously identify student needs, achievements, and obstacles that may challenge the students' learning. Hence, formative assessment and contextual learning can be considered as two complementary pedagogic solutions in establishing a more adaptive, participatory and meaningful classroom climate at remote schools.
Pendampingan Pengembangan Buku Suplemen Bermuatan Keunggulan Lokal NTT Bagi Guru Bahasa Indonesia Metropoly Merlin J. Liubana; Maria Rosalinda Talan; Rince Jalla Wabang
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.720

Abstract

Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebenarnya telah lama direkomendasikan oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, peluang tersebut tidak serius dijalankan. Salah satu faktor penyebabnya, guru terpaku menggunakan buku Bahasa Indonesia yang bersifat global sehingga kurang mewakili konteks dinamika sosial, budaya, dan ekonomi peserta didik di daerahnya. Dengan demikian tim pengabdi bermaksud melakukan pendampingan pengembangan buku suplemen bermuatan keunggulan lokal NTT bagi guru-guru Bahasa Indonesia SMP se-Kecamatan Insana Tengah agar nantinya bisa diaplikasikan dalam proses belajar mengajar. Pengabdian ini bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan  kepada guru-guru tentang pengembangan buku suplemen Bahasa Indonesia yang bermuatan keunggulan lokal NTT. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan pelatihan praktik. Hasil yang dicapai adalah guru-guru telah memperoleh pengetahuan tentang pengembangan buku suplemen. Hal ini didukung dengan unjuk keterampilan guru-guru dalam mengembangkan buku suplemen yang termasuk dalam kategori sangat layak untuk aspek isi, bahasa, dan penyajian, serta layak untuk aspek kegrafikaan. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa buku suplemen yang dikembangkan oleh guru-guru sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan memiliki nilai kebermanfaatan bagi guru dan peserta didik.